<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Matahari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/matahari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 May 2025 11:20:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Matahari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Alun-alun Lumajang Jadi Kelas Pengamatan Matahari untuk Komunitas Arya Wiraraja Astronomy</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-lumajang-jadi-kelas-pengamatan-matahari-untuk-komunitas-arya-wiraraja-astronomy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[astronomy]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[pengamatan]]></category>
		<category><![CDATA[wiraraja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Komunitas Arya Wiraraja Astronomy menggelar kegiatan &#8216;Kelas Pengamatan Matahari&#8217; di Alun-alun Lumajang, Minggu (18/05/2025) tadi. Kegiatan yang bukan hanya sekadar ujian praktik akhir bagi siswa-siswa kelas antariksa angkatan ke lima, itu juga menjadi momentum untuk membumikan literasi astronomi kepada masyarakat luas. Ketua Komunitas Arya Wiraraja Astronomy, Benny Eko Yulian Pribadi, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Komunitas Arya Wiraraja Astronomy menggelar kegiatan &#8216;Kelas Pengamatan Matahari&#8217; di Alun-alun Lumajang, Minggu (18/05/2025) tadi. Kegiatan yang bukan hanya sekadar ujian praktik akhir bagi siswa-siswa kelas antariksa angkatan ke lima, itu juga menjadi momentum untuk membumikan literasi astronomi kepada masyarakat luas.</p>



<p>Ketua Komunitas Arya Wiraraja Astronomy, Benny Eko Yulian Pribadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi penanda penting dalam perjalanan edukasi komunitas, yang secara konsisten menghadirkan pendekatan inovatif dalam mengenalkan tata surya sejak usia dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tapi juga mengalami langsung. Pengamatan matahari ini adalah puncak dari proses belajar, sekaligus bentuk kontribusi ke masyarakat,” kata Benny.</p>



<p>Ditambahkannya, Komunitas Arya Wiraraja Astronomy merupakan inisiatif edukatif yang berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang. Mereka menyelenggarakan dua program utama, yakni Kelas Antariksa untuk siswa SD hingga SMP serta Wisata Antariksa yang terbuka bagi sekolah mana pun yang ingin mengenalkan astronomi secara interaktif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Wisata antariksa itu kami gelar di Perpustakaan Daerah. Di sana, anak-anak kami ajak menjelajahi sistem tata surya lewat alat bantu visual, diskusi hingga simulasi,” tambah Benny.</p>



<p>Melalui berbagai aktivitasnya, komunitas ini tidak hanya membangun minat terhadap sains dan luar angkasa, tetapi juga memperkuat posisi Lumajang sebagai bagian dari komunitas astronomi global. Hal ini dibuktikan, dengan partisipasi rutin mereka dalam International Observe the Moon Night, sebuah agenda internasional yang digagas oleh NASA.</p>



<p>“Sudah empat kali kami ikut serta dalam kegiatan itu. Lumajang kini tercatat secara resmi di kegiatan lembaga keantariksaan Amerika Serikat. Ini sebuah kebanggaan dan semangat baru bagi kami,” tambahnya.</p>



<p>Kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan literasi sains bisa lahir dari komunitas dan ruang publik, serta menjadi kekuatan baru dalam mencerdaskan generasi masa depan. Arya Wiraraja Astronomy memberi contoh konkret bagaimana edukasi bisa dikemas menarik, inklusif, dan membumi, bahkan dari daerah. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siklus Mekarnya Bunga Matahari di Ladang Bunga Matahari Pandanrejo Jadi Wahana Wisata Baru Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/siklus-mekarnya-bunga-matahari-di-ladang-bunga-matahari-pandanrejo-jadi-wahana-wisata-baru-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[ladang]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[mekarnya]]></category>
		<category><![CDATA[pandanrejo]]></category>
		<category><![CDATA[siklus]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung Di lokasi ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung</p>



<p>Di lokasi ini, selain bisa melihat siklus nan indah, wisatawan juga bisa melakukan foto selfi dengan latar Bunga Matahari. Termasuk, menikmati indahnya alam pegunungan dengan hembusan angin yang sejuk.</p>



<p>Untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung juga akan disuguhi indahnya pematang sawah. Tidak kurang, ada sekitar 50 meter dan lebar lebih kurang 40 centimeter, pematang yang bisa dijumpai.</p>



<p>Pemilik usaha Ladang Bunga Matahari, Nur Zelynda Avelina, mengatakan bahwa lahan yang digunakan untuk menanam Bunga Matahari ini seluas sekitar seperempat hektar atau 2.500 meter persegi dengan 3.000 bibit yang ditanam. Dan, ladang Bunga Matahari tersebut dirintis mulai tahun 2019.</p>



<p>&#8220;Jadi, ladang Bunga Matahari ini luas sekali. Ada 2.500 meter persegi yang kami tanami. Sehingga, wisatawan yang berkunjung di sini bisa jalan-jalan sampai puas,&#8221; terangnya di ladang Bunga Matahari di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (24/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Konsep ladang dari Bunga Matahari ini, tambahnya, adalah natural alami. Dalam artian, lokasi lahan tidak merubah struktur tanah. &#8220;Jadi, wisatawan yang berkunjung ke sini, itu akan melewati pematang sawah sekitar 50 meter dan lebar 40 centimeter. Ternyata, ini juga banyak yang diminati oleh wisatawan. Apalagi, wisatawan dari luar Kota Batu, seperti Surabaya, Lamongan, Jombang, Blitar atau daerah lain yang jarang ada pemandangan ladang sayuran seperti ini,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk lokasi ladang itu, jelas Nur, tidak jauh dari pusat Kota Batu. Dari pintu tol Karanglo sebelum jembatan Kali Lanang, terus belok kiri mengikuti rambu petunjuk arah. Sebaliknya, setelah Alun-alun Kota Batu menuju Surabaya, lewat jalur Bendo kemudian setelah jembatan Kali Lanang belok kanan.</p>



<p>&#8220;Ini sebenarnya buka sejak tahun 2019. Namun saat itu, ada pandemi Covid-19. Sekarang, dibuka kembali sejak Maret 2022 sampai sekarang yang setiap harinya buka pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Tarif pengunjung Rp 10 ribu perorang,&#8221; urainya.</p>



<p>Di ladang ini, imbuhnya, yang harus diketahui wisatawan bahwa Bunga Matahari tidak bisa mekar setiap saat. Bunga Matahari ini ada siklus mekarnya. Sekali mekar, itu bertahannya hanya tiga sampai empat minggu. Lebih dari itu, kalau musim hujan, kebanyakan gagal mekar.</p>



<p>Di lokasi ini, imbuhnya, terdapat lima spot foto yang bisa dimanfaatkan pengunjung dengan tema suku Indian dan Asthetic. Selain itu, juga berfoto dengan latar belakang pemandangan pegunungan. Dan, bila pengunjung yang berminat foto keluarga di tengah ladang Bunga Matahari, maka kami juga sediakan fotografer dengan tarif Rp 15 ribu yang durasinya 15 menit dengan enam foto.</p>



<p>Untuk pengembangan, tegasnya, ke depan akan ditambah spot foto lagi supaya wisatawan tidak bosan. &#8220;Saya berharap, kondisi ini akan terus normal. Sehingga, bila ada rejeki bisa menambah semacam kafe juga spot foto supaya pengunjung lebih nyaman di sini,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembahasan Revitalisasi Pasar Besar Malang Mendekati Rampung</title>
		<link>https://memontum.com/revitalisasi-pasar-besar-malang-mendekati-rampung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2021 10:44:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DED]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Revitalisasi Pasar Besar Kota Malang, mulai mendekati kebenaran. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah bermusyawarah dengan pihak PT Matahari Department Store, terkait rencana pembangunan yang sudah mencapai 75 persen. &#8220;Minggu lalu kita sudah rapat bersama Matahari Department Store. Insya Allah, pembangunan Pasar Besar 75 persen, sudah ada kejelasan. Saat ini Matahari sifatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Revitalisasi Pasar Besar <a href="https://memontum.com/133833-dentuman-keras-terdengar-di-malang-raya-sutiaji-perintahkan-bpbd-menelusuri-sumber-suara">Kota Malang</a>, mulai mendekati kebenaran. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah bermusyawarah dengan pihak PT Matahari Department Store, terkait rencana pembangunan yang sudah mencapai 75 persen.</p>
<p>&#8220;Minggu lalu kita sudah rapat bersama Matahari Department Store. Insya Allah, pembangunan Pasar Besar 75 persen, sudah ada kejelasan. Saat ini Matahari sifatnya Tbk, jadi kemarin kita hadirkan semua direksinya,&#8221; ungkap Sutiaji saat diwawancara, Rabu (03/02) tadi.</p>
<p><strong>Baca Juga:<a href="https://memontum.com/133833-dentuman-keras-terdengar-di-malang-raya-sutiaji-perintahkan-bpbd-menelusuri-sumber-suara"> Dentuman Keras Terdengar di Malang Raya, Sutiaji Perintahkan BPBD Menelusuri Sumber Suara</a></strong></p>
<p>Sutiaji menambahkan, ke depan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) harus ada penganggaran untuk relokasi, penghapusan aset dan pembongkaran Pasar Besar.</p>
<p>&#8220;DED (Detail Engineering Design) sudah kami siapkan dan rencanakan. PAK juga ada penyerta yang lain salah satu diantaranya adalah relokasi dan penghapusan aset karena gedung harus dirobohkan,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ditegaskan orang nomor satu di <a href="https://memontum.com/133833-dentuman-keras-terdengar-di-malang-raya-sutiaji-perintahkan-bpbd-menelusuri-sumber-suara">Pemerintah Kota Malang</a> itu, target tahun 2021, bangunan sudah harus dirobohkan. Sehingga, pada tahun berikutnya atau di tahun 2022, sudah bisa dibangun.</p>
<p>&#8220;Targetnya begitu, tapi untuk kapan dirobohkannya masih belum tau. Yang pasti kejelasan revitalisasi sudah 75 persen,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Seperti diketahui, salah satu yang sebabkan molornya revitalisasi Pasar Besar, selama ini adalah masih terikatnya perjanjian kerja sama dengan PT Matahari Department Store yang berlaku hingga 2034 mendatang.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133860</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
