<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lumpuh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lumpuh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 09:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lumpuh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Program Bunga Desa di Kecamatan Purwoharjo, Bupati Ipuk Kunjungi Warga Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja</title>
		<link>https://memontum.com/program-bunga-desa-di-kecamatan-purwoharjo-bupati-ipuk-kunjungi-warga-lumpuh-akibat-kecelakaan-kerja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[purwoharjo,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232089</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menjalankan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Kradenan, Desa Purwoharjo dan Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Rabu (29/04/2026) tadi. Di sela melaksanakan agenda program yang digelar sejak 2021 itu, Bupati Ipuk menjenguk seorang warga Dusun Krajan, Desa Purwoharjo, Mamat, yang mengalami lumpuh akibat kecelakaan kerja. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menjalankan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Kradenan, Desa Purwoharjo dan Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Rabu (29/04/2026) tadi. Di sela melaksanakan agenda program yang digelar sejak 2021 itu, Bupati Ipuk menjenguk seorang warga Dusun Krajan, Desa Purwoharjo, Mamat, yang mengalami lumpuh akibat kecelakaan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria berusia 45 tahun tersebut, sebelumya mengalami sakit selama 3 tahun, akibat terjatuh dari pohon jati saat bekerja. Selama 3 tahun, Mamat hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sebab setelah jatuh dari pohon, tangan hingga kaki tidak bisa digerakkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk langsung meminta pada Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, yang turut dalam Bunga Desa, meminta Mamat segera dibawa ke rumah sakit agar mendapat terapi. &#8220;Nanti di rumah sakit bapak mendapat terapi, agar perlahan bisa berjalan lagi. Untuk biaya bapak tenang saja, karena sudah ditanggung negara. Bapak harus semangat untuk bisa sehat lagi. Ibu, tolong bantu doa, agar bapak bisa sembuh lagi,&#8221; kata Bupati Ipuk, kepada Mamat dan istrinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama ini, Mamat tinggal bersama istri dan 1 anak, yang masih kelas 3 sekolah dasar. Mamat juga kesulitan untuk berobat, karena istrinya harus bekerja di pabrik. Sehingga, tidak ada yang mendampingi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Bupati Ipuk juga meminta Kepala Desa Purwoharjo, Fausi Amurulloh, agar turut mendampingi selama perawatan. &#8220;Untuk Pak Kades, saya minta ada petugas dari desa untuk mengantar dan mendampingi Pak Mamat menjalani terapi, karena istrinya harus bekerja. Bisa manfaatkan Mobil Siaga Desa yang memang fungsinya untuk mengantar warga yang sakit,&#8221; papar Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati juga meminta petugas Puskesmas, untuk memasifkan program layanan Jemput Bola Rawat Warga, dengan melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga secara rutin, khususnya ke Lansia dan mereka yang tidak bisa berobat ke luar rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, mengatakan, Mamat akan mendapat terapi untuk melatih otot-otot terutama kaki dan tangan. &#8220;Selain terapi, kami juga akan lakukan pemeriksaan secara menyeluruh termasuk organ dalamnya,&#8221; kata Sugiyo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menjenguk warga sakit, Ipuk juga menyerahkan bantuan alat bantu seperti kursi roda, walker dan kruk kepada 25 penerima di Desa Purwoharjo. Ipuk menyerahkab bantuan kursi roda pada perempuan difabel di Desa Karetan. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232089</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri Lumpuh dan Bupati Tetap Minta Pelayanan Publik Tetap Jalan</title>
		<link>https://memontum.com/kantor-pemerintahan-kabupaten-kediri-lumpuh-dan-bupati-tetap-minta-pelayanan-publik-tetap-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225601</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, mengakibatkan lumpuhnya layanan kantor pemerintahan Kabupaten Kediri. Bahkan, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyebut jika selain gedung dan data arsip yang hilang karena ikut hangus terbakar, sebagian aset pemerintah juga ikut menjadi sasaran penjarahan. Pasca kejadian perusakan diwarnai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, mengakibatkan lumpuhnya layanan kantor pemerintahan Kabupaten Kediri. Bahkan, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyebut jika selain gedung dan data arsip yang hilang karena ikut hangus terbakar, sebagian aset pemerintah juga ikut menjadi sasaran penjarahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasca kejadian perusakan diwarnai pembakaran dan penjarahan hingga dini hari itu, sebagian besar bangunan di komplek Kantor Pemkab Kediri hangus dan hanya menyisakan puing-puing. Termasuk, beberapa mobil yang terparkir di dalam, ikut dibakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, secara tegas menyampaikan bahwa apapun yang dilakukan massa, tidak dibenarkan. “Karena yang hancur, yang rusak, yang terbakar itu tidak hanya gedung (beserta isinya). Tetapi juga kami, yang berkantor dan berumah tinggal di sini. Karena kantor adalah rumah kedua kami, dimana setiap kebijakan, setiap keputusan untuk kabupaten diambil dan diputuskan. Dan hari ini, mau tidak mau saya harus katakan lumpuh,” katanya saat press release, Minggu (31/08/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, setidaknya ada belasan kantor instansi termasuk ruangan kerja, yang terdampak sasaran massa. Tidak terkecuali, ruang kerja bupati dan wakil bupati. Secara detail disebutkan yang terdampak yakni, Ruang Sekda, Ruang Tata Pemerintahan, Bagian Umum, Kesra, Renkeu, Bagian Organisasi, Bagian Pembangunan, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian, Kantor Kesbangpol, Inspektorat, BKPSDM, BKAD, Disnaker, Bappeda, Prokopim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kemungkinan data arsip yang hilang seperti data bantuan organisasi masyarakat dan tempat ibadah sejauh ini belum kami temukan, data kepegawaian, kemudian pemetaan aset pemerintah kabupaten juga dan selebihnya masih kami inventarisir,” urainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain kantor dan ruang kerja hangus terbakar dan mengakibatkan hilangnya data arsip tersebut, aksi pengrusakan malam itu juga menyasar Museum Bagawanta Bhari. Kemudian juga pembakaran Gedung DPRD Kabupaten Kediri yang berada satu komplek serta Kantor Samsat di Jalan Soekarno-Hatta, Katang atau di depan komplek Kantor Pemkab Kediri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski dihadapkan pada keterbatasan baik tempat maupun sarana prasarana, karena aset yang ada habis tidak tersisa, begitupula matinya aliran listrik dan air bersih, menurut Mas Dhito, jalannya proses pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan. “Terutama dalam bidang pelayanan publik tetap berjalan,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihaknya bersama Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa dan para kepala OPD termasuk camat, telah melakukan rapat dan diputuskan mulai Senin (01/09/2025), aktivitas bekerja pegawai tetap berjalan. Adapun untuk tempat bekerja, nantinya akan dibagi menyesuaikan lokasi milik Pemkab Kediri yang masih bisa dipergunakan untuk berkantor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk yang sifatnya tidak pelayanan publik, maka diizinkan untuk bekerja dari rumah,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Kediri, khususnya bilamana selama ini terdapat kekhilafan hingga terjadinya insiden pembakaran Kantor Pemkab Kediri. Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat, untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya titip kita jaga bersama kabupaten Kediri ini. Kalau kita jaga bersama seluruh masyarakat saya yakin kejadian yang terjadi semalam adalah kejadian yang pertama dan terakhir,” terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, dalam kesempatan press release sore tersebut, Mas Dhito juga didampingi Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa atau yang akrab disapa Mbak Dewi, kemudian Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji serta Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Mlandingan Situbondo Dihajar Banjir, Jalur Pantura Lumpuh dan Rumah Warga Terendam</title>
		<link>https://memontum.com/kecamatan-mlandingan-situbondo-dihajar-banjir-jalur-pantura-lumpuh-dan-rumah-warga-terendam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[mlandingan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218952</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bencana banjir menghajar wilayah Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Senin (03/02/2025) malam. Akibat kejadian itu, Jalan Pantura di Kecamatan Mlandingan, pun sempat dibuat lumpuh. Itu karena, ketinggian banjir hingga mencapai 1 meter. Bahkan, beberapa kendaraan yang berusaha nekad menerobos banjir, dibuat macet karena tingginya air yang masuk ke Jalur Pantura. Dampak kejadian itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bencana banjir menghajar wilayah Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Senin (03/02/2025) malam. Akibat kejadian itu, Jalan Pantura di Kecamatan Mlandingan, pun sempat dibuat lumpuh. Itu karena, ketinggian banjir hingga mencapai 1 meter.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Kecamatan Mlandingan Situbondo Dihajar Banjir, Jalur Pantura Lumpuh dan Rumah Warga Terendam" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/2z_csJBYxYs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, beberapa kendaraan yang berusaha nekad menerobos banjir, dibuat macet karena tingginya air yang masuk ke Jalur Pantura. Dampak kejadian itu, juga merendam sejumlah rumah warga, seperti di kawasan Desa Mlandingan Kulon dan Desa Sumberpinang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Sebab bencana banjir karena intensitas hujan deras sejak (Senin, red) sore. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tapi juga jalan raya dan menghanyutkan ternak warga seperti sapi, kambing dan ayam,” kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari informasi yang diterima, dampak banjir juga membuat ternak warga turut terdampak. Bahkan, mobil juga diinformasikan turut terseret. <strong>(pjt/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218952</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Seorang Ibu dengan Anak Lumpuh Otak, dari Pasrah hingga Berjuang di Paguyuban</title>
		<link>https://memontum.com/perjuangan-seorang-ibu-dengan-anak-lumpuh-otak-dari-pasrah-hingga-berjuang-di-paguyuban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak. Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari makan, mandi dan sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pokoknya segala keperluan Marissa, semuanya dibantu. Karena punggungnya lemas, dia kalau duduk terlalu lama tidak kuat,&#8221; kata Agustiningsih, Sabtu (06/07/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga anak Agustiningsih, siapa sangka juga memiliki kondisi yang serupa. Sementara sang ibu, mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Apalagi, dokter yang dituju tidak menjelaskan alasan-alasan itu dapat terjadi. Padahal, sang ibu menginginkan adanya penjelasan dan jalan keluar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya juga bingung, harusnyakan ini dijelaskan oleh dokter, kok bisa anak saya seperti ini. Anak pertama saya yang sudah kuliah dan hampir menikah, itu sebelum meninggal saat pandemi Covid-19 lalu, juga mengalami kondisi sama. Saya sudah pasrah. Saya syukuri saja, meskipun tiga-tiganya dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Agustiningsih menambahkan, bahwa dirinya juga sudah berusaha dengan mencoba memberikan terapi kepada sang anak. Dari hatinya bergerak untuk melakukan terapi sendiri bagi sang anak. Terlebih, baginya kader terbaik untuk anak adalah orangtuanya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Menjadi terapis karena dari hati. Kita mempunyai anak seperti ini, kemudian saya ikut paguyuban, akhirnya hati tidak bisa diam. Harus terjun ke dalam paguyuban, sehingga kegiatan saya rutin di paguyuban,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, menurutnya paguyuban disabilitas sendiri menjadi tempat Agustiningsih menemukan penghiburan dan dukungan. Dengan bergabung di paguyuban, hatinya dapat terhibur. Apalagi melihat anak-anak yang senang berkumpul dengan teman-temannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah. Dengan adanya paguyuban ini, apalagi sekarang lebih maju, sudah dapat perhatian dari pemerintah, kelurahan, kecamatan,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agustiningsih berharap, agar semua orang tua yang memiliki anak disabilitas tidak membiarkan anak-anak mereka terkurung. Dalam menerima kondisi anak-anaknya juga membutuhkan waktu yang lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya sampai tidak bisa cerita. Semua itu dari yang kuasa. Kita sudah berusaha,l dan cari jalan terbaik. Tentu anak-anak ini dilahirkan huga juga ingin bahagia, ingin melihat dunia yang lain. Jadi harapan saya cuma ingin kedepannya anak-anak disabilitas lebih diperhatikan,&#8221; imbuh Agustiningsih. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Pantura Pasuruan-Surabaya Lumpuh Dikepung Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-pantura-pasuruan-surabaya-lumpuh-dikepung-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dikepung]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[pasuruan-surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208326</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Jalur Pantura Pasuruan-Surabaya, tepatnya Jalan Raya Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, lumpuh akibat terendam banjir, Selasa (09/04/2024) pagi. Terlihat, banjir mengepung Jalur Pantura mulai depan Masjid Raya Kraton hingga Simpang Tiga Tambakrejo. Akibat kejadian itu, kemacetan tidak bisa terhindarkan. Terutama, untuk jalur kendaraan dari arah Surabaya menuju Kota Pasuruan. Bahkan, tidak sedikit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Jalur Pantura Pasuruan-Surabaya, tepatnya Jalan Raya Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, lumpuh akibat terendam banjir, Selasa (09/04/2024) pagi. Terlihat, banjir mengepung Jalur Pantura mulai depan Masjid Raya Kraton hingga Simpang Tiga Tambakrejo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibat kejadian itu, kemacetan tidak bisa terhindarkan. Terutama, untuk jalur kendaraan dari arah Surabaya menuju Kota Pasuruan. Bahkan, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir, hingga membuat kendaraannya mogok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas kepolisian yang yang melakukan pengamanan di sekitar lokasi, akhirnya menutup akses jalan di sekitar TKP demi keselamatan pengguna jalan. Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Agus Prayitno, menegaskan sampai saat ini jalur Pantura di Desa Tambakrejo, masih ditutup untuk semua kendaraan. Sebab, ketinggian air banjir masih belum memungkinkan untuk kendaraan bisa melintas dengan aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Semua demi keselamatan pengguna jalan, karena genangannya cukup tinggi. Daripada banyak yang nekat menerobos, maka kami putuskan untuk menutup jalur kendaraan sampai air surut dan jalan bisa dilewati,&#8221; kata AKP Agus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai jalur alternatif, Satlantas Polres Pasuruan Kota mengarahkan semua kendaraan roda empat untuk lewat jalan tol. Sedangkan untuk roda dua yang dari arah surabaya, diarahkan menuju Kecamatan Rembang dan yang dari timur diarahkan melalui Simpang Tiga Kraton ke selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh intensitas yang sangat tinggi dan berlangsung selama beberapa jam. Terlebih Minggu (07/04/2024) kemarin, hujan turun selama seharian, termasuk di wilayah hulu seperti Purwodadi, Pandaan, Puspo, Tosari dan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di atas hujan deras selama seharian, sedangkan air laut juga sedang dalam kondisi pasang, sehingga sungai-sungai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Total ada lima kecamatan terdampak. Yakni Kecamatan Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rembang dan Kecamatan Gondangwetan. Terparah ada di Dusun Duyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek. Dimana banjir setinggi 170 sentimeter atau hampir dua meter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sugeng mengimbau warga agar tetap waspada, sebab cuaca masih belum bersahabat. Apalagi di beberapa wilayah atas, hujan kembali turun saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tetap waspada. Karena sesuai prakiraan BMKG, hujan masih terjadi hari ini. Dan pagi tadi juga turun hujan. Semoga banjir tidak semakin meluas,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208326</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
