<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lumajang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lumajang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2026 15:23:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Lumajang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan HUT, Ketua Dekranasda Lumajang Tegaskan Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-ketua-dekranasda-lumajang-tegaskan-pendampingan-berkelanjutan-bagi-umkm</link>
					<comments>https://memontum.com/peringatan-hut-ketua-dekranasda-lumajang-tegaskan-pendampingan-berkelanjutan-bagi-umkm#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233752</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Dekranasda Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak cukup berhenti pada promosi produk, namun juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Hal ini disampaikannya, saat mengikuti rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/07/2026) kemarin. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Dekranasda Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak cukup berhenti pada promosi produk, namun juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Hal ini disampaikannya, saat mengikuti rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/07/2026) kemarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diuraikannya, peran Dekranasda perlu terus diperkuat sebagai mitra para perajin dan pelaku UMKM melalui pendampingan yang berkesinambungan. Pendampingan tersebut, meliputi peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, pengembangan desain, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami ingin para pelaku UMKM merasa bahwa Dekranasda adalah rumah mereka. Tempat untuk belajar, berkembang, berdiskusi dan menemukan solusi atas berbagai tantangan usaha yang dihadapi. Ketika para perajin tumbuh, maka ekonomi daerah juga akan ikut bergerak dan berkembang,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menilai, tantangan UMKM saat ini tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun nilai tambah agar memiliki daya saing di pasar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga keuangan, akademisi, hingga pelaku industri menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskannya, bahwa ajang nasional ini diikuti sekitar 3.000 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia dengan menghadirkan lebih dari 200 stan kerajinan dan wastra Nusantara. &#8220;Rangkaian HUT Dekranas ini menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring usaha, membaca tren pasar, sekaligus menyerap berbagai inovasi dalam pengembangan produk kerajinan,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, keikutsertaan dalam HUT Dekranas bukan sekadar mengikuti pameran, melainkan kesempatan belajar dari berbagai daerah yang berhasil mengembangkan produk unggulan dan memperluas pasar. &#8220;Melalui kegiatan seperti ini, pelaku UMKM tidak hanya memamerkan produknya, tetapi juga belajar dari pengalaman daerah lain yang berhasil. Dari sana lahir ide-ide baru yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk lokal,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Dewi Natalia juga menekankan pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Produk yang berkualitas perlu didukung kemasan yang menarik, strategi promosi yang efektif, serta pemasaran berbasis digital agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di era digital saat ini, UMKM harus mampu beradaptasi. Produk yang baik perlu didukung kemasan yang menarik, promosi yang tepat dan pemanfaatan platform digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Di sinilah peran Dekranasda untuk terus mendampingi dan membuka peluang bagi para pelaku usaha,&#8221; urainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keikutsertaan Kabupaten Lumajang dalam HUT ke-46 Dekranas juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah sekaligus membangun jejaring dengan pelaku usaha dari berbagai provinsi. Pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat pembinaan UMKM di Kabupaten Lumajang agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami membawa semangat untuk terus mendorong UMKM Lumajang naik kelas. Pengalaman, wawasan dan jejaring yang diperoleh dari kegiatan ini akan kami jadikan bekal untuk memperkuat pembinaan, sehingga semakin banyak produk unggulan Lumajang yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, Dekranasda akan terus mengambil peran sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pembinaan, promosi, perluasan akses pasar, serta penguatan jejaring usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak UMKM Lumajang yang berkembang, memiliki daya saing dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/peringatan-hut-ketua-dekranasda-lumajang-tegaskan-pendampingan-berkelanjutan-bagi-umkm/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233752</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Kualitas Birokrasi, Bupati Lumajang Lantik 122 ASN</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-kualitas-birokrasi-bupati-lumajang-lantik-122-asn</link>
					<comments>https://memontum.com/perkuat-kualitas-birokrasi-bupati-lumajang-lantik-122-asn#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lantik]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 122 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (09/07/2026) tadi. Sejumlah ASN yang dilantik, meliputi satu Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, 19 Jabatan Administrator, 10 Jabatan Pengawas, serta 92 Jabatan Fungsional jenjang Ahli Pertama, Terampil dan Pemula. Langkah ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 122 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (09/07/2026) tadi. Sejumlah ASN yang dilantik, meliputi satu Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, 19 Jabatan Administrator, 10 Jabatan Pengawas, serta 92 Jabatan Fungsional jenjang Ahli Pertama, Terampil dan Pemula. Langkah ini, sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dalam memperkuat kualitas birokrasi sebagai fondasi peningkatan pelayanan publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Indah dalam arahannya menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menunjukkan kinerja terbaik melalui pelayanan yang profesional, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya berharap, pelantikan ini menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Laksanakan amanah jabatan dengan profesional, berintegritas, adaptif dan senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas,&#8221; kata Bupati Indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga mengingatkan, bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tugas secara disiplin, akuntabel dan mampu bekerja sama lintas perangkat daerah. &#8220;Kepercayaan yang diberikan kepada saudara harus dijaga dengan dedikasi, disiplin dan semangat untuk terus belajar serta berinovasi. Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, saling mendukung dalam tim dan berikan pelayanan terbaik sesuai tugas dan fungsi masing-masing,&#8221; papar Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, pelantikan bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari penguatan organisasi agar birokrasi semakin efektif, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjawab harapan masyarakat akan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Pengisian jabatan pada berbagai jenjang, diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program pembangunan daerah, meningkatkan efektivitas kinerja perangkat daerah, serta mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui penguatan sumber daya aparatur, Pemkab Lumajang optimistis kualitas pelayanan publik akan terus meningkat. Sehingga, setiap program pembangunan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/perkuat-kualitas-birokrasi-bupati-lumajang-lantik-122-asn/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Apresiasi Gelaran Program Sunatan Massal Baznas</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-apresiasi-gelaran-program-sunatan-massal-baznas</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-lumajang-apresiasi-gelaran-program-sunatan-massal-baznas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Baznas]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[massal]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sunatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak 27 anak di Kabupaten Lumajang mengikuti Program Sunat Massal yang digelar Baznas Kabupaten Lumajang di Puskesmas Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Rabu (24/06/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan itu, turut ditinjau Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta. Program ini sendiri, menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak 27 anak di Kabupaten Lumajang mengikuti Program Sunat Massal yang digelar Baznas Kabupaten Lumajang di Puskesmas Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Rabu (24/06/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan itu, turut ditinjau Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini sendiri, menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat dan tenaga kesehatan dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain membantu keluarga memperoleh layanan kesehatan yang aman dan terjangkau, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, Bupati Indah mengapresiasi Baznas Kabupaten Lumajang yang secara konsisten menghadirkan program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. &#8220;Sunat massal tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan anak menuju kedewasaan serta penguatan nilai-nilai keagamaan sejak dini,&#8221; ujar Bupati Lumajang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang berharap, agar seluruh peserta dapat mengikuti proses sunat dengan tenang dan penuh semangat. &#8220;Semoga anak-anak yang mengikuti kegiatan ini tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, taat beragama, serta berbakti kepada orang tua dan masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program Sunat Massal itu, menjadi salah satu bentuk layanan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bagi sebagian keluarga, kegiatan tersebut membantu mengurangi beban biaya sekaligus memastikan anak memperoleh layanan kesehatan yang ditangani tenaga medis profesional dengan standar keselamatan yang memadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua Baznas Lumajang, Nur Sjahid, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun untuk mendukung program kemaslahatan masyarakat. Pelaksanaan sunat massal tahun ini, dilakukan secara serentak di tiga Puskesmas dengan dukungan tenaga kesehatan, perlengkapan medis dan obat-obatan yang telah dipersiapkan secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Keberhasilan program sosial tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat kecamatan, hingga masyarakat yang turut mendukung kelancaran kegiatan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar pelayanan kesehatan, program ini mencerminkan peran strategis zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Pemanfaatan dana zakat yang tepat sasaran diharapkan dapat memperluas manfaat bagi kelompok yang membutuhkan serta memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai lembaga sosial dan keagamaan dalam menghadirkan layanan yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Program Sunat Massal ini, Baznas dan Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan, pendidikan karakter dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan generasi masa depan yang lebih baik. Program tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat dapat dioptimalkan sebagai instrumen pembangunan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-lumajang-apresiasi-gelaran-program-sunatan-massal-baznas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Indah Nilai Inpres Jalan Daerah Sejalan dengan Peningkatan Infrastruktur di Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-indah-nilai-inpres-jalan-daerah-sejalan-dengan-peningkatan-infrastruktur-di-lumajang</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-indah-nilai-inpres-jalan-daerah-sejalan-dengan-peningkatan-infrastruktur-di-lumajang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[INPRES]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[sejalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentang jalan daerah yang merupakan urat nadi perekonomian rakyat, sejalan dengan kebutuhan Kabupaten Lumajang dalam memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, serta memperluas akses pembangunan hingga ke kawasan pedesaan. Penegasan itu disampaikan Bupati Lumajang, menyusul peresmian pelaksanaan Instruksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentang jalan daerah yang merupakan urat nadi perekonomian rakyat, sejalan dengan kebutuhan Kabupaten Lumajang dalam memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, serta memperluas akses pembangunan hingga ke kawasan pedesaan. Penegasan itu disampaikan Bupati Lumajang, menyusul peresmian pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 sepanjang 1.151 kilometer yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Sampang, Selasa (23/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, bahwa arahan Presiden mengenai pentingnya jalan daerah sebagai penopang aktivitas ekonomi masyarakat, menjadi penguat bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas konektivitas wilayah sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan. &#8220;Apa yang disampaikan Bapak Presiden sangat relevan dengan kondisi daerah seperti Lumajang yang memiliki banyak kawasan pertanian, perkebunan, perikanan dan potensi pariwisata. Konektivitas jalan menjadi faktor penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah menjelaskan, bahwa bagi daerah yang ditopang sektor pertanian dan perkebunan, infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam menghubungkan sentra produksi dengan pasar, pusat perdagangan, maupun jaringan distribusi yang lebih luas. Akses yang semakin baik, akan membantu memperlancar arus barang dan jasa serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah menambahkan, keberadaan jalan daerah juga berpengaruh terhadap kemudahan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintahan. Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">“Bagi masyarakat desa, jalan adalah akses untuk sekolah, berobat, bekerja dan mengembangkan usaha. Karena itu, penguatan konektivitas wilayah tetap menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pemerataan pembangunan,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan semangat Inpres Jalan Daerah, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya melakukan peningkatan infrastruktur secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah dan skala prioritas pembangunan. Pendekatan tersebut dilakukan agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Kabupaten Lumajang, Program Inpres Jalan Daerah pada tahun 2025 telah dilaksanakan pada ruas Tempeh &#8211; Kunir. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah daerah mengusulkan penanganan lanjutan pada ruas Tempeh &#8211; Pasrujambe sebagai bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antar wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Dukungan kebijakan nasional seperti Inpres Jalan Daerah dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat penguatan konektivitas yang berdampak langsung terhadap masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, jalan yang baik bukan semata soal kemudahan transportasi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan produktivitas, efisiensi distribusi hasil produksi, serta terbukanya peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah. Melalui penguatan konektivitas yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, sekaligus mendukung tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang berbasis pada potensi lokal daerah. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-indah-nilai-inpres-jalan-daerah-sejalan-dengan-peningkatan-infrastruktur-di-lumajang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi WFH ASN Non Pelayanan, Pemkab Lumajang Catat Penurunan Pengeluaran Rp 464,07 juta</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-wfh-asn-non-pelayanan-pemkab-lumajang-catat-penurunan-pengeluaran-rp-46407-juta</link>
					<comments>https://memontum.com/evaluasi-wfh-asn-non-pelayanan-pemkab-lumajang-catat-penurunan-pengeluaran-rp-46407-juta#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233276</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) non pelayanan, yang diterapkan setiap Jumat sejak April 2026. Evaluasi tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Bahkan, berdasarkan hasil evaluasi realisasi belanja operasional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) non pelayanan, yang diterapkan setiap Jumat sejak April 2026. Evaluasi tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, berdasarkan hasil evaluasi realisasi belanja operasional pada April dan Mei 2026, tercatat adanya penurunan pengeluaran pada sejumlah komponen operasional dengan total mencapai Rp 464,07 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Daerah (BPKD) Kabupaten Lumajang, Sunyoto, mengatakan bahwa penurunan realisasi belanja tersebut terlihat pada beberapa komponen utama. Antara lain, seperti listrik dan air, bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas, perjalanan dinas, serta belanja lembur ASN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Secara total terdapat penurunan belanja dari April ke Mei 2026 sebesar Rp 464,07 juta,&#8221; ujarnya, Jumat (19/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sunyoto, hasil evaluasi menunjukkan penurunan realisasi pada beberapa komponen operasional, termasuk belanja lembur ASN yang berkurang sebesar Rp152,3 juta. Realisasi belanja lembur pada April, tercatat Rp 534,16 juta dan menjadi Rp 381,78 juta pada Mei 2026. Selain itu, realisasi belanja listrik dan air juga mengalami penurunan sebesar Rp 127,18 juta, dari angka Rp 636,5 juta pada April menjadi Rp 509,31 juta pada Mei 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Pada komponen BBM kendaraan dinas, realisasi belanja tercatat turun sebesar Rp 89,23 juta, yakni dari Rp 491,31 juta pada April menjadi Rp 402,08 juta pada Mei. Sementara itu, belanja perjalanan dinas mengalami penurunan sebesar Rp 95,28 juta, dari Rp 673,49 juta menjadi Rp 578,21 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sunyoto menjelaskan, bahwa hasil evaluasi tersebut menunjukkan adanya tren penurunan realisasi belanja operasional pada periode yang dibandingkan. Namun demikian, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi secara berkala karena kebutuhan operasional setiap bulan dapat dipengaruhi berbagai faktor dan dinamika kegiatan pemerintahan. &#8220;Kebijakan efisiensi akan terus dievaluasi agar tetap mendukung kinerja pemerintahan dan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menambahkan, bahwa tujuan utama kebijakan tersebut bukan semata-mata menekan pengeluaran. Namun, juga mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif tanpa mengurangi produktivitas aparatur maupun kualitas layanan publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemkab Lumajang memastikan, bahwa penerapan WFH tidak berlaku bagi unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Berbagai layanan publik tetap berjalan, sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Sehingga, masyarakat tetap memperoleh pelayanan secara optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil evaluasi tersebut, akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan kebijakan efisiensi dan tata kelola pemerintahan yang adaptif, efektif, serta berorientasi pada pelayanan publik. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/evaluasi-wfh-asn-non-pelayanan-pemkab-lumajang-catat-penurunan-pengeluaran-rp-46407-juta/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233276</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelajar 17 Tahun Asal Lumajang Presentasikan Wisata Tumpak Sewu di Tiongkok Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/pelajar-17-tahun-asal-lumajang-presentasikan-wisata-tumpak-sewu-di-tiongkok-selatan</link>
					<comments>https://memontum.com/pelajar-17-tahun-asal-lumajang-presentasikan-wisata-tumpak-sewu-di-tiongkok-selatan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[presentasikan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[tiongkok,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233237</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di sebuah kelas internasional di Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan, narasi tentang Indonesia hadir melalui suara seorang pelajar bernama Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), asal Kabupaten Lumajang. Afif Darell berdiri bukan sebagai utusan formal, melainkan sebagai generasi muda yang membawa kampung halamannya ke ruang perjumpaan global. Di tengah keberagaman siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di sebuah kelas internasional di Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan, narasi tentang Indonesia hadir melalui suara seorang pelajar bernama Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), asal Kabupaten Lumajang. Afif Darell berdiri bukan sebagai utusan formal, melainkan sebagai generasi muda yang membawa kampung halamannya ke ruang perjumpaan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah keberagaman siswa dari Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia dan sejumlah negara Asia lain, Afif Darell menemukan bahwa identitas tidak selalu harus dijelaskan dengan teori, namun terkadang cukup diceritakan. Tugas presentasi lintas budaya yang diterimanya, tidak dijawab dengan paparan umum tentang Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, dirinya justru menghadirkan sesuatu yang lebih personal dan dekat dengan ingatannya, yaitu Air Terjun Tumpak Sewu, lanskap alam di Kabupaten Lumajang yang pernah dikunjunginya. Pilihan itu mengubah arah presentasi, dari sekadar tugas akademik, dibawanya menjadi jendela kecil yang terbuka menuju Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena saya pernah ke Tumpak Sewu dan turun langsung menikmati keindahannya, saya ingin teman-teman internasional juga merasakan pesona Lumajang. Saya ingin mereka datang dan melihat sendiri keindahan alam yang kita miliki,” ujar Afif Darell, dalam keterangan, Rabu (17/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya bukan hanya menampilkan gambar air yang jatuh dari tebing hijau di lereng Semeru, namun juga menghadirkan cara pandang bahwa sebuah lanskap bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari identitas ruang yang membentuk cara seseorang memaknai kampung halamannya. Dalam ruang perjumpaan itu, Tumpak Sewu tidak lagi berdiri sebagai destinasi geografis semata. Namun, menjelma menjadi bahasa visual yang melampaui batas negara, bahasa yang dapat dipahami tanpa terjemahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan kemudian meluas, dari alam menuju budaya, dari panorama menuju keseharian. Ketertarikan siswa lain tidak berhenti pada keindahan yang mereka lihat, tetapi bergerak pada hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan yaitu bagaimana masyarakatnya hidup, apa yang mereka makan dan bagaimana tradisi hadir dalam keseharian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik itu, Afif Darell memperkenalkan dua hal yang sederhana, namun sarat makna yaitu sayur kelor dan tempe. Dua hidangan yang lahir dari tradisi, tumbuh dari kebiasaan dan hadir dalam keseharian masyarakat Indonesia. Respon yang muncul tidak sekadar sopan, ada rasa ingin tahu yang tulus. Bahkan kekaguman yang tumbuh dari sesuatu yang sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika saya cerita tentang sayur kelor dan tempe, mereka penasaran dan ingin mencobanya. Mereka bilang makanan tradisional seperti itu menarik dan berbeda,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak itu, percakapan berubah bentuk, tidak lagi sekadar presentasi, melainkan ruang pertemuan budaya yang cair, tempat identitas tidak dipertentangkan, melainkan diperkenalkan. Sebagian siswa bahkan menyampaikan ketertarikan untuk datang ke Indonesia, melihat langsung Lumajang dan memahami cerita yang sebelumnya hanya mereka dengar di ruang kelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Darell, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa diplomasi tidak selalu membutuhkan panggung besar. Namun dapat lahir dari keberanian individu untuk membawa identitasnya ke ruang yang lebih luas, tanpa kehilangan kesederhanaannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya bangga Lumajang memiliki alam yang sangat mempesona. Itu menjadi motivasi saya untuk terus memperkenalkan Lumajang kepada teman-teman internasional,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perspektif yang lebih luas, peristiwa di ruang Kelas Nanning itu memperlihatkan wajah lain dari diplomasi yaitu people to people diplomacy. Sebuah jembatan yang tidak dibangun oleh institusi, melainkan oleh pengalaman personal yang dibagikan secara jujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah arus globalisasi pendidikan, ruang kelas itu menjelma menjadi titik temu yang tak terduga. Identitas lokal bertemu dengan percakapan global dan diantara keduanya, seorang pelajar 17 tahun menjadi penghubungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sana, Lumajang tidak hadir sebagai nama yang jauh di peta, melainkan sebagai pengalaman yang hidup dalam cerita, gambar dan kesan yang dibawa pulang oleh mereka yang mendengarnya. Fenomena ini sekaligus menandai pergeseran penting. Promosi daerah kini tidak hanya bergerak melalui jalur formal, tetapi juga melalui narasi personal yang lebih otentik, dekat dan dipercaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumpak Sewu yang semula bagian dari perjalanan pribadi, menjelma representasi visual tentang Indonesia yang mampu berbicara di panggung global. Sementara tempe dan kelor, yang sederhana dalam keseharian, menjadi pintu masuk untuk memahami kekayaan budaya yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai, pengalaman seperti ini sebagai bagian dari kekuatan baru dalam membangun citra daerah. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa generasi muda kini menjadi salah satu aktor penting dalam memperkenalkan daerah ke dunia luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika generasi muda membawa nama Lumajang ke ruang internasional, itu bukan hanya kebanggaan, tetapi juga bentuk promosi yang sangat efektif. Cerita dari pengalaman langsung memiliki daya pengaruh yang kuat,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah-sapaannya menambahkan, pemerintah daerah terus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar potensi lokal semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pelajar-17-tahun-asal-lumajang-presentasikan-wisata-tumpak-sewu-di-tiongkok-selatan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233237</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nama Destinasi Wisata Tumpak Sewu Lumajang Melambung di Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara</link>
					<comments>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[melambung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233234</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi langkah Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), pelajar asal Lumajang yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan. Bagaimana tidak, dengan rasa bangga, Afif Darell memperkenalkan Tumpak Sewu (air terjun, red) sebagai bagian dari presentasi budaya dan pengetahuan. Di layar presentasinya, terpampang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi langkah Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), pelajar asal Lumajang yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan. Bagaimana tidak, dengan rasa bangga, Afif Darell memperkenalkan Tumpak Sewu (air terjun, red) sebagai bagian dari presentasi budaya dan pengetahuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di layar presentasinya, terpampang keindahan air terjun berundak yang mengalir diantara tebing hijau Lumajang, yang menghadirkan kekaguman sekaligus rasa ingin tahu dari para siswa internasional. Lebih dari sekadar memperkenalkan destinasi wisata, momen itu menjadi ruang perjumpaan antara identitas lokal dan perspektif global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang kelas sederhana, tersampaikan pesan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak hanya indah, tetapi juga layak diperbincangkan di panggung dunia. Fenomena ini, menunjukkan bahwa promosi daerah kini tidak lagi terbatas pada ruang formal pemerintahan atau kampanye pariwisata, melainkan dapat tumbuh dari kesadaran individu yang membawa kebanggaan terhadap tanah kelahirannya ke mana pun mereka pergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai jembatan pengenalan daerah dalam konteks global yang semakin terbuka. “Generasi muda adalah bagian penting dari wajah Lumajang di masa depan. Ketika mereka membawa nama daerahnya dengan penuh kebanggaan di ruang internasional, itu menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membangun citra positif Indonesia,” kata Bunda Indah, Rabu (17/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menegaskan, bahwa kekuatan promosi daerah tidak hanya bertumpu pada keindahan destinasi, tetapi juga pada narasi yang dibawa oleh masyarakatnya sendiri. Dalam konteks ini, anak muda menjadi aktor penting yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan perhatian dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era keterhubungan global saat ini, ruang kelas di luar negeri pun dapat menjadi etalase kecil bagi Indonesia. Dari sana, cerita tentang Lumajang tidak berhenti sebagai pengetahuan geografis, tetapi berkembang menjadi pengalaman budaya yang hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah juga menilai, semakin banyak generasi muda yang menempuh pendidikan di luar daerah maupun luar negeri, semakin besar pula peluang untuk memperluas jangkauan pengenalan potensi daerah secara organik dan berkelanjutan. “Ketika generasi muda mencintai daerahnya, mereka akan menjadi penyambung cerita tentang Lumajang dimana pun mereka berada,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumpak Sewu tidak hanya hadir sebagai destinasi wisata alam yang mempesona, tetapi juga sebagai simbol bahwa daerah dapat dikenal dunia melalui cara-cara sederhana melalui cerita, kebanggaan dan kesadaran identitas yang dibawa oleh warganya sendiri. “Pemuda keren itu mencintai Lumajang dengan memberitakan yang baik tentang Lumajang,” tegas Bunda Indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sebuah ruang kelas di China, Kabupaten Lumajang hadir dalam percakapan lintas bangsa. Sebuah pengingat bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, identitas lokal tidak semakin kecil, justru dapat menjelma menjadi cerita global yang bermakna. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru Islam, Bupati Lumajang Ajak Santri Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas</title>
		<link>https://memontum.com/tahun-baru-islam-bupati-lumajang-ajak-santri-refleksi-diri-dan-tingkatkan-kualitas</link>
					<comments>https://memontum.com/tahun-baru-islam-bupati-lumajang-ajak-santri-refleksi-diri-dan-tingkatkan-kualitas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233202</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri pelaksanaan kegiatan Khataman Al-Qur’an bersama ratusan santri se-Kabupaten Lumajang di Alun-Alun Lumajang, Selasa (16/06/2026) tadi. Dalam momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah itu, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, mengajak untuk menjadikan momentum dalam merefleksi dan memperbaiki kualitas diri. Diuraikannya, bahwa pergantian tahun Hijriyah memiliki makna lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri pelaksanaan kegiatan Khataman Al-Qur’an bersama ratusan santri se-Kabupaten Lumajang di Alun-Alun Lumajang, Selasa (16/06/2026) tadi. Dalam momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah itu, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, mengajak untuk menjadikan momentum dalam merefleksi dan memperbaiki kualitas diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diuraikannya, bahwa pergantian tahun Hijriyah memiliki makna lebih dari sekadar perubahan waktu. Namun, juga menjadi pengingat bagi umat untuk melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kualitas kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disampaikan Bunda Indah, semangat hijrah dalam Tahun Baru Islam harus diwujudkan melalui perubahan sikap, peningkatan kebaikan, serta komitmen menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Inilah tahun baru yang sesungguhnya. Saya berharap para santri terus melakukan muhasabah setiap hari agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” kata Bunda Indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menjelaskan, bahwa proses memperbaiki diri membutuhkan kesungguhan dan konsistensi. Perubahan tidak hanya dilakukan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah juga mengajak para santri, untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam membangun karakter, menjaga hubungan sosial, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. “Orang yang terus memperbaiki diri akan menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui momentum Tahun Baru Islam, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap masyarakat semakin menjadikan nilai spiritual sebagai energi positif dalam membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kebermanfaatan. <strong>(kom/lmj/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tahun-baru-islam-bupati-lumajang-ajak-santri-refleksi-diri-dan-tingkatkan-kualitas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233202</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Efesiensi Belanja, Bupati Lumajang Tegaskan Setiap Rupiah Anggaran Harus Bermanfaat untuk Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/efesiensi-belanja-bupati-lumajang-tegaskan-setiap-rupiah-anggaran-harus-bermanfaat-untuk-masyarakat</link>
					<comments>https://memontum.com/efesiensi-belanja-bupati-lumajang-tegaskan-setiap-rupiah-anggaran-harus-bermanfaat-untuk-masyarakat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[bermanfaat]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[efesiensi]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[setiap]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa efisiensi belanja operasional pemerintah bukan semata-mata langkah penghematan, melainkan bagian dari upaya menjaga agar anggaran daerah tetap dapat difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, saat memimpin Upacara Hari Senin di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (15/06/2026) tadi. &#8220;Prinsip [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa efisiensi belanja operasional pemerintah bukan semata-mata langkah penghematan, melainkan bagian dari upaya menjaga agar anggaran daerah tetap dapat difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, saat memimpin Upacara Hari Senin di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (15/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Prinsip tersebut menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam melakukan penataan penggunaan kendaraan dinas di lingkungan pemerintahan,&#8221; kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bunda Indah, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap rupiah anggaran, digunakan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, di tengah meningkatnya biaya operasional, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak non subsidi, pemerintah daerah perlu melakukan berbagai langkah penyesuaian agar belanja daerah tetap sehat dan program prioritas dapat terus berjalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Efisiensi ini bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Justru kami ingin memastikan anggaran daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk program-program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah menjelaskan, bahwa langkah efisiensi operasional dilakukan agar ruang fiskal daerah tetap terjaga dan dapat mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan dasar, hingga program-program pemberdayaan masyarakat. &#8220;Pemerintah daerah harus mampu menyesuaikan pola pengelolaan anggaran dengan kondisi yang berkembang tanpa mengurangi komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menegaskan, bahwa kebijakan penataan kendaraan dinas merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan efektivitas belanja operasional. Sehingga, alokasi anggaran dapat lebih difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita harus memberikan contoh bahwa pemerintah juga melakukan efisiensi ketika biaya operasional meningkat. Yang terpenting, pelayanan tetap berjalan dan anggaran dapat lebih banyak diarahkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Bunda Indah mengajak seluruh perangkat daerah, untuk mendukung semangat efisiensi yang berorientasi pada hasil. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi juga oleh ketepatan dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya menjaga keseimbangan antara efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan keberpihakan anggaran kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, anggaran daerah diharapkan semakin mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/efesiensi-belanja-bupati-lumajang-tegaskan-setiap-rupiah-anggaran-harus-bermanfaat-untuk-masyarakat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233177</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
