<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mati di Atas Ranjang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mati-di-atas-ranjang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Nov 2021 07:30:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mati di Atas Ranjang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diduga Serangan Jantung saat Akan Berkencan, Pria Kepanjen Malang Mati di Atas Ranjang</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-serangan-jantung-saat-akan-berkencan-pria-kepanjen-malang-mati-di-atas-ranjang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2021 00:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Diduga Serangan Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mati di Atas Ranjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=157182</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan yang berada di wilayah Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Minggu (31/10/21) dini hari. Diketahui laki-laki yang berinisial S (59), warga Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. &#8220;Benar bahwa kami telah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya seorang laki-laki meninggal mendadak di dalam kamar No [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan yang berada di wilayah Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Minggu (31/10/21) dini hari.</p>



<p>Diketahui laki-laki yang berinisial S (59), warga Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8220;Benar bahwa kami telah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya seorang laki-laki meninggal mendadak di dalam kamar No 38 Hotel Talangagung,&#8221; ujar Kapolsek Kepanjen AKP Sri Widyaningsih kepada awak media, Minggu (31/10/2021).</p>



<p>Menurut keterangan saksi yang juga merupakan teman kencan korban, bahwa korban dan saksi Check In di penginapan tersebut sekitar jam 00.15.</p>



<p>Tak lama kemudian, sekitar pukul 01.30, teman kencan korban yang berinisial K (45), melihat korban mengalami kejang-kejang. Karena panik, K memanggil pengelolaan penginapan bernama Tarmuji (59), untuk meminta pertolongan.</p>



<p>Karena korban sudah tidak lagi bergerak, akhirnya Tarmuji memutuskan menghubungi Polsek Kepanjen.</p>



<p>Anggota Polsek Kepanjen yang datang di lokasi langsung melaksanakan olah TKP.<br>Bersama petugas medis Puskesmas Kepanjen, petugas juga memeriksa kondisi luar tubuh korban, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.</p>



<p>&#8220;Kami bersama tenaga medis dari Puskesmas Kepanjen segera meluncur ke TKP. Dari hasil pemeriksaan, kondisi tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dugaan awal, bahwa korban mengalami serangan jantung, karena dilokasi tidak ditemukan bungkus obat kuat atau obat-obatan penambah stamina lainnya.</p>



<p>&#8220;Menurut keterangan dari keluarga korban, bahwa memang korban memiliki riwayat penyakit jantung,&#8221; ungkap mantan Kapolsek Wagir ini. Pihak keluarga memilih membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi.</p>



<p>&#8220;Keluarga korban juga sudah menerima kematian korban dan tidak mau untuk dilakukan autopsi. Sehingga kami buatkan surat pernyataan penolakan autopsi,&#8221; ujar nya lagi. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157182</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
