<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Malangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/malangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 06:03:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Malangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>HUT Ke-112 Kota Malang, Pemkot Luncurkan Busana Khas Malangan yang Miliki Nilai Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/hut-ke-112-kota-malang-pemkot-luncurkan-busana-khas-malangan-yang-miliki-nilai-sejarah</link>
					<comments>https://memontum.com/hut-ke-112-kota-malang-pemkot-luncurkan-busana-khas-malangan-yang-miliki-nilai-sejarah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[ke-112]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 112 Kota Malang menjadi momen bersejarah dengan diluncurkannya busana khas Malangan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Peluncuran busana tersebut, sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa busana khas Malangan tidak sekadar pakaian seremonial, namun memiliki filosofi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 112 Kota Malang menjadi momen bersejarah dengan diluncurkannya busana khas Malangan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Peluncuran busana tersebut, sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa busana khas Malangan tidak sekadar pakaian seremonial, namun memiliki filosofi sejarah panjang perjalanan Kota Malang. Menurutnya, desain pakaian tersebut merepresentasikan perjalanan kepemimpinan dan perkembangan Kota Malang sejak era pemerintahan kolonial Belanda hingga masa sekarang.</p>



<p>“Hari ini menjadi momen bersejarah karena Kota Malang mulai memiliki pakaian khas yang filosofinya menggambarkan nilai histori dan kearifan lokal asli Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, busana tersebut nantinya akan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi dan upacara tertentu di lingkungan Pemkot Malang. Menurutnya, karakter budaya Kota Malang berbeda dengan daerah di Malang Raya lainnya. Jika Kabupaten Malang memiliki kultur kerajaan dan Kota Batu berkembang dengan karakter tersendiri, maka Kota Malang merupakan perpaduan budaya tradisional dan pengaruh kolonial.</p>



<p>“Perpaduan antara kolonial dan tradisional inilah yang menjadi identitas Kota Malang, dan itu diwujudkan dalam busana khas Malangan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa busana khas Kota Malang dirancang melalui kajian nilai sosial budaya masyarakat dari masa ke masa. Secara desain, busana menggunakan atasan jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja putih berkerah tinggi dan dasi panjang. Bawahan berupa celana panjang hitam dipadukan kain batik motif Tugu Pucuk Kopi yang dikenakan sebatas paha.</p>



<p>Kemudian, untuk penutup kepala menggunakan topi Aalstenaar yang dipadukan dengan udeng bermotif batik Tugu Pucuk Kopi, serta dilengkapi aksesoris pejabat berupa selempang dan obybelt. Untuk alas kaki, menggunakan sepatu pantofel kulit hitam untuk menampilkan kesan formal klasik dan elegan.</p>



<p>&#8220;Motif batik Tugu Pucuk Kopi sendiri terinspirasi dari ornamen batik kawung pada peninggalan era Kerajaan Singasari yang kemudian dipadukan dengan simbol kopi dan tugu khas Kota Malang,&#8221; jelas Suwarjana.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa desain busana tersebut juga mengadopsi inspirasi dari pakaian pejabat masa lalu, khususnya busana yang dikenakan Raden Adipati Aryo Suryo Adiningrat yang menjabat Bupati Malang pada periode 1898–1934. Dalam perkembangannya, konsep busana turut mempertimbangkan mobilitas kerja pejabat di lapangan.</p>



<p>Kain panjang yang sebelumnya digunakan disesuaikan menjadi lebih praktis hingga sebatas lutut agar mendukung kesiapan pejabat turun langsung menyelesaikan persoalan masyarakat. &#8220;Peluncuran busana khas ini dilatarbelakangi karena belum adanya standar busana identitas resmi Kota Malang. Harapannya menjadi simbol identitas budaya, memperkuat branding Kota Malang, sekaligus mendukung promosi pariwisata di tingkat regional hingga internasional,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hut-ke-112-kota-malang-pemkot-luncurkan-busana-khas-malangan-yang-miliki-nilai-sejarah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Siap Luncurkan Baju Khas Malangan di Momen HUT 2026</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-siap-luncurkan-baju-khas-malangan-di-momen-hut-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang direncanakan memiliki Baju Khas Malangan sebagai identitas budaya daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyebut bahwa peluncuran busana khas nantinya akan dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Malang pada 1 April 2026, mendatang. Dalam hal ini, menurutnya juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang direncanakan memiliki Baju Khas Malangan sebagai identitas budaya daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyebut bahwa peluncuran busana khas nantinya akan dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Malang pada 1 April 2026, mendatang. Dalam hal ini, menurutnya juga telah dilakukan pembahasan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh budaya hingga pemerhati fashion.</p>



<p>“Kami inikan belum punya baju khas Malangan. Kemarin sudah kami kumpulkan tokoh-tokoh budaya, pemerhati budaya dan fashion. Ada data dasarnya dan ada alasannya,” ujar Wali Kota Wahyu, Sabtu (17/01/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, konsep Seragam Baju Khas Malangan dirancang dengan mengangkat perpaduan sejarah kolonial dan kerajaan yang menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Malang. Hal itu terlihat, dari banyaknya peninggalan kolonial yang masih ada hingga kini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kota Malang inikan sejarahnya kolonial dan juga kerajaan. Wali kota pertama kita itu orang Belanda dan peninggalan kolonial di Kota Malang juga cukup banyak. Itu yang kami padukan sehingga ada historinya,” ucapnya.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa perumusan konsep dilakukan secara matang bersama budayawan dan pemerhati budaya. Sehingga, diharapkan busana tersebut tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat makna sejarah dan kearifan lokal.</p>



<p>“Dengan menggandeng budayawan, pemerhati budaya, dan fashion, kami sudah punya konsep yang akan digunakan nanti,” katanya.</p>



<p>Terkait penggunaannya, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa Seragam Baju Khas Malangan belum akan diterapkan untuk pelajar. Pada tahap awal, nantinya akan dikenakan oleh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. “Sementara nantinya untuk pejabat dan ASN di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu juga berencana, akan menggunakan Baju Khas Malangan dalam momen nasional, yakni saat menerima Anugerah Budaya dari PWI Pusat yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. “Itu untuk pertama kalinya saya akan mengenakan Baju Khas Malangannya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berbalut Busana Khas Malangan, Bupati Sanusi Pimpin Upacara Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/berbalut-busana-khas-malangan-bupati-sanusi-pimpin-upacara-hari-jadi-ke-1265-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbalut]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[ke-1265]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Sanusi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228274</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, bersama jajaran Forkopimda mengenakan busana khas Kabupaten Malang berwarna hitam, dalam upacara Peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang 2025 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang berlangsung di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (28/11/2025) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, bersama jajaran Forkopimda mengenakan busana khas Kabupaten Malang berwarna hitam, dalam upacara Peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang 2025 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang berlangsung di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (28/11/2025) pagi.</p>



<p>Pemakaian busana khas Kabupaten Malang ini, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya daerah. Dengan mengusung tema &#8216;Peningkatan Daya Saing Daerah dalam Peningkatan Ekonomi Inklusif yang Berkelanjutan&#8217;, peringatan Hari Jadi ke-1265 ini menjadi momentum refleksi perjalanan Kabupaten Malang dari masa ke masa.</p>



<p>&#8220;Tema ini, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya harus bergerak maju, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dari pesisir hingga pegunungan, serta dari petani, nelayan, pelaku UMKM hingga generasi muda yang menjadi pilar masa depan,&#8221; kata Bupati Sanusi, saat sebagai inspektur upacara Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang.</p>



<p>Sejarah panjang Kabupaten Malang yang berakar pada Prasasti Dinoyo sejak 28 November 760 Masehi, menghadirkan warisan nilai berupa semangat pantang menyerah, kerja keras dan kegotongroyongan. Nilai-nilai ini, terus relevan dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari transformasi digital, kompetisi global, perubahan iklim, hingga dinamika ekonomi yang bergerak cepat.</p>



<p>Bersamaan dengan momentum ini, juga diperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korpri dengan tema nasional Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju. &#8220;Tema tersebut, menegaskan peran strategis ASN dan anggota Korpri sebagai penggerak tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, Korpri dituntut menjadi contoh kedisiplinan, moralitas dan etos kerja yang tinggi. Bupati Malang menegaskan, bahwa pelayanan publik harus terus diperbaiki menuju birokrasi yang cepat, tepat dan akuntabel.</p>



<p>“Tidak boleh ada birokrasi yang lamban, tidak boleh ada pelayanan yang berbelit-belit dan tidak boleh ada aparatur yang tidak memberi manfaat bagi rakyat. Kita harus memberikan bukti, bukan sekadar janji,” tegasnya.</p>



<p>Bupati Malang juga mengajak seluruh anggota Korpri Kabupaten Malang untuk terus memperkuat integritas dan profesionalisme. “Di usia ke-54 ini, saya mengajak seluruh anggota Korpri Kabupaten Malang untuk menjadikan pengabdian sebagai ibadah, menjadikan jabatan sebagai amanah dan menjadikan pelayanan masyarakat sebagai kemuliaan,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malang, menatap masa depan dengan penuh optimisme. “Kita memiliki potensi yang besar sumber daya alam yang melimpah, generasi muda yang cerdas, budaya yang luhur, serta semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama bangsa. Jika seluruh potensi ini kita satukan, maka Insyaallah Kabupaten Malang akan menjadi daerah yang semakin berdaya saing, semakin maju dan semakin mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” tambahnya.</p>



<p>Di penghujung seremonial, suasana upacara peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang semakin semarak dengan penampilan berbagai kesenian daerah. Performa seni tersebut menjadi penutup yang indah, menambah hangatnya kebersamaan dan keceriaan pada hari yang istimewa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang dalam merayakan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228274</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berbusana Khas Malangan, Bupati Malang bersama Forkopimda Ikuti Prosesi Penurunan Bendera Merah Putih</title>
		<link>https://memontum.com/berbusana-khas-malangan-bupati-malang-bersama-forkopimda-ikuti-prosesi-penurunan-bendera-merah-putih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[berbusana]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[prosesi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225142</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Berbalut busana khas Malangan, Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, kembali hadir dalam Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (17/08/2025) tadi. Tidak jauh berbeda dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 RI, dalam penurunan bendera ini juga diikuti jajaran ASN, TNI, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Berbalut busana khas Malangan, Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, kembali hadir dalam Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (17/08/2025) tadi. Tidak jauh berbeda dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 RI, dalam penurunan bendera ini juga diikuti jajaran ASN, TNI, Polri, pelajar serta tamu undangan.</p>



<p>Dalam pelaksanaan ini, Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan sikap tegas dan wibawa, Kapolres Malang memimpin jalannya prosesi sakral tersebut. Momen ini, tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian upacara kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa.</p>



<p>Serangkaian prosesi yang telah dijalankan, tentunya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Namun, juga sebagai wujud penghormatan mendalam kepada jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="430" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Berbusana-Khas-Malangan-Bupati-Malang-bersama-Forkopimda-Ikuti-Prosesi-Penurunan-Bendera-Merah-Putih-2.jpg?resize=600%2C430&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-225144" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Berbusana-Khas-Malangan-Bupati-Malang-bersama-Forkopimda-Ikuti-Prosesi-Penurunan-Bendera-Merah-Putih-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Berbusana-Khas-Malangan-Bupati-Malang-bersama-Forkopimda-Ikuti-Prosesi-Penurunan-Bendera-Merah-Putih-2.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">FOTO: Unsur Forkopimda Kabupaten Malang, dalam serangkaian prosesi penurunan Bendera Merah Putih. (pemkab for memontum)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Dalam penurunan bendera tadi, ratusan pasang mata menyaksikan dengan bangga prosesi yang berjalan penuh khidmat tersebut. Bahkan, pasukan Paskibraka menunjukkan kedisiplinan serta kekompakan antar anggota.</p>



<p>Saat Sang Merah Putih diturunkan, suasana hening pun sempat menyelimuti Halaman Pendopo Agung, yang menjadi lokasi upacara peringatan sekaligus penurunan bendera. Seluruh peserta upacara, dengan khidmat memberikan penghormatan dan menjadikan momen ini sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kemerdekaan dan meneruskan perjuangan para pendahulu.</p>



<p>Upacara penurunan bendera di Halaman Pendopo Agung, menjadi penutup yang bermakna dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Malang. Sebuah momen, yang bukan hanya meneguhkan semangat nasionalisme, tetapi juga menumbuhkan optimisme akan lahirnya generasi emas dari Bumi Kanjuruhan. &#8220;Mari kita terus perkuat persaudaraan, tingkatkan kepedulian sosial dan bersama-sama membangun Kabupaten Malang, menuju masa depan yang lebih maju, mandiri dan sejahtera,&#8221; kata Bupati Malang, HM Sanusi. <strong>(kom/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225142</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Jombang Gelar Gebyar Anugerah Krenova dan Launching Klinik Inovasi</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jombang-gelar-gebyar-anugerah-krenova-dan-launching-klinik-inovasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[berbusana]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[ke-1264]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[Klinik]]></category>
		<category><![CDATA[krenova]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[legowo]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[Paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[paslon]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[ucapkan]]></category>
		<category><![CDATA[vinanda-gus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217064</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang menggelar Gebyar Anugerah Kreativitas dan Inovasi (Krenova) dan Launching Klinik Inovasi, di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Kamis (28/11/2024) tadi. Kegiatan yang dibuka langsung Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, turut dihadiri Kepala OPD serta pemenang dan peserta Krenova. Dalam sambutannya, Pj [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang menggelar Gebyar Anugerah Kreativitas dan Inovasi (Krenova) dan Launching Klinik Inovasi, di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Kamis (28/11/2024) tadi. Kegiatan yang dibuka langsung Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, turut dihadiri Kepala OPD serta pemenang dan peserta Krenova.</p>



<p>Dalam sambutannya, Pj Bupati Teguh mengatakan bahwa inovasi daerah sudah sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tahun 2017. Di mana, kepala daerah wajib melaporkan penerapan inovasi kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), baik inovasi dalam tata kelola pemerintahan daerah, pelayan publik, maupun inovasi lain yang sesuai dengan urusan pemerintahan.</p>



<p>“Laporan akan dinilai Mendagri menggunakan indikator indeks inovasi daerah dan diberikan penghargaan kepada daerah yang sangat inovatif melalui Innovative Government Awards yang diadakan setiap tahun,” kata Pj Bupati Jombang.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, untuk mencapai kategori sangat inovatif dalam indeks inovasi daerah, selain menyelenggarakan Lomba Krenova, diperlukan koordinasi dan kolaborasi antar perangkat daerah. “Lomba kreativitas dan inovasi merupakan bentuk upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk memacu inovasi masyarakat, khususnya perangkat daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Teguh menjelaskan, upaya peningkatan kualitas pelaksanaan Krenova terus dilakukan setiap tahunnya. Sehingga, itu menghasilkan peningkatan nilai indeks inovasi daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pada 2022, nilai indeks inovasi daerah Jombang mencapai 47,04, masuk kategori inovatif dan merupakan rangking 181 kabupaten dan kota se-Indonesia atau 36 kabupaten dan kota se-Provinsi Jatim,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sedangkan tahun 2023, tambahnya, indeks inovasi daerah Kabupaten Jombang, semakin meningkat. &#8220;Meningkat menjadi 52,69 masuk ranking 93 se-Indonesia atau ranking 18 se-Jatim. Sedangkan pada tahun 2024, ini mencapai 69,94 dan masih proses verifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.</p>



<p>Selain upaya pelaksanaan lomba Krenova, pada tahun 2024 ini Pemerintah Kabupaten Jombang juga melaunching Klinik Inovasi Daerah. Klinik Inovasi Daerah ini, sebagai forum konsultasi dan koordinasi antar perangkat daerah dalam menciptakan, menerapkan, mengembangkan serta melaporkan inovasi daerah.</p>



<p>“Saya berharap melalui lomba Krenova dan keberadaan Klinik Inovasi Daerah, tidak hanya lahir ide gagasan dan inovasi yang meningkat dari segi kuantitas maupun nilai indeks inovasi Kabupaten Jombang, melainkan yang lebih penting adalah dampak nyata dari seluruh Inovasi dan teknologi yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” urainya.</p>



<p>Teguh berpesan, agar setiap perangkat daerah harus memiliki 1 inovasi unggulan disamping adanya 1 inovasi di setiap bidang. &#8220;Harus selalu berinovasi yang bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Jombang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Adapun nama-nama pemenang lomba Krenova kategori OPD, yakni untuk Juara I yaitu RSUD Ploso, Juara II yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Juara III yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Juara IV yaitu RSUD Jombang, Juara V yaitu Dinas Ketenagakerjaan. Sedangkan kategori masyarakat kelompok 1 SMA/SMK/MA, yakni Juara I yakni MAN 3 Tambakberas Jombang, Juara II yaitu SMAN 2 Wonosalam dan Juara III yaitu SMKN Ngoro. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217064</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Workshop Penanganan Sampah Jadi Kolaborasi Pengelolaan Terpadu, DLH Kota Malang Jalin MoU Penataan</title>
		<link>https://memontum.com/workshop-penanganan-sampah-jadi-kolaborasi-pengelolaan-terpadu-dlh-kota-malang-jalin-mou-penataan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbusana]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[ke-1264]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[Paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[penuhi]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[ranperda]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[sahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<category><![CDATA[standart]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217076</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar workshop mengenai penanganan sampah menjadi strategi kolaborasi pengelolaan sampah terpadu, Kamis (28/11/2024) tadi. Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, yang turut hadir menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Malang, dibutuhkan penguatan. Salah satunya, dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar workshop mengenai penanganan sampah menjadi strategi kolaborasi pengelolaan sampah terpadu, Kamis (28/11/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, yang turut hadir menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Malang, dibutuhkan penguatan. Salah satunya, dengan melalui langkah-langkah strategis yang telah disiapkan oleh DLH Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Teman-teman di DLH sudah melakukan studi banding atau pembelajaran terkait dengan penguatan kapasitas kelembagaan yakni di Kabupaten Badung, Bali. Kita ketahui, adatnya di sana sangat kuat dan masyarakatnya bisa mengikuti perubahan mindset dalam pengelolaan sampah,&#8221; kata Pj Wali Kota Iwan.</p>



<p>Hasil dari pembelajaran di Badung, menurutnya telah banyak memberikan inspirasi bagi Kota Malang. Salah satunya, mengenai keberhasilan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memilah dan membuang sampah dengan tepat waktu, sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.</p>



<p>“Kami juga telah menghadirkan nara sumber dari Badung untuk memberikan gambaran kepada Kota Malang. Workshop ini, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk kolaborasi saling berbagi pengalaman dan informasi dalam penataan pengelolaan sampah,” ujarnya.</p>



<p>Dalam hal ini, ditekankan pentingnya langkah strategis untuk mendampingi masyarakat melalui program berbasis komunitas. Salah satunya adalah Forum Pengelolaan Sampah, yang dirancang melalui program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mohon doanya, untuk itu kami masih berproses. Pada tahun 2025 nanti akan fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan dan di tahun 2026 awal, diharapkan infrastruktur serta sarana dan prasarana pendukung sudah tersedia,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Pj Wali Kota Iwan juga menyampaikan, bahwa pengelolaan sampah di Kota Malang, lebih unggul dibandingkan dengan daerah lain. Sebab, TPA yang ada saat ini sudah memiliki fasilitas komposting dengan kapasitas 35 ton per hari, sanitary landfill, serta kawasan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).</p>



<p>“Beberapa kepala daerah yang telah berkunjung ke TPA Kota Malang mengapresiasi penataannya, karena di sana kan juga tidak menimbulkan bau. Namun, kelembagaan dan perubahan mindset masyarakat seperti di Badung masih perlu kita tingkatkan,” lanjutnya.</p>



<p>Pj Wali Kota Iwan juga menyoroti, mengenai tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah, yakni perubahan perilaku masyarakat. Karena di Kota Malang sendiri, menurutnya masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan atau tidak memilah sampah sebelum dibuang.</p>



<p>“Ini yang perlu kita dorong. Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni perubahan mindset masyarakat agar disiplin membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah. Kita bisa belajar dari Badung bagaimana tokoh masyarakat dan adat berperan dalam memengaruhi perubahan ini,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaja, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan kelompok masyarakat, pelaku usaha, pelaku kegiatan, perguruan tinggi, lurah dan camat. Sehingga, diharapkan nantinya pengelolaan sampah dapat dipilah oleh masyarakat dari bawah.</p>



<p>&#8220;Jadi dari hulu nanti kita akan melakukan suatu bentuk komparasi dengan beberapa elemensi yang memang sudah menandatangani kerjasama itu saat ini, kita akan mencoba menerapkan yang harusnya itu di lakukan mulai dari hulu dan saat ini kita sedang mengupayakan untuk itu,&#8221; imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217076</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berbusana Malangan, DPRD dan Forkopimda Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-1264 Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/berbusana-malangan-dprd-dan-forkopimda-paripurna-peringatan-hari-jadi-ke-1264-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berbusana]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[ke-1264]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[Paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemandangan beda terlihat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Kamis (28/11/2024) tadi. Itu karena, selain banyak dihadiri oleh Forkopimda Malang Raya, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto, sejumlah peserta rapat paripurna dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-1264 Kabupaten Malang, mengenakan Busana Malangan. Busana Malangan itu, juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemandangan beda terlihat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Kamis (28/11/2024) tadi. Itu karena, selain banyak dihadiri oleh Forkopimda Malang Raya, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto, sejumlah peserta rapat paripurna dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-1264 Kabupaten Malang, mengenakan Busana Malangan.</p>



<p>Busana Malangan itu, juga dikenakan oleh Ketua DPRD, Darmadi, Wakil Ketua 1, Kholik, Wakil Ketua 2, Alayk Mubarrok dan Wakil Ketua 3, Sudarman. Termasuk, sejumlah anggota DPRD dan Kepala OPD Kabupaten Malang.</p>



<p>Mengawali paripurna, Ketua DPRD Darmadi mengucapkan terima kasih kepada sejumlah peserta Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-1264 Kabupaten Malang. Termasuk, kepada eksekutif, yang telah menjalankan roda pemerintahan dan penyelenggara Pemilu, yang telah sukses melaksanakan Pilkada.</p>



<p>&#8220;Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh anggota legislatif, di mana telah mengawal jalannya pemerintahan,&#8221; kata Ketua DPRD Darmadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan beragam jadwal kegiatan peringatan yang akan dilakukan Pemkab Malang, dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang. Termasuk, mengajak peserta paripurna untuk melihat slide video perkembangan Kabupaten Malang, yang dimulai dari berdirinya Kerajaan Kanjuruhan hingga sejumlah Bupati dan Ketua DPRD Malang serta Raihan prestasi yang diraih Kabupaten Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="432" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Berbusana-Malangan-DPRD-dan-Forkopimda-Paripurna-Peringatan-Hari-Jadi-ke-1264-Kabupaten-Malang-2.jpg?resize=600%2C432&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-217043" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Berbusana-Malangan-DPRD-dan-Forkopimda-Paripurna-Peringatan-Hari-Jadi-ke-1264-Kabupaten-Malang-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Berbusana-Malangan-DPRD-dan-Forkopimda-Paripurna-Peringatan-Hari-Jadi-ke-1264-Kabupaten-Malang-2.jpg?resize=300%2C216&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">HADIR: Sejumlah Forkopimda yang hadir dalam rapat paripurna. (memontum.com/sit)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Seusai menyaksikan slide bersama, Bupati Sanusi pun menyampaikan sambutan di Peringatan Hari Jadi ke-1264 Kabupaten Malang. Disampaikannya, bahwa tema peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang tahun ini, yaitu Menuju Kabupaten Malang berbudaya, ekonomi kreatif dan pariwisata global. Menurutnya, tema itu sangat relevan dengan arah pembangunan daerah yang ingin dicapai.</p>



<p>&#8220;Tema ini menegaskan komitmen kita bersama untuk menjadikan Kabupaten Malang, sebagai kawasan yang unggul dalam kebudayaan, berdaya saing dalam ekonomi kreatif dan dikenal luas di tingkat internasional sebagai destinasi wisata global,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Sebagai bagian dari refleksi perjalanan panjang pembangunan Kabupaten Malang, ujar Bupati Sanusi, dirinya juga menyampaikan beberapa progres perkembangan daerah. Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Malang, diantaranya seperti di bidang kesehatan. Di mana, Pemerintah Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat melalui keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).</p>



<p>&#8220;Pada bidang pendidikan, terdapat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui peningkatan kualitas indeks pendidikan sebesar 6,3. Di bidang pariwisata, dapat kami sampaikan bahwa seiring dengan semakin banyaknya destinasi wisata baru, jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 2,3 juta sepanjang tahun 2024. Pada sektor ekonomi kreatif, dapat disampaikan bahwa secara garis besar pembangunan ekonomi di Kabupaten Malang terus mengalami kemajuan yang signifikan. Di Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Non-Infrastruktur, dapat kami sampaikan bahwa pelaksanaannya telah dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Malang,&#8221; papar Bupati Sanusi.</p>



<p>Sebagai indikator keberhasilan kinerja pembangunan di Kabupaten Malang, Bupati juga menyampaikan beberapa penghargaan yang berhasil diraih, baik di tingkat nasional maupun regional selama kurun waktu November 2023 sampai dengan November 2024. Diantaranya, seperti Penghargaan Kinerja dalam Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Wilayah Kota dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bagi Kota Kepanjen, Penghargaan berupa Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Kategori Pengendalian Inflasi Daerah dari Menteri Dalam Negeri RI hingga Penghargaan dari Bank Indonesia sebagai Terbaik I Atas Kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kategori Kota/Kabupaten Non-IHK di Wilayah Kerja Kantor Perwakilan BI Malang. <strong>(sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Walikota Malang Wajibkan ASN Kenakan Seragam Busana Malangan Tiap Kamis, Lestarikan Budaya Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/walikota-malang-wajibkan-asn-kenakan-seragam-busana-malangan-tiap-kamis-lestarikan-budaya-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2020 03:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104814-walikota-malang-wajibkan-asn-kenakan-seragam-busana-malangan-tiap-kamis-lestarikan-budaya-bangsa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hari Kamis (23/1/2020) pagi, di Halaman Balaikota terasa berbeda. Pasalnya, seragam yang digunakan oleh ASN untuk mengikuti apel pagi, juga beda. Sesuai dengan surat edaran Walikota Malang Nomor 78 Tahun 2020 tentang pakaian Dinas di lingkungan Pemerintahan Kota Malang, hari Kamis, semua ASN memakai pakaian khas daerah. Surat edaran tidak hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hari Kamis (23/1/2020) pagi, di Halaman Balaikota terasa berbeda. Pasalnya, seragam yang digunakan oleh ASN untuk mengikuti apel pagi, juga beda. Sesuai dengan surat edaran Walikota Malang Nomor 78 Tahun 2020 tentang pakaian Dinas di lingkungan Pemerintahan Kota Malang, hari Kamis, semua ASN memakai pakaian khas daerah. Surat edaran tidak hanya untuk ASN akan tetapi juga guru dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemerintah Kota Malang.</p>
<p>Sekda Kota Malang Drs Wasto SH MM yang memimpin apel pagi ini juga menerima laporan dengan Bahasa Jawa diluar kebiasaan sebelumnya. Beliau menyampaikan pada saat talkshow di radio beberapa hari sebelumnya bahwa tanggapan masyarakat sangat baik akan surat edaran untuk mengenakan pakaian khas daerah khususnya baju khas Malangan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104815" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0088-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0088-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0088-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0088-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0088-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>‘’Salah satu budayawan yang diundang tekakke (datangkan&#8211;red) sebagai narasumber (pakaian khas&#8211;red) Malang salah sijine Udeng. Udeng iku ngomonge nek diwedar ato dibedah teko tembung mudeng iku eroh. Setahap demi setahap akan kita seragamkan dengan udeng dan nantinya ada pelatihan’’, ujar Sekda yang memberikan sambutan dengan Bahasa Jawa.</p>
<p>‘’Kita berharap awal dari sebuah identitas diri dalam wujud klambi iki, pada saatnya kita menjiwai budaya Jawa pada umumnya dan Malang pada khususnya,’’ ujar Wasto.</p>
<p>Selanjutnya ditempat terpisah Wawali Kota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko juga menyampaikan apresiasinya. ‘Di Pemerintah Kota Malang, Pak Walikota membuat surat edaran no 78 tahun 2020 yang meminta untuk para ASN memakai baju tradisional, yang berbudaya Jawa. Dan ini saya kira bagus, karena kita boleh maju, boleh berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Tetapi, nilai-nilai budaya, nilai-nilai yang ada yaitu nilai-nilai luhur, nilai bangsa itu harus tetap ada dalam dada kita. Jangan sampai kita kehilangan jati diri, jadi nilai-nilai haqiqi yang kita miliki sebagai sebuah bangsa terutama Jawa ini harus tetap hidup. Karena bangsa ini akan berkembang dengan pesat sesuai dengan eranya, tetapi tidak kehilangan jati dirinya, intinya itu’’, ujar Bung Edi sapaan akrab Wawali Kota Malang.<strong>(*yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104814</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
