<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>magetan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/magetan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Sep 2024 11:15:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>magetan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar di Magetan Angkat Tema Berekpresi di Media Sosial dengan Bebas Namun Terbatas</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-di-magetan-angkat-tema-berekpresi-di-media-sosial-dengan-bebas-namun-terbatas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[berekpresi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[terbatas,]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Kebebasan berekspresi di media sosial memiliki batasan tidak melanggar hak orang lain. Selain itu, ekspresi di media sosial memiliki norma hukum dan etika sebagai batasannya. Tak ada kebebasan tanpa batas, termasuk berekspresi di media sosial. Agar pengguna digital memahami kebebasan yang terbatas dalam berekspresi di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Kebebasan berekspresi di media sosial memiliki batasan tidak melanggar hak orang lain. Selain itu, ekspresi di media sosial memiliki norma hukum dan etika sebagai batasannya. Tak ada kebebasan tanpa batas, termasuk berekspresi di media sosial.</p>



<p>Agar pengguna digital memahami kebebasan yang terbatas dalam berekspresi di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Senin (23/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber.</p>



<p>Mereka adalah dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Meithiana Indrasari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan, Taufiqurrohman, Mom Influencer Ana Livian sebagai key opinion leader dan Azka Said selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranmagetan2309" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranmagetan2309</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (22/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, kebebasan berpendapat dan berekspresi di media sosial merupakan hak untuk mengekspresikan pendapat dan keyakinan secara bebas. Kebebasan berekspresi ini merupakan bagian dari Hak Azazi Manusia (HAM) dan telah dijamin oleh konvenan-konvenan internasional.</p>



<p>”Kebebasan berekspresi di media sosial dapat memiliki dampak positif, seperti memungkinkan pertukaran ide yang lebih luas dan beragam, memperkuat nilai-niai demokrasi, menjembatani hambatan fisik atau geografis untuk menyuarakan pandangan,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, sambung Kemenkominfo, kebebasan berekspresi di media sosial juga memiliki batasan hukum. Misalnya, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur larangan penyebaran informasi dan konten yang melanggar kesusilaan, keamanan dan ketertiban umum.</p>



<p>”Ada juga Undang-undang Pornografi, perjudian, maupun Undang-undang tentang Hak Cipta,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk berpendapat dan berekspresi dengan baik di media sosial, menurut Kemenkominfo, pengguna perlu mengetahui informasi secara keseluruhan, hindari menyampaikan ujaran kebencian, tidak menggunakan kalimat provokatif, berpikir ulang sebelum berpendapat, dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tips dan Trik Jaga Keamanan Privasi secara Digital Jadi Tema Webinar Kemenkominfo di Magetan</title>
		<link>https://memontum.com/tips-dan-trik-jaga-keamanan-privasi-secara-digital-jadi-tema-webinar-kemenkominfo-di-magetan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Selasa (11/06/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi secara Digital&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Selasa (11/06/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi secara Digital&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Manajer Pemasaran Compass Publishing Indonesia, Femikhirana, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Irawan, praktisi IT, Ardiansyah dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranmagetan1106" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranmagetan1106</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Senin (10/06/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa semakin canggih sebuah teknologi, bukan berarti akan terbebas dari ancaman kejahatan. Ancaman privasi digital selalu membayangi kehidupan dan secara bersama-sama mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi yang ada.</p>



<p>”Itulah sebabnya kita harus tetap berhati-hati di mana pun berada, tidak terkecuali di dunia digital. Kini, banyak terjadi kasus kejahatan seperti pencurian data, uang dan sebagainya yang dilakukan secara online. Jaga keamanan digital agar hidup lebih tentram dan privasi lebih terjaga,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Secara umum, beberapa cara menjaga keamanan dan privasi digital, menurut Kemenkominfo, gunakan sandi untuk lockscreen, jangan sembarangan membuka link atau mengunduh sesuatu, hati-hati dalam memberikan izin aplikasi, aktifkan penghapusan data jarak jauh. ”Jangan lupa, lakukan back up data secara teratur, dan selalu perbarui operating system dan aplikasi,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, bahwa saat ini banyak kasus penyalahgunaan privasi dan keamanan data yang terjadi karena seseorang lalai dalam menggunakan smartphone. Akibatnya, ia pun bisa mengalami kerugian besar, terutama dalam segi finansial.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, program #literasidigitalkominfo ini tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang, yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Lebih jauh, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210543</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Gelar Webinar di Magetan, Angkat Tema Jadi Pengguna Medsos Bijak, Kreatif dan Inovatif</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-gelar-webinar-di-magetan-angkat-tema-jadi-pengguna-medsos-bijak-kreatif-dan-inovatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Literasi digital tidak boleh diterima sebagai teori atau jargon oleh siswa dan generasi muda. Di era digital, literasi harus terus dipelajari dan dipraktikkan dalam dunia digital, agar generasi muda makin berkompetensi memanfaatkan media digital. Agar bijak, kreatif dan inovatif menggunakan media sosial (Medsos), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Literasi digital tidak boleh diterima sebagai teori atau jargon oleh siswa dan generasi muda. Di era digital, literasi harus terus dipelajari dan dipraktikkan dalam dunia digital, agar generasi muda makin berkompetensi memanfaatkan media digital.</p>



<p>Agar bijak, kreatif dan inovatif menggunakan media sosial (Medsos), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Senin (10/06/2024) besok, sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Menjadi Pengguna Media Sosial yang Bijak, Kreatif dan Inovatif&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Irawan, key opinion leader musisi, Mia Marcellina dan Chici Zakaria selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranmagetan1006. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet sebesar Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemkominfo dalam rilisnya, Minggu (09/06/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, survei indeks literasi digital masyarakat Indonesia tahun 2022 oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 menyebut Indonesia masih berada dalam kategori &#8216;sedang&#8217; dengan angka 3.49 dari 5,00.</p>



<p>&#8220;Kegiatan webinar literasi digital di lingkungan pendidikan merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan menuju Indonesia #MakinCakapDigital,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, literasi digital penting untuk mempersiapkan talenta digital Indonesia agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital serta memiliki kemampuan dalam menanggulangi risiko yang muncul bersamanya. &#8220;Empat pilar utama literasi digital, yakni kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital, diyakini mampu menjadikan pengguna media sosial bijak, kreatif dan inovatif,&#8221; imbuh Kemkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, program #literasidigitalkominfo mencatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman,” tutur Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. &#8220;Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,&#8221; urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengolahan Sampah dan Ketahanan Pangan Trenggalek, Ketua TP PKK Kunjungi Desa Taji Magetan</title>
		<link>https://memontum.com/pengolahan-sampah-dan-ketahanan-pangan-trenggalek-ketua-tp-pkk-kunjungi-desa-taji-magetan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201006</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Magetan. Dalam kunjungannya kali ini, itu dalam rangka untuk melakukan studi tiru terkait pengelolaan sampah dan ketahanan pangan, tepatnya di Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Dirinya menyebut, kerja sama yang dibangun dengan daerah ini dilakukan agar pengelolaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Magetan. Dalam kunjungannya kali ini, itu dalam rangka untuk melakukan studi tiru terkait pengelolaan sampah dan ketahanan pangan, tepatnya di Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.</p>



<p>Dirinya menyebut, kerja sama yang dibangun dengan daerah ini dilakukan agar pengelolaan sampah dan membangun ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek, bisa berjalan lebih baik. &#8220;Membuka mata adalah jalan terbukanya inspirasi. Tanpa melihat, maka seluruh lapisan penggerak masyarakat tidak mampu melahirkan inovasi. Maka, kunjungan kerja kali ini di Magetan adalah dalam rangka memberikan inspirasi bagi TP PKK Kabupaten Trenggalek. Yang kemudian, akan kami rumuskan menjadi program kerja tahun depan,&#8221; kata Ketua Ketua TP PKK Novita, saat dikonfirmasi, Senin (06/11/2023) pagi.</p>



<p>Sementara itu, Kades Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Sigid Supriyadi, mengatakan bahwa pengolahan sampah di daerahnya dilakukan dengan cara membuat tungku pembakar sampah. &#8220;Tungku yang dibuat ini tidak hanya mengolah, tapi menyelesaikan permasalahan sampah tanpa residu polusi. Apalagi, pembakaran sampah yang dilakukan tanpa menggunakan listrik atau atau bahan bakar,&#8221; terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dirinyaa menceritakan, pengelolaan sampah di Desa Taji, diawali dari perintah Pengasuh Ponpes Temboro kepada Kades Taji, yang meminta sampah di pondok bisa diatasi. Permintaan ini, disampaikan setelah kabupaten setempat tidak mampu memberikan solusi terbaik terkait sampah di pondok ini.</p>



<p>&#8220;Yang dilakukan bukan mengolah, tapi menyelesaikan sampah. Diawali membuat tempat pembakaran sampah sampai beberapa kali dan sempat dibongkar terus dibangun lagi. Sebagian sampah dimanfaatkan warga, sisanya baru dilakukan pembakaran,&#8221; kata Sigid.</p>



<p>Kemudian, proses pembakaran tidak menggunakan bahan bakar ataupun listrik. Sampah basah atau kering tidak dipiliah, kecuali logam atau kaca. Kalaupun terbawa masuk ke tungku tidak masalah, namun bisa mengganggu pembakaran.&nbsp;</p>



<p>Diyakini Sigid, dengan bejana atau reaktor yang menggunakan sedikit bahan kimia dalam proses pembakaran, tidak menghasilkan emisi gas karbon yang mencemari lingkungan. Atas keberhasilannya itu, pun sempat memaparkan Tekhnologi Tepat Guna (TTG) yang dibuatnya di Kementrian Desa.</p>



<p>Sigid sendiri lebih memilih kata menyelesaikan bukan mengolah, karena kalau mengolah berarti semua sampah itu diolah. Sedangkan menyelesaikan sampah, itu lebih kepada sisa sampah yang bisa dimanfaatkan oleh warga setempat, baru sisanya diselesaikan dengan proses pembakaran.</p>



<p>&#8220;Panas tungku pembakaran yang digunakannya bisa mencapai panas 1.300 derajat. Sehingga, sampah apapun baik basah maupun kering pasti hancur sehingga sampah ini selesai,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, ketika dibakar dengan suhu 1.000 derajat dan tungku pembakaran yang dikelolanya bisa mencapai panas 1.300 derajat, maka saking panasnya bisa sampai 2 hari tungku pembakaran ini tidak perlu pematik untuk membakar panas. Sampah masuk otomatis lebur terbakar. Saat ini, sudah banyak yang melirik hasil karya Kades Taji.</p>



<p>Kades Taji menambahkan, dalam pembakaran memang masih terdapat residu. Namun, perbandingannya sangat kecil dan ini bisa digunakan untuk campuran semen dan semakin keras. Kemudian karena residu nol, maka bisa digunakan untuk pupuk dan diyakini sangat bagus untuk tumbuhan. Bahkan, kalau dibakar kembali residu itu habis tak bersisa. Kemudian, perbandingan residu pembakaran semalam sampah 5 dum truck residunya cuma 2 angkong saja.</p>



<p>&#8220;Kedepannya kami bercita-cita menciptakan listrik gratis kepada warga, dengan memanfaatkan panas pembakaran sampah ini agar bisa menjadi listrik. Alatnya sudah selesai dan dalam waktu dekat akan dilaunching segera,&#8221; papar Sigid.</p>



<p>Sedangkan untuk ketahanan pangan, Kepala Desa ini sedang mengembangkan tanaman Alpukat Siger dari Lampung. Memilih tumbuhan ini, karena produktivitas tanamannya yang sangat produktif.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201006</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Sentra Kerajinan Kulit di Magetan, Novita Berharap The Craft Man Trenggalek Miliki Outlet</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-sentra-kerajinan-kulit-di-magetan-novita-berharap-the-craft-man-trenggalek-miliki-outlet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[novita]]></category>
		<category><![CDATA[outlet]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200988</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, mengkunjungi sentra kerajinan kulit yang ada di Kabupaten Magetan. Seperti diketahui, industri dan kerajinan kulit menjadi hal penting bagi Kabupaten Magetan, sebab produksi kulit menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) di kabupaten tersebut secara signifikan. Keberadaan industri kecil menengah (IKM) di lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, mengkunjungi sentra kerajinan kulit yang ada di Kabupaten Magetan.</p>



<p>Seperti diketahui, industri dan kerajinan kulit menjadi hal penting bagi Kabupaten Magetan, sebab produksi kulit menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) di kabupaten tersebut secara signifikan. Keberadaan industri kecil menengah (IKM) di lingkungan industri kulit (LIK) juga UMKM produk kerajinan kulit, itu telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Magetan dan sekitarnya. Sehingga, sangat membantu dalam mengurangi jumlah pengangguran.</p>



<p>Menurut Novita, salah satu pengerajin kulit di Trenggalek The Craft Man, itu mampu dan berpotensi didorong untuk punya outlet seperti sentra kerajinan kulit di Kabupaten Magetan. Optimis akan hal ini karena karya-karya The Craft Man sendiri selain kekinian, juga diyakini Novita mampu bersaing di pasaran.</p>



<p>&#8220;Ternyata, PR saya masih banyak sebagai Ketua Dekranasda. Ingin sebenarnya bisa mendorong The Craft Man, menjadi salah satu pengerajin kulit yang bisa mempunyai outlet seperti Karya Pahala di Magetan ini,&#8221; ungkapnya, saat dikonfirmasi, Minggu (05/11/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena potensinya ada, sambungnya, The Craft Man di Trenggalek harus di support agar bisa seperti itu. Karena seperti sentra kerajinan kulit Magetan ini, telah memproduksi berbagai jenis produk kerajinan. Diantaranya sepatu kulit, dompet kulit, tas kulit, sandal kulit, jaket kulit dan lain sebagainya.</p>



<p>Namun, paoarnya, yang paling populer adalah sepatu kulit asli Magetan. Sepatu Kulit Magetan sudah terkenal dengan kualitasnya yang sangat baik, karena awet dan tahan lama. Yang membuat produk Sepatu Kulit Asli Magetan berkualitas baik, adalah dari proses produksinya yang dilakukan secara Hand Made oleh para pengrajin.</p>



<p>Dalam kunjungannya ke Magetan, istri Bupati Trenggalek ini juga mencoba berkaca dengan industri kulit yang dimiliki kabupaten yang berada di Kaki Gunung Lawu. Tidak hanya berkaca, Novita juga mencoba menjalin kerja sama agar Trenggalek bisa melakukan hal yang sama.</p>



<p>&#8220;Saya berharap seluruh sektor ekonomi di masyarakat dapat kembali bergerak dan tumbuh. Dan yang paling penting, kedepannya kita akan coba menjalin kerjasama agar Trenggalek bisa melakukan hal serupa,&#8221; harap Novita. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200988</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
