<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lumajang-malang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lumajang-malang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jan 2025 14:25:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lumajang-malang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cuaca Ekstrem, Jalur Piket Nol Lumajang-Malang Kembali Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-jalur-piket-nol-lumajang-malang-kembali-tertimbun-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[lumajang-malang]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218098</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Cuaca Ekstrem di wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan terjadinya longsor yang berlangsung di Jalan Nasional Lumajang-Malang atau Piket Nol KM 55, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat (03/01/2025) tadi. Beruntung, kejadian itu cepat dilaporkan sehingga langsung direspon penanganan di lokasi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Cuaca Ekstrem di wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan terjadinya longsor yang berlangsung di Jalan Nasional Lumajang-Malang atau Piket Nol KM 55, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat (03/01/2025) tadi. Beruntung, kejadian itu cepat dilaporkan sehingga langsung direspon penanganan di lokasi.</p>



<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa longsor di Jalur Piket Nol KM 55 terjadi sekitar pukul 05.00. Dari kejadian itu, selanjutnya langsung dilakukan langkah-langkah koordinasi.</p>



<p>&#8220;Pukul 05.00 tadi, itu kami menerima laporan via grub WA telah terjadi tanah longsor di Jalur Piket Nol KM 55. Dengan adanya kejadian tersebut, melakukan koordinasi dengan petugas Proyek BBPJN Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur &#8211; Bali dan menugaskan TRC PB Kabupaten Lumajang untuk menuju ke lokasi kejadian untuk membantu penanganan,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Yudi menambahkan, bahwa penanganan tanah longsor yang dilakukan oleh dua unit Loder milik petugas Proyek BBPJN Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur &#8211; Bali, telah selesai dan dilanjutkan pembersihan sisa material menggunakan truk tangki semprot air oleh tim dari BPBD Kabupaten Lumajang. &#8220;Namun longsoran kembali terjadi. Tim yang masih bersiaga di KM 55 segera memindaklanjuti informasi dengan meninjau lokasi. Alhamdulillah jam 12 siang penanganan longsoran batu di KM 55.50 berhasil dibersihkan dibantu menggunakan alat berat jenis loader milik pekerja proyek dan jalur kembali lancar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Yudi juga mengungkapkan, bahwa di KM 55 terdapat tebing yang berpotensi akan terjadi longsor susulan. Karenanya, pihaknya menghimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati.</p>



<p>&#8220;Oleh karenanya, saya mengimbau kepada pengendara atau pengguna jalan sepanjang Jalur Piket Nol untuk selalu waspada di saat terjadi hujan. Hal itu karena, Jalur Piket Nol banyak titik yang berpotensi terjadi longsor akibat pengeprasan tebing untuk pelebaran jalan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218098</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Dampak Bencana bersama Wabup Lumajang, Menteri PUPR Siapkan Jembatan Permanen Lumajang-Malang</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-dampak-bencana-bersama-wabup-lumajang-menteri-pupr-siapkan-jembatan-permanen-lumajang-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[lumajang-malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[permanen]]></category>
		<category><![CDATA[PUPR]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[wabup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192897</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa untuk Jembatan Glidik 2 atau akses jalan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, yang rusak akibat lahar dingin Gunung Semeru, akan dibangun permanen. Bahkan, rencana pembangunan nantinya, ditarget akan bisa rampung dalam jangka empat bulan. &#8220;Jembatan kerangkanya sudah mulai dimobilisasi ke sini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa untuk Jembatan Glidik 2 atau akses jalan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, yang rusak akibat lahar dingin Gunung Semeru, akan dibangun permanen. Bahkan, rencana pembangunan nantinya, ditarget akan bisa rampung dalam jangka empat bulan.</p>



<p>&#8220;Jembatan kerangkanya sudah mulai dimobilisasi ke sini dan akan dibangun dua arah. Yakni, dari arah Lumajang dan dari arah Malang. Sehingga, mudah-mudahan bisa lebih cepat dan targetnya empat bulan,&#8221; kata Pak Bas-sapaan akrab Menteri PUPR, seusai meninjau sejumlah infrastruktur yang rusak akibat dampak cuaca ekstrem hingga mengakibatkan bencana longsor dan lahar dingin Semeru, Senin (10/07/2023) tadi.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, Pak Bas didampingi Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meninjau sejumlah titik dampak bencana. Diantaranya, seperti Bronjong Tanggul Sungai Lengkong, Gladak Perak dan Jembatan Gantung Kali Regoyo. Terkait sejumlah infrastruktur yang rusak, dirinya menjelaskan bahwa akan dilakukan perbaikan secara kolaborasi antara Pemerintah Pusat, provinsi dan kabupaten.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ada lima jembatan putus yang harus diperbaiki. Kemarin dengan BNPB, sudah dikoordinasikan dengan Pemprov dan kabupaten dikerjakan secara kolaborasi antara APBN, APBD I dan APBD II. Kabupaten menangani dua jembatan kabupaten yang akan dibiayai oleh BNPB, dua jembatan dikerjakan provinsi, dan kami APBN melaksanakan pembangunan kembali Jembatan Glidik 2 di jalan nasional,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Diuraikan Menteri Basuki, bahwa untuk Jembatan Glidik 2, akan dibangun dengan kontruksi yang lebih kuat. Dari hasil evaluasi, nantinya pondasi jembatan akan ditinggikan dan diperdalam. Sehingga, diharapkan lebih siap dari terjangan lahar dingin Semeru.</p>



<p>&#8220;Pondasinya harus ditinggikan. Kenapa kemarin hanyut, mungkin karena pondasinya tidak tembus tetapi nangkring di batu. Dari Bintek, Bina Marga mengevaluasi kontruksi yang lebih kuat,&#8221; terangnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192897</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
