<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jun 2023 02:05:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Mas Ipin Monitoring Harga Komoditas Pangan dan Ternak di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-mas-ipin-monitoring-harga-komoditas-pangan-dan-ternak-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[adha]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[idul]]></category>
		<category><![CDATA[ipin]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[Monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191867</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melakukan monitoring harga bahan pokok jelang Hari Raya Kurban. Dari pemantauan itu, diketahui bahwa harga kebutuhan bahan pokok menjelang Idul Adha, cenderung stabil. Kalaupun ada kenaikan, hanya pada beberapa komoditas seperti ayam. Sementara itu, dalam pemantauan harga hewan ternak, diketahui juga cenderung stabil. &#8220;Giat hari ini kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melakukan monitoring harga bahan pokok jelang Hari Raya Kurban. Dari pemantauan itu, diketahui bahwa harga kebutuhan bahan pokok menjelang Idul Adha, cenderung stabil. Kalaupun ada kenaikan, hanya pada beberapa komoditas seperti ayam.</p>



<p>Sementara itu, dalam pemantauan harga hewan ternak, diketahui juga cenderung stabil. &#8220;Giat hari ini kita memantau pasar hewan. Dari pantauan, meskipun menjelang Hari Raya Idul Adha, namun harga hewan kurban, khususnya kambing cenderung stabil,&#8221; kata Bupati Arifin, saat dikonfirmasi seusai melakukan monitoring di Pasar Basah, Senin (26/06/2023) siang.</p>



<p>Terkait ketersediaan hewan Kurban, disampaikan Mas Ipin-sapaan akrabnya, masih cukup melimpah. Sementara untuk kesehatan hewan, pun terpantau juga baik. Apalagi, pihaknya juga menerjunkan mantri dan dokter hewan guna mengecek kondisi kesehatan hewan Kurban.</p>



<p>&#8220;Kita juga mengecek ke pasar basah untuk melihat harga kebutuhan pokok. Cenderung stabil dan ada kenaikan harga khususnya ayam. Ayam lumayan naik, yang biasa di harga Rp 28 ribu hingga 35 ribu per kilogram, kini sudah mencapai Rp 37 ribu per kilogram,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Tidak hanya terjadi di Trenggalek, paparnya, kenaikan harga ayam ini sama dengan daerah lain. Kalau untuk harga komoditas pangan seperti cabe, bawang, beras dan lainnya, masih belum ada kenaikan yang siginifikan.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terus yang lainnya, seperti lombok, bawang, beras dan yang lain-lain tergolong stabil. Kemudian stok juga aman,&#8221; kata suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Monitoring harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha, ini akan terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten secara berkala. Harapannya, selain menjaga harga agar tetap stabil, juga stock kebutuhan pokok itu bisa tetap terjaga.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Arifin juga mendorong agar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk masyarakat sering digelar. Tujuannya, untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat di tengah mahalnya bahan-bahan kebutuhan pokok.</p>



<p>&#8220;Gerakan pangan murah sudah dilaunching. Saya bayangkan, kalau distribusi kebutuhan pokok ini tidak terlalu jauh, maka harganya juga pasti murah,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dari hasil monitoring di kali ini, banyak barang yang di suplay dari Malang dan dari luar kota lainnya. Kompensasi distribusi inilah, yang membuat harga itu menjadi mahal.</p>



<p>&#8220;Seperti bawang merah yang ditanam sendiri oleh tetangga kita, harganya sekitar Rp 30 ribu. Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun kemarin atau hari-hari sebelumnya, itu termasuk mahal. Tapi kalau kita pergi ke pasar, harganya jatuh di angka Rp 34 ribu hingga 35 ribu. Jadi masih relatif lebih murah,&#8221; ujar Bupati Arifin.</p>



<p>Dirinya berharap, gerakan pangan murah ini bisa seminggu atau sebulan sekali di gelar di tiap Kecamatan. &#8220;Kita kumpulkan semua petani petani lokal yang selama ini tidak punya akses ke pasar. Coba di identifikasi seperti kelompok wanita tani yang produksinya sayur. Kita sudah berhasil melakukan di tingkat ASN. Tunjangan beras ASN, kita belikan beras asli produksi dari petani Trenggalek,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191867</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi ke Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Mas Dhito Dorong Pelukis Kediri Naik Level</title>
		<link>https://memontum.com/silaturahmi-ke-sanggar-kampung-lukis-ruslan-di-desa-dawung-mas-dhito-dorong-pelukis-kediri-naik-level</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dawung,]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[ke]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[level]]></category>
		<category><![CDATA[lukis]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ruslan]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191621</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri. Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kediri</strong> &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri.</p>



<p>Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi. &#8220;Kediri berbudaya ini salah satunya adalah berkesenian. Karenanya, saya mendorong Pak Ruslan, selaku pelukis yang ada di Kabupaten Kediri, supaya beliau ini segera mengadakan pameran tunggal,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Dimulai dari Ruslan, Mas Dhito berharap nantinya akan muncul pelukis lain dari Kabupaten Kediri, yang bisa dikenal level nasional bahkan internasional. Karena, dirinya selaku kepala daerah, siap memfasilitasi para pelukis ketika nantinya siap mengadakan pameran. Adapun tempat yang bisa digunakan, dirinya mencontohkan adalah Pendopo Panjalu Jayati maupun Convention Hall.</p>



<p>&#8220;Dimana pun boleh dan nanti kita sediakan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung yang dikunjungi Mas Dhito, sendiri masih proses penyelesaian. Meski begitu, di tempat itu sudah aktif digunakan kegiatan berkumpul pelaku seni lukis, termasuk mengajar seni lukis kepada warga.</p>



<p>Kampung Lukis Ruslan, ini menjadi salah satu daya tarik yang dimililiki Desa Wisata Dawung. Mas Dhito pun mengakui, bahwa keberadaan kampung lukis tersebut menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki desa wisata lain di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Banyak desa yang membuat desa wisata dengan konsep berbagi macam. Desa Dawung ini memiliki Pak Ruslan, yang saat ini beliau memberikan ilmunya kepada warga yang punya bakat dan minat di seni lukis,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain berdiskusi, Mas Dhito dalam kunjungannya juga melihat-lihat lebih dekat karya-karya Ruslan yang mengambil aliran realis. Banyak lukisan berukuran besar terpajang di dinding yang menggambarkan suasana pedesaan.</p>



<p>Selain itu, di bagian dinding lain juga tengah dalam pengerjaan untuk dilukis 3 dimensi. Salah satu yang sudah terlihat hampir selesai merupakan lukisan kawanan gajah.</p>



<p>Sementara Ruslan sendiri mengungkapkan, bahwa Sanggar Kampung Lukis yang didirikan itu dirintis sejak mulai Pandemi Covid-19. Setidaknya, ada sekitar 100 orang belajar melukis di sanggar miliknya.</p>



<p>Kehadiran Bupati Kediri ke sanggar miliknya, diakuinya sangat memberikan motivasi bagi dirinya. Dorongan untuk mengadakan pameran tunggal, menurutnya menjadi tantangan karena saat ini dirinya masih berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan sanggar. Terlebih, untuk menghasilkan satu karya lukis realis, setidaknya waktu yang dibutuhkan lebih dari sebulan.</p>



<p>&#8220;Semoga saja nanti bisa. Karena saat ini, PR saya harus menyelesaikan yang 3D karena berkaitan dengan desa wisata. Jadi mau tidak mau, saya harus gas pol supaya segera cepat selesai,&#8221; ujarnya termotivasi.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191621</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Yayasan Sanggar Kesehatan Jiwa Baitul Latifa, Mas Dhito Tawarkan Keterlibatan Pemkab Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-yayasan-sanggar-kesehatan-jiwa-baitul-latifa-mas-dhito-tawarkan-keterlibatan-pemkab-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[baitul]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[keterlibatan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[latifa,]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191617</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi Yayasan Sanggar Kesehatan Jiwa Baitul Latifa, Desa Susuh Bango, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap warganya. Termasuk, mereka yang tengah mengalami gangguan kejiwaan. Saat didatangi Mas Dhito-sapaan Bupati Lumajang, berdasarkan penyampaian pengurus yayasan, terdapat 48 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi Yayasan Sanggar Kesehatan Jiwa Baitul Latifa, Desa Susuh Bango, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap warganya. Termasuk, mereka yang tengah mengalami gangguan kejiwaan.</p>



<p>Saat didatangi Mas Dhito-sapaan Bupati Lumajang, berdasarkan penyampaian pengurus yayasan, terdapat 48 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tinggal di sana. Mereka berasal dari berbagai daerah dan tidak terbatas dari Kabupaten Kediri.</p>



<p>Pengurus Yayasan Sanggar Kesehatan&nbsp; Jiwa Baitul Latifa, Roehan, sendiri merupakan sosok yang selama ini tulus merawat warga ODGJ. Setiap hari untuk merawat ODGJ, dirinya dibantu istrinya, Sulatri.</p>



<p>Disampaikan, bahwa aksinya itu dimulai pada 2013. Waktu itu, aksinya masih sebatas melakukan pendampingan pengobatan dengan mendatangi rumah-rumah warga yang mengalami gangguan jiwa. &#8220;Dari yang sakit itu, makin lama dekat dengan kita dan minta pertemuan sebulan dua kali. Akhirnya (2016, red), saya mendirikan sanggar ini,&#8221; ungkap Raihan, menceritakan awal aksi sosialnya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Mulai 2013 sampai 2016, tambahnya, dirinya pun berkeliling Kabupaten Kediri, untuk melakukan pelepasan pasung warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Sementara untuk persoalan dana operasional, selain dari pribadi, diakui dari bantuan donator maupun dari keluarga pasien ODGJ. Sedang, untuk pelayanan pengobatan pasien dibantu dari pihak Puskesmas.</p>



<p>Setelah mendengar cerita itu, Mas Dhito pun mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan ketulusan Roehan dan keluarga. Termasuk, menawarkan untuk membantu kekurangan dari yang bersangkutan. &#8220;Apa yang Pemkab bisa bantu, Pak?,&#8221; tanya Mas Dhito kepada Roehan.</p>



<p>Mendapatkan tawaran itu, Roehan pun tidak langsung menjawab. Hanya saja, diungkapkan bahwa dirinya membuka cabang di wilayah Kecamatan Plosoklaten.</p>



<p>&#8220;Sementara karena di sini itu banyak, saya buka cabang di Plosoklaten. Besok di sini hanya perawatan awal, kalau sudah baik, maka akan dibawa ke sana (Plosoklaten),&#8221; terang Roehan.</p>



<p>Mendapat jawaban itu, Mas Dhito pun paham dan kembali mengucapkan terima kasih. &#8220;Matur nuwun nggih pak,&#8221; ucap Mas Dhito mendengar penjelasan Roehan.</p>



<p>Mas Dhito berpesan, bilamana nantinya sewaktu-waktu membutuhkan bantuan, Roehan diminta untuk menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kediri, untuk segera ditindaklanjuti. Sebelum berpamitan, didampingi Roehan, bupati muda itu pun melihat lebih dekat warga ODGJ yang dirawat di sana.</p>



<p>&#8220;Saya terima kasih banyak nggih, Pak,&#8221; ujar bupati muda itu sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191617</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito Targetkan 343 Desa di Kabupaten Kediri 100 Persen ODF</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-targetkan-343-desa-di-kabupaten-kediri-100-persen-odf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[ODF]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menghadiri acara deklarasi Open Defecation Free (ODF) yang bertempat di kawasan wisata Kali Bendo, Ringinrejo, Rabu (21/06/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya meminta agar seluruh masyarakat di Kabupaten Kediri, untuk stop buang air besar sembarangan. Termasuk, akan mentargetkan seluruh desa telah ODF 100 persen pada 2024. Disampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menghadiri acara deklarasi Open Defecation Free (ODF) yang bertempat di kawasan wisata Kali Bendo, Ringinrejo, Rabu (21/06/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya meminta agar seluruh masyarakat di Kabupaten Kediri, untuk stop buang air besar sembarangan. Termasuk, akan mentargetkan seluruh desa telah ODF 100 persen pada 2024.</p>



<p>Disampaikan pula, bahwa capaian ODF di kabupaten hingga pertengahan 2023, dari 343 desa yang ada, baru 318 desa yang masyarakatnya sudah buang air besar di jamban yang memadahi. Jumlah capaian ODF tersebut, bila diprosentasikan mengalami peningkatan lebih dari 15 persen dari tahun sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Masih ada 26 desa yang masih menjadi PR. Harapannya, 2024 sudah tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan,&#8221; kata Mas Dhito, dalam acara deklarasi ODF.</p>



<p>ODF sendiri merupakan salah satu komponen dalam STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Artinya, program ini mendorong pencapaian kondisi sanitasi total di masyarakat melalui perubahan perilaku yang higienis.</p>



<p>Orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itupun mendorong setiap camat, terutama yang wilayahnya belum tuntas ODF, untuk aktif melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak buang air besar sembarangan. &#8220;Saya juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri, untuk tidak membuang air besar sembarangan,&#8221; tambah Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, menerangkan bahwa STMB merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis melalui pemberdayaan masyarakat. Harapannya, program tersebut dapat mencegah munculnya penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan sanitasi termasuk stunting.</p>



<p>Pada 2023 ini, lanjut Ahmad Khotib, terdapat penambahan 10 kecamatan ODF. Seehingga, keseluruhan dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri, 17 kecamatan dinyatakan telah ODF dan masih tersisa 9 kecamatan.</p>



<p>Selain penambahan 10 kecamatan ODF, terdapat penambahan 50 desa ODF dan satu desa STBM yakni Desa Mejono di Kecamatan Plemahan. Guna mencapai target pencapaian 100 persen ODF sebagai instruksi bupati, beberapa upaya dilakukan diantaranya yakni dengan gerakan gerakan stop buang air besar sembarangan di semua desa. Termasuk, warga sekolah di sarana pendidikan dalam rangka mewujudkan Desa ODF.</p>



<p>Kemudian, ujarnya, camat diminta membentuk tim Pokja sanitasi yang memantau STBM serta melaporkan ke kabupaten. Desa dapat mengalokasikan anggaran dana desa untuk kegiatan sanitasi terutama jambanisasi.</p>



<p>&#8220;Menjadi PR bersama, masih ada 8.412 KK yang masih belum punya akses jamban yang sehat. Itu menjadi tugas kita ke depan,&#8221; beber Ahmad Khotib.</p>



<p>Selain deklarasi ODF yang melibatkan kepala desa dan camat di Kabupaten Kediri, dalam acara tersebut bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada 10 kecamatan dan 50 desa tambahan yang dinyatakan telah ODF. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Temui Pengurus PPDI Kediri, Mas Dhito Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk Perangkat Desa</title>
		<link>https://memontum.com/temui-pengurus-ppdi-kediri-mas-dhito-sampaikan-tiga-pesan-penting-untuk-perangkat-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 13:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[PPDI]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[temui]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191445</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menggelar pertemuan dengan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kediri di Ruang Pamenang, Pemkab Kediri, Selasa (20/06/2023) tadi. Dalam pertemuan itu, Mas Dhito-sapaan bupati, menyampaikan tiga pesan penting kepada pengurus. Salah satu poin itu, yakni bahwa saat ini banyak keluhan yang diterimanya terkait dengan pelayanan. Tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menggelar pertemuan dengan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kediri di Ruang Pamenang, Pemkab Kediri, Selasa (20/06/2023) tadi. Dalam pertemuan itu, Mas Dhito-sapaan bupati, menyampaikan tiga pesan penting kepada pengurus.</p>



<p>Salah satu poin itu, yakni bahwa saat ini banyak keluhan yang diterimanya terkait dengan pelayanan. Tidak terkecuali, di pemerintahan desa. Pihaknya meminta persatuan perangkat desa di Kabupaten Kediri, tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di desanya masing-masing.</p>



<p>&#8220;Perangkat desa wajib memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,&#8221; papar Mas Dhito.</p>



<p>Ditambahkan, guna mendorong percepatan pembangunan, Mas Dhito menekankan kepada setiap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kediri, untuk menggenjot kinerja dan terus melakukan inovasi. Bagi mereka yang bekerja baik dan jujur, pun dipastikan bakal mendapatkan reward. Langkah yang dilakukan di pemerintah daerah, itu diharapkan juga terjadi di tingkat desa.</p>



<p>&#8220;Di bawah kepemimpinan kepala desa, perangkat desa harus bisa memetakan potensi desanya untuk membangun desa. Jadi, tidak melulu segala sesuatunya itu datang dari pimpinan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa banyak program pembangunan yang dilakukan pemerintah. Baik itu dalam bidang pendidikan, infrastruktur maupun yang lain. Untuk mensukseskan program pemerintah, baik itu pusat maupun daerah, diperlukan adanya sinergi dari pemerintah desa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Perangkat desa juga harus bisa menyampaikan program-program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Kediri,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Menanggapi pesan yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut, Sekretaris PPDI Kabupaten Kediri, Manon Kusiroto, mengatakan bahwa PPDI akan terus bersinergi mensukseskan program pemerintah. Baik itu pusat maupun daerah, termasuk ikut aktif membangun Kabupaten Kediri dari desa.</p>



<p>&#8220;Kami siap mensukseskan misi Mas Bup (Mas Dhito) untuk memajukan desa supaya dapat cepat terealisasi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Terkait dengan pelayanan, diakuinya bahwa SDM yang ada di pemerintah desa sangat beragam. Ada yang berasal dari angkatan 70-an, 90-an dan bahkan 2000. Kondisi tersebut, menjadikan tidak semua perangkat bisa mengikuti apa yang menjadi tuntutan pelayanan saat ini.</p>



<p>&#8220;SDM ini sangat beragam, kalau disinkronkan dengan kebutuhan sekarang memang banyak teman-teman yang tidak bisa mengikuti,&#8221; bebernya.</p>



<p>Pun begitu, untuk mengatasi persoalan tersebut, PPDI Kabupaten Kediri melakukan program bimbingan teknis (Bimtek) baik dalam bidang pelayanan, leadership, termasuk persoalan hukum. Untuk mendukung program tersebut, PPDI berharap suport dari pemerintah daerah. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191445</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sayembarakan Nama Stadion Baru Kabupaten Kediri, Mas Dhito Siapkan Hadiah Rp 22,5 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/sayembarakan-nama-stadion-baru-kabupaten-kediri-mas-dhito-siapkan-hadiah-rp-225-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[juta]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>
		<category><![CDATA[rp]]></category>
		<category><![CDATA[Sayembarakan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengadakan sayembara untuk nama stadion baru Kabupaten Kediri. Pelaksanaan itu, pun mendapat antusiasme masyarakat dengan banyak yang sudah mengusulkan nama lewat kolom komentar di akun instagram pribadi bupati yaitu @dhitopramono. Sejak diunggah pada Rabu (14/06/2023) siang tadi, setidaknya dalam empat jam sudah mendapatkan 374 komentar dan 4.134 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengadakan sayembara untuk nama stadion baru Kabupaten Kediri. Pelaksanaan itu, pun mendapat antusiasme masyarakat dengan banyak yang sudah mengusulkan nama lewat kolom komentar di akun instagram pribadi bupati yaitu @dhitopramono.</p>



<p>Sejak diunggah pada Rabu (14/06/2023) siang tadi, setidaknya dalam empat jam sudah mendapatkan 374 komentar dan 4.134 like. &#8220;Seperti yang sudah saya sampaikan saat groundbreaking stadion ini, nama stadion akan disayembarakan,&#8221; tulis bupati yang akrab disapa Mas Dhito.</p>



<p>Syarat dan ketentuan mengikuti sayembara, tulisnya, sebagaimana postingan itu diantaranya peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu nama stadion. Nama stadion yang diusulkan, tidak mengandung unsur pornografi maupun melanggar undang-undang yang berlaku. Sementara maksimal kata, terdiri dari empat kata, mengandung filosofi dan unsur yang berkaitan dengan Kabupaten Kediri.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Selain itu, tambahnya, nama stadion yang diusulkan belum pernah dipakai pada branding apapun. Hasil lomba menjadi hak milik Pemkab Kediri, serta penggunaan nama stadion menjadi keputusan Pemkab Kediri.</p>



<p>Nama yang diusulkan peserta dikirim melalui tautan s.id/SayembaraNamaStadionKediri atau kirim surat ke Kantor Dinas Perkim Kabupaten Kediri, Jalan Panglima Sudirman, No 143 Kediri paling lambat 1 Juli 2023 pukul 23.59 WIB sudah diterima panitia.</p>



<p>Sayembara yang diadakan itu, merebutkan total hadiah Rp 22,5 juta. Mas Dhito lewat postingannya berharap, nama stadion baru yang dibangun di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, itu memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Karena nama adalah doa, maka harapannya jika kita namai bersama-sama, stadion ini bisa membawa dampak yang begitu besar terhadap masyarakat, khususnya Kabupaten Kediri,&#8221; papar Mas Dhito.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190892</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
