<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>melaut &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melaut/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Mar 2026 12:05:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>melaut &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Dukung Penuh Pembangunan SPBN untuk Aktivasi Melaut Nelayan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-dukung-penuh-pembangunan-spbn-untuk-aktivasi-melaut-nelayan</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-dukung-penuh-pembangunan-spbn-untuk-aktivasi-melaut-nelayan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aktivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[melaut]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (03/03/2026) tadi. Bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Menteri KKP menyetujui rencana penambahan fasilitas. Fasilitas yang dimaksud, diantaranya menyetujui usulan nelayan terkait pembangunan Stasiun Pengisian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (03/03/2026) tadi. Bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Menteri KKP menyetujui rencana penambahan fasilitas.</p>



<p>Fasilitas yang dimaksud, diantaranya menyetujui usulan nelayan terkait pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) serta bantuan unit kapal untuk mendukung aktivitas melaut. &#8220;Nanti kita hadirkan SPBN di sini. Saya minta tolong Ibu Bupati Ipuk untuk menyiapkan lahan guna SPBN nelayan,&#8221; kata Menteri KKP.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, Program SPBN tidak hanya direalisasikan di Banyuwangi, melainkan juga di seluruh Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia. &#8220;Itu tidak hanya di Banyuwangi, tetapi di seluruh Kampung Nelayan Merah Putih akan kita pasang SPBN,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diurai Menteri KKP, bahwa rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan Pertamina serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi terkait alokasi kuota bahan bakar bagi nelayan. &#8220;Nah, itu sudah kita bicarakan dengan Pertamina dan juga dengan BPH Migas terkait alokasi kuota yang diberikan kepada nelayan,&#8221; ungkap Menteri Trenggono.</p>



<p>Ketika berdialog bersama nelayan, Menteri Trenggono juga menanyakan jumlah dan kapasitas kapal yang dimiliki. Karena diketahui, terdapat lebih dari 100 nelayan di kawasan tersebut, dengan mayoritas kapal berukuran kurang dari 1 Gross Tonnage (GT).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;nanti akan kita bantu kapal juga. Insyaallah tahun ini bisa direalisasikan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan di sini,&#8221; papar Menteri KKP.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk mengaku siap mendukung dengan menyediakan lahan untuk pembangunan SPBN di kawasan KNMP. &#8220;Kami sudah siapkan lahannya di sekitar KNMP, karena masih tersedia area yang bisa dimanfaatkan untuk SPBN nelayan,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga menyambut baik, dukungan Menteri KKP atas bantuan kapal bagi nelayan Banyuwangi. Dirinya juga berharap, dukungan tersebut mampu mendorong produktivitas dan kesejahteraan nelayan.</p>



<p>&#8220;Terima kasih Pak Menteri atas dukungannya. Semoga perhatian Pak Menteri ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuat nelayan kita semakin sejahtera,&#8221; ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sebelumnya, Menteri KKP mengapresiasi pembangunan KNMP Banyuwangi karena memiliki desain dan penataan kawasan yang baik serta representatif. Kawasan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti pabrik es, dermaga, tempat sandar perahu, tempat pendaratan ikan, balai pertemuan, 20 kios, hingga unit pengolahan hasil perikanan. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-dukung-penuh-pembangunan-spbn-untuk-aktivasi-melaut-nelayan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Tradisi Petik Laut Sendangbiru, Wabup Malang Ingatkan Proteksi Diri saat Melaut</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-tradisi-petik-laut-sendangbiru-wabup-malang-ingatkan-proteksi-diri-saat-melaut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2023 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melaut]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sendangbiru]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198926</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menghadiri Tradisi Syukuran Nelayan dan Petik Laut tahun 2023 di Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Rabu (27/09/2023) siang. Prosesi sendiri, diawali dengan mengikuti kirab tasyakuran dan larung petik laut dengan menaiki perahu ke tengah laut Sendangbiru. Dalam kegiatan ini, juga hadir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menghadiri Tradisi Syukuran Nelayan dan Petik Laut tahun 2023 di Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Rabu (27/09/2023) siang. Prosesi sendiri, diawali dengan mengikuti kirab tasyakuran dan larung petik laut dengan menaiki perahu ke tengah laut Sendangbiru.</p>



<p>Dalam kegiatan ini, juga hadir Kasatgas Sinergitas Pengembangan Kawasan Terpadu Nusantara BNPT, Laksma TNI Joko Sulistyanto, Wandanlanal Malang dan Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang serta Camat dan Forkopimcam Sumbermanjing Wetan. &#8220;Hari ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, sehingga rasa syukur ini tidak hanya diwujudkan dengan suka ria namun di dalamnya juga teriring dengan doa. Kegiatan petik laut ini, menjadi salah satu kegiatan yang layak jual bagi wisatawan, dikelola dengan semaksimal mungkin dan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridhonya dan mengabulkan doa-doa kita semua. Meski berada di laut, para nelayan juga tetap berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaannya,&#8221; kata Wabup Didik.</p>



<p>Pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh warga Desa Tambakrejo dan nelayan Sendangbiru. Dalam kesempatan itu, Wabup secara simbolis juga menyerahkan dokumen perizinan kapal meliputi PAS Kecil, Tanda Daftar Kapal Perikanan dan Buku Kapal Perikanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak ketinggalan, dirinya memuji semua warga dan para nelayan yang berkumpul untuk menggelar tasyakuran dan petik laut yang sudah menjadi tradisi turun temurun dan diselenggarakan kesekian kalinya. &#8220;Mudah-mudahan semuanya mendapatkan rezeki yang berlimpah, panjang umur diberikan kesehatan sehingga di tahun-tahun mendatang juga dapat menyelenggarakan kegiatan rutin tasyakuran dan petik laut ini lebih meriah. Selamat kepada warga Desa Tambakrejo dan para nelayan Sendang Biru, yang mau menyelenggarakan kegiatan ini sebagai hasil atau wujud dari partisipasi, kerja sama dan gotong royong yang nilainya cukup besar Rp 637 juta. Kita semua berharap tangkapan para nelayan Sendang Biru bisa dua kali lipat atau lebih dibanding tahun ini. Amin,&#8221; harapnya.</p>



<p>Tidak lupa, Wabup juga mengingatkan pentingnya memproteksi diri dalam hal keamanan di laut. Kepala Desa Tambakrejo juga diharapkan bisa mendorong warganya atau para nelayan untuk mengikuti asuransi. Maka, ketika berlayar niat lillahi ta&#8217;ala ibadah dan keluarga, istri dan anak di tinggal di rumah juga merasa aman.</p>



<p>&#8221;Silakan bergabung ke Koperasi Mina Jaya, karena koperasi ini dari panjenengan semua dari anggota untuk anggota. Sehingga, kebutuhan dasar para nelayan bisa juga terpenuhi. Insyaallah Pemerintah Kabupaten Malang juga senantiasa mendorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Seperti misalnya mendorong keberadaan cool storage sehingga bisa dimanfaatkan dengan cara menurunkan kelasnya,&#8221; tambahnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198926</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Nelayan Hilang karena Laka Laut, Bupati Trenggalek Himbau Soal Pengamanan Diri saat Melaut</title>
		<link>https://memontum.com/empat-nelayan-hilang-karena-laka-laut-bupati-trenggalek-himbau-soal-pengamanan-diri-saat-melaut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[melaut]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, belajar banyak atas musibah kejadian kecelakaan (Laka) laut yang menimpa sejumlah nelayan di Trenggalek. Tidak dilengkapi pelindung diri, kemudian tidak menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, menjadikan posisi nelayan sangat beresiko ketika terkena musibah seperti Laka laut. Seperti kejadian yang menimpa dua kapal nelayan asal Trenggalek, yang hancur akibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, belajar banyak atas musibah kejadian kecelakaan (Laka) laut yang menimpa sejumlah nelayan di Trenggalek. Tidak dilengkapi pelindung diri, kemudian tidak menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, menjadikan posisi nelayan sangat beresiko ketika terkena musibah seperti Laka laut.</p>



<p>Seperti kejadian yang menimpa dua kapal nelayan asal Trenggalek, yang hancur akibat diterjang ombak besar di Perairan arah Mbrumbun, Tanggung Gunung, Kabupaten Tulungagung, Senin (07/08/2023) kemarin. Kejadian ini, mengakibatkan dua nelayan Kapal Exsel dan dua nelayan Kapal Wilwo, masih dalam pencarian sampai dengan hari ini. Kejadian sendiri, dalam kejadian itu ada total empat orang selamat.</p>



<p>Karenanya, tidak ingin kejadian serupa terulang kembali kepada nelayan di wilayahnya, Mas Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek, mengimbau kepada nelayan untuk membekali diri dengan peralatan pelindung saat melaut. Imbauan ini, juga disampaikan kepada OPD terkait.</p>



<p>&#8220;Berkaca dari kejadian Laka laut semalam, saya mengimbau agar para nelayan punya bekal saat melaut. Tetapi, rata-rata dari mereka ini belum tergabung di Kelompok Usaha Bank (KUB). Dan ini, akan menjadi satu penekanan kita,&#8221; kata Mas Ipin, seusai menjenguk beberapa korban selamat, Selasa (08/08/2023) siang.</p>



<p>Dirinya menambahkan, saat melaut para nelayan diminta atau diimbau untuk memakai pelampung. Namun karena alasan tidak nyaman, imbauan itu kadang diabaikan.</p>



<p>&#8220;Selain tidak nyaman, alasan lain mereka tidak menggunakan pelampung rompi itu karena saat mengangkat ikan terasa memperlambat pergerakan. Jadi,.ini perlu lagi diperhatikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Oleh karena itu, dirinya meminta ke BPBD dan juga Kepala Dinas Perikanan, untuk mencari pelampung yang seperti sabuk untuk mobilitas di laut. Sementara itu, hampir semua korban Laka laut yang didatangi, diketahui juga belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya juga akan mendorong para nelayan-nelayan tersebut untuk segera mengurusnya. Sehingga, jika terjadi apa-apa saat melaut, hal itu bisa di cover oleh pihak BPJS.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di sini teman teman Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan nelayan sudah punya MoU dengan bekerjasama setiap tahun. Sudah banyak juga yang mendaftar. Hal ini yang coba kita perluas,&#8221; kata Bupati Arifin.</p>



<p>Pengalaman ini membuka kesadaran para nelayan, bahwa melindungi dirinya juga penting. Mungkin, sekarang cideranya kategori ringan sehingga biaya pengobatan mungkin tidak banyak. Namun, bila nanti dengan fatalitas dan pengobatan tinggi, juga akan memberatkan.</p>



<p>&#8220;Sudah tidak dapat ikan, ditambah harus menanggung biaya berobat. Makanya, nanti kita uruskan BPJS Ketenagakerjaan dan sebagai insentif kita hanya mengcover preminya 3 atau 4 bulan awal. Selebihnya, kesadaran mereka. Toh itu sebulan Rp 16.800 dan kalau dari hasil ikan itu tentunya tidak seberapa dengan resiko yang ditanggung,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, menuturkan dalam pencarian korban Laka laut tersebut Basarnas Trenggalek menurunkan empat tim pencarian yang terbagi dalam tim pencarian di laut dan di darat (pemantauan di tepi-tepi laut).</p>



<p>&#8220;Ada empat tim pencarian kali ini. Kita juga menyiapkan perahu karet dan juga kita ploting pemantauan di darat. Di tepian tebing yang kita curigai ada kemungkinan survival atau korban ini tersangkut di tebing tersebut,&#8221; ujar Yoni.</p>



<p>Kendala yang dihadapi oleh tim saat ini, tambahnya, adalah luasan. Karena, tempat kejadian adalah di laut. Kemudian, kondisi geografis tempat kejadian musibah yang cenderung berkarang, berarus dan berombak, karena terlalu ke tepi posisi kejadiannya.</p>



<p>Salah satu korban selamat, Agus Siswoyo, menceritakan peristiwa kecelakaan laut ini terjadi saat dirinya&nbsp; tiga rekannya sedang mencari ikan jenis teri dengan cara serok. Tidak ditampik oleh Siswoyo, bahwa posisi perahunya sangat dekat dengan tepi laut yang berupa batuan karang.</p>



<p>Pada saat kejadian, ujarnya, di lokasi ada banyak kapal nelayan. Namun, hanya dua kapal yang dekat dengan tebing. Ketika ombak menerjang kedua kapal, pun langsung mengalami kecelakaan dan kapal lain tidak berani mendekat. Siswoyo sendiri, berhasil selamat setelah menemukan jerigen plastik yang dibuatnya sebagai alat bantu menepi di karang. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195310</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
