<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mancanegara &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mancanegara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 15:54:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mancanegara &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Nama Destinasi Wisata Tumpak Sewu Lumajang Melambung di Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara</link>
					<comments>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[melambung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233234</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi langkah Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), pelajar asal Lumajang yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan. Bagaimana tidak, dengan rasa bangga, Afif Darell memperkenalkan Tumpak Sewu (air terjun, red) sebagai bagian dari presentasi budaya dan pengetahuan. Di layar presentasinya, terpampang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi langkah Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), pelajar asal Lumajang yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan. Bagaimana tidak, dengan rasa bangga, Afif Darell memperkenalkan Tumpak Sewu (air terjun, red) sebagai bagian dari presentasi budaya dan pengetahuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di layar presentasinya, terpampang keindahan air terjun berundak yang mengalir diantara tebing hijau Lumajang, yang menghadirkan kekaguman sekaligus rasa ingin tahu dari para siswa internasional. Lebih dari sekadar memperkenalkan destinasi wisata, momen itu menjadi ruang perjumpaan antara identitas lokal dan perspektif global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang kelas sederhana, tersampaikan pesan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak hanya indah, tetapi juga layak diperbincangkan di panggung dunia. Fenomena ini, menunjukkan bahwa promosi daerah kini tidak lagi terbatas pada ruang formal pemerintahan atau kampanye pariwisata, melainkan dapat tumbuh dari kesadaran individu yang membawa kebanggaan terhadap tanah kelahirannya ke mana pun mereka pergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai jembatan pengenalan daerah dalam konteks global yang semakin terbuka. “Generasi muda adalah bagian penting dari wajah Lumajang di masa depan. Ketika mereka membawa nama daerahnya dengan penuh kebanggaan di ruang internasional, itu menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membangun citra positif Indonesia,” kata Bunda Indah, Rabu (17/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menegaskan, bahwa kekuatan promosi daerah tidak hanya bertumpu pada keindahan destinasi, tetapi juga pada narasi yang dibawa oleh masyarakatnya sendiri. Dalam konteks ini, anak muda menjadi aktor penting yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan perhatian dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era keterhubungan global saat ini, ruang kelas di luar negeri pun dapat menjadi etalase kecil bagi Indonesia. Dari sana, cerita tentang Lumajang tidak berhenti sebagai pengetahuan geografis, tetapi berkembang menjadi pengalaman budaya yang hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah juga menilai, semakin banyak generasi muda yang menempuh pendidikan di luar daerah maupun luar negeri, semakin besar pula peluang untuk memperluas jangkauan pengenalan potensi daerah secara organik dan berkelanjutan. “Ketika generasi muda mencintai daerahnya, mereka akan menjadi penyambung cerita tentang Lumajang dimana pun mereka berada,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumpak Sewu tidak hanya hadir sebagai destinasi wisata alam yang mempesona, tetapi juga sebagai simbol bahwa daerah dapat dikenal dunia melalui cara-cara sederhana melalui cerita, kebanggaan dan kesadaran identitas yang dibawa oleh warganya sendiri. “Pemuda keren itu mencintai Lumajang dengan memberitakan yang baik tentang Lumajang,” tegas Bunda Indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sebuah ruang kelas di China, Kabupaten Lumajang hadir dalam percakapan lintas bangsa. Sebuah pengingat bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, identitas lokal tidak semakin kecil, justru dapat menjelma menjadi cerita global yang bermakna. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki Daya Tarik Wisata Favorit, Kota Probolinggo Diserbu Ribuan Turis Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-daya-tarik-wisata-favorit-kota-probolinggo-diserbu-ribuan-turis-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diserbu]]></category>
		<category><![CDATA[favorit]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229035</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, sambut kedatangan penumpang Kapal Pesiar Westerdam, yang membawa ribuan wisatawan mancanegara (Wisman) dari 50 negera. Kapal ini, datang di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kamis (25/12/2025) tadi. Tentunya, kedatangan ribuan wisatawan mancanegara ini tidak lepas dari daya tarik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, sambut kedatangan penumpang Kapal Pesiar Westerdam, yang membawa ribuan wisatawan mancanegara (Wisman) dari 50 negera. Kapal ini, datang di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kamis (25/12/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya, kedatangan ribuan wisatawan mancanegara ini tidak lepas dari daya tarik wisata di Kota Probolinggo. Saat di Pelabuhan Tanjung Tembaga, para wisatawan langsung dihibur dengan tarian tradisional berjudul Probolinggo Ning Ati yang diiringi Kelabang Songo Jagadsari sebagai suguhan penyambutan. Usai kapal berlabuh, sebagian Wisman melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo, sementara lainnya mengikuti agenda city tour di Kota Probolinggo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Di sela kegiatan, Wali Kota Aminuddin menyampaikan sambutan hangat sekaligus mengapresiasi kepercayaan para Wisman yang berkunjung ke Kota Probolinggo. “Wonderful, kita semua menyambut kedatangan para Wisman di Kota Probolinggo,” ujar Wali Kota Aminuddin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun rute city tour di Kota Probolinggo, meliputi kunjungan ke Rumah Sentra Batik, dilanjutkan ke Museum Probolinggo, untuk menikmati pertunjukan kesenian tradisional. Rombongan kemudian menuju Gereja Merah, melewati Alun-alun Kota sembari melihat Masjid Agung dan singgah di Kelenteng Sumber Naga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usai dari Kelenteng Sumber Naga, rombongan melanjutkan agenda ke pasar tradisional untuk berbelanja produk lokal, sebelum kembali ke pelabuhan. Diketahui, setelah berwisata di Kota Probolinggo, Kapal Pesiar Westerdam melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Watu Semeru Jadi Primadona Kolektor Batu Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/watu-semeru-jadi-primadona-kolektor-batu-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kolektor]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[primadona]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227700</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dari lereng Gunung Semeru, sebuah kekayaan alam muncul dengan cara yang diam-diam tapi memikat. Watu Semeru, batu khas Lumajang, kini menjadi primadona bagi kolektor mancanegara. Warna yang memikat, motif yang unik dan cerita tentang energi alam yang terkandung di dalamnya, membuat batu ini lebih dari sekadar benda. Namun, seolah menyimpan jiwa gunung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dari lereng Gunung Semeru, sebuah kekayaan alam muncul dengan cara yang diam-diam tapi memikat. Watu Semeru, batu khas Lumajang, kini menjadi primadona bagi kolektor mancanegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Warna yang memikat, motif yang unik dan cerita tentang energi alam yang terkandung di dalamnya, membuat batu ini lebih dari sekadar benda. Namun, seolah menyimpan jiwa gunung tertinggi di Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang sekarang paling diminati itu, Badar Besi Semeru dan Manik Gajah Semeru. Warnanya unik, karakternya beda dari batu lain. Bahkan banyak yang percaya batu ini menyimpan energi alam Semeru,” kata pengrajin sekaligus pegiat batu asal Lumajang, Jhony Kumato, Kamis (13/11/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Jhony, setiap batu bukan sekadar barang jualan. Namun saksi bisu sejarah Semeru, hasil dari jutaan tahun aktivitas vulkanik yang membentuk warna dan motifnya. Dari Senduro, Tempursari, Pronojiwo, hingga Candipuro, setiap aliran sungai dan lereng gunung menyimpan batu-batu yang berbeda satu sama lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semeru itu sakral sejak zaman Jawa kuno. Tiap batu punya motif unik, tidak ada yang sama. Itu yang bikin kolektor luar negeri jatuh cinta,” lanjutnya sambil menunjukkan batu berkilau keperakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jhony memulai perjalanan dengan hati-hati. Dari menelusuri sungai hingga memoles batu di bengkel kecilnya, setiap langkah dijalani dengan penuh ketelatenan. Polesannya tidak menghapus karakter alami batu, tapi justru menonjolkan keindahan asli yang sudah ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak 2014, Jhony menekuni dunia batu, tapi baru pada 2024, dirinya mulai membagikan prosesnya lewat media sosial. Foto-foto dan video tentang pencarian batu di lereng gunung hingga proses pemolesannya perlahan menarik perhatian kolektor internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Awalnya mereka cuma lihat di media sosial, tapi lama-lama ada yang pesan, bahkan datang langsung ke Lumajang untuk melihat sumber batunya,” kata Jhony.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Peminat Watu Semeru kini datang dari Jepang, Amerika, hingga Eropa. Bagi mereka, batu ini bukan sekadar koleksi, tapi juga diyakini sebagai grounding energy, alat untuk menyeimbangkan pikiran dan emosi dengan energi bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini, memberi angin segar bagi Lumajang. Selain pariwisata alam yang sudah dikenal, kini kerajinan batu juga mulai menonjol sebagai identitas daerah yang bisa dibanggakan. Bagi warga sekitar, batu juga punya nilai spiritual. Dalam budaya Jawa, batu dianggap saksi bisu hubungan manusia dengan alam. Watu Semeru pun dipandang sebagai simbol keselarasan antara manusia dan kekuatan alam. “Batu itu ibarat titipan Semeru untuk manusia. Kalau dirawat dengan hati, batu itu bisa membawa rezeki,” ujar Jhony.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bengkel kecilnya kini, menjadi tempat belajar bagi para pemuda desa. Mereka datang untuk memahami teknik pemolesan sekaligus belajar menghargai nilai budaya di balik Watu Semeru. Jhony ingin agar warisan ini terus hidup, tidak hanya berhenti di tangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya ingin anak-anak muda tahu, Lumajang punya kekayaan luar biasa. Bukan hanya hasil bumi, tapi juga batu yang menyimpan sejarah alam Semeru,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah daerah mulai merespons. Program pendampingan bagi pengrajin batu sedang dirancang, mulai dari pelatihan desain, pengemasan, hingga promosi digital. Harapannya, Watu Semeru bisa menjadi produk unggulan yang mendunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Batu ini pun kini bukan sekadar pajangan, melainkan juga menjadi duta budaya, membawa pesan bahwa Lumajang adalah tanah yang kaya energi dan keindahan alam. Keunikan Watu Semeru juga menarik perhatian peneliti geologi. Mereka menelusuri kandungan mineral dan pola batu, menyingkap cerita panjang tentang letusan dan aktivitas vulkanik Semeru di masa lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seniman pun melihatnya sebagai kanvas alami. Guratan dan warnanya bagaikan lukisan abstrak yang hanya bisa dibuat oleh alam. Tiap batu adalah karya yang unik, tidak bisa ditiru. Di pasar seni dan pameran batu di luar negeri, nama Watu Semeru from Lumajang, East Java mulai terdengar. Batu ini membawa aroma vulkanik, kehangatan budaya dan kisah tentang gunung yang menjadi atap pulau Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bismillah, semoga lancar. Harapan saya sederhana, semoga Watu Semeru bisa membawa nama Lumajang ke panggung dunia,” imbuh Jhony.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diantara kabut, batu dan keheningan lereng gunung, Lumajang menunjukkan dirinya. Subur bukan hanya karena tanahnya, tapi juga karena jiwa yang terus memoles keindahan menjadi kebanggaan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227700</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pelari Mancanegara Meriahkan Gelaran Ijen Green Trail Run 2025</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-pelari-mancanegara-meriahkan-gelaran-ijen-green-trail-run-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelari]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225794</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sekitar 378 pelari mancanegara dan berbagai wilayah di Indonesia, meramaikan ajang Ijen Green Trail Run 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu 6 hingga 7 September 2025, besok. Gelaran event bertaraf internasional ini, menyuguhkan lintasan menantang di Lereng Gunung Ijen dan Gunung Ranti, Kabupaten Banyuwangi. Sekedar diketahui, Gunung Ranti sendiri terletak di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sekitar 378 pelari mancanegara dan berbagai wilayah di Indonesia, meramaikan ajang Ijen Green Trail Run 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu 6 hingga 7 September 2025, besok. Gelaran event bertaraf internasional ini, menyuguhkan lintasan menantang di Lereng Gunung Ijen dan Gunung Ranti, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekedar diketahui, Gunung Ranti sendiri terletak di Kawasan Pegunungan Ijen, yang mana memiliki ketinggian 2.601 mdpl. Lokasinya, terletak di barat daya Gunung Ijen dan menyuguhkan panorama indah yang menambah daya tarik lomba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa sport tourism menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya, yakni diwujudkan dengan terselenggaranya Ijen Green Trail Run 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Keindahan dan kondisi alam Banyuwangi sangat layak dijadikan spot sport tourism. Banyuwangi tidak hanya tempat terbaik untuk olah raga sepeda, namun kami juga akan mengembangkan olah raga lari di Banyuwangi. Selain itu, event ini juga berdampak positif pada ekonomi daerah, karena menggerakkan sektor transportasi, penginapan, kuliner dan para peserta biasanya pulang membawa oleh-oleh,&#8221; kata Bupati Ipuk, Sabtu (06/09/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banyuwangi, M Alfin Kurniawan, menambahkan bahwa ajang ini masuk kalender Asia Trail Master, atau salah satu seri bergengsi di dunia trail run. Karenanya, peserta lari pun berasal dari berbagai negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tercatat ada 37 runner asing dari 11 negara. Selebihnya, berasal dari berbagai kota di Indonesia,” kata Alfin.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Rincian peserta asing, tambahnya, cukup beragam. Seperti dari Singapura ada 12 pelari, Jepang 6 orang, China 4 orang, Malaysia dan Vietnam masing-masing 3 orang, serta Brunei Darussalam, Filipina dan Mesir, masing-masing 2 orang. Selain itu, juga ada pelari asal Prancis, Belanda dan Jerman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ijen Green Trail 2025 sendiri, dibagi dalam empat kategori. Yakni 8 km, 14 km, 25 km dan 50 km. Setiap jalur, menghadirkan tantangan sekaligus panorama khas Banyuwangi, mulai pegunungan, hutan, hingga trek ekstrem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kategori 50 km sendiri, telah dilepas pertama di Paltuding Ijen, Sabtu (06/09/2025) pukul 14.00. Para pelari harus menuntaskan rute lari maraton dengan total waktu maksimal 18 jam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Peserta memulai start di Paltuding dan finish di situ. Beberapa pelari kategori 50 km, sudah masuk garis akhir sekitar pukul 20.34. Kategori ini, didominasi peserta asing, sementara runner Indonesia berjumlah 13 orang,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian kategori 25 km, akan start dengan batas waktu 8 jam, pada Minggu (07/09/2025) pukul 04.00. Selanjutnya kategori 14 km, start pukul 05.00, dengan cut off time 4,5 jam. Kategori terakhir, yakni 8 km, dimulai pukul 05.30, dengan batas waktu 3 jam. Kelas ini menjadi favorit karena diikuti 150 peserta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum race utama, para peserta juga diajak keliling menikmati wisata Banyuwangi pada Jumat (05/09/2025) kemarin. Mereka berkunjung seperti ke Pulau Tabuhan hingga De Djawatan. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Jember Jadi Tuan Rumah Jawa Timur Adventure Trip yang Diikuti 20 Provinsi dan Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-jadi-tuan-rumah-jawa-timur-adventure-trip-yang-diikuti-20-provinsi-dan-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[diikuti]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221650</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Kabupaten Jember menggelar Table Top dalam serangkaian Jawa Timur Adventure Trip ke-4 di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (30/04/2025) tadi. Dalam sambutan melalui kanal zoom, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi seluruh peserta Jawa Timur Adventure Trip ke-4 yang datang dari berbagai provinsi. &#8220;Terima kasih atas kehadirannya. Semoga tidak kapok dan berkenan untuk kembali datang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Kabupaten Jember menggelar Table Top dalam serangkaian Jawa Timur Adventure Trip ke-4 di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (30/04/2025) tadi. Dalam sambutan melalui kanal zoom, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi seluruh peserta Jawa Timur Adventure Trip ke-4 yang datang dari berbagai provinsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Terima kasih atas kehadirannya. Semoga tidak kapok dan berkenan untuk kembali datang ke Jember,&#8221; kata Bupati Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bambang Rudyanto, menambahkan bahwa Jawa Timur Adventure Trip merupakan kegiatan yang digagas oleh Asosiasi Pelaku Penjualan Indonesia (ASPPI). &#8220;Kegiatan ini digelar setiap dua tahun sekali. Tujuannya, untuk berkunjung di kota atau kabupaten tertentu guna mengeksplor dan mempromosikan suatu wisata,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Tercatat, ada sebanyak 20 provinsi yang ikut serta dalam kegiatan ini. Sejumlah provinsi itu, tersebar mulai Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, ada peserta dari mancanegara yang hadir. Yakni, berasal dari Malaysia, Thailand dan Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kabupaten Jember menjadi lokasi puncak acara setelah para peserta berkeliling mulai Malang hingga Ijen. Kegiatannya, bernama Table Top,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Table Top sendiri, merupakan sarana promosi, sharing dan deal paket wisata antara buyer dan seller. Harapannya, ada efek domino akan lebih menggeliat pariwisata di Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221650</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunda Indah Bertekad Jadikan Lumajang sebagai Tempat Jujugan Wisatawan Lokal dan Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/bunda-indah-bertekad-jadikan-lumajang-sebagai-tempat-jujugan-wisatawan-lokal-dan-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bertekad]]></category>
		<category><![CDATA[jadikan]]></category>
		<category><![CDATA[jujugan]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220107</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang yang terkenal dengan sejumlah potensi wisatanya, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya dan bahkan wisata kuliner, menjadi motivasi tersendiri Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Terlebih, dengan keberadaan Air Terjun Tumpak Sewu, yang juga dikenal sebagai Niagara dari Jawa Timur. Oleh karenanya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, berkeinginan menjadikan Kabupaten Lumajang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang yang terkenal dengan sejumlah potensi wisatanya, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya dan bahkan wisata kuliner, menjadi motivasi tersendiri Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Terlebih, dengan keberadaan Air Terjun Tumpak Sewu, yang juga dikenal sebagai Niagara dari Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, berkeinginan menjadikan Kabupaten Lumajang sebagai tempat jujugan wisatawan. &#8220;Dengan semua potensi yang kita punya, harapan kita ke depan Lumajang bisa menjadi tempat kunjungan wisata bagi semua. Baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara,&#8221; kata Bunda Indah, seusai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Lumajang, Senin (10/03/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mewujudkan itu, Bunda Indah mengatakan akan memulai dengan membuat regulasi pariwisata, guna memberikan perlindungan masyarakat dan juga ekosistem setempat. Sehingga, memastikan azas manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Setelah saya evaluasi dan saya cek kembali, ternyata kita tidak memiliki peraturan daerah yang mengatur tata kelola destinasi wisata di Kabupaten Lumajang. Karenanya, itu yang harus kita atur,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah menjelaskan, bahwa sudah menjadi tugas pemerintah daerah untuk mengatur dan meregulasi semua kehidupan penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat. &#8220;Untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum masyarakat agar semua tertata dengan baik,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekedar diketahui, beberapa tempat wisata alam di Kabupaten Lumajang, selain Air Terjun Tumpak Sewu juga ada Puncak B29, destinasi yang populer bagi pencinta alam dan hobi mendaki. Ada juga Danau Ranu Kumbolo, Danau Ranu Regulo, Danau Ranu Pane, Hutan Bambu, Pantai Watu Pecak serta Pemandian Alam Selokambang dan masih banyak lagi seperti Wisata Sejarah Pura Mandara Giri Semeru Agung yang ada di Kecamatan Senduro. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220107</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Lumajang Naik Signifikan Hampir 300 Persen, Tumpak Sewu Jadi Favorit</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisatawan-mancanegara-ke-lumajang-naik-signifikan-hampir-300-persen-tumpak-sewu-jadi-favorit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 14:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[favorit]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sektor pariwisata Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan pesat dengan lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara. Bahkan berdasarkan data dari portal Satu Data Kabupaten Lumajang, jumlah wisatawan asing yang berkunjung pada tahun 2024 mencapai 74.429 orang, atau mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 26.539 wisatawan, serta jauh melampaui tahun 2022 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sektor pariwisata Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan pesat dengan lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara. Bahkan berdasarkan data dari portal Satu Data Kabupaten Lumajang, jumlah wisatawan asing yang berkunjung pada tahun 2024 mencapai 74.429 orang, atau mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 26.539 wisatawan, serta jauh melampaui tahun 2022 yang hanya 4.611 wisatawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati menyebut bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai strategi yang telah diterapkan. Termasuk, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata melalui pelatihan bagi pengelola wisata agar mampu memberikan pelayanan prima kepada wisatawan asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Wisatawan asing cenderung tertarik dengan destinasi wisata alam dibandingkan tempat wisata buatan. Lumajang memiliki kekayaan alam yang sangat lengkap, mulai dari gunung, air terjun, lautan, hingga danau, yang menjadi daya tarik utama bagi mereka,&#8221; kata Yuli, Senin (03/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Salah satu destinasi unggulan yang paling diminati wisatawan asing, ujarnya, adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Dikenal sebagai &#8216;Niagara dari Jawa Timur&#8217;, Tumpak Sewu semakin gencar dipromosikan di berbagai negara untuk menarik lebih banyak pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bagi wisatawan asing yang datang ke Indonesia, rasanya belum lengkap jika belum mengunjungi Tumpak Sewu. Ini menjadi salah satu destinasi yang terus kami kembangkan agar semakin dikenal di kancah internasional,&#8221; paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan, lanjutnya, Pemkab Lumajang berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wisata alam yang ada. Termasuk, memastikan kenyamanan pengunjung serta meningkatkan promosi ke mancanegara. Melalui upaya ini, diharapkan semakin memperkuat posisi Lumajang sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218949</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang Jadi Tujuan Utama Wisatawan Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-warna-warni-jodipan-kota-malang-jadi-tujuan-utama-wisatawan-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>
		<category><![CDATA[warna-warni]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terus menarik perhatian dari turis mancanegara. Sebab, perharinya ada sekitar 100 hingga 200 turis yang berkunjung. Apalagi, jika akhir pekan angka tersebut terus bertambah. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Warna-Warni, Agus Kodar, menyampaikan jika kunjungan tersebut terus mengalami peningkatan, walaupun secara bertahap. Yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terus menarik perhatian dari turis mancanegara. Sebab, perharinya ada sekitar 100 hingga 200 turis yang berkunjung. Apalagi, jika akhir pekan angka tersebut terus bertambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Warna-Warni, Agus Kodar, menyampaikan jika kunjungan tersebut terus mengalami peningkatan, walaupun secara bertahap. Yakni sekitar 10 hingga 20 persen, untuk setiap bulannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau akhir pekan bisa sampai 300 sampai 400 wisatawan mancanegara. Ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata di Kota Malang secara umum,” jelas Agus, Sabtu (26/10/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, Kampung Warna-Warni Jodipan juga menjadi salah satu dari dari tiga destinasi favorit yang dituju oleh wisatawan di Jawa Timur. Selain, tentunya Gunung Bromo dan Air Terjun Tumpak Sewu. Tidak heran jika menjadi tujuan utama wisatawan asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya selalu tanya pada tour guide dan biro travel wisata dan mereka menyebutkan tiga destinasi favorit itu adalah Kampung Warna-Warni, Bromo, dan Tumpak Sewu. Tidak heran banyak turis yang datang ke sini setiap hari,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agus berharap ke depan, Pemerintah Kota Malang dapat memberikan perhatian lebih kepada Kampung Warna-Warni Jodipan. Sehingga, kampung tematik tersebut dapat semakin berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena kalau banyak pengunjung yang datang, tentu juga akan berdampak pada peningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di Kampung Warna-Warni Jodipan ini,” imbuh Agus. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>320 Pemancing Nasional hingga Mancanegara Meriahkan Banyuwangi Fishing Festival 2024</title>
		<link>https://memontum.com/320-pemancing-nasional-hingga-mancanegara-meriahkan-banyuwangi-fishing-festival-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[fishing]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209325</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Banyuwangi Fishing Festival 2024, yang digelar di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung meriah, Minggu (12/05/2024) tadi. Bahkan, pemancing profesional, Cepy Yanwar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cepy Mancing Mania, ikut meramaikan kompetisi memancing ini. Fishing Festival 2024 sendiri, diikuti 320 pemancing dari berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Banyuwangi Fishing Festival 2024, yang digelar di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung meriah, Minggu (12/05/2024) tadi. Bahkan, pemancing profesional, Cepy Yanwar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cepy Mancing Mania, ikut meramaikan kompetisi memancing ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fishing Festival 2024 sendiri, diikuti 320 pemancing dari berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Para peserta datang dari Lombok, Kutai Kartanegara, Cirebon, Surabaya, Bali, Kudus, Solo, Jogjakarta, Pasuruan, Jember, Probolinggo hingga Vietnam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam gelaran itu, ratusan pemancing atau peserta diberi waktu selama 8 jam, untuk melakukan aksinya. Secara keseluruhan, peserta terbagi dalam 80 tim dan para peserta berlomba memancing ikan mulai pukul 06.00 sampai pukul 14.00. Peserta yang memperoleh tangkapan dengan bobot terberat, akan menjadi juara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cepy yang juga host acara Mancing Mania Strike Back di salah satu stasiun televisi, mengaku selalu kangen memancing di Banyuwangi. “Untuk wilayah Jawa, saya lebih senang memancing di Banyuwangi. Di sini surganya mancing mania,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Cepy, Pantai Bimorejo menawarkan sensasi memancing yang luar biasa. Selain pemandangan yang indah, pantai ini juga memiliki fishing ground (spot memancing) yang bagus. “Spotnya tidak terlalu dalam, tapi potensi ikannya variatif. Lengkap, mulai ikan karang, ikan plagis (permukaan) ada semua,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Pantai Bimorejo, Cepy sebelumnya sudah beberapa kali memancing di perairan Banyuwangi. “Mancing di Banyuwangi banyak alternatif spot-nya. Para angler bisa punya banyak pilihan. Kalau mancing di pantai Pancer pas ikannya kosong, kita bisa pindah ke Pantai Muncar atau pantai yang lain,” urainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan ada banyak titik fishing ground di kawasan Banyuwangi. Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang 175 km dengan potensi perikanan tangkap dan wisata bahari.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ajang ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan potensi perikanan Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam gelaran yang memasuki tahun ke lima ini, Fishing Festival digelar di wilayah pantai utara Banyuwangi. Hal ini dimaksudkan, untuk mengeksplorasi spot mancing di wilayah utara pantai Banyuwangi yang kaya dengan berbagai jenis ikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Ipuk sendiri dalam kesempatan itu juga mengajak para nelayan dan warga pesisir Pantai Bimorejo, untuk menjaga kelestarian lingkungan laut. Sedangkan Pemkab, akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur di kawasan pesisir untuk memperlancar lalu lintas logistik di kawasan pesisir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Termasuk, Pemkab juga akan terus menggeber berbagai program peningkatan kapasitas keluarga nelayan. Misalnya, pelatihan diversifikasi pangan bagi istri nelayan. Mereka juga difasilitasi pengurusan izin usaha dan sertifikat halal, hingga dilatih pemasaran dan manajemen keuangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fishing Festival 2024 ini dimenangkan oleh Tim Gajah Suro dari Solo yang berhasil mendapatkan ikan Tengiri seberat 8,4 kg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini termasuk yang paling bagus spotnya. Ombaknya tidak terlalu besar, jaraknya juga tidak terlalu jauh tapi ikannya banyak,&#8221; ujar Ketua Tim Gajah Suro, Aries Windarto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam gelaran itu, posisi kedua diraih tim dari Kudus dengan tangkapan ikan Amber Jack berbobot 5,2 kg. Di posisi ketiga, ada tim tuan rumah Banyuwangi yang berhasil mendapatkan ikan Amber Jack seberat 4,4 kg. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan peluncuran Topi Sampadan, yakni topi memancing yang dimodifikasi menyerupai bentuk udeng (topi khas masyarakat Banyuwangi). <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209325</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
