<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mahoni &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mahoni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 14:51:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mahoni &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Rio Terima CSR Mobil Ambulans dan Bibit Pohon Mahoni dari Bank Jatim Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-rio-terima-csr-mobil-ambulans-dan-bibit-pohon-mahoni-dari-bank-jatim-situbondo</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-rio-terima-csr-mobil-ambulans-dan-bibit-pohon-mahoni-dari-bank-jatim-situbondo#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ambulans]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[mahoni]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bank Jatim Cabang Situbondo menyalurkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit ambulans dan 1.000 bibit pohon mahoni kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo. Prosesi penyerahan CSR ini, dilaksanakan Pimpinan Cabang Bank Jatim Situbondo, Didik Yanuardi dan diterima langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (20/04/2026) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bank Jatim Cabang Situbondo menyalurkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit ambulans dan 1.000 bibit pohon mahoni kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo. Prosesi penyerahan CSR ini, dilaksanakan Pimpinan Cabang Bank Jatim Situbondo, Didik Yanuardi dan diterima langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (20/04/2026) tadi.</p>



<p>Pimpinan Cabang Bank Jatim Situbondo, Didik Yanuardi, mengatakan bahwa bantuan ambulans tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat. “Bantuan satu unit ambulans ini merupakan wujud komitmen Bank Jatim, untuk mendukung pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Situbondo,” kata Didik, saat didampingi Direktur Keuangan Bank Jatim.</p>



<p>Sedangkan pemberian 1.000 bibit pohon mahoni, lanjut Didik, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan kepedulian lingkungan. &#8220;Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di Situbondo. Harapannya, ini bisa menjadi langkah bersama dalam menjaga alam Situbondo dari potensi bencana,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Didik juga menjelaskan, dukungan Bank Jatim terhadap pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yakni dengan adanya Program Pinjaman Lunak dengan subsidi bunga nol persen dari Pemerintah Kabupaten Situbondo. “Program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM agar lebih berkembang. Tentunya, tetap harus melalui mekanisme dan ketentuan perbankan yang berlaku,” jelas Didik.</p>



<p>Terkait dengan kebijakan penghapusan kredit kecil di bawah Rp 1 juta, lanjut Didik, pihaknya masih mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga belum dapat merealisasikannya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengapresiasi kontribusi Bank Jatim dalam mendukung pembangunan daerah, baik di sektor kesehatan, lingkungan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. &#8220;Saya berharap, ini menjadi sinergi antara pemerintah daerah dan dunia perbankan. Termasuk, bisa terus terjalin guna mendorong kesejahteraan masyarakat Situbondo secara berkelanjutan,&#8221; ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-rio-terima-csr-mobil-ambulans-dan-bibit-pohon-mahoni-dari-bank-jatim-situbondo/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kerajinan Kayu Mahoni dan Sonokeling Kota Batu Tembus Pasar Nusantara, Limbahnya pun Jadi Cuan</title>
		<link>https://memontum.com/kerajinan-kayu-mahoni-dan-sonokeling-kota-batu-tembus-pasar-nusantara-limbahnya-pun-jadi-cuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[cuan]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[limbahnya]]></category>
		<category><![CDATA[mahoni]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pun]]></category>
		<category><![CDATA[sonokeling]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Di tangan orang yang tepat, barang apapun akan mampu menjadi berkah. Gambaran itulah, yang menjadikan kerajinan berbahan baku kayu jenis Mahoni dan Sonokeling di Kota Batu, mampu diolah menjadi barang bermanfaat seperti alat dapur hingga alat pijat. Ya, tepat di Dusun Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, bisa didapati kerajinan yang ternyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Batu </strong>&#8211; Di tangan orang yang tepat, barang apapun akan mampu menjadi berkah. Gambaran itulah, yang menjadikan kerajinan berbahan baku kayu jenis Mahoni dan Sonokeling di <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a>, mampu diolah menjadi barang bermanfaat seperti alat dapur hingga alat pijat.</p>



<p>Ya, tepat di Dusun Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, bisa didapati kerajinan yang ternyata mampu menghasilkan pundi yang hingga Rp 100 juta lebih pertahunnya. Bahkan, hingga limbah dari bahan baku itu, pun masih mampu dikembangkan hingga dijual lagi.</p>



<p>Pengrajin Mahoni dan Sonokeling, Agus Tritanto (52), mengatakan bahwa untuk saat ini barang-barang tersebut yang mendominasi pemesanan atau minat, adalah permintaan untuk alat dapur seperti cobek. Dan, yang paling banyak diminati, mulai cobek diameter 8 sampai 25 centimeter ,yang jumlah pesanannya 2 ribu biji perbulannya.</p>



<p>Sementara, untuk item lain seperti alat pengaduk di wajan (Sutil), entong (sendok nasi, red), rol kue, alat pijat, garukan dan lainnya pesanan di bawah 1 ribu biji. Sedangkan, untuk pemasarannya sendiri dilakukan secara langsung dengan didatangi oleh pembeli dan tidak pernah dijual lewat online.</p>



<p>&#8220;Permintaan cobek kayu, setiap bulan permintaannya dikirim ke Surabaya sebanyak 2 ribu biji. Lalu, ke Banjarmasin dan Nusa Tenggara Timur. Selebihnya, baru melayani pasar lokal di Kota Batu. Diantaranya, seperti Jatim Park, Selecta, Songgoriti, Coban Rondo juga Sengkaling,&#8221; terangnya saat ditemui di Dusun Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (18/06/2023) tadi.</p>



<p>Kalau dihitung nilai rupiah, ungkapnya, untuk pemesanan ke Banjarmasin, dimana orderan campur setiap bulan seperti cobek, sutil, sendok nasi, alat garuk, alat pijat bila diuangkan bisa sebesar Rp 40 juta. Sedangkan, di Nusa Tenggara Timur sekali order Rp 30 juta. Dengan catatan, bila barang habis dan belum lagi dari pesanan lokal.</p>



<p>&#8220;Ya, penghasilan kalau dihitung perbulan tidak tentu. Tetapi, kalau pertahun ya rata-rata Rp 100 juta lebih,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk harga yang dibandrol, imbuh Agus, sebenarnya tidak terlalu mahal. Misalnya, dalam harga jumlah besar (Kulakan) cobek diameter 15 centimeter harganya Rp 6 ribu, lalu diameter 17 centimeter harganya Rp 7 ribu kemudian diameter 20 centimeter harganya Rp 8 ribu.</p>



<p>Untuk alat ulegnya dari bahan kayu Mahoni, dibandrol harga Rp 2 ribu. Kalau, dari bahan kayu pohon kelapa, dihargai Rp 3 ribu. Sutil dan sendok nasi dibandrol harga Rp 2.400 dan lainnya juga dibandrol dengan harga yang terjangkau.</p>



<p>&#8220;Jadi, selama dua tahun saya geluti kerajinan kayu, ini untuk keuntungan tidak terlalu banyak. Yang penting, orderan jalan terus,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Bahan kayu baik Mahoni maupun Sonokeling yang dibutuhkan, imbuhnya, secara teknis untuk sendok nasi dan sutil dibutuhkan ketebalan kayu 1,2 centimeter. Lalu, cobek kayu dibutuhkan ketebalan 3 centimeter serta telenan 1,6 centimeter.</p>



<p>&#8220;Untuk limbah memang juga banyak yang butuh. Kayu potongan biasanya diambil pengrajin tahu satu pikap Rp 300 ribu. Terus, serbuk kayunya satu sak Rp 5 ribu. Alhamdulillah, kami disini berpenghasilan dalam setahun Rp 100 juta lebih dan ini merata di kampung pengrajin ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Perlu diketahui, beberapa item alat dapur berbahan kayu yang diproduksi di Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diantaranya cobek dan ulegnya, lumpang dan penumbuknya, sendok nasi, sutel, gelas kayu, tempat telor, telenan, kemudian alat pijat serta alat garuk juga alat kerajinan lain.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kayu Mahoni di Sepanjang Jalan Kapuas Ditebang, DLH Laporkan Kejadian ke Polres Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/kayu-mahoni-di-sepanjang-jalan-kapuas-ditebang-dlh-laporkan-kejadian-ke-polres-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2021 08:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[ditebang,]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kapuas]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<category><![CDATA[kejadian]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[laporkan]]></category>
		<category><![CDATA[mahoni]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132979</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Lenyapnya sekitar 22 Pohon Mahoni di sepanjang Jalan Kota Lumajang, atau persisnya Jalan Kapuas Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang. Terkait raibnya sejumlah pohon pada pergantian tahun 2021 itu, DLH Lumajang melakukan laporan resmi dugaan pencurian kayu ke Polres Lumajang. Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan DLH Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Lenyapnya sekitar 22 Pohon Mahoni di sepanjang Jalan Kota Lumajang, atau persisnya Jalan Kapuas Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang. </p>



<p>Terkait raibnya sejumlah pohon pada pergantian tahun 2021 itu, DLH Lumajang melakukan laporan resmi dugaan pencurian kayu ke Polres Lumajang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan DLH Lumajang, Gunawan, saat dikonfirmasi memontum.com melalui sambungan telepon, mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat laporan tertulis ke Polres Lumajang. Selain itu, juga menyertakan data dan fakta yang ada di lapangan.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan adanya laporan resmi itu, kasus pencurian kayu yang mengakibatkan kerugian puluhan juta, bisa diproses hukum. Sehingga, bisa menjadi pembelajaran untuk semua, terkait pemotongan kayu di tepi jalan Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita sudah membuat laporan ke Polres (Lumajang, red). Kemudian, data dan fakta juga sudah kita sertakan. Karena ini pencurian, harapannya ada tindakan tegas petugas kepolisian,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kasatpol PP Lumajang, Matali Bilogo, sebelumnya menegaskan bahwa kasus tersebut bukanlah izin penebangan. Namun, lebih ke arah dugaan kasus pencurian. Karenanya, DLH harus melaporkan ke Polsek atau ke Polres.</p>



<p>&#8220;Begini, itu sudah menjadi ranahnya DLH. DLH harus membuat laporan ke Polsek atau ke Polres. Ini persoalannya, bukan hanya izin penebangan. Tetapi ini sudah pencurian,&#8221; ungkap Matali.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Masykur SH, saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus pencurian kayu, melalui pesan singkat (WhatsApp) menyampaikan bahwa kasus itu sudah dalam penanganan pihaknya.</p>



<p>&#8220;Masih diklarifikasi oleh pidter (tindak pidana tertentu). Hasil klarifikasi, akan dipaparkan di ruang Reskrim,&#8221; terangnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132979</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
