<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lonjakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lonjakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 07:38:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lonjakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Data Ganda Picu Lonjakan Anak Putus Sekolah, Disdikbud Kota Malang Lakukan Pembaruan Evaluasi</title>
		<link>https://memontum.com/data-ganda-picu-lonjakan-anak-putus-sekolah-disdikbud-kota-malang-lakukan-pembaruan-evaluasi</link>
					<comments>https://memontum.com/data-ganda-picu-lonjakan-anak-putus-sekolah-disdikbud-kota-malang-lakukan-pembaruan-evaluasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembaruan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232073</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat adanya lonjakan Anak Tidak Sekolah / Anak Putus Sekolah (ATS/APS) hingga 4 ribu anak. Hanya saja, dalam verifikasi atau evaluasi, data berbeda justru ditemukan. Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah ATS/APS tersebut bukan sepenuhnya menunjukkan bertambahnya kasus putus sekolah baru. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat adanya lonjakan Anak Tidak Sekolah / Anak Putus Sekolah (ATS/APS) hingga 4 ribu anak. Hanya saja, dalam verifikasi atau evaluasi, data berbeda justru ditemukan.</p>



<p>Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah ATS/APS tersebut bukan sepenuhnya menunjukkan bertambahnya kasus putus sekolah baru. Karena setelah dilakukan evaluasi, banyak anak tercatat ganda di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sekolah formal, hingga lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren.</p>



<p>“Di awal Januari memang terlihat meningkat. Tapi setelah kami evaluasi, ternyata banyak data dobel. Anak yang sama tercatat di sekolah, di kami, dan juga di pondokan,” ujar Suwarjana, Kamis (30/04/2026) tadi.</p>



<p>Suwarjana mengaku, pihaknya sempat terkejut dengan lonjakan angka tersebut. Karena sebelumnya jumlah ATS/APS di Kota Malang telah turun menjadi sekitar 2.000 anak dari angka awal sekitar 5.000 kasus. Sehingga, dalam hal ini akan dilakukan pembaruan dan sinkronisasi data secara menyeluruh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Insyaallah dalam waktu sebulan-dua bulan ini pasti akan berkurang. Target kita terus menekan ATS/APS hingga nol,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain persoalan data, verifikasi langsung juga menemukan berbagai kondisi sosial yang menjadi tantangan penuntasan ATS/APS. Tidak sedikit anak dalam data ternyata sudah bekerja, berpindah domisili keluar kota, bahkan telah menikah.</p>



<p>“Ada datanya, ada anaknya. Tapi ketika kami datangi langsung, ternyata sudah bekerja, tidak tinggal di Malang, bahkan ada yang sudah menikah,” jelasnya.</p>



<p>Meski begitu, Pemkot Malang tetap membuka kesempatan pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah. Bagi mereka yang tidak lagi memungkinkan mengikuti sekolah formal, juga disediakan pendidikan gratis melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).</p>



<p>Disdikbud Kota Malang juga menggandeng berbagai unsur masyarakat, untuk mempercepat penjangkauan ATS, mulai dari lurah, kader PKK, hingga pengurus RT di tingkat lingkungan. “Kami mengajak PKBM, PKK, lurah sampai RT untuk ikut mencari dan mengajak anak-anak ini kembali belajar. Kalau masyarakat mengetahui ada anak yang belum sekolah, silakan dilaporkan, pasti kami jemput dan sekolahnya gratis,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/data-ganda-picu-lonjakan-anak-putus-sekolah-disdikbud-kota-malang-lakukan-pembaruan-evaluasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232073</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Naik hingga 30 Persen, Matos Bersiap Sambut Lonjakan Pengunjung Jelang Lebaran</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-naik-hingga-30-persen-matos-bersiap-sambut-lonjakan-pengunjung-jelang-lebaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersiap]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos) mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Peningkatan kunjungan sendiri, disebut telah berlangsung sejak memasuki pertengahan Bulan Ramadan. Mal Director Matos, Fifi Trisjanti, mengatakan bahwa tingkat kunjungan saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. &#8220;Kalau dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikannya sekitar 25 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos) mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Peningkatan kunjungan sendiri, disebut telah berlangsung sejak memasuki pertengahan Bulan Ramadan.</p>



<p>Mal Director Matos, Fifi Trisjanti, mengatakan bahwa tingkat kunjungan saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. &#8220;Kalau dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikannya sekitar 25 sampai 30 persen. Bahkan, hari-hari biasa sekarang hampir sama ramainya dengan akhir pekan,&#8221; ujar Fifi-sapaannya, Sabtu (14/03/2026) tadi.</p>



<p>Namun, jika dibandingkan secara apple to apple dengan periode Ramadan tahun lalu, kenaikan jumlah pengunjung berada di kisaran 15 persen. Menurutnya, pola kunjungan masyarakat selama Ramadan memang cenderung sama setiap tahun. Pada dua pekan pertama biasanya relatif sepi, lalu meningkat tajam menjelang Lebaran.</p>



<p>&#8220;Biasanya dua minggu pertama Ramadan, itu sepi. Setelah itu langsung hajar terus sampai penuh,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari sisi tenant, produk yang paling banyak diburu pengunjung adalah makanan serta produk fesyen. Kedua kategori tersebut menjadi primadona menjelang Lebaran.</p>



<p>&#8220;Yang paling banyak dicari itu makanan dan pakaian. Makanan ramai sekali, fesyen juga luar biasa,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung, Matos juga menyiapkan penyesuaian jam operasional pada momen hari besar. Jika pada hari biasa pusat perbelanjaan tutup pukul 21.30 WIB, maka pada akhir pekan atau hari besar dapat diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan, nantinya pada pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri Mal akan tetap beroperasi.</p>



<p>&#8220;Pas Lebaran tetap buka, karena biasanya itu jadi momen orang makan-makan dan berkumpul di mal. Mal itu tidak ada agamanya, mau Natal, Idul Fitri, atau hari raya Hindu tetap buka karena itu saat ramai-ramainya,&#8221; imbuh Fifi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</title>
		<link>https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[februari,]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230759</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kenaikan harga emas turut memberikan tekanan terhadap inflasi di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang pada Februari 2026. Selain meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan, lonjakan harga emas juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan inflasi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa inflasi pada Februari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kenaikan harga emas turut memberikan tekanan terhadap inflasi di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang pada Februari 2026. Selain meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan, lonjakan harga emas juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan inflasi.</p>



<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa inflasi pada Februari tercatat sebesar 0,70 persen di Kota Malang dan 1,21 persen di Kota Probolinggo. Angka tersebut, sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya karena adanya peningkatan permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.</p>



<p>“Ketika menghadapi hari besar keagamaan, biasanya permintaan meningkat, terutama untuk produk pangan atau volatile food. Saat ini kondisi tersebut juga dibarengi dengan meningkatnya harga emas,” ujar Indra, Jumat (06/03/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa kenaikan harga emas merupakan faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan secara langsung oleh otoritas daerah. Meski begitu, pergerakan harga komoditas tersebut tetap memberikan kontribusi terhadap tekanan inflasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Peningkatan harga emas ini juga sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan secara langsung, tetapi memberikan dampak terhadap peningkatan tekanan inflasi pada Februari lalu,” jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, ke depan tekanan inflasi masih berpotensi dipengaruhi sejumlah faktor global. Selain harga emas, fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi perhatian karena dipengaruhi oleh tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.</p>



<p>“Kondisi geopolitik global ini tentu memberi dampak terhadap pergerakan harga komoditas, termasuk yang berpengaruh pada inflasi di wilayah kerja kami,” katanya.</p>



<p>Meski begitu, BI Malang mencatat adanya kabar positif dari sisi pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren membaik. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga optimisme perekonomian daerah di tengah berbagai tantangan global.</p>



<p>“Pertumbuhan ekonomi kita membaik. Ini menjadi kabar baik dan memberikan harapan bahwa perekonomian ke depan tetap optimis, meskipun kita harus tetap waspada terhadap berbagai tekanan eksternal,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230759</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Lonjakan Kegiatan Publik, DLH Kota Malang Ajukan Penambahan Mobil Toilet</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-lonjakan-kegiatan-publik-dlh-kota-malang-ajukan-penambahan-mobil-toilet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajukan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[toilet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229899</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana menambah armada mobil toilet atau toilet portable, guna memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat yang terus meningkat. Hal itu, dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa saat ini DLH Kota Malang hanya memiliki dua unit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana menambah armada mobil toilet atau toilet portable, guna memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat yang terus meningkat. Hal itu, dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa saat ini DLH Kota Malang hanya memiliki dua unit mobil toilet hasil pengadaan lama sejak 2017. Jumlah tersebut, dinilai tidak lagi memadai untuk mengakomodasi kebutuhan sanitasi, terutama saat berlangsungnya kegiatan masyarakat dalam skala besar.</p>



<p>“Selama ini kami selalu kekurangan. Apalagi, dengan kondisi Alun-Alun Merdeka yang sudah selesai direvitalisasi. Sehingga, salah satu kegiatan akan kembali terpusat di sana. Ini tentunya membutuhkan tambahan toilet portable secara insidentil,” ujar Raymond, Senin (02/02/2026) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, penambahan mobil toilet akan diajukan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Bank Jatim. Dalam hal ini, akan diusulkan penambahan sebanyak dua hingga tiga unit, meski jumlah pasti masih menunggu persetujuan dari pihak pemberi CSR.</p>



<p>“Kami mengajukan dua sampai tiga unit. Nanti disetujui berapa, itu masih menunggu,” paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="420" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Antisipasi-Lonjakan-Kegiatan-Publik-DLH-Kota-Malang-Ajukan-Penambahan-Mobil-Toilet-2.jpg?resize=600%2C420&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-229901" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Antisipasi-Lonjakan-Kegiatan-Publik-DLH-Kota-Malang-Ajukan-Penambahan-Mobil-Toilet-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Antisipasi-Lonjakan-Kegiatan-Publik-DLH-Kota-Malang-Ajukan-Penambahan-Mobil-Toilet-2.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">UNIT: Mobil toilet yang ada di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. (memontum.com/rsy)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Dikatakannya, bahwa mobil toilet tersebut akan digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan kegiatan. Setelah kegiatan selesai, unit toilet portable akan kembali ditarik dan tidak ditempatkan secara permanen.</p>



<p>&#8220;Kebutuhan mobil toilet akan terus meningkat, seiring dibukanya kembali Alun-Alun Merdeka untuk publik pasca revitalisasi. Karena itu kami perlu mengantisipasi dari sisi sanitasi,” tuturnya.</p>



<p>Tingginya kebutuhan mobil toilet, ungkapnya, juga tercermin dari capaian pendapatan retribusi daerah. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2024 yang ditandatangani Wali Kota Malang pada Mei 2025, retribusi penyediaan dan atau penyedotan kakus tercatat melampaui target hingga 610 persen. Dalam laporan tersebut disebutkan, lonjakan terjadi akibat tingginya permintaan sewa mobil toilet untuk berbagai kegiatan sepanjang 2024, dengan total pendapatan retribusi mencapai Rp 36,6 juta.</p>



<p>Sementara itu, dalam Peraturan Wali Kota Malang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, target retribusi penyediaan dan atau penyedotan kakus ditetapkan sebesar Rp 50 juta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229899</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lonjakan Wisatawan Dongkrak UMKM di Kayutangan Heritage saat Libur Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/lonjakan-wisatawan-dongkrak-umkm-di-kayutangan-heritage-saat-libur-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), membawa dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha, mengaku mengalami peningkatan penjualan. Salah satunya, seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha Es Serut Podjok, Marisa. Dirinya menyebut, bahwa masa libur panjang ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), membawa dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha, mengaku mengalami peningkatan penjualan.</p>



<p>Salah satunya, seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha Es Serut Podjok, Marisa. Dirinya menyebut, bahwa masa libur panjang ini peningkatan penjualan bisa mencapai dua kali lipat dari hari biasanya. Bahkan, bisa menjualkan hingga dua ribu cup.</p>



<p>&#8220;Kalau hari libur memang ramai. Peningkatannya bisa dua kali lipat dari hari biasa. Apalagi kalau libur panjang seperti ini. Dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 2.000 cup es serut,&#8221; ujar Marisa, saat ditemui, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, menurutnya penjualan tersebut tentu juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Usahanya mulai beroperasi pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dampak serupa juga dirasakan Hamur Mbah Ndut 1923, salah satu kafe legendaris di kawasan Kayutangan Heritage. Pengelola kafe menyebut lonjakan wisatawan mulai terasa sejak pertengahan Desember 2025, bertepatan dengan pembagian rapor sekolah.</p>



<p>“Setelah terima rapor itu mulai ada peningkatan wisatawan yang masuk kampung. Dari ticketing, jumlahnya bisa sekitar 2.000 orang per hari,” kata Mbah Ndut-sapaannya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, sejak awal dibuka, kafe tersebut memang sudah ramai karena menjadi salah satu motor penggerak awal UMKM di Kampung Kayutangan Heritage. Namun, intensitas kunjungan saat libur Nataru jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.</p>



<p>“Kami buka dari jam 8 pagi sampai maksimal jam 10 malam. Setelah itu harus tutup semua, karena ada aturan untuk memberi waktu istirahat warga,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229041</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, DLH Kota Malang sebut Lonjakan Sampah Capai 20 Ton Perhari</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-dlh-kota-malang-sebut-lonjakan-sampah-capai-20-ton-perhari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229030</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi terjadinya lonjakan volume sampah hingga 20 ton perhari. Hal itu dikatakan Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang. Menurut Raymond, peningkatan tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap masa libur panjang, khususnya saat Nataru. Lonjakan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi terjadinya lonjakan volume sampah hingga 20 ton perhari. Hal itu dikatakan Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang.</p>



<p>Menurut Raymond, peningkatan tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap masa libur panjang, khususnya saat Nataru. Lonjakan itu terjadi, dipicu karena meningkatnya jumlah pendatang yang ke Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Memang selama libur Nataru ini, banyak warga luar Kota Malang yang datang ke sini. Untuk mengantisipasi itu, secara personel dan kendaraan kita tetap, tapi iritasi atau intensitas pengambilan sampah kami tambah,&#8221; ujar Raymond, Jumat (26/12/2025) tadi.</p>



<p>Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, titik penumpukan sampah paling banyak terjadi di TPS sekitar kawasan perguruan tinggi, seiring aktivitas mahasiswa dan kunjungan keluarga. Selain itu, meningkatnya layanan pesan-antar makanan turut menyumbang volume sampah plastik.</p>



<p>“Wilayah dengan volume terbanyak itu di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru dan sebagian Sukun,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, untuk kawasan wisata, tahun ini konsentrasi sampah diperkirakan bergeser ke Kayutangan Heritage. Karena Alun-alun Kota Malang sedang dalam masa rehabilitasi.</p>



<p>“Biasanya Alun-alun jadi pusat keramaian. Tapi karena masih direhab, konsentrasi pengunjung ada di Kayutangan,” ucapnya.</p>



<p>Karena itu, jadwal pengangkutannya pun juga disesuaikan. Jika sebelumnya pengambilan sampah dilakukan pukul 02.00 hingga 06.00 WIB, kini ditambah pengangkutan pada malam hari.</p>



<p>“Kami instruksikan pengambilan juga dilakukan malam untuk menekan volume sampah karena padatnya pengunjung Kayutangan Heritage,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, ditambahkan bahwa saat hari normal, jumlah truk sampah yang menuju TPA Supit Urang berkisar antara 160 hingga 178 truk per hari. Namun selama masa Nataru, angka tersebut diperkirakan naik hingga sekitar 200 truk perhari.</p>



<p>“Makanya teman-teman di lapangan menambah waktu pengambilan, termasuk tambahan jam kerja di Sabtu dan Minggu,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229030</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Lonjakan Penumpang di Terminal Arjosari Diprediksi Naik hingga 60 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-lonjakan-penumpang-di-terminal-arjosari-diprediksi-naik-hingga-60-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[diprediksi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Terminal Arjosari Kota Malang memprediksi adanya lonjakan jumlah penumpang hingga 50 sampai 60 persen. Peningkatan tersebut, diperkirakan mulai terjadi pada 22 Desember 2025 dan mencapai puncaknya saat momentum Natal serta arus balik awal Januari 2026. Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A (Satpel TTA) Arjosari Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Terminal Arjosari Kota Malang memprediksi adanya lonjakan jumlah penumpang hingga 50 sampai 60 persen. Peningkatan tersebut, diperkirakan mulai terjadi pada 22 Desember 2025 dan mencapai puncaknya saat momentum Natal serta arus balik awal Januari 2026.</p>



<p>Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A (Satpel TTA) Arjosari Kota Malang, Mega Perwira Donowati, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada periode libur panjang akhir tahun, seiring libur sekolah dan sebagian besar perkantoran. “Lonjakan mulai tanggal 22 Desember, kemudian arus baliknya sekitar tanggal 3 sampai 4 Januari. Itu yang kami waspadai karena sudah ada instruksi dari pusat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di tanggal-tanggal tersebut,” ujar Mega, Selasa (16/12/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa prediksi kenaikan penumpang itu dipicu oleh libur panjang Natal dan Tahun Baru yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dan berwisata. “Karena ini long weekend, libur sekolah sudah mulai, kemudian Natal juga cukup panjang, maka kenaikannya kami prediksi bisa sampai 50 sampai 60 persen,” jelasnya.</p>



<p>Jumlah itu diperkirakan akan menampung hingga 8.000 sampai 9.000 penumpang per hari selama puncak Nataru. Padahal, pada biasanya hanya melayani sekitar 3.000 hingga 4.000 penumpang per hari. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, tentunya juga disiapkan sejumlah langkah.</p>



<p>&#8220;Salah satunya dengan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di seluruh titik pelayanan. Mulai dari pintu masuk, area penurunan penumpang, pos informasi, pos keberangkatan dan pos shift. Semua kami lengkapi dengan HT dan laporan real time,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mega menegaskan, bahwa petugas diwajibkan menyampaikan laporan kondisi terminal secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan pelayanan. Bahkan, laporan diminta diperbarui setiap setengah jam.</p>



<p>“Antisipasi harus dari awal, supaya hal-hal yang tidak perlu tidak sampai muncul,” tegasnya.</p>



<p>Selain kesiapan petugas, pihak terminal juga memberikan perhatian khusus pada pelayanan kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas.</p>



<p>“Pelayanan untuk manula, anak kecil, balita, dan disabilitas harus benar-benar diperhatikan,” tambahnya .</p>



<p>Terkait arus penumpang, Mega menyebut Terminal Arjosari berpotensi mengalami kepadatan baik pada arus kedatangan maupun keberangkatan. Sebagai kota wisata, Malang dinilai memiliki daya tarik yang sama besar bagi penumpang yang datang maupun pergi.</p>



<p>“Untuk Nataru ini relatif seimbang. Yang datang dan yang berangkat sama-sama tinggi. Bahkan untuk kedatangan bisa mencapai 60 sampai 70 persen, karena banyak yang berlibur ke Malang,” imbuh Mega. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Lonjakan Tarif PBB, DPRD Kota Malang Sarankan Lakukan Revisi</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-lonjakan-tarif-pbb-dprd-kota-malang-sarankan-lakukan-revisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[revisi]]></category>
		<category><![CDATA[sarankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224961</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; DPRD Kota Malang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar segera merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Itu karena, didalamnya mengatur kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 357 persen. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; DPRD Kota Malang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar segera merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Itu karena, didalamnya mengatur kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 357 persen.</p>



<p>Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, mengatakan bahwa kenaikan dari 0,055 persen menjadi 0,2 persen, itu dinilai berpotensi memicu gejolak di masyarakat. Salah satunya, seperti yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.</p>



<p>&#8220;Yang saya khawatirkan itu, kalau masyarakat yang minta revisi, rapatnya di depan Balai Kota. Tapi kalau DPRD yang minta, bisa dibahas di ruang paripurna,” ujar Arief, dalam interupsi rapat paripurna DPRD Kota Malang, Rabu (13/08/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kenaikan tarif yang hampir empat kali lipat ini, paling berdampak pada warga dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rendah. Dirinya mencontohkan, warga dengan NJOP di bawah Rp 1,5 miliar yang sebelumnya membayar 0,055 persen kini dikenakan 0,2 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya lebih cocok klasifikasi seperti Perda yang lama. Harga NJOP sampai dengan Rp 1,5 miliar itu ditetapkan 0,055 persen. NJOP sampai dengan Rp 5 miliar ditetapkan 0,112 persen. Kemudian NJOP sampai dengan Rp 100 miliar ditetapkan 0,145 persen. Kemudian di atas Rp 100 miliar ditetapkan 0,167 persen. Tetapi dengan Perda yang baru semuanya ditetapkan 0,2 persen. Semuanya,&#8221; katanya.</p>



<p>Arief juga menegaskan, bahwa kasus yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, seharusnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah pusat dan daerah. &#8220;Kenaikan tarif di Malang bahkan lebih tinggi dari Pati. Kalau tidak segera direvisi, bukan tidak mungkin akan ada aksi besar di sini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Arief menegaskan, Perda dapat direvisi kapan saja tanpa harus menunggu beberapa tahun. &#8220;Senyampang masih baru, perbaiki saja. Kalau sudah direvisi, masyarakat akan paham bahwa Pemkot dan DPRD berpihak pada rakyat,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Meskipun dasar kebijakan tarif tunggal PBB berasal dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, Arief menilai besaran tarif tetap sepenuhnya menjadi kewenangan daerah. &#8220;Kami tidak menolak single tarif, tapi 0,2 persen itu terlalu tinggi,&#8221; imbuh Arief. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Lonjakan Pendaki, Perum Perhutani KPH Malang Tinjau Basecamp Omah Tepoes</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-lonjakan-pendaki-perum-perhutani-kph-malang-tinjau-basecamp-omah-tepoes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[basecamp]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[tepoes]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224512</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang melaksanakan peninjauan lokasi di Basecamp Pendakian Omah Tepoes berlokasi di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Selasa (29/07/2025) tadi. Peninjauan lokasi itu dilakukan, dalam rangka persiapan atau antisipasi lonjakan pendaki dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia. Turut hadir dalam peninjauan itu, Administratur/KKPH Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang melaksanakan peninjauan lokasi di Basecamp Pendakian Omah Tepoes berlokasi di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Selasa (29/07/2025) tadi. Peninjauan lokasi itu dilakukan, dalam rangka persiapan atau antisipasi lonjakan pendaki dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.</p>



<p>Turut hadir dalam peninjauan itu, Administratur/KKPH Malang, Kelik Djatmiko, didampingi Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Warno Setyobudi, Asper/KBKPH Ngantang, Pramudianto, Chief Executive Officer (CEO) Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi beserta jajaran.</p>



<p>Sekedar diketahui, Omah Tepoes merupakan basecamp pendakian menuju Gunung Kelud, Gunung Puncak Kawinajang dan Gunung Selokurung. Dalam hal pengelolaan Omah Tepoes, pihak tiket pendakian bersama Perum Perhutani dan PT Banuraya Mitsuhita Sejahtera, telah melakukan kerja sama dalam hal pengelolaan sistem pendakian yang reliable, real time dan aplikatif.</p>



<p>Sementara mengenai daya tarik yang ditawarkan dari masing-masing pegunungan, memiliki ciri khas berbeda. Pendakian Gunung Kelud via Ngantang, mempunyai daya tarik berupa puncak sejati dan kawah Gunung Kelud. Pendakian Gunung Kawinajang, mempunyai daya tarik berupa kawah purba serta medan pendakian yang menantang. Kemudian pendakian Gunung Selokurung, mempunyai daya tarik yaitu pemandangan waduk diatas gunung serta view sunrise dan sunset yang menawan.</p>



<p>Dalam hal tinjauan kesiapan sistem pendakian tersebut, KKPH Malang Kelik Djatmiko beserta jajaran melakukan pengecekan terhadap regulasi yang ada di pendakian yang dikelola operator tiket pendakian. Yakni, dengan mencoba sebagai pendaki yang datang di Omah Tepoes.</p>



<p>“Pengecekan ini harus dilakukan mulai dari proses registrasi pendaki, melalui aplikasi tiket pendakian, pengecekan logistik pendaki, pengecekan kesehatan pendaki, proses check in pendaki, proses briefing pendaki sekaligus proses check out pendaki,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kelik menegaskan, keamanan pendakian harus diperhatikan. &#8220;Keamanan pendakian merupakan faktor penting. Mengingat, wisata pendakian merupakan wisata minat khusus yang memerlukan pengelolaan secara profesional. Kami juga mencoba bagaimana langkah-langkah yang diberikan oleh operator ketika pendaki itu datang ke Omah Tepoes ini,” ujar Kelik.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kesiapan terkait sarana dan prasarana yang ada di Omah Tepoes, juga harus dikawal mulai dari lokasi istirahat pendaki, lokasi breafing pendaki, lokasi loket, lokasi musala dan toilet. &#8220;Hal ini merupakan bentuk pelayanan kita sebagai operator kepada para pendaki yang datang,” tambahnya.</p>



<p>Langkah Administratur KPH Malang merupakan langkah konkrit dalam bentuk kolaborasi dan sinergi Perhutani dengan mitra, untuk memberikan pelayanan aman dan nyaman dalam hal wisata di Perhutani khususnya wilayah Malang.</p>



<p>Sementara itu, CEO Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Administratur KPH Malang, merupakan suatu bentuk nyata untuk mengelola pendakian yang lebih aman dan nyaman. Pihaknya sebagai operator, mengucapkan terima kasih kepada Administratur KPH Malang yang telah membimbing, membina dan memfasilitasi tiket pendakian untuk mengelola pendakian yang aman dan nyaman di tiga gunung pendakian yang dikelola selama ini.</p>



<p>&#8220;Kesiapan kami menyambut lonjakan pendaki telah siap 100 persen. Memberikan pelayanan terbaik untuk para pendaki yang akan datang,&#8221; ujar Hario.</p>



<p>Dengan adanya pengecekan kesiapan lonjakan pendaki ini diharapkan mampu membangun sinergi dan kolaborasi yang nyata antara Perum Perhutani KPH Malang bersama mitra untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pendaki yang akan datang di Omah Tepoes. <strong>(hms/kph/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224512</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
