<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>luapan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/luapan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Aug 2023 12:23:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>luapan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ajak Warga Tak Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi, Kemenkominfo Gelar Diskusi di Prambon Nganjuk</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-warga-tak-mudah-terprovokasi-di-era-luapan-informasi-kemenkominfo-gelar-diskusi-di-prambon-nganjuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[Prambon]]></category>
		<category><![CDATA[terprovokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195482</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Era digital ditandai dengan luapan informasi tidak terkendali. Infomasi baik dan bermanfaat, berbaur jadi satu dengan informasi jahat tak bermanfaat. Bahkan, banyak pula informasi hoaks yang sengaja dibuat untuk tujuan provokasi dan memecah belah persatuan bangsa. &#8220;Hoaks telah menjadi ’senjata’ bagi kaum radikalis untuk merusak mental dan moral bangsa melalui berita-berita bohong,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Nganjuk</strong> &#8211; Era digital ditandai dengan luapan informasi tidak terkendali. Infomasi baik dan bermanfaat, berbaur jadi satu dengan informasi jahat tak bermanfaat. Bahkan, banyak pula informasi hoaks yang sengaja dibuat untuk tujuan provokasi dan memecah belah persatuan bangsa.</p>



<p>&#8220;Hoaks telah menjadi ’senjata’ bagi kaum radikalis untuk merusak mental dan moral bangsa melalui berita-berita bohong,&#8221; tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilisnya terkait rencana menggelar diskusi literasi digital di Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jumat (11/08/2023) besok pukul 19.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) kolaborasi Kemenkominfo dengan PHBN Pemuda Bersatu Desa Tanjungtani itu, akan menghadirkan tiga nara sumber yang mengupas tema &#8216;Menghidupi Persatuan Indonesia: Jangan Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi&#8217;. Mereka adalah Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Eko Pamuji, Chief Operating Regional ACSB East Java, Muhajir Sulthonul Aziz, dosen sekaligus Digital Enthusiast, M Adhi Prasnowo dan Mohammad Noviyanto selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk1108. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo, Kamis (10/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, hoaks sudah menyebar dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Bahkan banyak keluarga tak harmonis, perkawanan putus, dan terjadi kerusuhan di berbagai daerah akibat ’termakan’ berita hoaks. Bahaya hoaks akan mampu membuat perpecahan antaranak bangsa, sehingga mengganggu persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>



<p>”Karena itu kami mengimbau marilah kita sama-sama menggunakan media sosial (medsos) untuk hal-hal yang sifatnya sinergis dan edukatif, jangan saling memecah belah,” sambung Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, seperti diketahui bersama, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai macam ancaman. Tidak hanya ancaman terorisme, bangsa Indonesia juga diuji keteguhannya sebagai bangsa dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Utamanya seiring dengan pelaksanaan hajatan nasional pemilu dan pilpres serentak yang banyak menimbulkan percikan perbedaan dan perpecahan di tengah masyarakat,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Suhu politik yang meningkat jelang hajatan politik lima tahunan, menurut Kemenkominfo, seringkali dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin merusak kedamaian Indonesia, dengan membuat berita hoaks, baik di media massa, maupun medsos. ”Ironisnya, masyarakat Indonesia masih rentan dalam menghadapi serangan hoaks ini,” tegas Kemenkomnfo.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara &#8216;Pengajian Akbar dan Sholawat&#8217; dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI di Desa Tanjungtani itu, bertujuan memberikan pemahaman mendalam terhadap latar belakang dan makna Kemerdekaan. ”Dengan begitu bangsa Indonesia dapat terus membangun semangat persatuan, kerja sama, dan pembangunan untuk masa depan yang lebih baik,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gandeng Katar Pakisrejo Tulungagung, Kemenkominfo Gelar Diskusi Tak Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi</title>
		<link>https://memontum.com/gandeng-katar-pakisrejo-tulungagung-kemenkominfo-gelar-diskusi-tak-mudah-terprovokasi-di-era-luapan-informasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 13:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[mudah]]></category>
		<category><![CDATA[pakisrejo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terprovokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193679</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Di era digital seperti sekarang, tindakan sosial sering kali terjadi di dunia maya, terutama di media sosial. Salah satu tindakan sosial yang sering terjadi, ialah hasutan atau provokasi melalui sarana digital oleh berbagai macam pihak. Untuk mengantisipasi provokasi dan menjaga persatuan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Karang Taruna (Katar) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Di era digital seperti sekarang, tindakan sosial sering kali terjadi di dunia maya, terutama di media sosial. Salah satu tindakan sosial yang sering terjadi, ialah hasutan atau provokasi melalui sarana digital oleh berbagai macam pihak.</p>



<p>Untuk mengantisipasi provokasi dan menjaga persatuan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Karang Taruna (Katar) Pakisrejo, akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Rabu (19/07/2023) besok malam sekitar pukul 19.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Menghidupi Persatuan Indonesia: Jangan Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi&#8217; itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Diantaranya, yaitu Wakil Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Tulungagung, Mochamad Ismanu Roziqi, Direktur LKP Mira Ilmu Khotibul Umam, dosen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tuluangagung (UIN SATU), Deny Yudiantoro dan Ari Utami selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarTulungagung1907. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (18/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo mengatakan, luapan informasi yang melanda media sosial, tidak hanya membawa informasi yang bermanfaat. Tidak jarang, luapan informasi tersebut berbentuk provokasi yang bisa membahayakan persatuan bangsa.</p>



<p>”Biasanya hal itu terkait dengan keamanan sosial, karena parameternya menyangkut tiga faktor. Yakni, politik, sosial dan budaya. Apalagi, karakter masyarakat Indonesia sangat mudah dipengaruhi oleh bentuk opini yang menyangkut ketiga faktor itu,” ujar Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, kurangnya kesadaran sekaligus daya kritis yang cenderung gegabah dalam menerima informasi, dapat menjadi sasaran empuk bagi oknum penyebar hoaks dan provokasi. Masyarakat butuh literasi terkait kompetensi kecakapan digital, khususnya verifikasi sebuah informasi.</p>



<p>”Provokasi negatif bisa sangat merugikan. Maraknya hoaks membuat masyarakat sangat mudah terprovokasi dan diadu domba demi kepentingan pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara pengajian Gus Iqdam dan Hadrah itu, para peserta juga dapat berbelanja murah di bazar UMKM di lokasi acara. Literasi digital di tengah pengajian diharapkan mampu meningkatkan ketakwaan sekaligus keharmonisan dalam masyarakat.</p>



<p>Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>40 Rumah Warga di Pujiharjo Malang Terendam Banjir Akibat Luapan Dua Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/40-rumah-warga-di-pujiharjo-malang-terendam-banjir-akibat-luapan-dua-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pujiharjo]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192752</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, dikepung banjir. Akibatnya, sedikitnya 40 rumah warga di desa yang berdekatan dengan pantai itu, terendam hingga setinggi 1 meter, hingga Jumat (07/07/2023) malam. Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Tundo dan Sungai Purwo. &#8220;Banjir terjadi akibat Sungai Tundo dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, dikepung banjir. Akibatnya, sedikitnya 40 rumah warga di desa yang berdekatan dengan pantai itu, terendam hingga setinggi 1 meter, hingga Jumat (07/07/2023) malam.</p>



<p>Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Tundo dan Sungai Purwo. &#8220;Banjir terjadi akibat Sungai Tundo dan Sungai Purwo, meluap. Akibatnya, banyak rumah warga yang terendam dan hancur akibat banjir. Bahkan, satu atap rumah warga kami juga hanyut terbawa banjir,&#8221; kata Hendik Arso.</p>



<p>Ditambahkan Hendik, secara keseluruhan ada sekitar 40 rumah yang terendam. Bahkan, ada dua rumah warga di RT17 dan RT18 Desa Pujiharjo, juga ada yang hancur total akibat banjir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ada dua rumah yang rusak, yaitu milik Pak Suwono di RT17 dan Paidi di RT18. Bahkan, juga ada rumah di RT06, yang dilaporkan hanyut. Termasuk, sampai ada yang terkena longsor atau pohon, yaitu rumah milik Pak Aris dan Pak Tumino,&#8221; terang Kades Pujiharjo.</p>



<p>Masih menurut Hendik, musibah banjir ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi, yang berlangsung selama beberapa hari. Yakni, sejak Kamis Hinga Jumat siang tadi.</p>



<p>&#8220;Kamis malam hujan dan sampai siang ini (Jumat, red) hujan. Akibatnya, air sungai tiba-tiba meluap dan membanjiri rumah warga,&#8221; paparnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192752</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bersihkan Kayu di Luapan Sungai, Warga di Bantur Malang Dilaporkan Hanyut</title>
		<link>https://memontum.com/bersihkan-kayu-di-luapan-sungai-warga-di-bantur-malang-dilaporkan-hanyut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Bantur]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192618</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Supandri (58), warga Dusun Krajan, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dilaporkan hanyut di sungai wilayah RT15 RW03, Dusun Krajan, Jumat (07/07/2023) sekitar pukul 13.30. Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian, hujan deras turun terus menerus mengakibatkan air sungai meluap melewati atas jembatan penghubung antara RT06 RW02 Dusun Krajan dengan RT15 RW03 Dusun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Supandri (58), warga Dusun Krajan, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dilaporkan hanyut di sungai wilayah RT15 RW03, Dusun Krajan, Jumat (07/07/2023) sekitar pukul 13.30.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian, hujan deras turun terus menerus mengakibatkan air sungai meluap melewati atas jembatan penghubung antara RT06 RW02 Dusun Krajan dengan RT15 RW03 Dusun Krajan.</p>



<p>Karena air meluap, korban bersama warga sekitar berencana membersihkan jembatan selebar 1,5 meter tersebut. Sebab saat itu banyak kayu yang tersangkut di jembatan. Namun saat menyingkirkan kayu-kayu tersebut, korban terpeleset hingga jatuh ke sungai.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Mengetahui korban hanyut, warga segera mencoba memberikan pertolongan. Namun katerena derasnya air, korban tidak tertolong dan terbawa arus sungai. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Bantur. Saat ini anggota Polsek Bantur bersama BPBD dan masyarakat melakukan upaya pencarian dan penyisiran korban hanyut di Sungai Bantur.</p>



<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan kejadian tersebut. &#8220;Saat ini korban masih dalam pencarian,&#8221;ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Penghubung Perbatasan Malang- Lumajang Putus Diterjang Luapan Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-penghubung-perbatasan-malang-lumajang-putus-diterjang-luapan-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[putus]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192607</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Jembatan penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, terputus, Jumat (07/07/2023) siang. Jembatan penghubung yang terletak di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang dengan wilayah Kecanatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, itu terputus setelah diterjang luapan air bah dari sungai akibat curah deras yang melanda kawasan sekitar wilayah perbatasan. Petugas Polres Malang sudah mendatangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Jembatan penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, terputus, Jumat (07/07/2023) siang. Jembatan penghubung yang terletak di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang dengan wilayah Kecanatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, itu terputus setelah diterjang luapan air bah dari sungai akibat curah deras yang melanda kawasan sekitar wilayah perbatasan.</p>



<p>Petugas Polres Malang sudah mendatangi lokasi kejadian dan memastikan kawasan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan apapun. Petugas juga melakukan mitigasi dan menghimbau masyarakat untuk menjauh dari lokasi jembatan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Jembatan Penghubung Perbatasan Malang - Lumajang Putus Diterjang Luapan Sungai #shorts" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/LhoAC6qBj-I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, membenarkan mengenai peristiwa putusnya jembatan tersebut. &#8220;Untuk itu kami mengimbau agar masyarakat mengutamakan keselamatan jiwa dan tidak berada disekitar jembatan penghubung yang ada di perbatasan Malang dan Lumajang. Karena, kami tetap akan mengutamakan keselamatan jiwa masyarakat. Bagi masyarakat, kami sarankan agar hati-hati saat berkendara karena arus luapan air sungai masih sangat deras,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terkait musibah itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Malang dan BPBD Kabupaten Malang serta Forkopimda Lumajang. &#8220;Warga dari Pronojiwo tidak bisa ke Malang, begitu juga demikian. Kami imbau warga tetap hati hati dan mengutamakan keselamatan jiwa,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192607</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
