<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mbiyen&#8217; &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mbiyen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Dec 2025 05:53:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mbiyen&#8217; &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hidupkan Memori Tempo Dulu Kabupaten Malang, Dispora Gelar Event Kepanjen Djaman Mbiyen</title>
		<link>https://memontum.com/hidupkan-memori-tempo-dulu-kabupaten-malang-dispora-gelar-event-kepanjen-djaman-mbiyen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispora]]></category>
		<category><![CDATA[djaman]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mbiyen’]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka kegiatan Kepandjen Djaman Mbiyen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Malang, di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (05/12/2025) tadi. Prosesi ceremonial yang diawali dengan penampilan Tari Remo, berhasil tampil memukau tamu undangan dan pengunjung. Turut hadir dalam acara itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka kegiatan Kepandjen Djaman Mbiyen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Malang, di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (05/12/2025) tadi.</p>



<p>Prosesi ceremonial yang diawali dengan penampilan Tari Remo, berhasil tampil memukau tamu undangan dan pengunjung. Turut hadir dalam acara itu, sejumlah jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, camat se-Kabupaten Malang, serta berbagai komunitas budaya dan pelaku UMKM yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.</p>



<p>Sebagai rangkaian istimewa dalam Peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang, kegiatan ini menjadi momentum untuk menengok kembali perjalanan sejarah daerah sekaligus meneguhkan langkah menuju masa depan yang lebih maju dan berkarakter.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wabup Lathifah menegaskan bahwa Kepandjen Djaman Mbiyen memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah. “Kegiatan ini bukan sekadar nostalgia atau hiburan semata. Di dalamnya terdapat upaya besar untuk merawat warisan budaya, menghidupkan memori kolektif, serta memperkuat identitas masyarakat Kabupaten Malang,” katanya.</p>



<p>Dirinya menekankan, akan pentingnya kegiatan budaya sebagai pendorong ekonomi rakyat. “Melalui ruang kreatif seperti ini, UMKM kita bisa tumbuh, produk lokal bisa semakin dikenal dan ekonomi kerakyatan dapat bergerak lebih dinamis. Inilah bentuk nyata bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan berdampingan untuk kemajuan daerah,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan Kepandjen Djaman Mbiyen sendiri, mengangkat potensi lokal melalui beragam atraksi budaya, pameran produk kreatif, serta partisipasi UMKM dari berbagai wilayah. Kabupaten Malang tidak hanya kaya alam, tetapi juga memiliki kreativitas masyarakat yang patut diapresiasi dan terus dikembangkan.</p>



<p>Dalam rangkaian acara, suasana tempo dulu dihidupkan melalui stand-stand jadul, kuliner lawas, koleksi barang antik, hingga pertunjukan seni budaya khas Kabupaten Malang. Sebanyak 33 kecamatan turut berpartisipasi menampilkan stand jadul unik mereka, menunjukkan bahwa keberagaman menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah.</p>



<p>Masyarakat juga dapat menikmati gelaran UMKM, bazar pangan murah, orkes jadul dan keroncong, serta beragam perlombaan mulai dari lomba mberot, lomba memasak, lomba foto dan video pendek Pemuda Idol, hingga pasar antikan dan klitikan. Acara ini semakin meriah dengan hadirnya guest star campursari.</p>



<p>Wabup Lathifah mengajakan untuk merawat budaya sebagai pilar utama pembangunan. “Budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi harus menjadi tuntunan. Dari budaya lah kita belajar nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi membangun Kabupaten Malang yang lebih maju, berprestasi, dan sejahtera. Dengan gotong royong dan semangat kreatif, saya yakin Kabupaten Malang akan terus berdaya,” tambahnya.</p>



<p>Usai memberikan sambutan, Wabup Lathifah Shohib bersama jajaran meninjau seluruh stand yang ada di kegiatan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memberikan apresiasi langsung kepada peserta, pelaku UMKM, komunitas budaya, serta perwakilan kecamatan yang telah berkontribusi menyukseskan gelaran Kepandjen Djaman Mbiyen.</p>



<p>“Budaya bukan hanya untuk dilihat, tetapi menjadi tuntunan dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat gotong-royong dan kreativitas masyarakat, saya yakin Kabupaten Malang akan terus tumbuh berdaya dan sejahtera,” imbuhnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event Loemadjang Mbiyen #4 Jadi Berkah Tingkatkan UMKM Lokal Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/event-loemadjang-mbiyen-4-jadi-berkah-tingkatkan-umkm-lokal-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[loemadjang]]></category>
		<category><![CDATA[mbiyen’]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211549</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Event tahunan Loemadjang Mbiyen #4 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang di kawasan Wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, tidak hanya menjadi ajang perayaan seni dan budaya nan unik serta autentik. Tetapi, gelaran itu juga membawa berkah ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Sebagaimana terlihat, event [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Event tahunan Loemadjang Mbiyen #4 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang di kawasan Wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, tidak hanya menjadi ajang perayaan seni dan budaya nan unik serta autentik. Tetapi, gelaran itu juga membawa berkah ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.</p>



<p>Sebagaimana terlihat, event tersebut menghadirkan suasana pasar rakyat dengan tema gubuk kuno dari bambu dan janur kering, dilengkapi dengan ornamen tradisional seperti daun kelapa, wakul dan kendi. Para peserta dan pengunjung pun tampil dalam pakaian Jawa kuno khas Lumajangan, yang menambah kesan autentik dan nostalgia.</p>



<p>Diantara keramaian pasar, berbagai kudapan tradisional seperti lupis, cenil, cendol, nasi jagung, rujak dan nasi pincuk menjadi pilihan utama bagi pengunjung. Kehadiran makanan tradisional ini, tidak hanya mengenalkan kekayaan kuliner lokal tetapi juga mendukung perekonomian para pelaku UMKM.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu pelaku UMKM, Alin, yang ikut berpartisipasi dalam event ini, mengatakan kegembiraannya dengan adanya gelaran tersebut. Terlebih, banyak UMKM yang dilibatkan dalam gelaran itu. “Saya sangat senang dengan adanya event Loemadjang Mbiyen ini. Apalagi event ini melibatkan kami para pelaku UMKM. Dengan cara ini, maka dapat membantu kami lebih berkembang dan mendukung perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang,” ujarnya, Minggu (07/07/2024) tadi.</p>



<p>Alin menambahkan, event seperti Loemadjang Mbiyen sangat penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Karenanya dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mengadakan lebih banyak event yang melibatkan pelaku UMKM di masa mendatang. “Alhamdulillah dengan adanya event ini, kami sangat terbantu. Saya harap, ke depannya banyak event yang digelar oleh pemerintah dengan melibatkan pelaku UMKM,” tambahnya.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, Loemadjang Mbiyen #4 bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempromosikan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Dengan keterlibatan aktif pelaku UMKM, event tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya Lumajang, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211549</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event Loemadjang Mbiyen #4, Hadirkan Tradisi dan Budaya Khas dengan Konsep Unik dan Autentik</title>
		<link>https://memontum.com/event-loemadjang-mbiyen-4-hadirkan-tradisi-dan-budaya-khas-dengan-konsep-unik-dan-autentik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[autentik]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[loemadjang]]></category>
		<category><![CDATA[mbiyen’]]></category>
		<category><![CDATA[Meriah]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211546</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Event tahunan Loemadjang Mbiyen #4, berlangsung meriah dan dipadati pengunjung, Minggu (07/07/2024) tadi. Bahkan, ribuan masyarakat tumpah ruah guna menikmati kemeriahan event yang dihelat di Wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Pelaksanaan yang dibuka secara resmi Pj Bupati Lumajang Indah, Wahyuni, itu merupakan bagian integral dari Candipuro Culture Festival [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Event tahunan Loemadjang Mbiyen #4, berlangsung meriah dan dipadati pengunjung, Minggu (07/07/2024) tadi. Bahkan, ribuan masyarakat tumpah ruah guna menikmati kemeriahan event yang dihelat di Wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Pelaksanaan yang dibuka secara resmi Pj Bupati Lumajang Indah, Wahyuni, itu merupakan bagian integral dari Candipuro Culture Festival 2024 yang berlangsung mulai 6 hingga 14 Juli 2024. Dalam sambutannya, Pj Bupati Indah Wahyuni menegaskan bahwa Loemadjang Mbiyen adalah sebuah event tahunan yang memadukan tradisi dan budaya khas Kabupaten Lumajang, dengan konsep yang unik dan autentik.</p>



<p>“Event ini bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata Lumajang, terutama melalui budaya lokal yang kaya dan beragam,” kata Pj Bupati.</p>



<p>Ditambahkan perempuan yang akrab disapa Yuyun, bahwa dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah desa dan Kecamatan Candipuro serta Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang atas inisiasi dan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dirinya berharap, event ini dapat menarik pengunjung baik dari dalam maupun luar Kabupaten Lumajang. Sehingga, bisa berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menambahkan bahwa Loemadjang Mbiyen adalah ajang untuk mempromosikan serta mengkomunikasikan keunikan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, produk unggulan lokal, serta seni dan budaya Kabupaten Lumajang. “Event ini diharapkan mampu membentuk citra Kabupaten Lumajang sebagai destinasi wisata yang berlandaskan kearifan lokal, serta mendorong pertumbuhan usaha yang menghasilkan produk unggulan lokal dan ekonomi kreatif,” ujarnya.</p>



<p>Loemadjang Mbiyen #4, ungkapnya, menyajikan berbagai kegiatan menarik, termasuk pameran potensi daerah yang diikuti oleh 26 stand dari kecamatan dan desa, pasar rakyat dengan 16 stand serta partisipasi dari Bank Jatim dan pusat informasi pariwisata. Event tersebut juga dimeriahkan oleh pertunjukan kelompok kesenian angklung, Tari Bedoyo dan fashion show yang diikuti oleh semua Perangkat Daerah (PD) di Lingkungan Pemkab Lumajang.</p>



<p>Tidak hanya itu, lanjutnya, event ini akan menampilkan berbagai kegiatan adat dan budaya khas Lumajang. Seperti Pawai Seribu Obor, Grebeg Suro dan Ritual Ruwat Air, yang menambah kekayaan dan keberagaman budaya yang ditawarkan kepada para pengunjung.</p>



<p>Dengan kemasan acara yang kaya akan budaya dan tradisi, Loemadjang Mbiyen #4 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan promosi bagi potensi pariwisata serta produk unggulan Kabupaten Lumajang. Melalui event tersebut, diharapkan Lumajang dapat semakin dikenal sebagai daerah destinasi wisata yang memikat hati wisatawan, konsumen, pengusaha dan stakeholder lainnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211546</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Even Loemadjang Mbiyen #4 dan Grebeg Suro Bakal Digeber Serentak Pemkab Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/even-loemadjang-mbiyen-4-dan-grebeg-suro-bakal-digeber-serentak-pemkab-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digeber]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[loemadjang]]></category>
		<category><![CDATA[mbiyen’]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211415</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Even Loemadjang Mbiyen #4 dijadwalkan akan kembali digelar di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (07/07/2024) mendatang. Even ini akan sangat menarik, karena bakal digelar bersamaan dengan Grebeg Suro di Wisata Alam Hutan Bambu. Bahkan, gelaran ini diperkirakan bakal menyedot puluhan ribu pengunjung seperti Even Loemadjang Mbiyen yang telah dilaksanakan sebelumnya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Even Loemadjang Mbiyen #4 dijadwalkan akan kembali digelar di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (07/07/2024) mendatang. Even ini akan sangat menarik, karena bakal digelar bersamaan dengan Grebeg Suro di Wisata Alam Hutan Bambu. Bahkan, gelaran ini diperkirakan bakal menyedot puluhan ribu pengunjung seperti Even Loemadjang Mbiyen yang telah dilaksanakan sebelumnya.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mempromosikan potensi pariwisata lokal. &#8220;Ada 41 stand yang akan menampilkan potensi desa wisata dan UMKM dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang, serta berbagai pelaku usaha lainnya,&#8221; ujarnya, Rabu (03/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Loemadjang Mbiyen juga akan menjadi bagian dari rangkaian Candipuro Culture Festival 2024 yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 14 Juli 2024. Festival ini akan menampilkan beragam kegiatan budaya dan tradisional yang khas dari Kecamatan Candipuro.</p>



<p>Diantaranya, seperti Pawai Seribu Obor pada 6 Juli 2024, di semua Desa Kecamatan Candipuro, Grebeg Suro Desa Sumbermujur pada 7 Juli 2024, Ritual Ruwat Air Desa Penanggal pada 7 Juli 2024, Ritual Sampyong (Ujung) Desa Tambahrejo pada 10 Juli 2024, Arak-arakan Gunungan Hasil Bumi Desa Jarit pada 13 Juli 2024. Arak-arakan Tumpeng Desa Tumpeng pada 13 Juli 2024, Festival Rujak Otek Desa Sumberwuluh di Wisata Kali Pinusan pada 14 Juli 2024.</p>



<p>Yuli berharap, bahwa even tahunan tersebut akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lumajang. &#8220;Even ini telah kami masukkan dalam kalender even Nusantara, sehingga diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan serta keunikannya,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211415</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kangen Probolinggo Tempo Dulu, Datangi Semipro di Probolinggo Jaman Mbiyen&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/kangen-probolinggo-tempo-dulu-datangi-semipro-di-probolinggo-jaman-mbiyen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[dulu,]]></category>
		<category><![CDATA[jaman]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[mbiyen’]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Semipro]]></category>
		<category><![CDATA[tempo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193375</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Rindu suasana tempo dulu? Coba saja, kunjungi acara Semipro (Seminggu di Probolinggo), yang menyuguhkan tempat-tempat atau stand yang dikemas apik dalam &#8216;Probolinggo Jaman Mbiyen&#8217;. Hal itupula, yang dilakukan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama sang istri, Aminah Hadi, Senin (10/07/2023) malam. Kangen dengan suasana tempo dulu, orang nomor satu di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Rindu suasana tempo dulu? Coba saja, kunjungi acara Semipro (Seminggu di Probolinggo), yang menyuguhkan tempat-tempat atau stand yang dikemas apik dalam &#8216;Probolinggo Jaman Mbiyen&#8217;. Hal itupula, yang dilakukan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama sang istri, Aminah Hadi, Senin (10/07/2023) malam.</p>



<p>Kangen dengan suasana tempo dulu, orang nomor satu di Pemerintahan Kota Probolinggo, ini datang khusus untuk datang dan menikmati kuliner jajanan jadul, yang juga disiapkan sebagai menu pendukung stand. &#8220;Kucur, serabi, jagung bledus, salah satu jajan favorit saya,&#8221; ujar Wali Kota Habib Hadi seraya duduk santai di bale bambu.</p>



<p>Kemudian, ada kopi racikan salah satu pedagang yang disajikan dengan cangkir kecil kuno di meja bambu. Di sela menikmati suasana dulu yang ada, wali kota dan istri sesekali meladeni warga yang melintas di stand tersebut untuk berfoto bersama.</p>



<p>&#8220;Enak jajanannya. Benar-benar seolah menikmati suasana pedesaan dahulu,&#8221; imbuh sang istri.</p>



<p>Sekedar diketahui, ada sekitar 40 stand yang menyajikan aneka kuliner jaman dulu. Di Alun-alun sisi sebelah timur, sudah terlihat dengan ornamen bambu dan obor sintetis. Suasana temaram di area tersebut menambah ciri khas jaman dulu.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Masing-masing kecamatan di Probolinggo, menggandeng UMKM yang menampilkan kuliner jaman mbiyen. Diantaranya, lemet, sego karak, apem, ketan, lupis, klepon, sawut serta masih banyak menu jadul lainnya.</p>



<p>Rata-rata, untuk harganya berkisar Rp 5 ribu. Sehingga jajanan yang digelar, cepat habis terjual.</p>



<p>Sementara itu, Dinas Perpusarsip menampilkan foto- foto Probolinggo tempo dulu. Stan Dikbud menampilkan bangku sekolah yang menyatu dengan kursinya, sempoa raksasa, papan tulis jadul dengan tulisan ejaan dulu.</p>



<p>Ada pula stand yang ditampilkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Sampang.</p>



<p>Salah satu pengunjung, Nurhayati (50) dari Banyuwangi, merasa senang bisa melihat semipro. &#8220;Kebetulan lagi berkunjung ke rumah saudara di Kanigaran. Jadi, sekalian nonton Semipro dan asyik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bersama keluarganya, mereka menikmati sajian kuliner di stand tersebut. Kemudian lanjut menyaksikan berbagai atraksi di panggung utama. Diantaranya, seperti hadrah dari Ponpes Raudlatul Mutaalimien Wonoasih serta tarian para pelajar. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193375</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
