<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>melanjutkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melanjutkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Dec 2025 11:38:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>melanjutkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ziarah ke Situs Biting, Bunda Indah Tegaskan Pentingnya Melanjutkan Tradisi Bupati Terdahulu</title>
		<link>https://memontum.com/ziarah-ke-situs-biting-bunda-indah-tegaskan-pentingnya-melanjutkan-tradisi-bupati-terdahulu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[biting,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[melanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[terdahulu]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228744</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan ziarah ke Situs Biting sebagai agenda rutin dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu). Komitmen tersebut, merupakan kelanjutan dari tradisi yang pernah dijalankan oleh Bupati Lumajang terdahulu, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan leluhur Lumajang. Hal ini disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan ziarah ke Situs Biting sebagai agenda rutin dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu). Komitmen tersebut, merupakan kelanjutan dari tradisi yang pernah dijalankan oleh Bupati Lumajang terdahulu, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan leluhur Lumajang.</p>



<p>Hal ini disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat memberikan sambutan kegiatan ziarah makam di kawasan Situs Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono. Bunda Indah menyampaikan akan senantiasa berkomitmen untuk menjaga tradisi kegiatan tersebut. Itu karena, ziarah ke Situs Biting bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi bagi jajaran pemerintah daerah untuk mengenang perjuangan, kearifan lokal serta pondasi sejarah berdirinya Kabupaten Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saat ini kita berada di Situs Biting, tempat bersemayam para pendiri Kabupaten Lumajang. Almarhum Bapak Sahrazad Masdar pernah menyampaikan, bahwa ziarah ke makam di area Situs Biting ini merupakan bagian dari prosesi Hari Jadi Lumajang. Karena itu, saya bersama Wakil Bupati berkomitmen untuk melanjutkan tradisi ini,” kata Bunda Indah, Minggu (14/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan ziarah tersebut, dilakukan doa bersama yang dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng, sebagai simbol rasa syukur sekaligus harapan agar Kabupaten Lumajang terus berkembang tanpa melupakan nilai-nilai budaya dan sejarah. Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap, tradisi ziarah ke Situs Biting ini dapat memperkuat identitas daerah, menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah di kalangan generasi muda, serta menjadikan peringatan Harjalu tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sarana memperkokoh persatuan dan karakter masyarakat Lumajang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228744</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahap II Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Butuh Rp 303 Miliar, Mas Dhito Sebut PUPR Melanjutkan</title>
		<link>https://memontum.com/tahap-ii-pembangunan-stadion-gelora-daha-jayati-kediri-butuh-rp-303-miliar-mas-dhito-sebut-pupr-melanjutkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelora]]></category>
		<category><![CDATA[jayati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[melanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210620</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan pengecekan berkala Stadion Gelora Daha Jayati, yang akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Stadion yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan dan selesai pekerjaan tahap pertama oleh PP Urban di akhir 2023 itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan pengecekan berkala Stadion Gelora Daha Jayati, yang akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Stadion yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan dan selesai pekerjaan tahap pertama oleh PP Urban di akhir 2023 itu, kini masih dalam masa pemeliharaan.</p>



<p>Stadion yang mengusung konsep sport, business and entertainment (SBE) ini, dibangun pada lahan 106.804 m². Mega proyek ini, pada tahap pertama dengan anggaran Rp 150 miliar bersumber APBD 2023.</p>



<p>Menurut Mas Dhito-sapaan bupati, bahwa untuk menyelesaikan pembangunan stadion di tahap kedua berdasarkan review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), masih dibutuhkan anggaran Rp 303 miliar. &#8220;Kementerian PUPR akan mengerjakan sisa yang belum selesai. Artinya, Rp 303 miliar itu akan dikerjakan Kementerian PUPR,&#8221; katanya, Senin (03/06/2024) tadi.</p>



<p>Sebagaimana pada pembangunan tahap pertama, wajah stadion sudah terlihat. Ruangan-ruangan baik untuk wasit, kantor, pemain, media center maupun yang lain, telah terbangun dan tinggal penyempurnaan. Rumput lapangan pun terlihat sudah menghijau, begitu pula atap tribun meski belum menyeluruh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Mas Dhito, masih banyak pekerjaan pada pembangunan stadion tahap kedua, yang harus diselesaikan. Diantaranya atap tribun, pemasangan kursi single site serta penyelesaian interior ruangan.</p>



<p>Diperkirakan, ujarnya, proses lelang pekerjaan tahap kedua pembangunan stadion yang memiliki kapasitas penonton lebih dari 15.000 itu, akan dilakukan oleh Kementerian PUPR baru pada Agustus mendatang dan pekerjaan fisik dimulai pada September. &#8220;Jadi ini multiyears, tahun 2024 dimulai pekerjaannya sampai dengan 2025 selesai,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Diharapkan, dengan dibangunnya Stadion Gelora Daha Jayati ini dapat menjadi kebanggaan masyarakat dan memacu meningkatkan prestasi olah raga para atlet di Bumi Panjalu. Di sisi lain, lokasinya yang tidak jauh dari Bandara Dhoho, sebagaimana konsep yang diusung pembangunan stadion, diharapkan menjadi pusat ekonomi baru dan mendongkrak perputaran bisnis masyarakat.</p>



<p>Mengingat pembangunan stadion ini banyak dinanti-nantikan masyarakat, Mas Dhito pun meminta masyarakat untuk bersabar sambil menunggu proses berjalan di Kementerian PUPR. &#8220;Yang jelas ini bukan proyek mangkrak,&#8221; tegasnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210620</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
