<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Melek Digital &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melek-digital/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2021 12:20:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Melek Digital &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menparekraf Dorong Penguatan Desa Pariwisata Melalui Storynomic Tourism</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-dorong-penguatan-desa-pariwisata-melalui-storynomic-tourism</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2021 15:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Melek Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136794</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magelang &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, terus mendorong penguatan desa-desa wisata sebagai salah satu kekuatan pariwisata nasional sehingga dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan atraksi berbasis narasi (storynomic tourism) sehingga dapat menimbulkan daya tarik bagi wisatawan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magelang</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, terus mendorong penguatan desa-desa wisata sebagai salah satu kekuatan pariwisata nasional sehingga dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan atraksi berbasis narasi (storynomic tourism) sehingga dapat menimbulkan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.</p>



<p>Menparekraf Sandiaga dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, pada Jumat (12/03), mengunjungi Desa Wisata Karangrejo. Desa Wisata yang terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ini merupakan salah satu desa wisata yang telah tersertifikasi, sebagai desa wisata berkelanjutan. Konsep keberlanjutan sendiri menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki desa wisata untuk menjadi desa wisata mandiri.</p>



<p>&#8220;Saya merasa bahagia karena desa wisata Karangrejo pada 1 Maret lalu sudah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan. Dan sekarang kami kunjungi, dan di sini ada salah satu homestay terbaik yang pernah saya lihat dengan standar kelas dunia,&#8221; kata Menparekraf Sandiaga Uno di Balkondes Karangrejo.</p>



<p>Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein, Kepala Desa Karangrejo, Muhammad Heli Rofiqun serta Koordinator Satgas Jamban Provinsi Jateng-DIY, Pujo Priyono.</p>



<p>Menparekraf menilai, desa wisata Karangrejo memiliki kekuatan yang kuat sebagai destinasi. Selain homestay, desa wisata ini juga menawarkan atraksi lain yang sudah dikenal wisatawan, seperti kerajinan pahat batu, spot sunrise Punthuk Setumbu, dan Gereja Ayam, kebun buah, VW Safari Tour, dan lainnya.</p>



<p>Tercatat, sebelum pandemi, desa wisata ini dikunjungi lebih dari 20 ribu wisatawan mancanegara dan 50 ribu wisatawan nusantara.</p>



<p>Sandiaga mendorong agar desa wisata Karangrejo, terus meningkatkan kualitas keberlanjutan dan daya tarik, salah satunya mengedepankan orisinalitas yang dimiliki, dengan pendekatan atraksi berbasis narasi.</p>



<p>&#8220;Biasanya wisatawan datang ke Borobudur hanya foto-foto dan posting di media sosial, ke depan kita ingin tingkatkan dengan narasi seperti bagaimana desa ini dulu merupakan bagian dari pembangunan Candi Borobudur. Bagaimana desa ini berperan pada tahapan renovasi, tokoh-tokoh di sini dapat menceritakan tempat-tempat situs, yang berkaitan dengan Borobudur. Sehingga ada storytelling,&#8221; kata Sandiaga.</p>



<p>Kemudian desa wisata Karangrejo dan desa wisata lainnya, juga harus menjadi bagian dari travel plan wisatawan. Desa wisata harus dapat merancang paket perjalanan 3 &#8211; 4 hari yang disandingkan dengan konsep ecotourism atau sport tourism.</p>



<p>&#8220;Saya juga melihat dimana produk ekonomi kreatif di sini sudah mulai mengadopsi teknologi, sehingga banyak pelaku ekonomi kreatif di sini, sudah melek digital, sehingga dapat memperluas peluang usaha,&#8221; kata Sandiaga.</p>



<p>Menparekraf Sandiaga Uno, dalam kesempatan itu juga mengapresiasi kehadiran peran serta komunitas, dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air. Salah satunya Satgas Jamban Jateng-DIY, yang telah aktif bersama-sama masyarakat, melakukan revitalisasi toilet di destinasi. Komunitas yang diketuai, Pujo Priyono itu, sebelumnya, telah melakukan kegiatan revitalisasi toilet di kawasan wisata Dieng.</p>



<p>&#8220;Toilet memiliki peran penting sebagai indikator pariwisata. Bukan cuma indah, tapi juga kelayakan toiletnya, mulai dari air bersihnya lancar, kelengkapan toilet sampai dengan higienitasnya,” kata Sandiaga.</p>



<p>Dirinya pun mendorong gerakan ini dapat diikuti komunitas di daerah lain, sehingga dapat mengubah pariwisata nasional yang bersih, indah dan nyaman.</p>



<p>&#8220;Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha parekraf untuk sama-sama ikut membentuk Satgas Toilet di destinasi wisatanya masing-masing,” kata Sandiaga. Di kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno juga berdialog dengan sejumlah komunitas yang menggerakkan pariwisata di desa wisata Karangrejo. Diantaranya komunitas VW Safari, komunitas kopi serta komunitas pelaku ekonomi kreatif.&nbsp; <strong>(hms/kpe/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musda Dekopinda Lamongan Diharap Seluruh Pengurus Koperasi Melek Digital.</title>
		<link>https://memontum.com/musda-dekopinda-lamongan-diharap-seluruh-pengurus-koperasi-melek-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 15:38:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Melek Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Musda Dekopinda]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus Koperasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131155</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Fadeli, secara resmi melaunching gedung baru Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Lamongan, Selasa (29/12). Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita tersebut, didampingi Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur dan segenap pengurus Dekopinda Kabupaten Lamongan. “Dengan mengucap bismillahirrohmanirrahim, gedung representatif ini saya harapkan dapat dimanfaatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Fadeli, secara resmi melaunching gedung baru Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Lamongan, Selasa (29/12). Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita tersebut, didampingi Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur dan segenap pengurus Dekopinda Kabupaten Lamongan.</p>
<p>“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrahim, gedung representatif ini saya harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Bupati Fadeli.</p>
<p>Selanjutnya, Bupati Fadeli juga membuka Musyawarah Daearah Dekopinda Kabupaten Lamongan Masa Jabatan 2020-2025. Dirinya mengungkapkan, harapannya kepada insan-insan koperasi agar turut berkontribusi memajukan ekonomi Lamongan.</p>
<p>“Mengurus koperasi tidaklah mudah, berbeda sekali dengan usaha bisnis lainnya. Namun koperasi tetap eksis meski ditengah pandemi. Dengan 1.202 koperasi yang tersebar di seluruh Lamongan, tugas Dekopinda untuk menyehatkan koperasi. Saya harap insan-insan koperasi turut berkontribusi meningkatkan ekonomi Lamongan,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Dekopinwil Jatim Slamet Sutanto mendorong seluruh pengurus koperasi di seluruh Lamongan untuk melek digital.<br />
“Tujuan utama koperasi tentu untuk memakmurkan dan mensejahterakan anggotanya. Untuk itu perlunya upgrade pengetahuan teknologi, lakukan kegiatan berbasis digitalisasi,” ungkap Slamet.</p>
<p>Dengan tata kelola ekonomi berbasis koperasi yang memanfaatkan teknologi digital, lanjut Slamet, bukan tak mungkin jika koperasi di wilayah Lamongan mampu berdaya saing dan tetap di percaya oleh masyarakat.</p>
<p>“Jangan hanya menjadi organisasi jargon, jangan hanya menjadi organisasi yang muncul hanya di tanggal 12 Juli (HUT Koperasi), namun kita harus menjadi organisasi yang berkomitmen, mampu berkompetisi dan bersaing agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat,” lanjutnya.</p>
<p>Slamet juga mengapresiasi Pemerintah Daerah atas dukungannya terhadap kemajuan koperasi di Kabupaten Lamongan. <strong>(fiq/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131155</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
