<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>meluap &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/meluap/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 12:08:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>meluap &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Anak Sungai Bondoyudo Meluap, 1.225 Rumah Warga di Lumajang Terendam Air</title>
		<link>https://memontum.com/anak-sungai-bondoyudo-meluap-1-225-rumah-warga-di-lumajang-terendam-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bondoyudo]]></category>
		<category><![CDATA[meluap]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227301</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Intensitas hujan yang cukup tinggi di berapa wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan sedikitnya 1.225 rumah warga di Desa Rojopolo dan Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, terendam banjir, Jumat (31/10/2025) tadi. Pantauan Memontum.com, air memasuki rumah warga dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Intensitas hujan yang cukup tinggi di berapa wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan sedikitnya 1.225 rumah warga di Desa Rojopolo dan Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, terendam banjir, Jumat (31/10/2025) tadi. Pantauan Memontum.com, air memasuki rumah warga dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan jika di Desa Rojopolo rumah yang terdampak mencapai 1.185 unit. Sementara di Desa Kaliboto Kidul, sedikitnya ada sebanyak 40 unit rumah.</p>



<p>“Yang terdampak ada tiga dusun. Dusun Persil dan Dusun Kokapan di Desa Rojopolo, serta Dusun Petung di Desa Kaliboto Kidul,” ujarnya.</p>



<p>Dijelaskan Isnugroho, banjir terjadi akibat meluapnya anak Sungai Bondoyudo-Avour Dimo, yang melintas di Dusun Kokapan, Desa Rojopolo. Luapan tersebut, disebabkan oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak tengah malam hingga pagi hari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan gerak cepat, BPBD Kabupaten Lumajang turun langsung menyalurkan bantuan darurat berupa air bersih dan makanan kaleng kepada warga terdampak. “Kami masih siaga di lokasi untuk memantau perkembangan air dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.</p>



<p>Menurut keterangan warga Dusun Persil, Katimi, bahwa banjir mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 05.00, setelah hujan deras mengguyur sejak tengah malam. “Air masuk ke rumah sampai setinggi lutut orang dewasa. Semua perabotan di dalam rumah terendam,” ujarnya.</p>



<p>Katimi menambahkan, warga saat ini sangat membutuhkan kebutuhan pokok seperti makanan siap saji dan pasokan air bersih, karena tidak bisa memasak sejak pagi. “Sejak pagi belum bisa masak dan belum makan. Kami harap ada bantuan makanan segera,” harapnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227301</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dilanda Hujan Lebat hingga Air Sungai Meluap Setinggi Lutut, Pj Bupati Probolinggo Tinjau Lokasi</title>
		<link>https://memontum.com/dilanda-hujan-lebat-hingga-air-sungai-meluap-setinggi-lutut-pj-bupati-probolinggo-tinjau-lokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2024 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dilanda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[lutut,]]></category>
		<category><![CDATA[meluap]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[setinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207335</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Intensitas hujan di Kabupaten Probolinggo, masih tinggi. Bahkan, akibat hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (19/03/2024) malam hingga Rabu (20/03/2023) dini hari, mengakibatkan Sungai Tomat meluap hingga setinggi lutut orang dewasa dan menggenangi pemukiman warga di Dusun Stasiun, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Kades Sukokerto, Sulaksono, mengatakan bahwa hujan yang mengguyur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Intensitas hujan di Kabupaten Probolinggo, masih tinggi. Bahkan, akibat hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (19/03/2024) malam hingga Rabu (20/03/2023) dini hari, mengakibatkan Sungai Tomat meluap hingga setinggi lutut orang dewasa dan menggenangi pemukiman warga di Dusun Stasiun, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kades Sukokerto, Sulaksono, mengatakan bahwa hujan yang mengguyur sejak Selasa hingga sekitar Rabu pukul 02.30, menyebabkan air di Sungai Tomat di desa setempat meluap dan menggenangi pemukiman warga Dusun Stasiun RT01 dan RT02. &#8220;Air sungai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,&#8221; katanya, Rabu (20/03/2024) tadi</p>



<p>Akibat luapan sungai itu, lanjutnya, ada sekitar 47 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. &#8220;Setelah berkoordinasi dengan pemerintah mulai dari tingkat kecamatan, sekarang sudah didatangkan alat berat untuk membersihkan bekas air luapan dan lumpur. Semoga respon cepat ini bisa membantu warga yang terdampak,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga;</strong></p>





<p>Sementara itu, Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk membantu masyarakat dalam menguras air yang menggenang pemukiman di RT01 dan RT02. Juga, termasuk menurunkan alat excavator untuk membersihkan lumpur.</p>



<p>&#8220;Sejak tadi pagi sudah kami turunkan tim, untuk membantu menyedot air yang masih menggenang di pemukiman. Sekarang alhamdulillah, air sudah berangsur surut dan tidak ada korban jiwa,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dijelaskannya, akibat terdampak banjir ini, sebagian warga mengungsi di musala. &#8220;Ada kejadian ini, sebagian warga mengungsi ke musala terdekat yang lebih tinggi lantainya. Termasuk, pindah sementara ke rumah warga lainnya, yang lebih tinggi,&#8221; imbuhnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207335</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
