<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>melonjak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/melonjak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 12:16:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>melonjak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Plastik di Kota Malang Melonjak hingga Dua Kali Lipat</title>
		<link>https://memontum.com/harga-plastik-di-kota-malang-melonjak-hingga-dua-kali-lipat</link>
					<comments>https://memontum.com/harga-plastik-di-kota-malang-melonjak-hingga-dua-kali-lipat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231519</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Berbagai jenis plastik kemasan di Kota Malang mengalami lonjakan harga hingga dua kali lipat. Kenaikan tersebut, dipicu meningkatnya biaya bahan baku plastik yang mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar dolar. Dampak dari kenaikan harga ini, salah satunya dirasakan langsung para pelaku usaha. Termasuk, distributor plastik hingga pedagang kuliner [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Berbagai jenis plastik kemasan di Kota Malang mengalami lonjakan harga hingga dua kali lipat. Kenaikan tersebut, dipicu meningkatnya biaya bahan baku plastik yang mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar dolar.</p>



<p>Dampak dari kenaikan harga ini, salah satunya dirasakan langsung para pelaku usaha. Termasuk, distributor plastik hingga pedagang kuliner kaki lima yang bergantung pada kemasan plastik untuk berjualan.</p>



<p>Pengelola Grosir Plastik Eka di Jalan Muharto, Muhammad Umam, mengatakan kenaikan harga terjadi sepenuhnya karena faktor bahan baku dari pabrik. “Kenaikan ini murni dari bahan baku. Plastik itu kan turunan minyak, jadi ketika harga minyak dunia naik karena konflik, otomatis ikut terdampak,” ujar Umam, Selasa (07/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kenaikan harga plastik rata-rata mencapai 50 persen. Bahkan, beberapa jenis kemasan mengalami lonjakan hingga 100 persen. Umam mencontohkan plastik PP atau kantong bening yang sebelumnya dijual sekitar Rp 30 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp 55 ribu per kilogram. Sementara kemasan makanan jenis thinwall 500 ml yang sebelumnya Rp 25 ribu per slop (isi 25 pcs) kini naik menjadi Rp 52 ribu per slop.</p>



<p>“Kenaikan segini baru pertama kali terjadi selama saya jualan plastik. Ini bukan dari toko, tapi langsung dari pabrik karena bahan bakunya mahal,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lonjakan harga tersebut berdampak langsung pada pedagang kecil. Banyak pelanggan grosir plastik terpaksa mengurangi pembelian bahkan membatalkan pesanan karena tidak sanggup menanggung kenaikan biaya.</p>



<p>“Banyak pembeli akhirnya balik karena harganya tinggi sekali. Sekarang pabrik juga mintanya pembayaran cash, jadi kalau tidak ada uang muka barang tidak diproduksi,” tambahnya.</p>



<p>Akibat kondisi tersebut, omzet penjualan di tokonyapun ikut menurun seiring melemahnya daya beli para pedagang. Sementara dampak yang paling terasa, juga dialami pelaku UMKM kuliner, salah satunya pedagang seblak di kawasan Dieng, Yanti. Dirinya mengaku, terpaksa menaikkan harga jual karena hampir seluruh kemasan makanannya menggunakan plastik.</p>



<p>“Biasanya beli plastik masih terjangkau, sekarang mahal sekali. Mau tidak mau harga seblak saya naik sekitar seribu sampai dua ribu rupiah per porsi,” ucap Yanti.</p>



<p>Menurutnya, penggunaan plastik sulit dihindari karena mayoritas pembeli memilih makanan dibungkus untuk dibawa pulang maupun melalui layanan pesan online. “Kalau tidak pakai plastik ya susah, pembeli kebanyakan takeaway. Jadi ketika plastik naik, otomatis biaya produksi ikut naik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/harga-plastik-di-kota-malang-melonjak-hingga-dua-kali-lipat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231519</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</title>
		<link>https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg</link>
					<comments>https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[diserap]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230972</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga telur puyuh di Pasar Sawojajar, Kota Malang, mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang, salah satunya Sriyama, yang menyebut harga telur puyuh kini jauh lebih mahal dibanding sebelumnya. Sriyama mengatakan, saat ini harga telur puyuh mencapai Rp 430 ribu perpeti dengan isi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga telur puyuh di Pasar Sawojajar, Kota Malang, mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang, salah satunya Sriyama, yang menyebut harga telur puyuh kini jauh lebih mahal dibanding sebelumnya.</p>



<p>Sriyama mengatakan, saat ini harga telur puyuh mencapai Rp 430 ribu perpeti dengan isi sekitar 10 kilogram. Padahal sebelumnya, harga telur puyuh hanya sekitar Rp 280 ribu perpeti.</p>



<p>“Kalau yang naik ini telur puyuh. Untuk satu peti isinya 10 kilogram, sekarang harganya Rp 430 ribu. Kalau beli eceran seperempat kilo sekitar Rp 12 ribu. Sebelumnya itu satu peti Rp 280 ribu,” ujar Sriyama, Jumat (13/03/2026) tadi.</p>



<p>Sriyama mengaku, kenaikan harga telur puyuh sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, menurutnya, ada pedagang yang membeli dari pemasok dengan harga hingga Rp 450 ribu per peti.</p>



<p>“Sudah lama sih naiknya. Bahkan ada juga yang kulakan sampai Rp 450 ribu per peti, memang mahal sekarang,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juag :</strong></p>





<p>Dirinya menduga, kenaikan harga tersebut berkaitan dengan meningkatnya permintaan, salah satunya untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. “Katanya buat sekolah-sekolah, buat MBG. Katanya stoknya tidak ada karena diambil buat MBG,” ucapnya.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengaku belum menerima laporan khusus terkait kenaikan harga telur puyuh. “Telur puyuh belum dapat info saya. Kalau MBG memang dipakai, tapi tidak terlalu sering,” ujar Slamet.</p>



<p>Namun, Slamet menjelaskan bahwa kenaikan harga suatu komoditas umumnya dipengaruhi oleh hukum ekonomi, yaitu ketika permintaan meningkat sementara ketersediaan barang terbatas. “Biasanya hukum ekonomi. Permintaan tinggi, ketersediaan stabil atau berkurang, harga naik,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya jumlah peternak puyuh di Kota Malang relatif sedikit, bahkan diperkirakan tidak sampai sepuluh peternak. Sebagian peternakan tersebut berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang dan Sukun.</p>



<p>&#8220;Jumlah peternak di Kota Malang cenderung berkurang karena banyak lahan peternakan yang beralih fungsi menjadi kawasan permukiman. Sebagian warga juga sering komplain karena baunya,” imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230972</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisata di Kayutangan Melonjak, Kampung Heritage Naik 100 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisata-di-kayutangan-melonjak-kampung-heritage-naik-100-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229144</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kunjungan wisata di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Bahkan, khusus di Kampung Heritage Kayutangan, jumlah wisatawan tercatat meningkat hampir 100 persen dibanding periode libur di tahun 2024 lalu. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kunjungan wisata di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Bahkan, khusus di Kampung Heritage Kayutangan, jumlah wisatawan tercatat meningkat hampir 100 persen dibanding periode libur di tahun 2024 lalu.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa Koridor Kayutangan dan Kampung Kayutangan Heritage menjadi destinasi paling ramai dikunjungi sepanjang Desember 2025. “Koridor Kayutangan mencatat kunjungan sebanyak 58.123 wisatawan, sementara Kampung Heritage Kayutangan mencapai 38.101 kunjungan,” ujar Baihaqi, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa lonjakan paling tajam terjadi di Kampung Kayutangan Heritage. Berdasarkan pantauan selama 12 hari libur Nataru, jumlah kunjungan tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pada Nataru 2024 lalu, kunjungannya sekitar 14 ribuan. Tahun ini naik menjadi 28 ribuan, atau hampir 100 persen peningkatannya,” tambahnya.</p>



<p>Senada dengan itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Heritage Kayutangan, Mila Kurniawati, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan sudah terasa sejak pertengahan Desember.</p>



<p>“Mulai ramai sejak 13 Desember 2025. Rata-rata kunjungan harian mencapai 2.000 hingga 3.000 orang, yang masuk melalui enam pintu akses,” tutur Mila.</p>



<p>Menurutnya, lonjakan tersebut mencapai tiga kali lipat dibanding hari biasa. Sementara pada akhir pekan, jumlah kunjungan meningkat sekitar satu kali lipat dari kondisi normal. “Kalau weekday biasanya lebih landai. Saat libur panjang seperti ini, lonjakannya terasa sekali,” imbuh Mila. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229144</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TPID Kota Malang Lakukan Sidak Komoditas, Harga Kacang Melonjak Drastis</title>
		<link>https://memontum.com/tpid-kota-malang-lakukan-sidak-komoditas-harga-kacang-melonjak-drastis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[drastis]]></category>
		<category><![CDATA[kacang]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228367</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di tiga titik pemantauan harga, yakni Pasar Gadang Lama, salah satu distributor dan ritel modern, Rabu (03/12/2025) tadi. Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, itu dilakukan untuk memastikan stabilitas serta keterjangkauan harga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di tiga titik pemantauan harga, yakni Pasar Gadang Lama, salah satu distributor dan ritel modern, Rabu (03/12/2025) tadi. Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, itu dilakukan untuk memastikan stabilitas serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>



<p>Dalam tinjauannya di pasar tradisional, pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu menemukan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas. Diantaranya, daging sapi, kacang dan cabai rawit.</p>



<p>&#8220;Daging sapi naik sekitar Rp 5 ribu. Yang paling drastis itu kacang naik Rp 10 ribu per kilo. Dari harga biasanya Rp 38 ribu menjadi Rp 48 ribu,&#8221; jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa pedagang mengakui kenaikan kacang disebabkan karena adanya pembatasan pasokan dari luar daerah. Sementara untuk beras dan beberapa komoditas lain, masih relatif stabil. Saat ke distributor, menurutnya kondisi harga lebih stabil dan stok tersedia melimpah.</p>



<p>&#8220;Di distributor tidak ada kenaikan sama sekali. Stok aman,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara di ritel modern, harga komoditas diketahui cenderung bervariasi. Beberapa lebih tinggi, dan sebagian lainnya lebih rendah dibanding pasar tradisional. Salah satu yang naik adalah bawang merah, terutama yang berasal dari Probolinggo. Kenaikannya berdampak pada harga bawang dari daerah alternatif seperti Bima, Padang dan Kintamani.</p>



<p>&#8220;Bawang merah ini juga dengan bawang putih tadi kita bandingkan, memang kalau bawang merah ini ada kenaikan. Selama ini bawang merah Probolinggo ini masih primadona, agak tinggi. Kalau bawang putih relatif stabil,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk cabai rawit, harga tembus mencapai Rp 75 ribu perkilogram, dengan kenaikan sekitar Rp 5 ribu. Namun, Wali Kota Wahyu menyebut akan ada masa panen lokal pada Februari yang diprediksi bisa menekan harga. &#8220;Data ini masih temuan sementara. Nanti akan kami bahas lagi dalam High Level Meeting. Dari sini, kami akan menyusun rekomendasi untuk intervensi harga, terutama untuk komoditas yang naik tinggi,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228367</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Narkotika di Kota Malang Melonjak, 179 Kg Ganja Dimusnahkan</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-narkotika-di-kota-malang-melonjak-179-kg-ganja-dimusnahkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dimusnahkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[Narkotika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224707</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Salah satunya, 179 kilogram (kg) ganja kering dari 33 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracth). Pemusnahan tersebut, dilakukan bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, Kamis (07/08/2025) tadi. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Salah satunya, 179 kilogram (kg) ganja kering dari 33 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracth). Pemusnahan tersebut, dilakukan bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, Kamis (07/08/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, menyampaikan bahwa ganja menjadi barang bukti paling menonjol dalam pemusnahan kali ini. Kemudian, narkoba jenis sabu sebanyak 2,7 kg dari 91 perkara dan narkoba ekstasi sebanyak 555 butir dari 10 perkara.</p>



<p>“Yang paling menonjol itu ganja sebesar 179 kg. Ini kasus terbesar setelah sebelumnya kami menangani 2 ton. Ini menandakan Kota Malang sudah masuk kategori darurat narkoba,&#8221; ujar Tri Joko.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa temuan tersebut merupakan bagian dari 108 perkara narkotika yang ditangani selama periode Desember 2024 hingga Juli 2025. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Hari ini khusus ganja kering. Sebelumnya, ada ganja sintetis yang peredarannya dari Medan menuju Jakarta melalui Malang,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, barang bukti yang juga dimusnahkan ada ribuan obat-obatan ilegal, termasuk 165.056 butir pil terlarang dari 11 perkara dan 4.048 bungkus obat tradisional tanpa izin edar. Kemudian, 10.000 bungkus rokok ilegal, uang palsu, serta 223 unit alat bantu kejahatan seperti timbangan digital dan ponsel.</p>



<p>&#8220;Ada empat senjata api dan senjata tajam juga turut dimusnahkan. Semua barang bukti ini merupakan hasil perkara pidana umum dan pidana khusus yang sudah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan ini menjadi bentuk pelaksanaan kewenangan kami sesuai putusan pengadilan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Tri Joko menyebut, nilai barang bukti narkotika yang dimusnahkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Ganja kering saja, dengan kisaran harga Rp 15 juta per kg, bisa mencapai Rp 2,6 miliar. Sementara sabu, dengan estimasi harga Rp 1 juta per gram, mencapai Rp 200 juta.</p>



<p>&#8220;Tujuan kami adalah memberi pencerahan kepada masyarakat bahwa barang-barang ini tidak layak dikonsumsi. Harapannya, pemusnahan ini dapat mencegah peredaran baru,&#8221; imbuh Tri Joko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Ramadan Harga Cabai Rawit di Kota Malang Melonjak hingga Rp 90 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-ramadan-harga-cabai-rawit-di-kota-malang-melonjak-hingga-rp-90-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai rawit di Kota Malang mengalami lonjakan signifikan hingga Rp 90 ribu perkilogram, di momen menjelang Ramadan. Kenaikan tersebut, terlihat di beberapa lapak pedagang yang ada di Pasar Blimbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Salah satu pedagang, Umi Lutfia, mengatakan bahwa kenaikan itu sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu. Dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai rawit di Kota Malang mengalami lonjakan signifikan hingga Rp 90 ribu perkilogram, di momen menjelang Ramadan. Kenaikan tersebut, terlihat di beberapa lapak pedagang yang ada di Pasar Blimbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Salah satu pedagang, Umi Lutfia, mengatakan bahwa kenaikan itu sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu. Dengan harga awal Rp 60 ribu, kemudian merangkak Rp 65 ribu hingga Rp 90 ribu. Hal ini, tentunya membuat pedagang dan pembeli mengeluh.</p>



<p>&#8220;Harga Cabai Rawit kan seperti itu, naik dan turun. Di Pasar Induk Gadang, per jam kadang juga sudah naik. Cabai ini memang beda dengan sayuran,&#8221; kata Umi, Rabu (26/02/2025) tadi.</p>



<p>Dalam sehari, Umi mengaku biasanya hanya mengambil 10 kilogram cabai untuk dijual. Dirinya tidak berani menyetok dalam jumlah besar, karena harga bisa turun mendadak. Apalagi, dengan lonjakan harga ini berdampak pada pola belanja masyarakat.</p>



<p>&#8220;Jika biasanya pembeli belinya satu kilogram cabai, kini mereka hanya membeli setengah atau bahkan seperempatnya. Bahkan mereka juga banyak yang ngeluh, terutama yang berjualan lalapan dan ayam geprek, karena mereka butuh cabai setiap hari,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lain juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi rawit. Cabai merah besar kini dijual Rp 52 ribu perkilogram, naik dari sebelumnya Rp 35 ribu, sementara cabai keriting naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 45 ribu perkilogram.</p>



<p>Senada dengan itu, pedagang lain, Hasbi As-Siddiqi, juga mengeluhkan kenaikan harga cabai yang terjadi bertahap dalam tiga hari terakhir ini. Penyebab kenaikan ini, karena adanya gagal panen sehingga pasokan cabai berkurang.</p>



<p>&#8220;Tapi momen kenaikannya gak bisa ditebak. Tahun lalu harga cabai baru naik di bulan Agustus sampai Desember, sekarang justru naik menjelang puasa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurutnya, harga cabai rawit merah pernah mencapai Rp 100 ribu per kilogram dan saat ini hampir mendekati angka tersebut.</p>



<p>&#8220;Dampaknya ke pembeli jelas terasa. Yang biasanya beli sekilo, sekarang hanya setengah. Naiknya gak tentu, kemarin cabai hijau sempat Rp 70 ribu, sekarang sudah turun jadi Rp 50 ribu. Sementara cabai rawit yang sebelumnya Rp 40 sampai Rp 50 ribu, sekarang naik jadi Rp 90 ribu,&#8221; imbuh Hasbi.</p>



<p>Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah Probolinggo kini dijual Rp 34 ribu perkilogram, padahal sebelumnya masih di angka Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram. Sementara itu, harga sayuran lainnya pun juga ikut terdongkrak. Tomat besar yang sebelumnya hanya Rp 6 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 8 ribu. Wortel juga masih tinggi di angka Rp 17 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Kota Malang Siapkan Antisipasi Hadapi Harga Sayur Melonjak</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-siapkan-antisipasi-hadapi-harga-sayur-melonjak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216404</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki musim penghujan dan penghujung tahun, sayur mayur di pasaran mengalami kenaikan harga. Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, menyiapkan langkah antisipasi. Kabid Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan chiller (pendingin, red) untuk menyimpan produk holtikultura yang rentan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki musim penghujan dan penghujung tahun, sayur mayur di pasaran mengalami kenaikan harga. Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, menyiapkan langkah antisipasi.</p>



<p>Kabid Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan chiller (pendingin, red) untuk menyimpan produk holtikultura yang rentan mengalami fluktuasi harga, seperti cabai dan bawang merah. “Chiller itu bantuan dari Bapanas. Tetapi belum kami manfaatkan maksimal, karena kapasitas penyimpanan kami itu belum besar. Padahal kebutuhan di Kota Malang cukup tinggi, jadi itu belum bisa mengcover semua kebutuhan,” jelas Elfi, Senin (11/11/2024) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, Dispangtan Kota Malang juga tengah mengupayakan koordinasi lebih lanjut dengan Bapanas untuk membahas mekanisme cadangan pangan pada 11 komoditas utama. Itu dilakukan guna menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasokan dan permintaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di sisi lain, Dispangtan Kota Malang juga mengikuti arahan Kementerian Pertanian untuk mengatur kalender tanam. Langkah itu dilakukan dengan harapan dapat mengatur jadwal panen secara bergiliran, sehingga pasokan sayuran dapat stabil di sepanjang musim.</p>



<p>“Dengan kalender tanam, hasil panen tidak serentak, jadi ketersediaan sayuran bisa terjaga. Selain itu, kami juga menyiapkan sarana dan prasarana untuk penyimpanan dan pengolahan hasil tani,” tamnahnya.</p>



<p>Di akhir, Elfi berharap, melalui langkah-langkah antisipatif tersebut, lonjakan harga sayur di musim penghujan dapat ditekan. Sehingga masyarakat tetap bisa mengakses bahan pangan dengan harga yang stabil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216404</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Bawang Merah di Kota Malang Melonjak Naik Hingga Rp 65 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/harga-bawang-merah-di-kota-malang-melonjak-naik-hingga-rp-65-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208631</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa harga komoditi bahan pangan di Kota Malang, kini mengalami peningkatan harga. Diantaranya, bawang merah, bawang putih dan cabai rawit. Salah satu pedagang sayur di Pasar Klojen, Sumartini, menyampaikan jika peningkatan harga tersebut telah terjadi tepatnya pada saat perayaan Idul Fitri 2024 ini. Untuk bawang merah sendiri diakui jika mengalami peningkatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa harga komoditi bahan pangan di Kota Malang, kini mengalami peningkatan harga. Diantaranya, bawang merah, bawang putih dan cabai rawit.</p>



<p>Salah satu pedagang sayur di Pasar Klojen, Sumartini, menyampaikan jika peningkatan harga tersebut telah terjadi tepatnya pada saat perayaan Idul Fitri 2024 ini. Untuk bawang merah sendiri diakui jika mengalami peningkatkan harga yang sangat signifikan. Yakni perkg nya Rp 65 ribu dari harga Rp 45 ribu.</p>



<p>“Sebelumnya itu harga bawang merah Rp 40 sampai Rp 45 ribu, sekarang langsung naik drastis jadi Rp 65 ribu. Naiknya mulai Hari Raya. Kalau bawang putih sekarang Rp 34 ribu, sebelumnya Rp 30 sampai Rp 32 ribu. Naiknya tidak terlalu tinggi kalau bawang putih,” jelas Sumartini, Selasa (23/04/2024) tad.</p>



<p>Sumartini memperkirakan, jika peningkatan harga bawang merah tersebut dikarenakan faktor cuaca. Terlebih, saat ini sering terjadi hujan. Sehingga, stok sulit dan mempengaruhi harga.</p>



<p>“Biasanya tidak pernah naik sampai sekarang ini. Tahun lalu, juga tidak naik saat Lebaran, baru kali ini,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, dengan terjadi peningkatan harga tersebut tidak mempengaruhi tingkat penjualan. Walaupun pembeli mengurangi tingkat pembeliannya, karena masyarakat masih tetap membutuhkan.</p>



<p>“Alhamdulillah pembeli juga normal saja. Kan ini kebutuhan, mau tidak mau ya mereka beli. Belinya sedikit-sedikit, kadang ya 1 ons, seperempat. Padahal sebelumnya paling sedikit itu beli setengah kilogram,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, dirinya berharap agar harga bawang tersebut nantinya bisa cepat stabil dan normal kembali. Sehingga masyarakat juga dapat membeli seperti biasanya. “Saya ini ambil dari Probolinggo, biasanya saya ambil 5 kg, itu kadang habis kadang tidak. Saya harap harganya segera stabil,” lanjutnya.</p>



<p>Tentu kenaikan harga bawang tersebut juga dikeluhkan oleh salah satu pembeli, Sri (45). Menurutnya, itu sangat memberatkan masyarakat. Apalagi bawang merah menjadi salah satu dasar dalam pembuatan bumbu dapur.</p>



<p>“Harapan saya, untuk bawang merah ini dapat diupayakan stabil kembali. Karena ini kan sebagai dasar dari perbumbuan. Kalau ini naik, kan juga mempengaruhi masakan yang kita buat, jadi mengurangi bawangnya itu,” imbuh Sri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208631</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Komoditi Pangan yang Melonjak, Pj Wali Kota Malang Pimpin Rakor bersama TPID</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-komoditi-pangan-yang-melonjak-pj-wali-kota-malang-pimpin-rakor-bersama-tpid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204965</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komoditi pangan yang terus melonjak, mendapat perhatian serius Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Salah satunya, yaitu dengan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak. Termasuk juga tentunya, terus melakukan beberapa langkah strategi yang dilakukan. Yakni, mulai dari pengaktifan Warung Tekan Inflasi (WTI) di tiga pasar hingga menggelar operasi pasar, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komoditi pangan yang terus melonjak, mendapat perhatian serius Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Salah satunya, yaitu dengan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak.</p>



<p>Termasuk juga tentunya, terus melakukan beberapa langkah strategi yang dilakukan. Yakni, mulai dari pengaktifan Warung Tekan Inflasi (WTI) di tiga pasar hingga menggelar operasi pasar, yang bekerjasama dengan antar daerah mengenai komoditi yang mengalami kenaikan harga.</p>



<p>“Setelah Rakor itu tadi, kami juga langsung mengadakan rapat internal bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Jadi nanti, komoditi di WTI akan kami tambah. Saya minta Pak Kadiskopindag untuk mulai mencari mana saja daerah penghasil komoditi yang mempunyai harga jual rendah lalu kami akan beli dari sana dan selanjutnya dijual di WTI dengan harga di bawah rata-rata. Supaya bisa mempengaruhi harga pasaran,” kata Pj Wali Kota Wahyu, seusai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi, Rabu (13/03/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Disebutkannya, jika beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu cabai rawit, gula, telur dan daging ayam. Sementara, harga beras saat ini menurutnya sudah tidak terlalu tinggi. Apalagi juga ada intervensi melalui beras SPHP.</p>



<p>“WTI kan sebenarnya sudah dibuka kembali pada Rabu (06/03/2024) kemarin. Tapi saat itu masih menjual komoditi beras saja. Nah hari ini kita akan membuka kembali dengan menambah komoditi-komoditi tertentu yang cenderung naik, yang diperoleh dari hasil kerjasama antar daerah itu tadi,” tambah Pj Wali Kota.</p>



<p>Disamping itu, ujarnya, terkait dengan Belanja Tak Terduga (BTT) juga akan diterapkan untuk intervensi. Termasuk, subsidi transportasi untuk bisa menekan harga dari produsen kepada konsumen.</p>



<p>“Yang telah diajukan oleh Diskopindag Kota Malang itu Rp 1 miliar. Nanti kita akan melihat rinciannya seperti apa. Nanti akan kita hitung lagi. Karena kan saat ini harganya cenderung naik untuk komoditi tertentu tadi,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa untuk kerja sama antar daerah yang sudah dilakukan saat ini yaitu masih dengan Kabupaten Probolinggo saja. Ke depan, akan menyasar Banyuwangi dan Bali. “Probolinggo itu produsen bawang merah. Untuk cabai nanti kita akan mengecek ke daerah produsen cabai untuk melakukan kerjasama, yaitu Banyuwangi dan Bali. Kalau daging ayam nanti kita akan lihat ke peternaknya,” tambah Eko.<strong> (pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204965</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
