<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mahasiswa Asing &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mahasiswa-asing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2019 14:49:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mahasiswa Asing &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Apresiasi Mahasiswa Asing Polinema, STIKI dan UTM Kenalkan Bahasa dan Budaya Indonesia di International Camp 2019 Bangkalan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-apresiasi-mahasiswa-asing-polinema-stiki-dan-utm-kenalkan-bahasa-dan-budaya-indonesia-di-international-camp-2019-bangkalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 15:35:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[International Camp]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92676-pemkot-malang-apresiasi-mahasiswa-asing-polinema-stiki-dan-utm-kenalkan-bahasa-dan-budaya-indonesia-di-international-camp-2019-bangkalan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekitar 55 mahasiswa asing dari 9 negara mengikuti program International Camp di Malang Raya dan Bangkalan, selama 10 hari (4-13/9/2019). Bertemakan Ecotourism Branding for Economic Suistanability in Malang Regency and Bangkalan Regency: A Project Based Learning, para mahasiswa asing belajar dan menganalisa, serta menyelesaikan permasalahan yang ada dari beberapa tempat yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekitar 55 mahasiswa asing dari 9 negara mengikuti program International Camp di Malang Raya dan Bangkalan, selama 10 hari (4-13/9/2019). Bertemakan Ecotourism Branding for Economic Suistanability in Malang Regency and Bangkalan Regency: A Project Based Learning, para mahasiswa asing belajar dan menganalisa, serta menyelesaikan permasalahan yang ada dari beberapa tempat yang dikunjungi.</p>
<p>Terbagi dalam 3 kelompok Perguruan Tinggi, di antaranya Politeknik Negeri Malang (Polinema), Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKI) Malang dan Universitas Trunojojo Madura (UTM) Bangkalan, para mahasiswa asing berasal dari Malaysia, Laos, Cekoslovakia, Sudan, Sudan Selatan, Madagaskar, Gambia, Yaman, dan Kenya</p>
<div id="attachment_92679" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-92679" decoding="async" class="size-full wp-image-92679" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0255-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko, menerima cenderamata dari perwakilan International Camp, didampingi Sekda Wasto dan Ketua Panitia Nur Salam. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0255-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0255-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0255-copy.jpg?resize=217%2C122&amp;ssl=1 217w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0255-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-92679" class="wp-caption-text"><strong>Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko, menerima cenderamata dari perwakilan International Camp, didampingi Sekda Wasto dan Ketua Panitia Nur Salam. (rhd)</strong></p></div>
<p>Kepala Kantor Urusan Internasional Polinema Malang, Dr. Nur Salam, menyampaikan bahwa program hasil kerjasama antara Polinema, STIKI dan UTM ini bertujuan untuk mengenalkan Perguruan Tinggi di Indonesia dan budaya daerah setempat.</p>
<p>&#8220;Program hibah dari Kemenristekdikti ini kali kedua bagi kami di Malang. Melalui tema yang diangkat tahun ini, mahasiswa internasional dikenalkan pada mangrove di Madura, pengenalan tentang batik dan budaya di Madura dan Malang, termasuk budaya dan bahasa Indonesia. Harapannya, ketika pulang ke negaranya masing-masing, mereka akan mengenalkan negara kita kepada warga disana,&#8221; seru pria yang didapuk sebagai Koordinator Panitia ini.</p>
<p>Kegiatan seperti ini, lanjut Salam, merupakan upaya edukasi dan literasi terkait informasi negatif yang berkembang di Indonesia. Sehingga dengan datang ke Indonesia dan merasakan keamanan dan kenyamanan, diharapkan mahasiswa asing tersebut dapat membawa kabar baik sebenarnya. &#8220;Kegiatan ini membuktikan kepada mereka bahwa Indonesia itu aman, masyarakatnya ramah, kaya ragam budaya, dan lainnya,&#8221; jelas Salam, disela acara Gala Dinner International Camp 2019, di Gazebo Balaikota Malang, Kamis (12/9/2019) malam.</p>
<p>Diharapkan kegiatan internasional semacam ini dapat mendongkrak kerjasama internasional antara kampus di Indonesia dan kampus di luar negeri.</p>
<div id="attachment_92678" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-92678" decoding="async" class="size-full wp-image-92678" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0256-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Para mahasiswa asing program International Camp 2019. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0256-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0256-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0256-copy.jpg?resize=217%2C122&amp;ssl=1 217w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0256-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-92678" class="wp-caption-text"><strong>Para mahasiswa asing program International Camp 2019. (rhd)</strong></p></div>
<p>&#8220;Salah satu manfaat langsung yang didapatkan Polinema adalah satu-satunya Politeknik yang memiliki 5 kelas internasional, yaitu Informatika, Akuntansi, Akuntansi Bisnis, Teknik Sipil, dan Teknik Listrik. Dengan pola skema full beasiswa (bebas UKT dan dapat uang saku), semifull beasiswa (bebas UKT saja), dan mandiri (bayar sendiri),&#8221; tandas Salam.</p>
<p>Sementara itu, Ketua STIKI Malang, Dr Eva Handriyantini S.Kom, MMT, mengatakan, para mahasiswa asing tak sekedar menikmati keindahan dan ragam budaya Nusantara di Jawa Timur, khususnya Malang Raya dan Madura. Mereka belajar dan menganalisa, serta menyelesaikan permasalahan yang ada dari beberapa tempat yang dikunjungi, melalui kreativitas yang dibuatnya.</p>
<p>&#8220;Dengan keterbatasan bahasa dalam komunikasi, mereka dapat menghasilkan output yang luar biasa dalam menjalani program ini. Saya harap kita dapat menciptakan sesuatu yang baru di lain waktu dalam membangun masa depan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut berkesinambungan. Sehingga terjalin jejaring internasional antara mahasiswa asing dan mahasiswa Indonesia,&#8221; ungkap Eva.</p>
<div id="attachment_92677" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-92677" decoding="async" class="size-full wp-image-92677" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0257-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko, menyematkan syal Arema kepada peserta terbaik. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0257-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0257-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0257-copy.jpg?resize=217%2C122&amp;ssl=1 217w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190913-WA0257-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-92677" class="wp-caption-text"><strong>Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko, menyematkan syal Arema kepada peserta terbaik. (rhd)</strong></p></div>
<p>Diakhir kegiatan, para mahasiswa asing dijamu Pemkot Malang sebagai apresiasi atas kepercayaan dan kontribusi solusi yang diberikan mahasiswa asing kepada Kota Malang. Turut hadir diantaranya Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH, Kepala KUI dari Polinema, STIKI, dan UTM, serta jajaran OPD Kota Malang, menyambut hangat sejumlah mahasiswa internasional yang menjadi peserta konsorsium serta observer ini.</p>
<p>Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, Pemkot Malang sangat mendukung dan menyambut mahasiswa asing yang ingin menjadikan Malang sebagai destinasi untuk pendidikan, karena sejatinya gerbang pendidikan di Kota Malang selalu terbuka lebar. Terbukti dari jumlah tampungan mahasiswa baru yang dapat mencapai 100 ribu setiap tahunnya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Kota Malang sangat menarik bagi mahasiswa asing dan nasional untuk studi. Sekaligus miniatur Indonesia dalam hal keberagaman, dengan menjadi rujukan kota Pendidikan terbaik di Indonesia. Warga Malang selalu menjunjung tinggi kekuatan cinta damai dalam Salam Satu Jiwa. Oleh karena itu, kami sangat terbuka dalam kerjasama multilateral, khususnya antar lembaga perguruan tinggi,&#8221; sambut Bung Edi, sapaan akrabnya. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92676</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UMM Jaring Mahasiswa Asing Terbanyak, Optimalkan BIPA dan KNB</title>
		<link>https://memontum.com/umm-jaring-mahasiswa-asing-terbanyak-optimalkan-bipa-dan-knb</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2019 01:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92233-umm-jaring-mahasiswa-asing-terbanyak-optimalkan-bipa-dan-knb</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambut 8 mahasiswa baru (maba) asing program beasiswa Darmasiswa RI dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan 15 maba asing program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dalam Opening Ceremony Mahasiswa BIPA UMM 2019/2020 di Ruang Sidang Senat UMM, Senin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambut 8 mahasiswa baru (maba) asing program beasiswa Darmasiswa RI dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan 15 maba asing program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dalam Opening Ceremony Mahasiswa BIPA UMM 2019/2020 di Ruang Sidang Senat UMM, Senin (9/9/2019).</p>
<p>UMM kembali dipercaya oleh Kemendikbud di tahun ke-14 dalam pelaksanaan program Darmasiswa dan Kemenristekdikti di tahun ke-4 dalam pelaksanaan program KNB. Atas kepercayaan tersebut, UMM selalu menerima lebih dari 15 mahasiswa asing dalam beberapa gelombang setiap tahunnya. Kali ini berasal dari Hungaria, Sudan, Amerika, Afrika barat, Azerbaijan, Vietnam, Thailand, Korea Selatan dan Jepang.</p>
<div id="attachment_92235" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-92235" decoding="async" class="size-full wp-image-92235" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_184903-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Penerimaan mahasiswa asing oleh BIPA dan jajaran Rektorat UMM. (ist)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_184903-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_184903-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_184903-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_184903-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_184903-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-92235" class="wp-caption-text"><strong> Penerimaan mahasiswa asing oleh BIPA dan jajaran Rektorat UMM. (ist)</strong></p></div>
<p>&#8220;Sejak tahun 2006, UMM dipercaya Kemendikbud melaksanakan program Darmasiswa. Karena selalu berjalan baik dan sukses, UMM juga mendapatkan amanah Kemenristekdikti melaksanakan program KNB sejak tahun 2015,&#8221; jelas Kepala UPT Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM Dr Arif Budi Wurianto, MSi, usai opening ceremony.</p>
<p>Dengan kepercayaan tersebut, UMM mencatatkan diri sebagai PTS penerima mahasiswa asing terbanyak dari 64 perguruan tinggi di Indonesia. &#8220;Alhamdulillah UMM rutin diminati studi bagi warga negara asing. Meski program BIPA disebar ke 64 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, namun UMM selalu mendapat mahasiswa asing terbanyak,&#8221; seru Arif, sapaan akrabnya.</p>
<p>Disebutkan Arief, dalam program Darmasiswa, mahasiswa asing akan belajar bahasa dan budaya (non degree) selama satu tahun. Sementara program KNB, mahasiswa akan belajar berdasarkan jenjang pendidikan yang diikuti, seperti S1 atau S2 pada berbagai prodi di UMM.</p>
<p>&#8220;Kewajiban mereka selama 2-3 bulan pertama harus belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Sebelumnya mereka juga telah dibekali bahasa Indonesia di negara asalnya,&#8221; tambah Arief.</p>
<div id="attachment_92234" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-92234" decoding="async" class="size-full wp-image-92234" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_103436-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Dr Arif Budi Wurianto, MSi, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_103436-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_103436-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_103436-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_103436-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_20190909_103436-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-92234" class="wp-caption-text"><strong>Dr Arif Budi Wurianto, MSi, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)</strong></p></div>
<p>Prof. Dr. Syamsul Arifin menyebut, UMM memiliki visi Internasional. Indikatornya, UMM memiliki beberapa siswa dari luar negeri, dan memiliki hubungan baik dengan beberapa universitas luar negeri, dengan tujuan meningkatkan collaborative research dengan profesor-profesor luar negeri.</p>
<p>“Saya berharap dengan adanya program beasiswa ini, bisa mengembangkan visi Internasional UMM,” lanjut Syamsul.</p>
<p>Pengakuan Risa Orano (21 th), salah satu mahasiswa asing dari Keio Universty Jepang, tertarik belajar bahasa Indonesia lantaran suka dengan pengucapan bahasa Indonesia yang menurutnya unik dan indah. Pun dengan ketakjubannya pada UMM.</p>
<p>&#8220;Universitas Muhammadiyah Malang ini sangat besar sekali. Saya takjub sekali, sebab di dalam kampus ada danau di tengahnya,&#8221; serunya terbata-bata.</p>
<p>Pada kesempatan ini, para tim pengajar turut memperkenalkan diri dengan menggunakan beberapa pakaian adat yang dimiliki Indonesia. Seperti pakaian adat Jawa, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lampung dan lainnya, untuk memperkenalkan keberagaman suku dan juga budaya Indonesia. Sementara mahasiswa asing mengenakan pakaian dari negara asalnya.<strong> (adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Asing-FTP UB Sharing Pengalaman Inovasi Produk</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-asing-ftp-ub-sharing-pengalaman-inovasi-produk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2019 09:09:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[FTP UB]]></category>
		<category><![CDATA[IYSSE]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87593-mahasiswa-asing-ftp-ub-sharing-pengalaman-inovasi-produk</guid>

					<description><![CDATA[International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019 Memontum Kota Malang &#8211; Puluhan mahasiswa dari berbagai negara berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam ajang International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019, di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Senin (8/7/2019). Tak hanya sekedar inovasi baru, nantinya juga dapat menyelesaikan permasalahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019</strong></h2>
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Puluhan mahasiswa dari berbagai negara berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam ajang International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019, di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Senin (8/7/2019). Tak hanya sekedar inovasi baru, nantinya juga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dan menjadikan produk yang siap dikomersilkan.</p>
<p>Wakil Dekan III FTP UB, Yusuf Hendrawan, menjelaskan, IYSSE merupakan sebuah kegiatan yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa inovator dari Amerika, Thailand, Jepang, Malaysia, dan Indonesia, dalam hal ini mahasiswa FTP UB.</p>
<div id="attachment_87594" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87594" decoding="async" class="size-full wp-image-87594" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Beberapa stand pameran yang menampilkan produk inovasi karya mahasiswa FTP UB. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87594" class="wp-caption-text"><strong>Beberapa stand pameran yang menampilkan produk inovasi karya mahasiswa FTP UB. (rhd)</strong></p></div>
<p>&#8220;Mahasiswa asing dan mahasiswa FTP UB saling bertukar pengetahuan dengan mempresentasikan hasil penelitian dari negaranya masing-masing. Tak hanya menjadi pembelajaran bagi mahasiswa FTP UB, namun juga mahasiswa asing, agar mereka paham dan peka pada realitas di masyarakat akan kebutuhan inovasi,&#8221; ungkap Yusuf, disela pembukaan IYSSE.</p>
<p>Tujuan IYSSE sendiri adalah saling berkolaborasi dengan institusi di luar negeri untuk bisa saling berbagi pengetahuan tentang inovasi produk.</p>
<p>Mahasiswa asing mendatangi expo hasil inovasi mahasiwa FTP. Selanjutnya, mahasiswa asing ini memberikan masukan apa kekurangan dan kelebihan inovasi mahasiswa FTP.</p>
<p>&#8220;Sekitar 19 produk hasil inovasi mahasiswa FTP yang diikutkan dalam gelaran expo kali ini. Nantinya, dari masukkan tersebut, mahasiswa akan menyaring dan menyempurnakan inovasi produk agar standarnya mampu menarik pasar luar negeri,&#8221; tambah Yusuf.</p>
<p>Lebih lanjut, Yusuf menyampaikan teknologi pertanian merupakan ilmu terapan, sehingga semua inovasi hasil penelitian mahasiswa harus bisa menjadi produk yang siap untuk dikomersilkan.</p>
<p>&#8220;Istilahnya, angka Technology Readiness Level (TRL) harus angka sembilan. Artinya siap dikomersilkan. Jadi tidak ada penelitian yang selesai hanya sampai di buku dan disimpan di perpustakaan saja. Tapi harus bisa diwujudkan dalam bentuk produk yang bisa di komersilkan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain itu, beberapa inovasi mahasiswa FTP UB yang masuk dalam program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) akan didanai oleh DIKTI sebesar 200 juta. Selain itu, inovasi yang masuk Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) nantinya akan didanai oleh Dikti sebesar 400 juta untuk siap dikomersilkan secara masal.</p>
<p>&#8220;Dalam acara ini kami juga melaunching buku yang isinya berkaitan dengan inovasi-inovasi mahasiswa. Baik dari hibah program kreativitas mahasiswa maupun dari riset grup yang hasilnya berupa produk yang bisa dipasarkan dan dikomersilkan,&#8221; tandasnya.<strong> (adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UB Wadahi 16 Mahasiswa Asing Program Darmasiswa 2019</title>
		<link>https://memontum.com/ub-wadahi-16-mahasiswa-asing-program-darmasiswa-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2019 06:29:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Darmasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/27992-sekdaprov-minta-flpd-harus-bersinergi-susun-rkpd</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kali ketiga, Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menerima 16 peserta Program Darmasiswa pada tahun akademik 2019/2020, usai lolos seleksi pada bulan Maret dan April 2019 lalu. Dalam tahun akademik 2019/2020, UB akan mendapatkan 16 orang mahasiswa Program Darmasiswa, yaitu 3 orang dari Thailand, 1 orang dari Tunisia, 2 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kali ketiga, Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menerima 16 peserta Program Darmasiswa pada tahun akademik 2019/2020, usai lolos seleksi pada bulan Maret dan April 2019 lalu.</p>
<p>Dalam tahun akademik 2019/2020, UB akan mendapatkan 16 orang mahasiswa Program Darmasiswa, yaitu 3 orang dari Thailand, 1 orang dari Tunisia, 2 orang dari Amerika Serikat, 2 orang dari Jepang, 1 orang dari Ghana, 1 orang dari Kamboja, 1 orang dari Tiongkok, 1 orang dari Cheko, 2 orang dari Vietnam, 1 orang dari Rusia, dan 1 orang dari Korea Selatan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-87300" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_122016-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_122016-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_122016-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_122016-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_122016-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sebelumnya, pada tahun pertama (2017/2018), UB menerima 11 orang mahasiswa dari India, Korea Selatan, Madagaskar, Thailand, Ukraina, Tajikistan, Timor Leste, dan Sudan. Selanjutnya tahun akademik 2018/2019, UB menerima 7 mahasiswa Program Darmasiswa RI dari India, Madagascar, Rusia, Korea Selatan, Tanzania, dan Vietnam. Dimana semua mahasiswa asing telah mengikuti proses pembelajaran dengan baik.</p>
<p>Program Darmasiswa merupakan Program yang dicanangkan pemerintahan Republik Indonesia (RI) di bawah pengelolaan Badan Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya, bahasa, dan seni Indonesia kepada negara lain. Pemerintahan RI memberikan beasiswa kepada pemuda-pemuda dari negara asing (yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia) untuk belajar budaya, bahasa, dan seni Indonesia di beberapa perguruan tinggi di tanah air dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>&#8220;Selain pelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Program Darmasiswa RI di UB juga dirancang untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Dengan belajar membatik dan membuat gambar tentang seni Indonesia, kemudian mengunjungi museum, belajar seni Indonesia melalui gamelan Jawa,&#8221; ungkap ketua pelaksana Program Darmasiswa RI FIB UB, Rizki Nufiarni, M.A.</p>
<p>Para mahasiswa yang awalnya tidak bisa berbahasa Indonesia, saat ini tak hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia saja, tetapi juga dapat memahami budaya Indonesia dan menikmati kuliner Indonesia. Bahkan, beberapa mahasiswa ini ada yang berhasil meraih prestasi dalam beberapa kompetisi, baik tingkat lokal, regional, maupun nasional.</p>
<p>&#8220;Kami berharap program yang sudah kami jalankan selama 2 tahun ini dapat menjadi semakin baik di tahun berikutnya, mengingat peminat di UB untuk tahun ini semakin meningkat,&#8221; jelas Dekan FIB UB, Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA.</p>
<p>Pengalaman manis diungkapkan Phira, sapaan pemilik nama asli Ho Anh Nguyet, gadis asal Vietnam. Phira mengungkapkan beberapa pesan dan kesan selama menjalankan Program Darmasiswa RI di FIB UB tahun akademik 2018/2019.</p>
<p>&#8220;Saya mengucapkan banyak terima kasih karena telah membantu saya belajar bahasa dan budaya Indonesia. Selain itu, saya jadi lebih mengerti tentang kehidupan di Indonesia, baik masyarakat, tradisi, maupun budaya Indonesia. Ketika saya pulang, saya bisa menceritakan kembali tentang Indonesia pada keluarga dan teman-teman di negara saya,&#8221; ungkap Phira, ditemani Tran Huu Nguyet Cam, teman senegaranya.<strong> (adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Asing Petra Bikin Egrang</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-asing-petra-bikin-egrang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2019 20:42:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[UK Petra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81913-mahasiswa-asing-petra-bikin-egrang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya mengajarkan membuat dan bermain egrang kepada lima mahasiswa asing program Indonesian Spectrum. Para mahasiswa tersebut antara lain Choi Sungwon (Korea Selatan), Hwang Jeongwon (Korea Selatan), Kim Yujin (Korea Selatan), Natalia Saldanha (Timor Leste) dan Sadullobek (Tajikistan) Setelah membuat, kelima mahasiswa asing ini setelah membuat juga menghias egrang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya mengajarkan membuat dan bermain egrang kepada lima mahasiswa asing program Indonesian Spectrum. Para mahasiswa tersebut antara lain Choi Sungwon (Korea Selatan), Hwang Jeongwon (Korea Selatan), Kim Yujin (Korea Selatan), Natalia Saldanha (Timor Leste) dan Sadullobek (Tajikistan)</p>
<p>Setelah membuat, kelima mahasiswa asing ini setelah membuat juga menghias egrang yang telah disiapkan dalam mata kuliah Indonesian Craft In Practicedi. Ini dilaksanakan di laboratorium bahan Desain Interior, basement Gedung Q kampus UK Petra Surabaya, Rabu, (27/3/2019)</p>
<p>“Para mahasiswa selama di Indonesia akan mempelajari secara langsung kesenirupaan sebagai hasil kebudayaan masyarakat Indonesia,” kata Andereas Pandu Setiawan, dosen mata kuliah Indonesian Craft In Practice.</p>
<p>Lebih lanjut Pandu menjelaskan, mata kuliah ini mempelajari berbagai media seni rupa yang dalam keseharian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Karena menurutnya egrang sendiri merupakan salah satu praktikum membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan rekreasi.</p>
<p>Selain itu ia juga menceritakan, para mahasiswa asing tersebut terheran-terheran, karena menurut mereka egrang adalah suatu permainan yang asing di negara mereka tinggal.</p>
<p>“Banyak kok yang tidak tahu, bahkan anak-anak Indonesia sekarang kalau ditanyai satu per satu belum tentu mereka tahu egrang. Apalagi mereka yang dari luar Indonesia,” ucapnya.</p>
<p>Indonesian Spectrum merupakan program satu tahun untuk siswa asing yang ingin belajar lebih jauh mengenai Indonesia di UK Petra. &#8220;Kali ini, ada lima mahasiswa asing yang belajar di UK Petra,” tambah Pandu.</p>
<p>Kata dia, mereka belajar untuk mengetahui sekaligus memahami berbagai aspek tentang Indonesia mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya. “Egrang biasanya selama ini dikenal sebagai media bermain, dan biasanya tampilannya tidak dihias. Karena ini menjadi media senirupa maka mahasiswa akan belajar menghias sebagai media menggambar sekaligus belajar menggunakannya,” imbuhnya.</p>
<p>Hwang Jeongwon, mahasiswa asal Korea Selatan ini memgaku sedikit kesusahan ketika merakit egrang. “Susah dan sedikit bahaya karena nggak biasa menggunakan palu,” ucapnya</p>
<p>Mahasiswi asing yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mempunyai keinginan untuk mengajarkan egrang kepada teman-temannya yang ada di Korsel.</p>
<p>“Saya sudah coba tapi tidak bisa dan tidak imbang. ya aku mau tertarik mengajarkan ke teman-teman saya,” pungkas Jeongwon.</p>
<p>Sebelumnya mereka telah belajar banyak hal diantaranya praktikum membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan mata pencaharian (anyaman keranjang makanan, tikar dan tangga bambu), membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan rekreasi (dakon, egrang, patil lele dan lain-lain), membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual (patung, relief, batik, topeng dan lain-lain), serta membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan kebutuhan hidup bermasyarakat (fashion baju adat, senjata tradisional dan lain-lain).<strong> (sur/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81913</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Karaoke, Mahasiswa Asing Dikeroyok di Parkiran The Nine</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-karaoke-mahasiswa-asing-dikeroyok-di-parkiran-the-nine</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2019 15:19:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[pengeroyokan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81181-pulang-karaoke-mahasiswa-asing-dikeroyok-di-parkiran-the-nine</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Yousef ( 26) mahasiswa asing asal Libya yang sehari-harinya tinggal di kawasan Tidar, Kota Malang, Kamis (14/3/2019) pukul 03.30, menjadi korban pengeroyokan. Dia dikroyok 3 orang tak dikenal saat berada di area parkiran Karaoke The Nine, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bahkan akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Yousef ( 26) mahasiswa asing asal Libya yang sehari-harinya tinggal di kawasan Tidar, Kota Malang, Kamis (14/3/2019) pukul 03.30, menjadi korban pengeroyokan. Dia dikroyok 3 orang tak dikenal saat berada di area parkiran Karaoke The Nine, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p>Bahkan akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian bawah mata, memar di bagian dada dan leher. Kejadian ini masih dalam penyelidikan petugas Polres Malang Kota untuk menangkap para pelakunya.</p>
<p>Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa sebelum kejadian korban berkaroke di The Nine. Setelah selesai, dia menuju parkiran berniat untuk pulang. Namun saat itu, dia dihadang oleh 3 pelaku tidak dikenal.</p>
<p>Tanpa banyak kata, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan kepada korban. Karena kalah jumlah, korban pun kewalahan hingga beberapa kali terkena pukulan para pelaku. Beruntung kejadian itu bisa segera dilerai.</p>
<p>Meskipun pengeroyokan itu segera berakhir, namun akibat dari kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka. Bahkan, dia juga mengalami luka robek dibagian bawah mata.</p>
<p>Karena tidak menerimakan dengan adanya kejadian ini, korban menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polres Malang Kota. Korban sudah dibawa ke IGD RSSA Malang untuk mendapatkan visum dan kini kasusnya masih dalam penyelidikan.</p>
<p>&#8221; Ya benar korban sudah melapor dan masih dalam penyelidikan,&#8221; ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni, saat dikonfirmasi Memontum.<strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Jerman Meriahkan Pawai Obor Asean Games</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-jerman-meriahkan-pawai-obor-asean-games</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 12:54:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Asean Games]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48474-mahasiswa-jerman-meriahkan-pawai-obor-asean-games</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kemeriahan penyambutan obor pada beberapa kota yang dilewati juga dirasakan oleh warga Malang. Pertunjukan kesenian khas Malang maupun Jawa Timur turut dipertontonkan di Balaikota Malang. Misalnya Reog Ponorogo, yang dipentaskan oleh penari sanggar Sardulo Djoyo, Sukun, Malang. Menariknya, terlihat seorang wanita berparas western asal Jerman, Annita, terlihat bersama para penari lainnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kemeriahan penyambutan obor pada beberapa kota yang dilewati juga dirasakan oleh warga Malang. Pertunjukan kesenian khas Malang maupun Jawa Timur turut dipertontonkan di Balaikota Malang. Misalnya Reog Ponorogo, yang dipentaskan oleh penari sanggar Sardulo Djoyo, Sukun, Malang.</p>
<p>Menariknya, terlihat seorang wanita berparas western asal Jerman, Annita, terlihat bersama para penari lainnya berjalan mengelilingi bundaran Balaikota Malang dengan pakaian Reog Ponorogo. Annita merupakan salah satu calon mahasiswi asing yang akan menempuh bangku kuliah pada salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. Sebelum masa aktif kuliah, Annita mempelajari kesenian khas Indonesia di sanggar Sardulo Djoyo.</p>
<p>Pada bulan ini, Annita diberi kesempatan untuk memeriahkan acara penerimaan api obor Asean Games, dengan menyajikan pagelaran Reog Ponorogo. Berbalut baju khas seni tari tersebut, dia menjadi buah bibir masyarakat. Pasalnya, parasnya yang berbeda lebih menonjol dibandingkan anggota penari lainnya.</p>
<p>&#8220;Saya bangga tradisi Jawa bisa show in (ditampilkan) dan menambah rekan bermain,&#8221; pungkas Annita, sembari berharap perhelatan Asean Games XVIII berjalan dengan lancar dan sportif. <strong>(mg3/rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Mahasiswa UMM Asal Palestina Rayakan Idul Fitri di Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pengalaman-mahasiswa-umm-asal-palestina-rayakan-idul-fitri-di-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2018 14:48:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/44730-pengalaman-mahasiswa-umm-asal-palestina-rayakan-idul-fitri-di-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memutuskan meninggalkan kota Ramallah, Palestina sejak akhir Agustus 2017 silam, merangkaikan kisah panjang bagi Monther Rasheed selama di Indonesia. Penerima beasiswa Darmasiswa dari Pemerintah Indonesia tahun 2017 ini tinggal selama satu tahun di Indonesia. Di mulai dari Kota Malang, tepatnya menjadi mahasiswa generasi baru Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memutuskan meninggalkan kota Ramallah, Palestina sejak akhir Agustus 2017 silam, merangkaikan kisah panjang bagi Monther Rasheed selama di Indonesia. Penerima beasiswa Darmasiswa dari Pemerintah Indonesia tahun 2017 ini tinggal selama satu tahun di Indonesia.</p>
<p>Di mulai dari Kota Malang, tepatnya menjadi mahasiswa generasi baru Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2017, mengiringi perjalanannya mendapatkan keluarga baru di Indonesia. &#8220;Sejak pertama kali saya di UMM, saya sangat bangga dengan kampus ini. Semua orang baik dan anggap saya adalah keluarga baru mereka. Begitu pula, saat saya mendapatkan beasiswa di Indonesia, saya yakin dengan negara ini. Bagi kami orang-orang Palestina, orang-orang di Indonesia sangat peduli dengan kami,” jelas pria kelahiran Hebron, Palestina ini.</p>
<div id="attachment_2343" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-2343" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180620-WA0009-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Monther Rasheed. (ist)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-44731" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180620-WA0009-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180620-WA0009-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180620-WA0009-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-2343" class="wp-caption-text"><strong><em>Monther Rasheed. (ist)</em></strong></p></div>
<p>Mahasiswa yang selalu membawa bendera Palestina kemanapun saat pergi, menggebu-gebu mengisahkan pengalamannya merayakan hari raya di Malang. &#8220;Kami di Palestina tidak pernah bersedih lama-lama. Bagi kami, hidup kami harus berjalan terus. Pada hari raya pun, kami juga merayakannya seperti orang lain lakukan. Di hari raya tahun ini, saya sengaja tidak segera kembali ke Palestina. Karena saya ingin merasakan bagaimana berhari raya dengan keluarga pak Achmad Habib,&#8221; ungkapnya dengan wajah bahagia.</p>
<p>Diceritakannya, Achmad Habib merupakan dosen UMM, menurutnya beliau sangat terbuka memberikan kesempatan bagi Monther dan beberapa kawannya untuk tinggal bersama di kediamannya. &#8220;Keluarga baru saya adalah pak Habib, beliau memberikan kami tempat tinggal dan sangat baik pada kami. Dia merasa, kami keluarganya dan saya juga senang bisa punya ayah di sini,” tutur mahasiswa Bahasa Indonesia UMM ini. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44730</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
