<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>megengan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/megengan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Feb 2025 07:09:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>megengan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut Ramadan, DKPP Jombang Gelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-dkpp-jombang-gelar-grebeg-gunungan-apem-megengan-dan-tarhib-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tarhib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219659</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah, Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan, di Alun-alun Jombang, Rabu (26/02/2025) tadi. Mengangkat tema &#8216;Jadikan Ramadan Momentum Musahabah dan Kebangkitan Beribadah&#8217; pelaksanaan yang dihadiri Forkopimda itu, dibuka Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid. Pelaksanaan Grebeg Gunungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah, Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan, di Alun-alun Jombang, Rabu (26/02/2025) tadi. Mengangkat tema &#8216;Jadikan Ramadan Momentum Musahabah dan Kebangkitan Beribadah&#8217; pelaksanaan yang dihadiri Forkopimda itu, dibuka Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid.</p>



<p>Pelaksanaan Grebeg Gunungan Apem Megengan sendiri, dikirab dari Kantor Pemkab menuju Alun-Alun Jombang. Prosesi itu, diberangkatkan Plt Kepala DKPP Jombang, Sudiro Setiono dan diikuti SD dan SMP Islam se- Kabupaten Jombang.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grebeg Apem Megengan merupakan tradisi Tarhib Ramadan yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Jombang, dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. &#8220;Tradisi Grebeg Apem ini mengandung nilai-nilai spiritual dan sosial yang sangat dalam. Kue Apem yang menjadi ikon utama berasal dari kata Afwan, yang memiliki arti mohon maaf dalam Bahasa Arab,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Salmanudin Yazid juga mengajak kepada seluruh Umat Islam di Kabupaten Jombang, untuk menghadapi perbedaan dalam penetapan awal puasa dengan bijak dan saling menghormati. &#8220;Perbedaan adalah hal yang lumrah, tetapi persatuan lebih utama. Jangan sampai perbedaan dalam menentukan awal puasa, menjadi penyebab perpecahan di antara kita. Karenanya, mari kita jadikan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat dan kedamaian dengan menekankan nilai toleransi, ukhuwah dan saling menghargai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wabup yang akrab disapa Gus Salman juga berharap, agar tradisi megengan ini dapat terus lestari sebagai warisan budaya yang memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Jombang. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadan, Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Gelar Tradisi Megengan dan Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-kampung-budaya-polowijen-kota-malang-gelar-tradisi-megengan-dan-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi budaya Jawa, yang masih terus dilestarikan dan kaya akan makna. Yakni, tradisi Megengan dan Nyadran. Penggagas KBP Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa tradisi tersebut setiap tahunnya selalu digelar. Diawali dengan mocopatan, kemudian umbul dungo (baca doa, red), lalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi budaya Jawa, yang masih terus dilestarikan dan kaya akan makna. Yakni, tradisi Megengan dan Nyadran.</p>



<p>Penggagas KBP Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa tradisi tersebut setiap tahunnya selalu digelar. Diawali dengan mocopatan, kemudian umbul dungo (baca doa, red), lalu nyekar ke makam Empu Topeng Ki Tjandro Suwono (Mbah Reni) di KBP hingga arak-arakan topeng dan penampilan tari-tarian.</p>



<p>“Lebih dari 100 orang mengikuti Megengan dan Nyadran di KBP Kota Malang dengan khidmat sampai acara selesai. Mereka ada dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Kampung Gadang Wiswakala, Perempuan Bersanggul Nusantara, Komunitas Mocopat Kota Batu, SMP Wahid Hasyim Singosari, perwakilan Kampung Tematik Kota Malang, murid dan wali murid KBP serta Warga KBP sendiri,” ujar Ki Demang-sapaannya, Senin (11/03/2024) tadi.</p>



<p>Uniknya dalam tradisi tersebut, para warga KBP yang hadir membawa makanan, kemudian saling tukar menukar untuk dibawa pulang ke rumah. Tidak lupa juga, mereka membawa kue legendaris, apem dan buah pisang.</p>



<p>“Karena biasanya warga itu membagikan ke tetangga sekitar atau di bawa ke mushola, lha di sini kita saling menukar makanan kemudian bisa dibawa pulang. Tetapi, sebelumnya mereka juga mengikuti kegiatan arak-arakan Nyadran ke makam,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Sekretaris TACB Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi, memberikan penjelasan mengenai makna dari Megengan dan Nyadran itu sendiri. Menurut Rakai, Megengan diambil dari bahasa Jawa mèkèk yang artinya menahan. Tradisi Megengan sendiri juga merupakan tradisi lama dari masyarakat Jawa yang masih tetap lestasri dan dilakukan jelang puasa.</p>



<p>“Untuk puasa sendiri, berasal dari penggabungan dua suku kata upa dan vasa. Upa bermakna dekat dan vasa itu Yang Maha Agung, sehingga upavasa ini sendiri memiliki arti mendekatkan diri ke Yang Maha Kuasa. Ini merujuk pada perilaku atau tradisi puasa masyarakat nusantara terdahulu yang mayoritas menganut Hindu-Budha,” tutur Rakai.</p>



<p>Kemudian, Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta, Sraddha yang artinya keyakinan. Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal dan seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya.</p>



<p>“Nyadran itu selalu di selenggarakan di bulan Jawa Ruwah dan bermakna meruwat atau merawat arwah arwah. Khususnya, kalau di KBP sendiri ini meruwat arwah para seniman dan budayawan topeng Malang yang sudah tidak ada, namun jiwa dan ruhnya masih bisa dirasakan pada generasi topeng saat ini,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Ramadan, Rutan Kelas 2B Trenggalek Gelar Tradisi Megengan</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-ramadan-rutan-kelas-2b-trenggalek-gelar-tradisi-megengan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207536</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Trenggalek Kanwil Kemenkumham Jatim menggelar tradisi Megengan yang dilaksanakan di Aula Budaya Nusantara Rutan Trenggalek. Megengan adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa, dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. Tradisi ini, sering pula disebut sebagai ritual mapag atau menjemput awal Bulan Puasa. Tradisi ini dilakukan, dengan berkumpul bersama, makan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Trenggalek Kanwil Kemenkumham Jatim menggelar tradisi Megengan yang dilaksanakan di Aula Budaya Nusantara Rutan Trenggalek. Megengan adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa, dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.</p>



<p>Tradisi ini, sering pula disebut sebagai ritual mapag atau menjemput awal Bulan Puasa. Tradisi ini dilakukan, dengan berkumpul bersama, makan bersama hingga membaca zikir dan tahlil untuk arwah keluarga yang telah wafat.</p>



<p>Dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) muslim bersama petugas Rutan Kelas IIB Trenggalek, melaksanakan Megengan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Rutan Kelas IIB Trenggalek, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, mengatakan bahwa petugas bersama WBP melaksanakan kegiatan Megengan menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H. &#8220;Megengan ini merupakan tradisi Jawa, yang biasanya dilakukan sebelum Puasa Ramadan, kita melaksanakan bersama WBP dengan penuh kehangatan dan kebersamaan,&#8221; katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (09/03/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, dengan dilaksanakannya Megengan, diharapkan bisa semakin mempererat hubungan antara petugas Rutan dan warga binaan. &#8220;Kegiatan Megengan ini kami adakan sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kami terhadap warga binaan. Kami ingin menciptakan lingkungan Rutan yang penuh kehangatan, terutama di Bulan Suci Ramadan ini,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Tidak hanya sebagai momen kebersamaan, kegiatan Megengan ini juga dijadikan sebagai sarana untuk memberikan pembinaan rohani kepada warga binaan. &#8220;Diharapkan, warga binaan dapat menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadan dengan penuh kesadaran dan ketenangan batin,&#8221; harap Kadek. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207536</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadan, Pemkab Jombang Gelar Megengan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-pemkab-jombang-gelar-megengan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2022 13:58:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166753</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan Kabupaten Jombang, menggelar kegiatan rutin tahunan Megengan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 2022. Ada pun tema dalam Megengan &#8216;Indahnya Ramadan Meraih Taqwa&#8217;, itu dikonsentrasikan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (31/03/2022). Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan Kabupaten Jombang, menggelar kegiatan rutin tahunan Megengan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 2022. Ada pun tema dalam Megengan &#8216;Indahnya Ramadan Meraih Taqwa&#8217;, itu dikonsentrasikan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (31/03/2022).</p>



<p>Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab di dampingi Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, Ketua PKK Kabupaten Jombang, Wiwin Sumrambah, Forkopimda Kabupaten Jombang, Kepala OPD Kabupaten Jombang, Camat se-Kabupaten Jombang serta tamu undangan.</p>



<p>Bupati Hj Mundjidah dalam sambutannya menjelaskan bahwa Megengan berasal dari kata Megeng yang artinya menahan hawa nafsu. &#8220;Ketika Bulan Suci Ramadan, kita harus menahan hawa nafsu seperti menahan makan, minum serta segala hal yang dapat membatalkan ibadah puasa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, dalam kegiatan Megengan juga dilakukan kirim doa kepada para leluhur dengan harapan segala doa diijabah serta arwah para leluhur dapat diterima di sisi Allah SWT. &#8220;Melalui doa bersama tadi, semoga kita selalu dalam lindung Allah SWT, sekaligus diberikan keimanan dan ketaqwaan. Menjalankan ibadah puasa serta di tambahkan dengan ibadah lainnya di Bulan Ramadan adalah untuk mensucikan diri. Sebab amalan dan ibadah di Bulan Ramadan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT, semoga kita bisa dipertemukan dengan Bulan Suci Ramadan di tahun berikutnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Bupati Jombang juga mengingatkan kepada seluruh kepala OPD, bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan bahagia bersama tetangga harus dilaksanakan kembali. Kegiatan bahagia bersama tetangga merupakan program kegiatan yang dimulai dari tahun 2020, ketika Bulan Ramadan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan bahagia bersama tetangga adalah kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa maupun sahur kepada tetangga kita yang kurang mampu. Khususnya tetangga kita yang hidup sebatangkara. Selain itu, saya mengimbau kepada Kepala Dinas untuk melaksanakan kegiatan tadarus bersama, setiap pagi. Harapannya dengan diadakan kegiatan tersebut Kabupaten Jombang mendapat keberkahan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Bulan Ramdan tahun ini, tambah ya, sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, Keputusan Presiden memperbolehkan menggelar kegiatan terawih bersama di masjid, dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. &#8220;Terkait penentuan awal bulan puasa Ramadan, masih menunggu keputusan dari pemerintah. Jika ada perbedaan awal Ramadan maupun hari raya, jangan sampai menimbulkan konflik,&#8221; ujarnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166753</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Raker PC NU Dibarengkan dengan Megengan</title>
		<link>https://memontum.com/raker-pc-nu-dibarengkan-dengan-megengan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2018 14:57:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[PC NU Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=42536</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (harlah) ke 94 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Trenggalek menggelar rapat kerja (RAKER) yang dihadiri oleh Majelis Wakil Cabang (MWC), Ranting se Kabupaten Trenggalek serta Badan Otonom (Banom) dan lembaga yang ada di NU Kabupaten Trenggalek. Rapat kerja (RAKER) itu guna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (harlah)  ke 94 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Trenggalek menggelar rapat kerja (RAKER) yang dihadiri oleh Majelis Wakil Cabang (MWC), Ranting se Kabupaten Trenggalek serta Badan Otonom (Banom) dan lembaga yang ada di NU Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Rapat kerja (RAKER) itu guna menyusun program kerja satu tahun kedepan. Baik itu program  kerja yang ditransfer dari PBNU pusat  maupun program kerja lembaga di lingkup cabang. Hal lain yang ditargetkan pada raker itu untuk melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan di tahun kemarin  dengan berbagai macam kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus menyelenggarakan kegiatan Megengan Sughro untuk menyambut bulan suci Ramadan.</p>
<p>Muhammad Fatkhullah Sholeh, Ketua Tanfidz Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Trenggalek mengatakan, di era tahun politik ini PC NU Trenggalek harus lebih solid dan kompak terhadap segala situasi yang ada di pemerintahan sekarang ini.</p>
<p>“Kita harus benar-benar istikomah dalam mengahdapi situasi politik saat ini , mengingat bulan depan telah menjalani tahapan pencobolas pilgub Jatim,” ucapnya, Kamis (10/5/2018) di Trenggalek. Selain ucap syukur kepada Alloh SWT, raker yang dikemas dengan megengan untuk menyambut Bulan Ramadan tahun ini, juga diharapakan ada entry point yang dihasilkan termasuk program kegiatan ke NU an.</p>
<p>“Kita barengkan dengan memontum Megengan yang memang tradisi masyarakat berbasis kultur NU,” terangnya. Hal lain yang yang dilakukan dalam raker tersebut , masih keterangan fatkhullah, pihaknya juga tengah mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan PC NU Trenggalek , seperti memperdayakan kelembagaan ekonomi di kalangan nahdiyin sendiri. “Kita telah berhasil mendirikan Nusantara Mart yang berbasis koperasi dengan anggota jemaah NU sendiri,” lanjutnya.</p>
<p>Ke depan, dia berharap agar NU di Trenggalek menjadi organisasi terdepan yang menjadi alat pemersatu umat demi kemaslahatan bangas Indonesia. “Dimulai dari NU Trenggalek menjadi pemersau umat Islam Indonesia,” pungkasnya.<strong> (mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42536</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
