<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lumpur, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lumpur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Dec 2024 14:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lumpur, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hujan Deras Akibatkan Puluhan Rumah di Lesanpuro Terendam Banjir dan Lumpur Tebal</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-akibatkan-puluhan-rumah-di-lesanpuro-terendam-banjir-dan-lumpur-tebal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur,]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi. Ketua RW 04 Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi.</p>



<p>Ketua RW 04 Kelurahan Lesanpuro, Guntor, menyampaikan bahwa banjir itu berasal dari luapan Sungai Amprong ditambah dengan kiriman air dari daerah Tumpang. Sementara di RW 04, itu menjadi lokasi terdampak banjir paling parah.</p>



<p>&#8220;Banjir mulai terlihat sejak sore hari dan air baru surut pada malam hari. Ada sebanyak 80 rumah di RW 4 tergenang, sementara warga diungsikan ke mushola dan rumah tetangga yang aman. Tempat-tempat untuk jagongan di depan rumah juga terdampak,” kata Guntoro, saat ditemui tadi.</p>



<p>Guntoro juga mengeluhkan, karena kondisi sungai saat ini lebih dangkal dan ada pohon bambu yang masih tersangkut di aliran sungai. Sehingga, itu menurutnya dapat menghambat arus air. Pihaknya meminta agar Pemkot Malang dapat segera turun tangan.</p>



<p>&#8220;Karena untuk membersihkan bambu yang jatuh di sungai ini butuh alat berat. Kami khawatir apabila tidak segera ditangani, apalagi ini masih musim hujan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Kedungkandang, Fahmi Fauzan, menyebut bahwa ada tiga titik utama yang terdampak banjir. Pertama, di Gang Mirej, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, kedua, di Gang 12 Kelurahan Lesanpuro dan yang ketiga, di RW 3 Kelurahan Kedungkandang.</p>



<p>“Untuk di tiga lokasi itu, saat ini sedang dilakukan pembersihan. Beberapa warga sudah bisa menangani sendiri, hanya saja tinggal dilakukan pembersihan di jalan perumahan itu karena masih ada sisa-sisa lumpur,&#8221; ucap Fahmi.</p>



<p>Untuk saat ini, menurutnya di Gang Mirej dan Gang 12 sudah didirikan posko penampungan, dapur umum, serta distribusi makanan siap saji. Warga pun diperbolehkan untuk menyesuaikan kondisi masing-masing. Apabila rumah bisa ditempati maka itu diperbolehkan.</p>



<p>&#8220;Karena beberapa warga ada yang tidak mau dievakuasi dari rumah, karena banyak barang di rumahnya. Tapi secara umum untuk tempat penampungan sudah tersedia,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Diakhir, dalam penanganan pasca terjadi banjir menurutnya dibutuhkan alat berat dan telah dilakukan koordinasi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Dalam penanganan pasca banjir ini tidak bisa manual. Alat berat sudah dikerahkan untuk membantu pembersihan,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217887</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPUPR Kota Batu Sebut Kayu Gelondongan Jadi Sebab Banjir Lumpur Dusun Beru</title>
		<link>https://memontum.com/dpupr-kota-batu-sebut-kayu-gelondongan-jadi-sebab-banjir-lumpur-dusun-beru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 13:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[gelondongan]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203188</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu mengidentifikasi penyebab kejadian banjir di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang terjadi pada Jumat (08/12/2023) siang lalu. Hasil identifikasi tersebut, menyebutkan bahwa banjir disertai lumpur itu disebabkan karena adanya kayu glondongan yang menyumbat sodetan saluran air. Kepala DPUPR Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu mengidentifikasi penyebab kejadian banjir di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang terjadi pada Jumat (08/12/2023) siang lalu. Hasil identifikasi tersebut, menyebutkan bahwa banjir disertai lumpur itu disebabkan karena adanya kayu glondongan yang menyumbat sodetan saluran air.</p>



<p>Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa sebenarnya sebelum memasuki musim penghujan, pihaknya sudah melakukan normalisasi Sungai Paron. &#8220;Jadi, sebelum memasuki musim penghujan, kami sudah melakukan normalisasi Sungai Paron. Karena, penyebab banjir lumpur di Dusun Beru akibat meluapnya Sungai Paron hingga menggenangi rumah warga. Selain itu kami juga sudah membuat sudetan untuk memecah volume air ketika hujan deras,” terangnya, Senin (11/12/2023) tadi.</p>



<p>Pihaknya juga menemukan penyebabnya, yaitu adanya kayu gelondongan berukuran besar yang menyumbat saluran air atau sodetan sungai yang mengarah ke Sungai Brantas. &#8220;Akan tetapi, saat peristiwa banjir terjadi, ada kayu gelondongan berukuran besar. Menyumbat sudetan hingga air meluber ke jalan dengan membawa lumpur,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Alfi menambahkan, agar peristiwa serupa tidak sampai terulang, pihaknya akan melakukan kajian ulang. Apakah diperlukan untuk melakukan pembesaran sudetan atau tidak. Pihaknya juga akan berupaya sebaik mungkin agar peristiwa ini tak terulang.</p>



<p>&#8220;Sebaliknya masyarakat juga harus berbuat baik pada lingkungan. Dengan tidak membuang sampah atau material bangunan ke sungai. Sebab berkaca pada banjir lumpur yang terjadi, banyak sampah dan batang pohon besar yang menyumbat dam air dan saluran-saluran irigasi di sekitar Sungai Paron,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Diketahui, berdasarkan data dari BPBD Kota Batu, terdapat sekitar 42 rumah yang terendam banjir setinggi 30 centimeter. Dengan kandungan material berupa air bercampur dengan lumpur. Rinciannya 23 rumah berada di RT 1/ RW 6, 5 rumah di RT 1 /RW 7, 12 rumah di RT 2 /RW 7 dan 2 rumah di RT 2/ RW 6 serta satu sekolah yang sempat terendam banjir. Selain itu, juga merusak 3.560 lahan pertanian milik warga. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203188</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terkubur dalam Lumpur, Nenek di Situbondo Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/terkubur-dalam-lumpur-nenek-di-situbondo-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur,]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Nenek]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terkubur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191723</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Keheningan malam warga di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, berubah menjadi haru, Jumat (23/06/2023) malam. Itu karena, seorang nenek yang diketahui bernama Sulastri atau yang akrab dipanggil Nenek Min (70), ditemukan meninggal dunia terkubur dalam lumpur di muara sungai, yang tidak jauh dari rumahnya. Kepala Desa Kilensari, Sugiono, menjelaskan bahwa kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Keheningan malam warga di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, berubah menjadi haru, Jumat (23/06/2023) malam. Itu karena, seorang nenek yang diketahui bernama Sulastri atau yang akrab dipanggil Nenek Min (70), ditemukan meninggal dunia terkubur dalam lumpur di muara sungai, yang tidak jauh dari rumahnya.</p>



<p>Kepala Desa Kilensari, Sugiono, menjelaskan bahwa kejadian itu bermula ketika sejak Kamis (22/06/2023) lalu, dirinya mendapat informasi kalau Nenek Min yang hidup di dekat muara sungai, dikabar hilang karena tidak terlihat di rumah. Karenanya, kejadian itupun dilaporkan juga kepada petugas.</p>



<p>&#8220;Akhirnya, sejak pagi warga bersama petugas dari Polsek dan Koramil 0823/05 Panarukan, melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, Nenek Min justru baru diketemukan pada Jumat sekitar pukul 21.00. Saat ditemukan, itu sudah dalam keadaan meninggal dunia terpendam lumpur,” jelas Sugiono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah ditemukan, tambahnya, jenazah Nenek Min segera dievakuasi ke RS dr Abdoer Rahem Situbondo. Tampak petugas kepolisian, TNI, BPBD Situbondo bersama warga, bergotong royong mengevakuasi jenazah korban.</p>



<p>Kapolsek Panarukan, AKP Effendy Nawawi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan jenazah Nenek Min dengan kondisi terbenam dalam lumpur. &#8220;Untuk memastikan penyebabnya, kami belum bisa memastikan dan masih menunggu tim Identifikasi dari Polres Situbondo,&#8221; kata Kapolsek Panarukan.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa menurut keterangan warga, Nenek Min selama ini tinggal sendiri di lokasi dekat lumpur yang tidak lain adalah kawasan tambak yang berdekatan dengan muara sungai. “Dahulu korban tinggal di lokasi tambak bersama suaminya. Namun sejak suaminya meninggal dunia, korban tinggal sendirian di tambak,&#8221; tambah warga setempat. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191723</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
