<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Cuci Gowes Tanpa Listrik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mahasiswa-umm-ciptakan-mesin-cuci-gowes-tanpa-listrik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2021 08:08:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Cuci Gowes Tanpa Listrik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mahasiswa UMM Hadirkan Masker Khusus Tuna Rungu</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-umm-hadirkan-masker-khusus-tuna-rungu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 08:08:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Khusus Tuna Rungu]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Cuci Gowes Tanpa Listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149405</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penggunaan masker di setiap aktivitas menjadi sebuah keharusan dalam situasi pendemi seperti saat ini, demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Sayangnya, penggunaan masker ini menyulitkan para disabilitas tuna rungu dalam berkomunikasi. Melihat permasalahan tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi masker transparan sebagai solusinya. Baca Juga: &#8220;Ini adalah masker kain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penggunaan masker di setiap aktivitas menjadi sebuah keharusan dalam situasi pendemi seperti saat ini, demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Sayangnya, penggunaan masker ini menyulitkan para disabilitas tuna rungu dalam berkomunikasi. Melihat permasalahan tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi masker transparan sebagai solusinya.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Ini adalah masker kain tembus pandang ini terdiri dari dua lapis masker. Lapis luar pertama. Nampak seperti masker biasa yang berisikan filter penyaring yang diharuskan untuk diganti tiga hari sekali. Sementara lapis kedua yang berada di dalam merupakan masker transparan. Sehingga orang dapat melihat ekspresi dan gerak bibir dari para tuna rungu dan memudahkan dalam berkomunikasi,&#8221; ujar salah satu anggota tim, Habibah Latifus Syaidah, Sabtu (31/07)</p>



<p>Sebagai bahan dasar pengait masker, mereka pun memanfaatkan limbah sedotan.&nbsp; Menurut Habibah, pemilihan bahan dasar berbahan limbah ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastic yang sering ditemui.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi salah satu upaya kita bersama agar terus menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan sampah plastik,” ujarnya.</p>



<p>Habibah bersama tim awalnya membuat model usaha penjualan masker dengan desain yang unik saat mata kuliah kewirausahaan. Keunikan itulah yang menjadi potensi dari model usaha yang mereka bangun hingga akhirnya mendaftarkannya ke Program Kreatifitas Mahasiswa – Kewirausahaan (PKM-K). Bahkan PKM-K yang digarap oleh Habibah dan rekannya ini berhasil lolos pendanaan dari Direkorat Jendral Perguruan Tinggi (DIKTI) pada bulan Mei lalu.</p>



<p>&#8220;Saat ini kami tengah proses membuat masker dan akan dipasarkan pekan depan secara online. Harga masker yang dipatok yakni di kisaran Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu, harga tersebut juga sudah termasuk masker tiga filter serta strap masker,&#8221; katanya.</p>



<p>Terakhir, mahasiswa kelahiran Kediri tersebut berharap masker transparan ini bisa menjadi opsi untuk membantu komunikasi tuna rungu di tengah pandemi. Dia juga ingin agar usaha ini bisa menjadi peluang bisnis yang baru. &#8220;Komunikasi adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan. Maka dengan adanya inovasi kami ini, smeoga bisa memberikan manfaat luas kepada masyarakat, utamanya mereka para disabilitas tuna rungu,” jelasnya. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149405</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Cuci Gowes Tanpa Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-umm-ciptakan-mesin-cuci-gowes-tanpa-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2018 10:39:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Cuci Gowes Tanpa Listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=45155</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;-Pemakaian listrik pada mesin cuci membuat pengeluaran rumah tangga semakin tinggi. Hal ini menggugah mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan Mesin Cuci Gowes. Berawal dari mata kuliah Pengembangan Produk, kelompok mahasiswa ini sukses menghasilkan suatu karya, baik memodifikasi yang sudah atau membuat karya baru yang belum pernah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;-</strong>Pemakaian listrik pada mesin cuci membuat pengeluaran rumah tangga semakin tinggi. Hal ini menggugah mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan Mesin Cuci Gowes. Berawal dari mata kuliah Pengembangan Produk, kelompok mahasiswa ini sukses menghasilkan suatu karya, baik memodifikasi yang sudah atau membuat karya baru yang belum pernah ada sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Keterampilan jurusan teknik industri, salah satunya adalah membuat suatu produk dimana nantinya dapat diaplikasikan, baik untuk dunia industri maupun masyarakat,&#8221; terang Sekretaris Prodi Teknik Industri Dian Palupi Restuputri.</p>
<p><div id="attachment_45168" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/45155-mahasiswa-umm-ciptakan-mesin-cuci-gowes-tanpa-listrik/img-20180624-wa0008-copy" rel="attachment wp-att-45168"><img aria-describedby="caption-attachment-45168" decoding="async" class="size-full wp-image-45168" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180624-WA0008-copy.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1" alt=" Tim mahasiswa UMM pencipta Mesin Cuci Gowes." width="500" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180624-WA0008-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180624-WA0008-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180624-WA0008-copy.jpg?resize=270%2C180&amp;ssl=1 270w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-45168" class="wp-caption-text">Tim mahasiswa UMM pencipta Mesin Cuci Gowes.</p></div></p>
<p>Dibawah bimbingan dosennya, Muhammad Lukman, kelompok ini memanfaatkan mesin cuci rusak yang tak dipakai dan digabungkan dengan sepeda. Inovasi yang dilakukan Arvian Sinatrya Darussalam, dan delapan orang anggota kelompoknya ini, berhasil memberikan solusi bagi ibu rumah tangga  memudahkan mencuci baju dengan biaya relatif murah.</p>
<p>Memanfaatkan beberapa bagian rangka yang dirangkai semacam gir untuk memutar bagian dalam mesin cuci, dengan mengandalkan kaki untuk menggowes sepeda, alat ini cukup mudah digunakan. Pembuatan alat ini memakan waktu pengerjaan sekitar tiga bulan, dimana proses penyempurnaan terus dilakukan mulai dari riset hingga produksi. &#8220;Kedepannya, kami ingin membuat mesin cuci gowes yang lebih baik dan lebih baik lagi,&#8221; tutur Arvian.</p>
<p>Saat ini, mesin cuci gowes masih di pakai secara pribadi oleh Arvian dan teman-temannya di kos. Setelah unjuk gigi dalam gelar produk universitas, mesin ini akan diikutkan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Mereka berharap, kelak mesin ini dapat dikomersilkan. (rhd/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45155</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
