<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>makanan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/makanan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 14:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>makanan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Belasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG</title>
		<link>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg</link>
					<comments>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belasan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliwates]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[tindak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232566</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sekitar 18 anak usia TK di kawasan Kaliwates diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu, pun langsung berembus cepat dari mulut ke mulut, setelah anak-anak kecil tersebut mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah usai menyantap paket menu dari Program MBG di sekolah mereka. Terjadinya kasus ini, pun kontan membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sekitar 18 anak usia TK di kawasan Kaliwates diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu, pun langsung berembus cepat dari mulut ke mulut, setelah anak-anak kecil tersebut mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah usai menyantap paket menu dari Program MBG di sekolah mereka.</p>



<p>Terjadinya kasus ini, pun kontan membuat para orang tua murid panik dan langsung melarikan buah hati mereka ke pusat layanan medis terdekat. Kondisi sejumlah korban, terpantau dalam penanganan penuh petugas medis.</p>



<p>Dari data lapangan, sedikitnya empat anak terpaksa harus dirawat inap di kamar opname rumah sakit, karena kondisinya lemas. Lalu, ada dua anak yang harus menginap di fasilitas perawatan, dengan rinciannya satu anak di Puskesmas Kaliwates dan satu lagi di Puskesmas Jember Kidul. Sementara sisanya, kondisinya tidak terlalu parah dan diizinkan pulang setelah diberikan obat rawat jalan.</p>



<p>Informasi yang beredar, menjelaskan kalau kotak makanan itu diproduksi oleh dapur katering SPPG Mitra Kaliwates 7, yang beralamat di Jalan Teratai. Warga sekitar sendiri, memang sudah lama menaruh curiga terhadap pola kebersihan dapur tersebut. Insiden kali ini, seolah menjadi puncak kelalaian manajemen penyedia makanan anak-anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendengar kabar warganya menjadi korban, Kasatgas MBG Jember yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, langsung meradang. Dengan gaya bicaranya yang tegas dan lugas, Pj Sekda Fauzi memastikan tidak akan memberi ampun kepada pihak pengelola dapur yang teledor dalam menjaga kebersihan makanan anak-anak.</p>



<p>“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut. Gak ada tawar-menawar, kalau urusannya sudah menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak. Sebenarnya, dapur SPPG di Jalan Teratai ini sudah berulang kali kita beri peringatan keras, karena sering diprotes warga lewat aplikasi aduan ‘Wadul Guse’. Karena mereka abai dan terkesan meremehkan, ya sanksi terberatnya adalah izin operasionalnya harus dicabut total,” kata Pj Sekda Fauzi, Kamis (21/05/2026) tadi.</p>



<p>Supaya kasus serupa tidak terulang, Pj Sekda Fauzi langsung memerintahkan Tim Satgas MBG untuk tancap gas melakukan Sidak massal ke seluruh dapur penyedia MBG di semua kecamatan yang ada di Jember. Pemeriksaan kebersihan air, peralatan memasak, hingga kesegaran bahan baku bakal diperketat habis-habisan dalam beberapa hari ke depan.</p>



<p>Di sisi lain, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengaku sangat menyesal dan merasa kecolongan atas kejadian buruk ini. Dirinya secara tulus meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, korban dan seluruh orang tua murid atas tragedi ini.</p>



<p>&#8220;Pemkab Jember berjanji bakal mengawal kasus ini sampai tuntas di jalur hukum dan memastikan seluruh anak yang dirawat bisa kembali sehat serta ceria seperti sedia kala,&#8221; ujarnya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[berlebih,]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pewarna]]></category>
		<category><![CDATA[sampel]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, rencanakan melakukan pengetesan sampel makanan di Pasar-Pasar Takjil Kota Malang, selama gelaran Ramadan 2026 berlangsung. Rencana itu dilakukan, untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa dalam hal ini pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, rencanakan melakukan pengetesan sampel makanan di Pasar-Pasar Takjil Kota Malang, selama gelaran Ramadan 2026 berlangsung. Rencana itu dilakukan, untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa dalam hal ini pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas untuk melakukan pengecekan secara keliling. Hal itu, berkaca pada temuan tahun sebelumnya, di mana sejumlah makanan takjil diketahui mengandung zat pewarna berlebihan.</p>



<p>“Saya sudah minta Dinas Kesehatan melalui puskesmas untuk mengecek keliling. Tahun lalu kan ditemukan ada beberapa makanan yang zat pewarnanya terlalu banyak,” ucap Wali Kota Wahyu, Sabtu (21/02/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, pengawasan akan lebih mudah dilakukan jika lokasi penjualan takjil dipusatkan dalam satu kawasan. Selain memudahkan kontrol kualitas makanan, langkah tersebut juga membantu petugas yang memiliki keterbatasan jumlah personel.</p>



<p>“Makanya kalau kita lokalisir di satu tempat, itu akan lebih mudah mengeceknya daripada mereka tersebar,” katanya.</p>



<p>Meski begitu, Wali Kota Wahyu memastikan pengujian tetap dilakukan meskipun pasar takjil berada di berbagai lokasi. Namun, kondisi pedagang yang tersebar dinilai menyulitkan proses pengawasan karena petugas harus berpindah-pindah setiap hari.</p>



<p>“Tetap kita akan coba tes. Tapi kalau jadi satu kesatuan kan memudahkan kami yang memiliki keterbatasan tenaga. Kalau tiap hari keliling terus dengan tempat yang menyebar di mana-mana, itu kan menyulitkan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Dugaan Keracunan Makanan, Dinkes Kabupaten Malang Uji Laboratorium Sampel Makanan</title>
		<link>https://memontum.com/respon-dugaan-keracunan-makanan-dinkes-kabupaten-malang-uji-laboratorium-sampel-makanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 05:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sampel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228149</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melakukan langkah tindak lanjut, dalam merespon kejadian dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sempat terjadi di MTs Al Khalifah, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/10/2025) kemarin. Adalah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan alat makan yang digunakan saat kejadian, yang dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melakukan langkah tindak lanjut, dalam merespon kejadian dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sempat terjadi di MTs Al Khalifah, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/10/2025) kemarin. Adalah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan alat makan yang digunakan saat kejadian, yang dilakukan oleh Dinkes.</p>



<p>Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa sampel yang diambil tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepanjen, atau tempat pengolahan menu MBG yang dikonsumsi para siswa. “Sampel sisa makanan yang ada sedang dilakukan pengecekan di laboratorium. Pemeriksaan ini penting, untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru,” kata Kadinkes Wiyanto, Jumat (24/10/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, proses uji laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari, untuk bisa mendapatkan hasil yang valid. “Secepatnya hasil akan keluar, tapi pemeriksaan laboratorium tentu butuh waktu. Kami juga memeriksa dapur pengolahan MBG, termasuk kebersihan alat masak dan penyimpanan bahan makanan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain pemeriksaan sampel makanan, ujarnya, tim dari Dinkes juga turun langsung ke lokasi dapur SPPG untuk menelusuri kemungkinan sumber kontaminasi. “Sudah dilakukan pengecekan ke dapurnya. Semua aspek kami periksa, mulai dari bahan baku, alat makan, hingga cara pengolahan makanan. Kami ingin memastikan keamanan pangan di setiap tahap,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Kadinkes Wiyanto memastikan, bahwa kondisi para korban kini telah membaik setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. “Kondisinya baik. Pasien kami monitor selama tiga sampai enam jam. Bila sudah membaik, langsung diperbolehkan pulang,” paparnya.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa pihaknya akan menyampaikan hasil pemeriksaan secara resmi setelah uji laboratorium selesai, agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan tidak salah tafsir. “Begitu hasil uji keluar, kami akan laporkan secara terbuka. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas,” imbuh Kadinkes Wiyanto. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228149</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Kasus Keracunan, Bupati Banyuwangi Minta SPPG Utamakan Kualitas Makanan Program MBG</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kasus-keracunan-bupati-banyuwangi-minta-sppg-utamakan-kualitas-makanan-program-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 10:20:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[utamakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227154</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini disampaikan Bupati Ipuk, agar kasus keracunan diduga akibat konsumi MBG, tidak terulang. Kasus keracunan sendiri, dilaporkan terjadi dua kali pada sepekan terakhir. Pada kasus ini, kedua sekolah mendapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini disampaikan Bupati Ipuk, agar kasus keracunan diduga akibat konsumi MBG, tidak terulang.</p>



<p>Kasus keracunan sendiri, dilaporkan terjadi dua kali pada sepekan terakhir. Pada kasus ini, kedua sekolah mendapat suplai MBG dari SPPG yang berbeda. Salah satu SPPG tersebut, telah ditutup sementara dan satu lagi sedang dalam proses pemeriksaan.</p>



<p>&#8220;Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, agar teman-teman pengelola SPPG tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin memang tidak disengaja, tapi kalau proses dan SOPnya dijalankan dengan benar, maka bisa dihindari,&#8221; kata Bupati Ipuk, saat meninjau salah satu SPPG di wilayah Kecamatan Giri, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk menegaskan, bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) di tiap SPPG harus diterapkan secara baik dan maksimal. Dirinya juga meminta, agar seluruh makanan pada menu MBG yang disajikan harus berkualitas dan higienis.</p>



<p>&#8220;Dengan demikian bisa dinikmati anak-anak, dengan menu yang bervariasi. Mudah-mudahan program ini bisa terus berjalan dengan baik,&#8221; harap Bupati Ipuk.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi juga mendorong, agar semua SPPG di Banyuwangi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kementerian Kesehatan dalam keputusannya yang terbaru, mewajibkan dapur MBG memiliki SLHS yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu, Bupati Ipuk juga meminta agar sanitasi di SPPG dikelola dengan baik. Bahkan, dirinya meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG terkait pengelolaan limbah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Bupati Ipuk, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk mendukung pemenuhan gizi para anak dan siswa. Maka dari itu, program tersebut harus didukung dengan pelaksanaan yang maksimal.</p>



<p>&#8220;Semoga Program MBG di Banyuwangi bisa berjalan lancar dan membawa manfaat. Anak-anak bisa menikmati menu-menu yang diberikan tanpa ada lagi isu terkait makanan sisa, makanan yang dibuang atau bahkan kasus keracunan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan dua kasus keracunan yang terjadi telah ditindaklanjuti. SPPG yang menyuplai MBG di 2 sekolah yang keracunan telah dihentikan sementara oleh kordinator wilayah BGN, hingga seluruh prosedur dan fasilitas dipenuhi sesuai hasil investigasi. Berikutnya, proses investigasi juga masih berlangsung di SPPG lain yang menyuplai sekolah tersebut.</p>



<p>Dinas Kesehatan juga mendorong SPPG, agar segera memenuhi SLHS. Pelatihan-pelatihan untuk penjamah pangan digelar sebagai salah satu syarat didapatkannya SLHS. &#8220;Dari 38 SPPG yang telah beroperasi, 12 SPPG sudah menjalani proses sertifikasi SLHS dan siap diterbitkan sertifikatnya. Sisanya masih dalam tahap persiapan atau perbaikan sarana prasarana,&#8221; ungkap Amir.</p>



<p>Untuk mendapat SLHS, ada tiga komponen yang harus dijalani SPPG. Pertama, para penjamah pangan harus mengikuti pelatihan keamanan pangan dan lulus uji kompetensi. Kedua, SPPG telah dinyatakan layak saat inspeksi sanitasi dan kesehatan lingkungan. Hal yang dicek dalam inspeksi antara lain kualitas air bersih, pengelolaan sampah dan limbah, sirkulasi udara dan kebersihan peralatan masak.</p>



<p>Ketiga, uji sampel dan pemeriksaan kesehatan. Pengujian dilakukan pada sampel akanan, alat dan penjamah makanan. Hal itu untuk memastikan tidak adanya kontaminasi dalam proses memasak menu MBG.</p>



<p>&#8220;Pemkab terus memantau dan memfasilitasi pengurusan SLHS,&#8221; kata Amir. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227154</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kabupaten Malang Jelaskan Hasil Laboratorium Sampel Makanan di MTs Al-Khalifah</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kabupaten-malang-jelaskan-hasil-laboratorium-sampel-makanan-di-mts-al-khalifah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[al-khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[jelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sampel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228346</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengurai terkait hasil sampel makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang telah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan yang menyebabkan mual puluhan siswa dan guru MTs Al-Khalifah. Dijelaskan, pengiriman sampel yang dilakukan tidak lama setelah puluhan siswa dan dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengurai terkait hasil sampel makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang telah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan yang menyebabkan mual puluhan siswa dan guru MTs Al-Khalifah. Dijelaskan, pengiriman sampel yang dilakukan tidak lama setelah puluhan siswa dan dua guru dilarikan ke RSUD Kepanjen atau tepatnya pada Kamis (23/10/2025) lalu.</p>



<p>“Hasil laboratoriumnya ada sedikit senyawa nitrit. Mungkin di tahunya. Sebab kalau ada yang tidak tahan, akhirnya mual-mual,” kata Wiyanto, Rabu (19/11/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, keberadaan nitrit dapat dipicu oleh pemilihan bahan baku yang kurang cermat, terutama pada kebutuhan masak dalam jumlah besar. &#8220;Bahan pangan seperti tahu, berpotensi mengalami pembusukan sebagian jika penyimpanan maupun kualitas awalnya tidak optimal,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Oleh karena itu, pemilihan bahan-bahannya makanan haruslah cermat, apalagi dalam jumlah besar. &#8220;Kayak tahu itu kan jumlahnya banyak, mungkin sebagian ada yang busuk, itu bisa. Bagi orang yang sehat mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau tidak sehat ya bisa menyebabkan mual-mual, tapi mual ringan dan itu kan tidak semua. Kalau 1000 orang, semuanya mual itu berarti kacau,” ujarnya.</p>



<p>Wiyanto juga menambahkan, bahwa Dinkes juga menemukan fakta lain. Sebagian siswa, itu sempat mengkonsumsi susu kemasan sebelum makan paket MBG. Kondisi tubuh yang kurang fit, bisa membuat kombinasi makanan tersebut berpotensi memicu mual.</p>



<p>&#8220;Selain nitrit, uji laboratorium juga menemukan sedikit bakteri E-coli. Namun sumbernya bukan dari olahan tahu, itu mungkin dari airnya. Kedepan kami akan memperketat pembinaan kepada para penjamah makanan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mulai dari pelatihan hingga sertifikasi penjamah makanan akan terus ditingkatkan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Begitu juga dengan pengawasan, Dinkes akan melakukan pembinaan, termasuk juga dasar-dasar penyaji dan penjamah makanan juga harus mendapat sertifikat. &#8220;Kami akan memastikan seluruh penjamah makanan maupun perangkat SPPG adalah orang yang memiliki kompetensi, mengingat produksi paket MBG dilakukan dalam waktu singkat dengan jumlah porsi yang sangat besar. Harus profesional agar hasilnya bagus. Apalagi jumlahnya sampai ribuan porsi,&#8221; tambahnya. <strong>(blo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228346</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siswa dan Guru MTs Al Khalifah Kepanjen Diduga Keracunan Makanan MBG</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-dan-guru-mts-al-khalifah-kepanjen-diduga-keracunan-makanan-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227045</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sekitar 16 siswa dan dua guru dari MTs Al-Khalifah Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, harus dibawa ke IGD RSUD Kanjuruhan, Kamis (23/10/2025) tadi. Dalam laporannya, sejumlah pasien mengalami mual, muntah dan nyeri perut, seusai menikmati makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Rata-rata dengan gejala klasik, seperti gangguan pencernaan yang diduga akibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sekitar 16 siswa dan dua guru dari MTs Al-Khalifah Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, harus dibawa ke IGD RSUD Kanjuruhan, Kamis (23/10/2025) tadi. Dalam laporannya, sejumlah pasien mengalami mual, muntah dan nyeri perut, seusai menikmati makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>



<p>“Rata-rata dengan gejala klasik, seperti gangguan pencernaan yang diduga akibat makanan yang dikonsumsi sebelumnya,” ujar Humas RSUD Kanjuruhan, Lukito Condro, Kamis (23/10/2025) tadi.</p>



<p>Untuk penanganan pasien, tim medis RSUD Kanjuruhan langsung melakukan pemeriksaan. Bahkan, pasien langsung di rawat di ruang IGD untuk observasi dan stabilisasi kondisi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami sudah lakukan tindakan awal, termasuk pemberian cairan dan obat simptomatik untuk mengatasi mual dan nyeri perut,” ungkapnya.</p>



<p>Ditambahkannya, dari hasil pemantauan sementara, seluruh pasien kini dalam kondisi stabil. Tidak ada korban yang mengalami gejala berat.</p>



<p>“Semua kondisinya baik. Kami juga tetap observasi selama tiga hingga enam jam, untuk memastikan tidak ada gejala lanjutan,” tambah Lukito Condro. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227045</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenalkan Makanan Jadul, Wabup Malang Apresiasi Pasar Rakyat Tempoe Doeloe Erwe Sewelas Desa Tirtomoyo</title>
		<link>https://memontum.com/kenalkan-makanan-jadul-wabup-malang-apresiasi-pasar-rakyat-tempoe-doeloe-erwe-sewelas-desa-tirtomoyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[doeloe]]></category>
		<category><![CDATA[jadul]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[sewelas]]></category>
		<category><![CDATA[tempoe]]></category>
		<category><![CDATA[tirtomoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226265</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka gelaran Pasar Rakyat Tempoe Doeloe Erwe Sewelas, di Dusun Pulesari, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (25/09/2025) tadi. Dalam sambutannya, dirinya menyampaikan apresiasi kepada warga setempat, yang kompak berpartisipasi dalam menggelar kegiatan bertema &#8216;Nikmati Jajanannya, Nikmati Hiburannya&#8217;. Bahkan, dirinya mengajak seluruh warga untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka gelaran Pasar Rakyat Tempoe Doeloe Erwe Sewelas, di Dusun Pulesari, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (25/09/2025) tadi.</p>



<p>Dalam sambutannya, dirinya menyampaikan apresiasi kepada warga setempat, yang kompak berpartisipasi dalam menggelar kegiatan bertema &#8216;Nikmati Jajanannya, Nikmati Hiburannya&#8217;. Bahkan, dirinya mengajak seluruh warga untuk memeriahkan, mengunjungi dan menggeliatkan kegiatan jual beli pada pasar yang menghadirkan aneka jajanan tradisional jaman dulu (Jadul), yang berakhir pada Minggu (28/09/2025) mendatang.</p>



<p>&#8220;Perdagangan ini juga salah satu yang dicontohkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di hadapan saya saat ini, ada beragam jajanan atau makanan jadul seperti Gatot, Kucur, Gethuk, Nogosari, Onde-onde dan Tape. Dengan event yang seperti ini sekaligus juga mengenalkan kepada anak-anak kita bahwa makanan dan jajanan nenek moyang kita dulu, adalah seperti ini,&#8221; kata Wabup Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Lathifah juga menambahkan, bahwa makanan kekinian yang disukai anak-anak tetap disiapkan, tetapi tidak meninggalkan makanan hasil olahan yang dikreasi oleh nenek moyang yang nilai gizinya justru lebih bagus. Karena terkadang, mengkonsumsi makanan tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh sehingga melahirkan penyakit-penyakit yang tidak diinginkan.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat Pulesari dan sekitarnya. Sehingga tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat yang tinggal di sini saja melainkan juga memberikan dampak manfaat untuk masyarakat yang ada di sekitar Desa Tirtomoyo ini. Alhamdulillah bapak presiden kita dan pemerintah telah mengoptimalisasi UMKM dengan memberikan berbagai macam program, bantuan makanan pokok dan gerakan pangan murah atau pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Malang,&#8221; tambah Wabup Lathifah. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantu UMKM, Wartawan Situbondo Bagi Takjil Gratis Usai Borong dari Pelaku Usaha Makanan</title>
		<link>https://memontum.com/bantu-umkm-wartawan-situbondo-bagi-takjil-gratis-usai-borong-dari-pelaku-usaha-makanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 15:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[borong]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220351</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sejumlah wartawan Situbondo melakukan hal yang tidak biasa untuk berbagi di Bulan Ramadan. Adalah memborong takjil dari dagangan UMKM di stand area Alun-Alun Kota dan membagikannya secara gratis kepada warga yang sedang menunggu berbuka puasa (ngabuburit) di Alun-alun Situbondo, yang dilakukan sejumlah wartawan. &#8220;Kegiatan berbagai takjil gratis ini tidak hanya bermanfaat untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sejumlah wartawan Situbondo melakukan hal yang tidak biasa untuk berbagi di Bulan Ramadan. Adalah memborong takjil dari dagangan UMKM di stand area Alun-Alun Kota dan membagikannya secara gratis kepada warga yang sedang menunggu berbuka puasa (ngabuburit) di Alun-alun Situbondo, yang dilakukan sejumlah wartawan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan berbagai takjil gratis ini tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat. Tetapi, diharapkan melalui aksi ini bisa bermanfaat untuk UMKM yang berjualan. Apalagi, di kesempatan ini untuk takjil kami membelinya dari stand UMKM di area Alun-alun Kota. Sehingga, ini merupakan bukti semangat rekan-rekan wartawan Situbondo di Bulan Ramadan,&#8221; ujar salah satu wartawan media online di Kabupaten Situbondo, Kadari, Senin (17/04/2025) tadi.</p>



<p>Aksi ini, tambah Kadari, bukan sekadar kegiatan rutin tahunan. Melainkan, wujud nyata dukungan media terhadap ekonomi lokal. Dengan memborong dagangan, para wartawan turut membantu meningkatkan pendapatan para pedagang kecil di pertengahan Bulan Ramadan ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami ingin menunjukkan bahwa media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Melalui aksi ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Aksi ini, kontan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para penerima takjil merasa terbantu dan mengapresiasi kepedulian para wartawan. Para pedagang pun merasa senang dan bersukur atas rezeki tambahan yang mereka dapatkan.</p>



<p>&#8220;Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman wartawan atas kepeduliannya. Rezeki ini sangat berarti bagi kami, terutama di tengah bulan Ramadhan. Semoga kebaikan ini dibalas dengan berlipat ganda,&#8221; ujar salah satu pedagang UMKM di area Alun-alun Kota, Rohma. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220351</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulan Puasa, Menu MBG di Banyuwangi Diganti Makanan Kering untuk Buka Puasa</title>
		<link>https://memontum.com/bulan-puasa-menu-mbg-di-banyuwangi-diganti-makanan-kering-untuk-buka-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diganti]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Selama Bulan Puasa, Program Makan Siang Bergizi (MBG) di Banyuwangi tetap diberikan pada siswa. Khusus selama Ramadan, menu MBG diganti dengan makanan kering agar bisa dibawa pulang untuk buka puasa. “Program MBG berjalan lancar dan jangkauan terus bertambah. Selama Bulan Puasa, program ini juga masih tetap bergulir dan tentu dengan penyesuaian yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Selama Bulan Puasa, Program Makan Siang Bergizi (MBG) di Banyuwangi tetap diberikan pada siswa. Khusus selama Ramadan, menu MBG diganti dengan makanan kering agar bisa dibawa pulang untuk buka puasa.</p>



<p>“Program MBG berjalan lancar dan jangkauan terus bertambah. Selama Bulan Puasa, program ini juga masih tetap bergulir dan tentu dengan penyesuaian yang sesuai,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (07/03/2025) tadi.</p>



<p>Saat ini, lanjutnya, program MBG telah menjangkau 39 sekolah dengan jumlah penerima program sebanyak 5.639 siswa. Sementara untuk selama Ramadan, menu MBG yang didapatkan oleh para siswa bukan seperti makanan siap saji yang dikonsumsi di sekolah biasanya. Namun, diganti dengan makanan kering untuk berbuka puasa yang bisa dibawa pulang. Seperti kurma, susu, telur, makanan ringan dan buah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Program MBG di Banyuwangi secara resmi dimulai pada 3 Februari 2025 lalu. Kini, pelaksanaan MBG telah menjangkau 39 sekolah di Banyuwangi, mulai dari jenjang TK, SD, SMP negeri dan swasta. Saat ini, di Banyuwangi sudah ada tiga dapur umum SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) yang berada di wilayah kecamatan Rogojampi, Sempu dan Banyuwangi.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, menambahkan bahwa pendistribusian makanan selama Bulan Puasa ke sekolah-sekolah tersebut tetap berlangsung setiap hari. “Selama Bulan Puasa pendistribusian makanan tetap dilakukan oleh pihak SPPG ke sekolah-sekolah setiap hari. Dan dari hasil pantauan kami, anak-anak sangat antusias menerima MBG yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa,” terangnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219994</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
