<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>melandai, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melandai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 10:57:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>melandai, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasca Lebaran, Inflasi Kota Malang Melandai di Angka 0,05 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-lebaran-inflasi-kota-malang-melandai-di-angka-005-persen</link>
					<comments>https://memontum.com/pasca-lebaran-inflasi-kota-malang-melandai-di-angka-005-persen#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melandai,]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232308</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inflasi Kota Malang pasca momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026 tercatat tetap terkendali. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month to month/mtm). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inflasi Kota Malang pasca momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026 tercatat tetap terkendali. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month to month/mtm).</p>



<p>Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Maret 2026 yang mencapai 0,34 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Kota Malang tercatat 2,70 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 2,85 persen (yoy) dan sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional yang berada di angka 2,42 persen (yoy).</p>



<p>&#8220;Inflasi April 2026 didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,48 persen (mtm),&#8221; kata Indra, Senin (11/05/2026) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, beberapa komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga, seperti cabai rawit yang memberikan andil terbesar sebesar 0,20 persen, daging ayam ras sebesar 0,10 persen, telur ayam ras 0,07 persen dan cabai merah 0,02 persen. Kenaikan harga tersebut, dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Termasuk juga keterbatasan pasokan akibat faktor cuaca, khususnya pada komoditas cabai,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain pangan, kelompok transportasi turut menyumbang tekanan inflasi. Kenaikan tarif angkutan udara dipicu meningkatnya harga avtur global, sementara penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo pada 1 April 2026 ikut memengaruhi harga bensin. Tarif kereta api juga mengalami normalisasi setelah berakhirnya masa promo Lebaran.</p>



<p>Meski begitu, laju inflasi berhasil tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi. Salah satu yang dapat menahan inflasi, yakni emas perhiasan. Penurunan harga emas disebut dipengaruhi tren harga emas dunia.</p>



<p>&#8220;Inflasi yang tetap terjaga ini tentunya tidak lepas dari koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah pengendalian harga. Mulai dari pemantauan harga bahan pokok secara rutin, inspeksi ketersediaan LPG 3 kilogram, kegiatan panen cabai dan penyaluran bantuan sarana produksi kepada petani, hingga pelaksanaan tanam padi,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pasca-lebaran-inflasi-kota-malang-melandai-di-angka-005-persen/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Covid-19 Terus Melandai, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Turunkan Permintaan Vaksin</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-covid-19-terus-melandai-dinas-kesehatan-kabupaten-malang-turunkan-permintaan-vaksin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melandai,]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[turunkan]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202199</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Antisipasi penyebaran Covid-19, masih terus dilakukan Pemkab Malang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Hanya saja, untuk jumlahnya mengalami penurunan karena disesuaikan dengan permintaan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa dirinya sengaja mengurangi jumlah vaksin, karena disesuaikan dengan permintaan di masyarakat. Itu artinya, seiring melandainya kasus itu, permintaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Antisipasi penyebaran Covid-19, masih terus dilakukan Pemkab Malang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Hanya saja, untuk jumlahnya mengalami penurunan karena disesuaikan dengan permintaan.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa dirinya sengaja mengurangi jumlah vaksin, karena disesuaikan dengan permintaan di masyarakat. Itu artinya, seiring melandainya kasus itu, permintaan masyarakat untuk vaksin juga sudah menurun.</p>



<p>&#8220;Kalau kita minta banyak, tapi tidak ada permintaan dari masyarakat, khawatirnya nanti jadi kadaluarsa. Sehingga untuk mengantisipasi itu, dilakukan penyesuaian,&#8221; kata Wiyanto, Selasa (06/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, untuk sementara ini jenis vaksin Covid-19 yang disediakan, yaitu jenis Indovac dan Inavac. Sementara untuk masa kadaluarsa dua jenis vaksin tersebut, itu juga tidak lama. Karenanya, perlu penyesuaian dengan permintaan masyarakat.</p>



<p>Secara keseluruhan, paparnya, Dinkes hanya mengajukan permintaan vaksin disesuaikan dengan kebutuhan. Itupun, jumlahnya terbatas atau tidak lebih dari 1.000 dosis. Sehingga, ketika tidak dibutuhkan atau digunakan, maka akan langsung dikembalikan.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak terpakai atau kadaluarsa, maka kita kembalikan ke provinsi (Jatim, red) dengan disertai berita acara,&#8221; imbuhnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202199</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Covid-19 Melandai, Dinkes Kabupaten Malang Hadapi Lebaran 2023 dengan Siapkan 300 Dosis</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-covid-19-melandai-dinkes-kabupaten-malang-hadapi-lebaran-2023-dengan-siapkan-300-dosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melandai,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202140</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Terus melandainya kasus Covid-19, tidak membuat pemerintah daerah lalai dalam melakukan antisipasi. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), tetap menyediakan 300 dosis vaksin jenis Indovac untuk masyarakat. Ini dilakukan, untuk mengantisipasi pergerakan Covid-19, seiring musim lebaran tahun 2023 ini. Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Terus melandainya kasus Covid-19, tidak membuat pemerintah daerah lalai dalam melakukan antisipasi. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), tetap menyediakan 300 dosis vaksin jenis Indovac untuk masyarakat. Ini dilakukan, untuk mengantisipasi pergerakan Covid-19, seiring musim lebaran tahun 2023 ini.</p>



<p>Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi Covid-19, pihaknya tetap menyediakan vaksin sebanyak 300 dosis jenis Indovac. Langkah ini, tentunya sebagai langkah antisipasi di Kabupaten Malang.</p>



<p>“Karena peminat atau masyarakat semua juga sudah di vaksin, maka untuk antisipasi kita minta 300 dosis. Permintaan vaksin ini hanya antisipasi dan dikhawatirkan akan expired jika meminta dalam jumlah banyak,&#8221; kata Wiyanto, Sabtu (06/05/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Rencananya, ujar Kadinkes, vaksin-vaksin tersebut bakal disalurkan di setiap Puskesmas dan gerai vaksin lainnya setelah musim Lebaran rampung. Sehingga, proses antisipasi diharapkan bisa kian efektif.</p>



<p>“Dosis vaksin 300 itu, nanti salah satunya akan kita distribusikan ke Puskesmas,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Masih menurut mantan Kepala Puskesmas Pakis ini, seiring telah menurunnya tren Covid-19, kini permintaan masyarakat juga sudah menurun. Karena, masyarakat menilai permasalahan Covid-19, sudah hilang.</p>



<p>&#8220;Jadi nanti setelah Idul Fitri, kita akan evaluasi satu hingga dua minggu. Apakah terjadi peningkatan atau tidak. Ini sifatnya antisipasi,&#8221; tambahnya.<strong> (sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202140</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
