<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>melitus &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melitus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Aug 2024 08:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>melitus &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Minimalisir Diabetes Melitus, Dinkes Kabupaten Malang Optimalkan Pentingnya Skrining</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-diabetes-melitus-dinkes-kabupaten-malang-optimalkan-pentingnya-skrining</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melitus]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisir]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213148</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat bahwa sekitar 38 ribu orang terserang diabetes melitus (DM). Rata-rata usia yang terpapar penyakit ini, yakni mulai 15 tahun hingga Lansia. Sub Kordinator Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, mengatakan bahwa masyarakat yang terkena DM lantaran tidak menjaga pola gaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat bahwa sekitar 38 ribu orang terserang diabetes melitus (DM). Rata-rata usia yang terpapar penyakit ini, yakni mulai 15 tahun hingga Lansia.</p>



<p>Sub Kordinator Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, mengatakan bahwa masyarakat yang terkena DM lantaran tidak menjaga pola gaya hidup. Termasuk, kurang memperhatikan gizi makanan sehingga kadar gula dan kadar lemak tidak diperhatikan.</p>



<p>“Masyarakat banyak yang makan junk food hingga soft drink. Bahkan di sekolah-sekolah juga banyak seperti teh gelas dan sebagainya yang sangat manis sekali. Bila dari sejak kecil sudah terpapar gula, maka itu akan menjadi gampang terkena diabetes,” katanya, Selasa (13/08/2024) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi itu, lanjutnya, Dinkes Kabupaten Malang melaksanakan skrining pada penyakit diabetes melitus. Tidak hanya diabetes, tetapi ada total sembilan penyakit tidak menular (PTM) juga dilakukan skrining. Antara lain, diabetes melitus, stroke, jantung, hipertensi, kanker serviks, kanker payudara, obesitas, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit gangguan indra mata dan pendengaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gatot juga mengatakan, hingga dengan Juni 2024 kemarin, sudah 30 persen dari 1,6 juta penduduk usia produktif dilakukan skrining. “Targetnya, semua penduduk usia produktif dilakukan skrining semua. Tapi terkadang yang datang ke Puskesmas atau Posbindu untuk melakukan skrining hanyalah kaum Lansia dan ibu-ibu,” ujarnya.</p>



<p>Sedangkan bapak-bapak dan usia produktif, ujarnya, jarang datang untuk melakukan skrining. Padahal, ini untuk mendeteksi dini kesehatan mereka supaya segera dilakukan pengobatan sebelum terlambat.</p>



<p>“Ada yang karena takut. Takut ketahuan kalau terkena penyakit dan ada yang memang karena bekerja seperti para bapak-bapak dan ada yang sekolah. Akhirnya kami datang ke perkantoran, pabrik, maupun sekolah-sekolah untuk dilakukan skrining,” ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menambahkan, bagi mereka yang terindikasi penyakit, maka diarahkan untuk dilakukan pengobatan. Sedangkan bagi yang dinyatakan sehat, segera kembali ke masyarakat untuk beraktivitas seperti biasanya.</p>



<p>“Ini gratis dan tidak dipungut biaya. Karena ini SPM, standar pelayanan minimal yang salah satunya melakukan skrining dan ini harus 100 persen,” papar Gatot. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Diabetes Melitus di Kota Malang Ditemukan Menyerang Dua Anak</title>
		<link>https://memontum.com/penyakit-diabetes-melitus-di-kota-malang-ditemukan-menyerang-dua-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melitus]]></category>
		<category><![CDATA[menyerang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Diabetes Militus (DM) kali ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, Selasa (08/08/2023) tadi. Menurut Husnul, di Kota Malang sendiri pada tahun 2023 ini ada sebanyak dua kasus yang menyerang pada anak usia lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Diabetes Militus (DM) kali ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, Selasa (08/08/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Husnul, di Kota Malang sendiri pada tahun 2023 ini ada sebanyak dua kasus yang menyerang pada anak usia lima tahun hingga 15 tahun. Angka tersebut, kini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang menyerang pada lima anak.</p>



<p>“Jadi di tahun 2022 itu ada lima kasus, yang mana tiga kasus DM type satu dan dua kasus DM type dua. Itu sama menyerang pada anak usia lima tahun sampai 15 tahun. Di tahun 2023 ini, ada dua kasus itu ditangani di wilayah Puskesmas Arjowinangun,” kata Husnul.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan bahwa ciri-ciri anak yang mengidap penyakit DM tersebut sama halnya dengan orang dewasa. Seperti mudah lelah, berat badan turun tanpa alasan yang jelas dan sering merasa haus.</p>



<p>“Ciri-cirinya anak yang mengalami diabetes melitus itu sama dengan orang dewasa,” katanya.</p>



<p>Untuk penyebabnya pun dikatakan jika macam-macam, bisa karena genetik, kemudian pola makan yang banyak mengandung gula atau olahatan gula, serta pola aktivitas.</p>



<p>“Pola makan itu dilihat dari jenisnya, jumlahnya dan jadwal makannya,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk saat ini penanganannya di berbagai Puskesmas Kota Malang sudah ada dan ituvmasuk dalam penanggulangan penyakit tidak menular. Apabila nantinya perlu pemeriksaan atau pengobatan lebih lanjut, maka menurutnya akan disediakan rujukan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195320</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
