<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mandor &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mandor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Sep 2023 10:10:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mandor &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pekerja Proyek Pembangunan Pasar Kolpajung Pamekasan Tak Digaji, Mandor Tetiba Menghilang</title>
		<link>https://memontum.com/pekerja-proyek-pembangunan-pasar-kolpajung-pamekasan-tak-digaji-mandor-tetiba-menghilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digaji,]]></category>
		<category><![CDATA[kolpajung]]></category>
		<category><![CDATA[mandor]]></category>
		<category><![CDATA[menghilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Nasib apes menimpa sejumlah pekerja proyek pembangunan pasar tradisional Kolpajung Pamekasan. Itu karena, mereka mengaku belum dibayar atas pekerjaan yang sudah dikerjakan, karena sang mandor secara tiba-tiba menghilang. Dari pengakuan pekerja, diketahui sudah 35 hari, pekerjaan yang sudah dilakukan itu belum juga dibayar. Padahal, biasa setelah awal bulan, mereka menerima bayaran bulanan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Nasib apes menimpa sejumlah pekerja proyek pembangunan pasar tradisional Kolpajung Pamekasan. Itu karena, mereka mengaku belum dibayar atas pekerjaan yang sudah dikerjakan, karena sang mandor secara tiba-tiba menghilang.</p>



<p>Dari pengakuan pekerja, diketahui sudah 35 hari, pekerjaan yang sudah dilakukan itu belum juga dibayar. Padahal, biasa setelah awal bulan, mereka menerima bayaran bulanan. Karenanya, untuk sementara mereka menghentikan pekerjaan.</p>



<p>Sementara itu, selama mereka bekerja, pun biasa diberi jatah makan dari PT, untuk Sabtu dan Minggu. Sementara di hari biasa atau Senin hingga Jumat, itu kasbon untuk keperluan makan.</p>



<p>&#8220;Karena mandornya tiba-tiba menghilang, selain tidak bayaran juga tidak bisa makan. Jadi seperti Senin hingga Jumat, saya akan makan kalau ada orang yang mengasih. Tetapi kalau tidak ada, ya saya puasa,&#8221; ungkap Suwarno (65), warga aasal Kelurahan Gentang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, mandor proyek sendiri tetiba hilang sejak 8 September. Karena di tanggal itu, sempat diminta menunggu. &#8220;Tanggal 8 itukan mau bayaran dan kita disuruh menunggu. Tapi ternyata, paginya itu dia (mandor, red) pergi. Nama mandornya Heri Dairin, katanya orang Purwokerto,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Suwarno juga menjelaskan, selama bekerja, dirinya dijanjikan gaji Rp 110 ribu perhari. Sementara, pekerja yang belum bayaran, ada 11 orang yang di bawah pimpinan mandor tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami hampir setiap pagi, para pekerja berkumpul untuk meminta kejelasan di depan pintu masuk Proyek Pasar Kolpajung. Kami juga meminta tolong sama Lak Polisi, tadi pagi. Karena saya juga orang perantau,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pemenang Proyek Pasar Kolpajung, PT Adhi Persada Gedung (APG), Arif Sulistiono, menyampaikan bahwa soal honor atau bayaran pekerja sudah di berikan. Hanya saja, dari pihak mandor sendiri yang sampai saat ini tidak kunjung memberikannya kepada pekerja.</p>



<p>&#8220;Kita akan coba bantu selesaikan. Karena dari pihak APG, itu sudah membayar (gaji, red) ke mandornya. Sampai sekarangpun, itu mandornya kita tidak bisa hubungi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kontrak dari PT dengan pihak mandor. Akan tetapi, sampai saat ini memang belum bisa dihubungi. Semoga saja, waktu dekat permasalahan tersebut akan teratasi.</p>



<p>&#8220;Kita masih mencari nomornya sebagai pertanggung jawaban dari kita. Kita konsentrasi pada bapak-bapak ini, supaya lekas pulang,&#8221; ungkapnya.<strong> (azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihajar KA Kertanegara, Mobil Daihatsu Mandor Tebu di Kepanjen Malang Ringsek</title>
		<link>https://memontum.com/dihajar-ka-kertanegara-mobil-daihatsu-mandor-tebu-di-kepanjen-malang-ringsek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[kertanegara,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mandor]]></category>
		<category><![CDATA[ringsek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195364</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Apes menimpa satu unit Mobil Daihatsu Taft GT, yang diketahui milik mandor tebu di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (09/08/2023) tadi. Kondisinya ringsek, akibat dihajar Kereta Api (KA) Kartanegara tujuan Malang-Purwokerto, saat kendaraan itu melintas di kawasan persawahan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kasatlantas Polres Malang, AKP Agnis Juwita Manurung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Apes menimpa satu unit Mobil Daihatsu Taft GT, yang diketahui milik mandor tebu di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (09/08/2023) tadi. Kondisinya ringsek, akibat dihajar Kereta Api (KA) Kartanegara tujuan Malang-Purwokerto, saat kendaraan itu melintas di kawasan persawahan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>



<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Agnis Juwita Manurung, mengatakan bahwa peristiwa itu bermula ketika Daihatsu Taft GT Nopol N 41 LN yang dikemudikan Khollif (35), warga Desa Gamping, Kepanjen, Kabupaten Malang, melintas dari arah Utara ke Selatan. Karena diduga tidak mengetahui adanya kereta api yang hendak melintas, sang pemilik pun langsung melintas. Hingga akhirnya, tabrakan tidak terelakkan.</p>



<p>“Kecelakaan terjadi di jalan menuju sawah di Mangunrejo (Desa, red) Kepanjen. Di lokasi kejadian, memang menjadi perlintasan umum yang digunakan pekerja tebu roda dua dan empat,” kata Kasat Lantas, Rabu (09/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Beruntung, tambahnya, dalam kejadian itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Meskipun, kendaraan Daihatsu Taft GT rusak parah dan pengemudi mengalami luka.</p>



<p>“Pengemudi luka ringan dan rawat jalan. Sementara kendaraan roda empat, mengalami rusak berat karena terseret sejauh kurang lebih 15 meter,” jelasnya.</p>



<p>Setelah kejadian tersebut, pihak Satlantas Polres Malang bersama dengan PT KAI, menutup jalan alternatif sementara itu. Selanjutnya, kata Agnis, PT KAI langsung melakukan pemasangan pembatas jalan untuk meminimalisir kejadian serupa.</p>



<p>“Sementara akan kita tutup. Dari PT KAI sedang memasangkan besi. Sehingga, akan mengurangi orang yang melintas di sini. Harapannya, tidak ada kejadian serupa yang terjadi,”&nbsp;ujarnya.&nbsp;<strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195364</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
