<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>magnet &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/magnet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 03:30:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>magnet &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Wisata Lebaran, Disporapar Catat Kunjungan Wisatawan Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat</link>
					<comments>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen Lebaran terlihat cukup signifikan berdasarkan pemantauan di lapangan. Meski begitu, data pasti jumlah kunjungan wisatawan masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan pada awal April 2026.</p>



<p>“Kita lihat nanti angka pastinya di bulan April. Yang jelas, ada peningkatan kunjungan dan terlihat keramaian di beberapa titik destinasi wisata,” kata Baihaqi, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Alun-Alun Merdeka menjadi salah satu lokasi yang paling dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Ruang terbuka publik di pusat Kota Malang tersebut kembali menjadi magnet wisata keluarga, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alun-Alun Merdeka kembali menjadi magnet wisata keluarga. Hampir setiap hari terlihat ramai pengunjung yang datang untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga,” jelasnya.</p>



<p>Selain Alun-Alun Merdeka, sejumlah destinasi wisata tematik dan kawasan heritage juga mengalami lonjakan kunjungan, di antaranya Hawai Waterpark serta kawasan Kayutangan Heritage yang tetap menjadi tujuan favorit wisatawan.</p>



<p>Lebih lanjut, lonjakan wisatawan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan. Berdasarkan laporan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel di Kota Malang selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Kondisi itu dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>



<p>“Okupansi penginapan meningkat. Ini tentu berdampak pada realisasi PAD Kota Malang, khususnya dari pajak hotel dan restoran,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>500 Pesepeda Ramaikan M11 Family Reunion, Kota Malang Jadi Magnet Sport Tourism</title>
		<link>https://memontum.com/500-pesepeda-ramaikan-m11-family-reunion-kota-malang-jadi-magnet-sport-tourism</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pesepeda]]></category>
		<category><![CDATA[ramaikan]]></category>
		<category><![CDATA[reunion,]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk ketiga kalinya, event sepeda lipat (Seli) nasional bertajuk M11 Family Reunion, kembali digelar di Kota Malang, Sabtu (21/06/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, tidak kurang sekitar 500 peserta dari 82 komunitas dari berbagai daerah Indonesia seperti Batam, Padang, Gorontalo dan tentunya Jawa, meramaikan acara yang menjadi bagian untuk menyemarakkan peringatan HUT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk ketiga kalinya, event sepeda lipat (Seli) nasional bertajuk M11 Family Reunion, kembali digelar di Kota Malang, Sabtu (21/06/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, tidak kurang sekitar 500 peserta dari 82 komunitas dari berbagai daerah Indonesia seperti Batam, Padang, Gorontalo dan tentunya Jawa, meramaikan acara yang menjadi bagian untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-111 Kota Malang.</p>



<p>Kegiatan yang diinisiasi komunitas Ngalam Folding Bike, ini menempuh rute sepanjang 50 kilometer dimulai dari Hotel Shalimar dan berakhir di Balai Kota Malang. Event sport tourism, pun menjadi wujud kolaborasi Pemkot Malang dengan komunitas dalam menyukseskan program prioritas ‘1.000 Event’ serta Dasa Bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang utamanya Ngalam Tahes dan Ngalam Asyik.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud dukungan terhadap visi Kota Malang sebagai destinasi sport tourism. “Peserta senang, karena atmosfer Kota Malang berbeda dengan kota lain. Udaranya sejuk, pemandangan indah dan daya tarik wisata yang lengkap. Banyak pesepeda, bahkan dari luar Jawa tertarik ikut event seperti ini,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa event ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Tingkat hunian hotel meningkat, begitu pula konsumsi makanan dan belanja. Mereka tidak hanya bersepeda, tapi juga berwisata dan menikmati kuliner Kota Malang,” sambungnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana M11, Arif Tri Sastyawan, menyebutkan tema event yang diangkat tahun ini adalah ‘Family Reunion’, yang menjadi wadah reuni peserta di event sebelumnya, yakni M109, M110 dan Jamselinas (Jambore Sepeda Lipat Nasional).</p>



<p>“Ada tiga kategori, solo rider, keluarga, dan komunitas, tapi tetap mengusung semangat fun bike dan sport tourism. Antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan tiket M11 langsung sold out hanya dalam tiga hari,” ungkap Arif.</p>



<p>Tidak hanya bersepeda, peserta juga diajak mengeksplorasi dan berfoto di ikon-ikon menarik Kota Malang, seperti Kayutangan Heritage, Ijen Boulevard, Kampung Warna-Warni, Alun-Alun Tugu serta mengikuti M11 Photo Challenge.</p>



<p>Perwakilan dari salah satu komunitas Srikandi Dua Pedal, mengatakan bahwa komunitasnya senang sekali mengikuti event M111 ini. Menurut komunitas yang beranggotakan para perempuan ini, Kota Malang menjadi daerah yang sangat representatif untuk penyelenggaraan event bersepeda.</p>



<p>“Semoga ke depan ada event yang lebih besar, melibatkan pecinta berbagai jenis sepeda. Sehingga lebih banyak yang bisa eksplorasi Kota Malang. Kan, memang Kota Malang ini Kota Pendidikan, Kota Wisata, Kota Budaya, rutenya juga asyik, cocok untuk sport tourism,” ujarnya antusias. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serah Terima Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru, Pj Bupati Pasuruan Optimis Jadi Magnet Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/serah-terima-gerbang-wisata-bromo-tengger-semeru-pj-bupati-pasuruan-optimis-jadi-magnet-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerbang]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, optimis bahwa keberadaan Tengger Culture Center (TTC) menjadi magnet tersendiri untuk memikat wisatawan. Tidak hanya pengunjung domestik, tetapi juga pelancong mancanegara. Hal itu, disampaikannya saat Penandatanganan Bersama Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) Sementara Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru Pasuruan, Senin (30/12/2024) tadi. Menurut Pj Bupati Nurkholis, bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, optimis bahwa keberadaan Tengger Culture Center (TTC) menjadi magnet tersendiri untuk memikat wisatawan. Tidak hanya pengunjung domestik, tetapi juga pelancong mancanegara. Hal itu, disampaikannya saat Penandatanganan Bersama Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) Sementara Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru Pasuruan, Senin (30/12/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Pj Bupati Nurkholis, bahwa pembangunan gerbang wisata yang berlokasi di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, diharapkan tidak hanya sebagai rest area. Tetapi, sekaligus sebagai pusat budaya, tempat yang menyajikan informasi seputar kebudayaan Tengger secara utuh dan bisa dijadikan sebagai tempat belajar. Termasuk, media promosi untuk melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Tengger.</p>



<p>&#8220;Saya meyakini, Tengger Culture Center menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang berkunjung di sini. Apalagi viewnya Teras Sunset yang jauh lebih menarik jika dibandingkan dari objek wisata pegunungan lainnya. Tinggal bagaimana kita mengeksplorasi semua potensi lokal warga Desa Ngadiwono dan lainnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, kehadiran Tengger Culture Center semakin melengkapi keindahan panorama yang berada dalam satu kawasan dengan Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru. Berwisata ke Desa Ngawidono semakin menyenangkan dengan mampir di bangunan kuliner dan cinderamata yang menjadi paket wisata bundling di satu area yang sama.</p>



<p>&#8220;Tengger Culture Center bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat Tosari. Tentunya dengan tanpa menghilangkan kearifan budaya dan adat istiadat warga setempat. Jadi monggo bisa dimanfaatkan betul,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya, Airyn Saputri Harahap, dalam sambutannya berharap, Tengger Culture Center segera dikelola dan dimanfaatkan untuk dijadikan lokasi bermacam kegiatan. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga setempat.</p>



<p>&#8220;Kami berharap sangat, setelah kegiatan hari ini, kepada camat, kepala desa, tokoh masyarakat, bisa segera diadakan event-event budaya misalnya. Digunakan juga untuk jualan di kios cinderamata. Di depan juga ada Panggung Budaya, ada Teras Sunset. Semua kami bangun memang dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tosari,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi, inisiatif Pj Bupati Nurkholis yang akan menggelar kegiatan Pemasangan Ribuan Udeng Tengger di akhir Januari 2025 nanti. Seraya berharap, apa yang telah dicanangkan ke depannya dapat berjalan lancar sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Selain dari sisi budaya, Kecamatan Tosari juga terkenal dengan ragam potensi agronya. Mulai dari kentang, kubis, brokoli, strawberry dan tanaman hortikultura lainnya. Beragam potensi hortikultura unggulan itu juga yang melengkapi stan kuliner dan display produk UMKM. Disediakan khusus di Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru sebagai buah tangan atau cinderamata khas Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Diketahui, Tengger Culture Center dan Teras Sunset bagian dari proyek pembangunan penataan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. Kedua bangunan megah bernuansa ornamen etnik identitas Suku Tengger tersebut dilengkapi dengan bangunan cinderamata, bangunan kuliner, panggung budaya dan beberapa sarana prasarana pendukung lainnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semarak Hari Jadi Ke-1145, Event Bazarku Ini Bazarmu Jadi Magnet Masyarakat Kota Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/semarak-hari-jadi-ke-1145-event-bazarku-ini-bazarmu-jadi-magnet-masyarakat-kota-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 14:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bazarku]]></category>
		<category><![CDATA[bazarmu]]></category>
		<category><![CDATA[ke-1145,]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[semarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212248</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri yang ke-1145, semakin meriah. Event Bazarku Ini Bazarmu, menjadi daya tarik dan mengundang animo masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya, untuk datang di Lapangan Gajah Madha, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (19/07/2024) tadi. Kegiatan yang diprakarsai oleh Kantor Kecamatan Pesantren Kota Kediri ini, menjadi sebuah ajang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri yang ke-1145, semakin meriah. Event Bazarku Ini Bazarmu, menjadi daya tarik dan mengundang animo masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya, untuk datang di Lapangan Gajah Madha, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (19/07/2024) tadi.</p>



<p>Kegiatan yang diprakarsai oleh Kantor Kecamatan Pesantren Kota Kediri ini, menjadi sebuah ajang bagi masing-masing warga dari kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Pesantren. Mereka berkompetisi menghadirkan stand bazar UMKM terbaik. Dimana pada tahun ini mengusung tema Neon Light.</p>



<p>Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mandung Sulaksono, yang hadir dalam kegiatan, mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya acara yang bisa menarik antusiasme warga. “Acara yang sangat luar biasa meriah. Saya sangat setuju dan berharap kegiatan ini rutin terus dilakukan di setiap tahunnya,” katanya.</p>



<p>Menurut Mandung, helatan ini mampu menjadi wadah bagi UMKM untuk unjuk diri dan mengenalkan produk-produk unggulan pada masyarakat. Dirinya berharap, kegiatan ini bisa semakin memberdayakan UMKM di Kota Kediri serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Pesantren, Widiantoro, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menggelar acara tersebut guna memfasilitasi warga di wilayah Kota Kediri, khususnya di Kecamatan Pesantren. “Tidak hanya sebagai sarana rekreasi atau hiburan saja, melainkan juga pengembangan ekonomi kreatif dan edukasi kepada masyarakat tentang perekonomian daerah, kesenian dan budaya asli Kota Kediri, utamanya di Kecamatan Pesantren,” katanya.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, peserta Bazarku Ini Bazarmu terdiri dari berbagai elemen yang berbeda. Sedikitnya ada 12 unsur peserta yang turut memeriahkan agenda ini. “Pesertanya dari 15 kelurahan di wilayah Kecamatan Pesantren, Dinkop-UMTK, PG Pesantren Baru, Bank BRI, Bank BPR, Satgas PPA, WPA, Karang Taruna, PPK, Panwascam dan beberapa unit usaha di wilayah Kecamatan Pesantren,” jelasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, kompetisi dekorasi stand kreatif Bazarku Ini Bazarmu dimenangkan oleh Kelurahan Betet sebagai juara I, Kelurahan Jamsaren sebagai juara II, sementara untuk juara III dimenangkan oleh kelurahan Burengan.</p>



<p>Sebagai hiburan, kegiatan ini menghadirkan Cak Percil CS Guyon Maton untuk menghibur masyarakat yang hadir sebagai hiburan puncak dan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212248</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berkah Tahun Baru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Jadi Magnet Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/berkah-tahun-baru-wisata-air-terjun-tumpak-sewu-lumajang-jadi-magnet-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204087</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Panorama keindahan alam Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, selalu menyimpan pesona magis yang tidak terbantahkan. Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, keindahan alam spektakuler tersebut bukan hanya menjadi magnet bagi para wisatawan domestik, tetapi juga menarik perhatian para pelancong mancanegara. Setiap harinya, kawasan wisata tersebut dipenuhi oleh kerumunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Panorama keindahan alam Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, selalu menyimpan pesona magis yang tidak terbantahkan.</p>



<p>Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, keindahan alam spektakuler tersebut bukan hanya menjadi magnet bagi para wisatawan domestik, tetapi juga menarik perhatian para pelancong mancanegara. Setiap harinya, kawasan wisata tersebut dipenuhi oleh kerumunan wisatawan yang terpesona oleh kecantikan alam yang luar biasa.</p>



<p>Seorang Tour Guide, Dedy Kristanto, yang mengabdi di Mahameru Outbound, berseru gembira tentang lonjakan pengunjung yang signifikan sejak awal liburan Natal. &#8220;Alhamdulillah, liburan ini tiap hari selalu ada tamu. Yang paling banyak, saya bawa dari wisman Asia, terutama China,&#8221; ungkapnya, Rabu (03/01/2023) tadi.</p>



<p>Wisatawan mancanegara tidak hanya membawa berkah bagi para Tour Guide seperti Dedy, tetapi juga memberikan angin segar bagi para pemilik usaha UMKM dan homestay di sekitar kawasan Tumpak Sewu. Kunjungan yang padat dari para pelancong tersebut, memberikan dampak positif pada perekonomian lokal dan menciptakan gelombang keberlanjutan bagi para pelaku usaha di daerah itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bukan hanya itu, Mahameru Outbound juga merasakan keuntungan dari permintaan berlebihan oleh instansi pemerintahan yang memilih Kecamatan Pronojiwo sebagai destinasi Outbound Capacity Building. &#8220;Banyak dari kantor-kantor yang memilih kami untuk outbound. Kami menyediakan paket wisata Lava Tour dan Outbound, berkeliling di aliran lahar Gunung Semeru, menikmati spot alam yang indah, juga ada outbound untuk meningkatkan kekompakan pegawai. Dan tentunya, kami selalu mengakhiri perjalanan di Tumpak Sewu,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dedy juga memberikan rekomendasi beberapa spot wisata di Kecamatan Pronojiwo, seperti Air Terjun Goa Tetes, Wisata Sarkawi, Air Terjun Kapas Biru, dan Coban Sriti. Di samping itu, ada juga kawasan hutan pinus yang asri dan keindahan alam Simbar Semeru yang dapat dinikmati oleh para wisatawan yang mencari petualangan dan kedamaian alam yang tak terlupakan.</p>



<p>Dengan gemuruh kunjungan yang terus meningkat, Tumpak Sewu tetap menjadi destinasi unggulan yang mampu menghidupkan roda perekonomian lokal, memberikan kebahagiaan bagi wisatawan, dan merajut kenangan tak terlupakan di setiap sudutnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204087</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawasan Kayutangan Heritage Jadi Magnet Baru Bagi Wisatawan dan Pengusaha</title>
		<link>https://memontum.com/kawasan-kayutangan-heritage-jadi-magnet-baru-bagi-wisatawan-dan-pengusaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Sep 2023 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198318</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Wisata Kayutangan Heritage yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang, kini telah menjadi magnet baru bagi wisatawan dan para pengusaha. Terbukti, di tahun 2023 ini pertumbuhan ekonomi yang ada, terus meningkat. Tentunya, hal tersebut juga tidak lepas dari pembenahan dan kebijakan yang telah dilakukan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Wisata Kayutangan Heritage yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang, kini telah menjadi magnet baru bagi wisatawan dan para pengusaha. Terbukti, di tahun 2023 ini pertumbuhan ekonomi yang ada, terus meningkat. Tentunya, hal tersebut juga tidak lepas dari pembenahan dan kebijakan yang telah dilakukan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arief Tri Sastyawan, menyampaikan jika dengan adanya destinasi wisata baru tersebut di samping mengundang sejumlah pengunjung yang hadir, juga mendatangkan para pengusaha. &#8220;Alhamdulillah, dari data laporan Pokdarwis Kayutangan, sementara ini luar biasa. Tetapi, nanti akan terus kita data bagaimana pertumbuhan ekonomi di sana. Kemudian, mengenai perizinannya bagaimana. Tentunya, ini nanti kita bantu untuk kepengurusan perizinan, karena saya yakin dengan adanya banyak kafe yang ada juga menyerap tenaga kerja,” ucap Arief, Minggu (17/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Arief, jika dengan adanya kawasan tersebut tentu pemilik kafe, hotel dan resto yang ada juga harus menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Sehingga, hal tersebut juga untuk menekan angka pengangguran Kota Malang.</p>



<p>“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa pengusaha di Kayutangan harus menggunakan tenaga kerja lokal, kecuali untuk posisi-posisi tertentu yang memang membutuhkan keahlian khusus, seperti akuntansi atau teknisi. Tetapi kalau sifatnya kebersihan, pramusaji itu harus memanfaatkan masyarakat sekitar,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Arief mengatakan, bahwa setidaknya 50 persen dari tenaga kerja yang dipekerjakan harus berasal dari penduduk asli Malang (ber KTP Malang). Tentunya, para pekerja tersebut menurutnya juga tidak boleh semena-mena dan juga harus sesuai dengan perjanjian kontrak yang telah dibuat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sehingga, jangan mentang-mentang orang Malang bisa bekerja senaknya. Tentu, ada kewajiban dan hak dari masing-masing pekerja dan pengusaha. Nantinya, kamipun akan selalu melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan tersebut. Jika persentase penyerapan tenaga kerja lokal tidak mencapai 50 persen, kami akan mengingatkan dan tidak mengeluarkan izin perizinan baru,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Tidak berhenti sampai di situ, menurutnya salah satu perusahaan asing juga telah mengajukan investasi di kawasan tersebut. Namun, hal itu masih dalam proses dan terus digodok oleh OPD terkait.</p>



<p>“Kemarin ada pengajuan investasi, yang salah satunya mengenai pengelolaan parkir. Namun, ini masih kita godok,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan jika sampai dengan saat ini jumlah UMKM yang ada di Kawasan Wisata Kampung Kayutangan Heritage, ada sekitar 88 UMKM. Namun, jumlah tersebut masih belum termasuk yang ada di Koridor Kayutangan Heritage. Ke depan, Diskopindag Kota Malang masih akan terus mendata jumlah UMKM yang ada di kawasan tersebut.</p>



<p>“Sementara ini yang telah masuk di data kami, itu masih di dalam kampung. Sedangkan untuk yang di koridor, itu belum. Tapi akan segera kita data dan tentunya jumlah UMKM di Kayutangan Heritage, terus bertambah. Apalagi dengan penataan yang sudah seperti saat ini dan telah mendapatkan penghargaan ADWI ke 5 se Indonesia. Sehingga, ini akan terus berdampak pada UMKM Kayutangan,” imbuh Eko. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198318</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
