<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>melambung, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melambung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Apr 2024 11:42:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>melambung, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Stok Menipis, Harga Bawang Merah di Probolinggo Melambung</title>
		<link>https://memontum.com/stok-menipis-harga-bawang-merah-di-probolinggo-melambung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[melambung,]]></category>
		<category><![CDATA[menipis,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208719</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Harga jual bawang merah di Probolinggo melambung tinggi. Seperti di Pasar Bawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, harga bawang merah mencapai Rp 50 ribu perkg. Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Bawang, Ainul Yaqin, mengatakan jika salah satu penyebab mahalnya harga bawang merah, dikarenakan banyaknya petani yang gagal panen akibat cuaca tak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Harga jual bawang merah di Probolinggo melambung tinggi. Seperti di Pasar Bawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, harga bawang merah mencapai Rp 50 ribu perkg.</p>



<p>Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Bawang, Ainul Yaqin, mengatakan jika salah satu penyebab mahalnya harga bawang merah, dikarenakan banyaknya petani yang gagal panen akibat cuaca tak menentu. Akibatnya, stok bawang merah menipis dan permintaan pasar besar.</p>



<p>&#8220;Akibat stok bawang dari petani ini terbatas, sementara permintaannya tinggi, membuat harga bawang merah ini naik. Selain itu, banyak daerah lain yang juga mengambil bawang merah ke Pasar Bawang Dringu,&#8221; katanya, Jumat (26/04/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ainul menjelaskan, harga bawang merah super berkisar di angka Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu perkg. Kemudian untuk bawang merah kecil hingga sedang, berkisar di harga Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu perkg.</p>



<p>&#8220;Meski stok terbatas, banyak pembeli dari daerah lain yang membeli di Pasar Bawang Probolinggo, karena kualitas rasanya bagus,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Petugas Pasar Bawang Dringu, Imroatul Hasanah, mengatakan bahwa stok bawang yang ada di pasar saat ini hanya mencapai 50 ton. Stok tersebut diperkirakan akan terus berkurang karena banyaknya permintaan pasar.</p>



<p>&#8220;Untuk stok saat ini mencapai 50 ton, namun menjelang sore, stok tersebut akan berkurang. Di musim seperti ini, banyak petani gagal panen, bahkan stok di Pasar Bawang pernah hanya tersedia 10 ton saja,&#8221; katanya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208719</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Pakan Ayam Melambung, Pemkot Malang Siapkan Subsidi Jagung</title>
		<link>https://memontum.com/harga-pakan-ayam-melambung-pemkot-malang-siapkan-subsidi-jagung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melambung,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206449</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kenaikan harga pakan ayam kini menjadi salah satu tantangan bagi peternak ayam petelur. Salah satunya, seperti yang dialami oleh peternak ayam petelur Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Muhammad Yasin (42). Menurut Yasin, untuk kenaikan harga telur telah terjadi sejak empat hari yang lalu. Jika biasanya harga di kisaran Rp 23 ribu perkg, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kenaikan harga pakan ayam kini menjadi salah satu tantangan bagi peternak ayam petelur. Salah satunya, seperti yang dialami oleh peternak ayam petelur Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Muhammad Yasin (42).</p>



<p>Menurut Yasin, untuk kenaikan harga telur telah terjadi sejak empat hari yang lalu. Jika biasanya harga di kisaran Rp 23 ribu perkg, kini naik menjadi Rp 27 ribu perkg.</p>



<p>“Karena harga pakan ayam mahal, akhirnya otomatis harga telur juga ikut mahal. Jagung itu sekarang mahal, pakan kita dahulu kisaran Rp 6.700 sekarang jadi Rp 8 ribu,” ujar Yasin, saat ditemui dikandang ayam petelur miliknya, Senin (26/02/2024) tadi.</p>



<p>Selain jagung, untuk pakan yang diberikan pada ayam ternak petelurnya yakni Bungkil Kacang Kedelai (BKK) dan tepung daging serta tulang (MBM Bonmil). Itu lebih murah dan menekan biaya operasionalnya.</p>



<p>“Kebetulan kita tidak pake konsentrat tapi pakai BKK dan MBM, kita mix sendiri. Itu semua diambil dari pergudangan Gresik,” katanya.</p>



<p>Kemudian, Yasin juga menyampaikan jika kenaikan harga telur itu juga disebakan karena banyaknya peternak yang afkir dini. Yakni dengan menjual ayam sebelum waktunya, karena tidak mampu memberikan pakan ayam yang cukup.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena untuk kasih makan kan rugi akhirnya di afkir dini. Imbasnya sekarang jumlah telur berkurang. Supply dan demand biasalah, jumlah berkurang, permintaan banyak, otomatis naik dengan sendirinya,” katanya.</p>



<p>Meskipun mengalami kenaikan harga telur, namun diakuinya tidak mempengaruhi penjualan. Apalagi saat ini menjelang Ramadhan, sehingga memang harga kebutuhan pokok ikut naik.</p>



<p>“Penjualan sebenarnya tidak turun untuk pengambilan baku, segitu-gitu aja cuma di pasar yang agak kaget,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk perharinya, Yasin mampu mendapatkan kurang lebih 450 kg telur dengan jumlah ayam yang dimiliki sekitar 9 ribu ekor.</p>



<p>Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika Pemkot Malang akan mencoba untuk melakukan subsidi jagung SPHP dari Badan Usaha Logisitik (Bulog) Malang pada para peternak ayam petelur tersebut. “Saya akan mencoba untuk mensubsidi Jagung SPHP. Nanti kita coba konsultasikan ke Bulognya, supaya bisa menekan harga pakan ini. Memang ini juga masih fluktuatif dan membuat harga telur akhirnya naik,” jelas Wahyu.</p>



<p>Untuk mekanisme subsidi tersebut, paparnya, yakni dengan menggunakan dana Biaya Tak Terduga (BTT). Namun, hal itu masih akan dilakukan koordinasi lebih lanjut lagi.</p>



<p>“Intervensinya mekanismenya nanti dari BTT langsung untuk menekan. Kita bisa membeli itu, kemudian kita sampaikan dengan harga yang lebih murah. Tetapi nanti akan kita lihat lagi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206449</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Beras Melambung, DPRD Situbondo Minta Pemkab dan Bulog Gelar Operasi Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/harga-beras-melambung-dprd-situbondo-minta-pemkab-dan-bulog-gelar-operasi-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Sep 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[melambung,]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198128</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; DPRD Kabupaten Situbondo mendesak Pemkab Situbondo, dalam hal ini Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera menggelar operasi pasar. Sebab, harga beras di pasaran saat ini sudah melambung tinggi, sehingga berdampak kepada masyarakat. Permintaan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Situbondo, Abdul Azis, saat ditemui Memontum.com di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; DPRD Kabupaten Situbondo mendesak Pemkab Situbondo, dalam hal ini Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera menggelar operasi pasar. Sebab, harga beras di pasaran saat ini sudah melambung tinggi, sehingga berdampak kepada masyarakat.</p>



<p>Permintaan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Situbondo, Abdul Azis, saat ditemui Memontum.com di ruang kerjanya Rabu (13/09/2023) tadi. &#8220;Saya berharap, agar pemerintah daerah dan Bulog untuk segera melakukan operasi pasar. Karena, tindakan ini sudah ditunggu masyarakat dan untuk menstabilkan harga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Abdul Aziz mengungkapkan, stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras sudah menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Bulog. Hal itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perusahaan Umum Perum Bulog.</p>



<p>&#8220;Seharusnya, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan ini melakukan shearing dengan Bulog terkait masalah kenaikan bahan pokok ini. Segera melakukan droping beras ke pasar-pasar tradisional untuk menekan harga,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Abdul Aziz mewanti-wanti, bila pemerintah daerah dan Bulog tidak segera menggelar operasi pasar, maka harga akan terus naik. Sehingga, akan kian berdampak kepada masyarakat.</p>



<p>&#8220;Jangan tunggu ekonomi masyarakat sekarat. Karena masih banyak masyarakat kita yang berpenghasilan di bawah rata-rata pendapatan perkapita nasional,&#8221; bebernya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apalagi, tambah Aziz, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga sudah meminta kepada kepala daerah untuk menggelar operasi pasar. &#8220;Kenaikan harga beras ini sudah menjadi isu nasional. Tetapi, pemerintah daerah dan Bulog masih belum melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan harga beras,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Situbondo, Edi Wiyono, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya bersama Bulog sudah melakukan operasi pasar. Bahkan, juga sampai melakukan kegiatan pasar murah di masing masing kecamatan. Tetapi, upaya itu juga masih belum bisa untuk menurunkan harga beras yang saat ini terus naik.</p>



<p>&#8220;Kita akan rapat koordinasi sekaligus evaluasi dengan Bulog dan Dinas Pertanian, terkait naiknya harga beras,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk mengamankan harga pangan pokok beras di tingkat produsen dan konsumen, di rapat nantinya juga akan meminta kepada Bulog, untuk melakukan operasi pasar ke masing masing kecamatan. Tentunya, dengan menjual beras premium dengan kwalitas bagus, tetapi harganya di bawah harga pasar.</p>



<p>&#8220;Kalau ini bisa dilakukan secara terus menerus, insyaallah harga beras di Situbondo akan kembali normal,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari hasil pantauan Memontum.com di lapangan terkait harga beras medium kemasan 5 Kg, untuk harga beras merek Sate Ayam Rp 60.500, Tinta Rp 63.250, 5 Saja Rp 63.500, Masayu Rp 64.000, Bunga Pandan Rp 65.500, Burung Cantik Rp 66.250, TH 99 Rp 67.250, Putri K Hijau Rp 69.000 dan TH 55 Rp 69.950. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198128</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
