<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>melimpah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melimpah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 May 2025 14:33:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>melimpah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Ipuk Pastikan Hewan Kurban di Banyuwangi Melimpah dan Siap Pasok Daerah Lain</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-ipuk-pastikan-hewan-kurban-di-banyuwangi-melimpah-dan-siap-pasok-daerah-lain</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[melimpah]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222196</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, ketersediaan hewan kurban di Banyuwangi melebihi kebutuhan masyarakat atau surplus. Bahkan, Banyuwangi juga memasok kebutuhan daerah lain, seperti berbagai daerah di Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan dan berbagai provinsi lainnya. “Alhamdulilah, populasi hewan ternak kita termasuk sapi, kambing dan domba, lebih dari cukup untuk kebutuhan Idul Adha. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, ketersediaan hewan kurban di Banyuwangi melebihi kebutuhan masyarakat atau surplus. Bahkan, Banyuwangi juga memasok kebutuhan daerah lain, seperti berbagai daerah di Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan dan berbagai provinsi lainnya.</p>



<p>“Alhamdulilah, populasi hewan ternak kita termasuk sapi, kambing dan domba, lebih dari cukup untuk kebutuhan Idul Adha. Insyaallah untuk kebutuhan Idul Adha, mencukupi bahkan surplus. Dengan populasi yang melimpah ini, kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah, namun juga memasok kebutuhan daerah lain,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin (19/05/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk juga telah meminta kepada dinas terkait, untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban. Dalam beberapa hari ini, petugas telah mengecek kondisi ternak di pasar-pasar hewan sebagai upaya pengendalian penyakit menular pada hewan. Kegiatan ini sekaligus untuk mengecek potensi stok ternak.</p>



<p>Nantinya mendekati Idul Adha, tambahnya, petugas juga melakukan pengecekan kesehatan hewan di lapak-lapak di pinggir jalan. Pengecekan secara rutin juga dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) ternak, serta pemasok hewan besar untuk edukasi persyaratan lalu lintas ternak antar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada H-2 Idul Adha, petugas juga akan melakukan pemeriksaan hewan sebelum disembelih (ante-mortem) di seluruh tempat pemotongan hewan kurban. Dilanjutkan, dengan pemeriksaan post-mortem setelah hewan disembelih. “Seluruhnya merupakan upaya untuk memastikan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat aman dan sehat,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, populasi sapi di Banyuwangi sebanyak 2.765 ekor. Sementara proyeksi kebutuhan kurban masyarakat sekitar 1.897 ekor, sehingga surplus sekira 868 ekor.</p>



<p>Untuk populasi kambing berkisar di angka 13.834 ekor dan estimasi kebutuhan kambing 9.789 ekor, sehingga surplus 4.045 ekor. &#8220;Untuk domba lebih banyak lagi sekitar 12.417 ekor, dengan perkiraan kebutuhan kurban daerah 3.994 ekor. Dengan demikian surplus mencapai 8.423 ekor,&#8221; kata Ilham.</p>



<p>Sementara untuk harga hewan ternak masih relatif stabil. Sapi di kisaran Rp 20 juta per ekor, kambing dan domba di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor. “Biasanya harga mulai naik mulai H-7 Idul Adha,” urainya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222196</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki Potensi Alam Melimpah, Pemkab Lumajang Tegaskan Siap Dukung Program Makan Gizi Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-potensi-alam-melimpah-pemkab-lumajang-tegaskan-siap-dukung-program-makan-gizi-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[melimpah]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216603</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang siap mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis, yang digagas oleh pemerintah pusat. Meskipun belum ada instruksi resmi, namun Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dengan tegas menyatakan Kabupaten Lumajang siap menjadi daerah pendukung utama berkat potensi alam yang melimpah. Melalui mendukung program ini, diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang siap mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis, yang digagas oleh pemerintah pusat. Meskipun belum ada instruksi resmi, namun Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dengan tegas menyatakan Kabupaten Lumajang siap menjadi daerah pendukung utama berkat potensi alam yang melimpah.</p>



<p>Melalui mendukung program ini, diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, sekaligus menggerakkan sektor pertanian dan perekonomian lokal. “Lumajang memiliki sumber daya yang sangat besar, untuk mendukung program ini. Kami adalah salah satu sentra pertanian utama di Jawa Timur, dengan hasil pertanian yang melimpah. Seperti beras, pisang, susu dan berbagai komoditas unggulan lainnya,” kata Bunda Yuyun-sapaan akrab Pj Bupati Lumajang, saat dimintai keterangan, Minggu (17/11/2024) tadi.</p>



<p>Tidak hanya sektor pertanian, tambahnya, Lumajang juga memiliki kekuatan besar di bidang perhutanan sosial. Melalui kerja sama masyarakat dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), berbagai komoditas seperti Kapulaga, pisang, talas dan susu berhasil dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami bahkan memiliki talas beneng, yang bisa diolah menjadi beras analog dan ini sangat potensial untuk mendukung kebutuhan program makan bergizi. Menteri Kehutanan telah meninjau langsung dan mengapresiasi potensi ini,” ujarnya.</p>



<p>Dengan melibatkan berbagai potensi lokal, program ini tidak hanya akan memberikan akses pangan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi para petani dan pelaku usaha lokal.</p>



<p>Melalui program ini, Lumajang optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang juga berharap, dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk merealisasikan inisiatif tersebut. “Program ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa hasil bumi dan potensi lokal dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Adat Longkangan, Wujud Syukur Nelayan Munjungan Atas Hasil Laut Melimpah</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-adat-longkangan-wujud-syukur-nelayan-munjungan-atas-hasil-laut-melimpah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[atas]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[longkangan,]]></category>
		<category><![CDATA[melimpah]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[wujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190790</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut. Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut.</p>



<p>Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara Puthut yang konon oleh Ratu Pantai Selatan dipercaya menguasai kawasan Pantai Ngampiran, Blado, Sumbreng dan Ngadipuro Munjungan. Adat Longkangan sendiri, rutin diperingati di Pantai Blado yang terletak di Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil laut yang dilakukan warga masyarakat nelayan di Teluk Sumbreng, Kecamatan Munjungan, yakni larungkan tumpeng agung ke lautan. Pelarungan tumpeng ini dilakukan turun temurun dan rutin digelar setiap tahun. Diharapkan, ini mampu menggeliatkan perputaran ekonomi masyarakat,&#8221; ungkap Wabup Syah, Selasa (13/06/2023) siang.</p>



<p>Mantan anggota DPRD Trenggalek ini mengatakan, bahwa semakin banyaknya event yang digelar, membuktikan perekonomian yang ada di Trenggalek kian menggeliat. &#8220;Longkangan ini adalah salah satu adat yang ada di Kecamatan Munjungan yang dikatakan sudah berusia sekitar 174 tahun, jadi sudah ada sejak lama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Untuk waktu pelaksanaan sedekah laut Longkangan, tambahnya, dilakukan di tiap Selo penanggalan Jawa. Upacara adat ini biasa dilakukan pada siang hari menjelang sore. Dengan diawali Kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan sampai di Pantai Blado yang dipimpin langsung oleh Camat Munjungan dan semua Kepala Desa se Kecamatan Munjungan.</p>



<p>Kirab ini diiringi oleh dayang-dayang serta rombongan jaranan yang berpakaian adat Jawa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sesampainya di Pantai Blado, prosesi Longkangan dimulai. Seperti Labuh Larung Sembonyo, dalam tradisi Longkangan ini juga wajib ada kesenian tayub untuk pelengkap prosesi ini.</p>



<p>&#8220;Ini juga salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam, jadi tidak hanya kelestarian budaya tapi alamnya juga. Karena masyarakat Munjungan meyakini ketika menjaga lautnya InsyaAllah kita juga akan dijaga oleh laut,&#8221; terang Wabup Syah.</p>



<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menambahkan, bahwa hal ini menunjukkan bahwasannya di Trenggalek utamanya di masing-masing daerah mempunyai sejarah yang akrab dengan ritual-ritual suci. Salah satunya Longkangan ini.</p>



<p>&#8220;Yang jelas acara seperti ini perlu kita lestarikan, pasalnya Trenggalek ada karena memang sejarahnya seperti ini. Ini merupakan bentuk perwujudan rasa syukur masyarakat. Saya harap Allah berkenan memberikan keselamatan dan kemakmuran khususnya Munjungan dan Kabupaten Trenggalek,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Camat Munjungan, Yusuf Widharto, berharap melalui adat Longkangan sebagai wujud syukur, tidak hanya nelayan namun seluruh masyarakat. Agar ke depan hasil laut semakin melimpah. &#8220;Semoga melalui kearifan lokal ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berkolaborasi dan bergotong royong menuju Kecamatan Munjungan yang sumbut,&#8221; kata Yusuf.</p>



<p>Seperti yang terlihat di lokasi, setiap Longkangan ini digelar, masyarakat Munjungan dan sekitarnya maupun wisatawan selalu berduyung-duyung menyaksikan upacara adat ini. Baik di sepanjang jalan yang dilewati rombongan kirab maupun di lokasi upacara adat ini.</p>



<p>&#8220;Sebagai puncak acara adat Longkangan ini, masyarakat menghanyutkan (melarung, red) Tumpeng Agung di tengah lautan Pantai Blado. Nelayan bersama-sama melarung tumpeng usai itu mereka berpesta dan nelayan diperbolehkan melaut lagi. Sebab sebelumnya beberapa hari sebelum upacara dimulai, dilarang melaut terlebih dulu,&#8221; jelasnya.&nbsp;<strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190790</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
