<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>maluku &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/maluku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Dec 2021 14:29:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>maluku &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Inovasi Pandu Siskamaya Lamongan Dilirik Maluku Tenggara</title>
		<link>https://memontum.com/inovasi-pandu-siskamaya-lamongan-dilirik-maluku-tenggara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2021 14:29:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Pandu Siskamaya]]></category>
		<category><![CDATA[maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159799</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Produksi ikan yang mencapai 139.547,48 ton di tahun 2020, mengantarkan Kabupaten Lamongan sebagai penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Realita itu juga, yang kemudian menarik perhatian DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, untuk berkunjung dan melakukan studi terkait pengembangan sektor perikanan tangkap dan budidaya, serta inovasi Pandu Siskamaya (Produk Andalan Usaha Berbasis Ikan Lamongan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Produksi ikan yang mencapai 139.547,48 ton di tahun 2020, mengantarkan Kabupaten Lamongan sebagai penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Realita itu juga, yang kemudian menarik perhatian DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, untuk berkunjung dan melakukan studi terkait pengembangan sektor perikanan tangkap dan budidaya, serta inovasi Pandu Siskamaya (Produk Andalan Usaha Berbasis Ikan Lamongan Jaya), Selasa (07/12/2021).</p>



<p>Kedatangan rombongan DPRD Maluku Tenggara yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Albert Efruan, ini diterima secara langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Lamongan, KH Abdul Rouf di Ruang Rapat Airlangga Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan.</p>



<p>Diungkapkan Albert, kedatangannya bersama rombongan ke Lamongan, sudah dibidik untuk harus dilakukan. Mengingat, 70 persen wilayah Maluku Tenggara adalah laut dengan potensi ikan yang banyak namun belum dikemas dengan baik, baik itu dari segi pengolahan maupun regulasi.</p>



<p>“Pengelolaan perikanan di Lamongan sangat luar biasa sedangkan kami belum makasimal. Kami berkeinginan untuk mempelajari strategi pembangunan sektor perikanan, juga terkait Pandu Siskamaya dan penempatan kawasan di Lamongan,” ungkap Albert.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Wabup Lamongan menjelaskan, bahwa potensi yang terdapat di Lamongan cukup besar. Pemkab Lamongan telah membuat kebijakan-kebijakan strategis dengan membangun berbagai sarana prasarana sesuai potensi alam yang dimiliki. Selain itu, strategi yang pertama yakni penentuan branding.</p>



<p>Branding sendiri, tambahnya, dianggap penting sebagai komitmen program, juga untuk mempermudah pemerintah dalam mensosialisasikan kegiatan kepada masyarakat. &#8220;Branding program itu perlu, karena tanpa nama tentu kita akan sulit untuk mensosialisikan pada masyarakat terkait program tersebut. Selain itu, menemukan positioning daerah juga perlu. Di Kabupaten Lamongan terdapat banyak jenis ikan, ada 30 hingga 40an. Otomatis dengan keadaan seperti ini kita tidak mungkin memilih industri pengalengan karena tidak strategis. Oleh karena itu kita buat unit-unit pengolahan ikan ini. Mengetahui positioning ini perlu diperdalam, untuk membuat kebijakan,” terangnya.</p>



<p>Selain itu, diungkapkan Kyai Rouf, bahwa selain Pandu Siskamaya yang dikembangkan dengan strategi pengolahan mutu, perluasan pemasaran, juga branding, di Lamongan memiliki 1.238 unit pengolahan ikan dengan besar jumlah ikan yang dikelola yakni 89.179,36 ton. Selain ikan, di bidang perikanan Lamongan juga memiliki garam yang saat ini dikelola dengan menggunakan sistem prisma. Sehingga, meski di musim penghujan pun Lamongan tetap bisa memproduksi garam. “Saya senang sekali hari ini dapat dikunjungi DPRD Kabupaten Maluku Tenggara. Kami mengucapkan terima kasih. Semoga, segala informasi yang diperoleh dari kunjungan kerja ini dapat membawa manfaat bagi Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku,” paparnya. <strong>(zud/zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159799</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dialog dengan Nelayan Maluku, Presiden Jokowi Dengarkan Curhatan Nelayan</title>
		<link>https://memontum.com/dialog-dengan-nelayan-maluku-presiden-jokowi-dengarkan-curhatan-nelayan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2021 14:27:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[maluku]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137766</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Maluku &#8211; Presiden Joko Widodo, menggelar berdialog dengan para nelayan Provinsi Maluku, untuk mengetahui situasi dan kondisi yang dihadapi oleh para nelayan setempat di masa pandemi saat ini. Dialog tersebut, berlangsung di Dermaga Huseka’a Hitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/03) tadi.Sebanyak 16 nelayan yang mewakili para nelayan di Kabupaten Maluku, hadir dalam kesempatan tersebut. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Maluku</strong> &#8211; Presiden Joko Widodo, menggelar berdialog dengan para nelayan Provinsi Maluku, untuk mengetahui situasi dan kondisi yang dihadapi oleh para nelayan setempat di masa pandemi saat ini. </p>



<p>Dialog tersebut, berlangsung di Dermaga Huseka’a Hitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/03) tadi.Sebanyak 16 nelayan yang mewakili para nelayan di Kabupaten Maluku, hadir dalam kesempatan tersebut. Mereka juga mengutarakan pendapat serta kebutuhan mereka untuk dapat menjalakan aktivitas sehari-hari.</p>



<p>Salah seorang nelayan yang berbicara dengan Presiden, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, yang tengah mengupayakan terwujudnya daerah Maluku sebagai lumbung ikan nasional.</p>



<p>&#8220;Terima kasih untuk Bapak Presiden telah datang ke Maluku ini untuk melihat kami, khususnya Desa Hitu ini, untuk menjadikan Maluku sebagai daerah lumbung ikan nasional di Indonesia,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/137664-menteri-trenggono-targetkan-lombok-sebagai-pusat-budidaya-lobster">Menteri Trenggono Targetkan Lombok Sebagai Pusat Budidaya Lobster</a></strong></p>



<p>Nelayan tersebut menjelaskan, kondisinya selama pandemi berlangsung, aktivitas melaut mereka relatif dapat terus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan. Meski demikian, ia mengakui bahwa nelayan setempat memerlukan dukungan terkait alat tangkap ikan.</p>



<p>&#8220;Masyarakat (nelayan) di sini lagi kekurangan dalam hal alat penangkapan, rumpon masih kurang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Rumpon merupakan salah satu alat bantu penangkapan ikan yang ditempatkan di tengah laut, baik dangkal maupun dalam.</p>



<p>Nantinya, ikan-ikan akan berkumpul di sekitar rumpon tersebut sehingga memudahkan nelayan setempat untuk menangkapnya.</p>



<p>Dalam pengoperasiannya, satu rumpon tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh sejumlah nelayan.Selepas berdialog dengan para nelayan, Presiden mengatakan akan segera membelikan alat bantu tangkap ikan tersebut.</p>



<p>Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga memberikan bantuan tambahan modal bagi para nelayan. <strong>(hms/neg/aye)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137766</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
