<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>memasuki &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/memasuki/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 14:15:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>memasuki &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatra Memasuki Fase Awal Pemulihan</title>
		<link>https://memontum.com/penanganan-banjir-dan-longsor-di-sumatra-memasuki-fase-awal-pemulihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[memasuki]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229183</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Penanganan banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat memasuki fase awal pemulihan. Hingga 30 Desember 2025, dari 21 kabupaten dan kota telah beralih dari status tanggap darurat ke transisi darurat, ditandai dengan fokus pada pemulihan akses, penyiapan hunian dan normalisasi infrastruktur dasar. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Penanganan banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat memasuki fase awal pemulihan. Hingga 30 Desember 2025, dari 21 kabupaten dan kota telah beralih dari status tanggap darurat ke transisi darurat, ditandai dengan fokus pada pemulihan akses, penyiapan hunian dan normalisasi infrastruktur dasar.</p>



<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa proses pencarian dan pertolongan kini difokuskan pada titik-titik di luar permukiman dan pusat aktivitas ekonomi. “Dalam sepekan terakhir, operasi SAR diarahkan ke lokasi-lokasi terbuka karena kecil kemungkinan korban masih berada di kawasan permukiman, tanpa mengurangi intensitas pencarian,” ujar Abdul Muhari, dalam konferensi pers update penanganan bencana, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p>BNPB mencatat, 163 korban masih dinyatakan hilang, sementara 395.795 jiwa masih mengungsi, meski trennya terus menurun. Dari total wilayah terdampak, enam kabupaten dan kota di Aceh, tujuh di Sumatra Utara dan delapan di Sumatra Barat, telah resmi memasuki fase transisi darurat. Sebanyak tiga kabupaten dan kota lainnya masih dalam proses penerbitan surat keputusan.</p>



<p>Fase transisi ini, menandai pergeseran dari penanganan darurat menuju penyiapan hunian sementara (Huntara), hunian tetap (Huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian (DTH) bagi warga yang memilih tinggal di luar Huntara. Untuk pemulihan infrastruktur transportasi menunjukkan kemajuan signifikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jalur lintas timur dan lintas barat Sumatra telah berfungsi penuh, termasuk akses Banda Aceh–Medan dan Banda Aceh–Nagan Raya. Jalur lintas tengah sebagian besar telah terbuka, kecuali ruas Takengon–Gayo Lues yang masih dalam pengerjaan akibat longsoran berat, dengan target penyelesaian 20 Januari 2026.</p>



<p>Secara nasional, Kementerian PU melaporkan: 34 dari 38 ruas jalan terdampak telah terselesaikan (89,4 persen), 335 dari 360 titik longsoran tertangani (93 persen), longsoran tebing mencapai 96 persen dan badan jalan kritis tertangani 85 persen.</p>



<p>BNPB bersama Kementerian PU, TNI dan Polri mempercepat normalisasi sungai dan saluran drainase primer untuk mencegah banjir susulan. Upaya ini diperkuat dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan 9 pesawat. Diantaranya 4 di Aceh, 2 di Sumatra Utara dan 3 di Sumatra Barat, menjadi operasi OMC terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.</p>



<p>“Curah hujan sedang saja kini bisa memicu banjir karena daya tampung sungai menurun drastis akibat sedimentasi dan perubahan alur,” jelas Abdul Muhari. Untuk warga dengan rumah rusak berat atau hanyut, pemerintah menyiapkan 2 skema, yakni Huntara atau DTH sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga per bulan. Sementara itu, rumah rusak sedang dan ringan mendapatkan insentif perbaikan Rp 30 juta dan Rp 15 juta.</p>



<p>Pendataan dilakukan by name by address dan divalidasi melalui data kependudukan Dukcapil. Hingga kini, bank-bank Himbara telah membuka 3.736 rekening penerima DTH, dan penyaluran tahap awal telah dimulai, khususnya di Sumatra Barat. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229183</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gramedia Goes to Campus, Berikan Pencerahan Mahasiswa untuk Memasuki Dunia Kerja</title>
		<link>https://memontum.com/gramedia-goes-to-campus-berikan-pencerahan-mahasiswa-untuk-memasuki-dunia-kerja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berikan]]></category>
		<category><![CDATA[campus,]]></category>
		<category><![CDATA[Gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[memasuki]]></category>
		<category><![CDATA[pencerahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gramedia bekerjasama dengan Danamon, menggelar Program Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Malang (UMK), Kamis (24/10/2024) tadi. Dengan mengangkat tema &#8216;Kita Usahakan Masa Depan Itu&#8217;, diharapkan Progam Goes to Campus ini dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa untuk memilih karier yang terbaik di masa depan. Operation Director Gramedia, Heri Darmawan, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gramedia bekerjasama dengan Danamon, menggelar Program Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Malang (UMK), Kamis (24/10/2024) tadi. Dengan mengangkat tema &#8216;Kita Usahakan Masa Depan Itu&#8217;, diharapkan Progam Goes to Campus ini dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa untuk memilih karier yang terbaik di masa depan.</p>



<p>Operation Director Gramedia, Heri Darmawan, mengatakan bahwa Gramedia memiliki misi luhur yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. &#8220;Gramedia akan menghidupi misi itu agar bangsa Indonesia lebih baik dan cerdas,&#8221; ujarnya, saat memberikan sambutan di depan ratusan mahasiswa di Aula BAU UMM.</p>



<p>Salah satunya, ujarnya, dengan menumbuhkan minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi tinggi. &#8220;Diharapkan dapat mencerahkan dirinya dan teman temannya. Harus bisa membawa harapan menentukan jalan hidup yang baik. Melalui bacaan, dapat meningkatkan potensi diri. Dengan event seperti ini, diharapkan mahasiswa dapat mengetahui banyak hal. Dengan membaca dapat mengetahui beberapa alternatif dan mencerahkan,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, bahwa Malang adalah kota kedua pelaksanaan Program Gramedia Goes to Campus. &#8220;Sebelumnya di Bali, sekarang di Malang, besok di Jogja, kemudian Bandung dan Jakarta. Event ini sangat spesial, Gramedia benar-benar bisa dekat dengan mahasiswa, memberikan gambaran kepada mereka tentang dunia kerja,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan hadirnya Gramedia Goes to Campus, ini diharapkan dapat menfasilitasi, mempermudah dan mencerahkan mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk masa depannya. &#8220;Masa depan harus diusahakan. Di sini nanti banyak diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan memberikan wawasan, pelatihan bagaimana wawancara, bagaimana mengisi surat lamaran, bagaimana melihat jenjang karier dan banyak lainnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya mensuport Gramedia Goes to Campus karena dapat memberikan wawasan dan mencerahkan mahasiswa. Menurutnya melalui bacaan bisa meningkatkan minat baca dan akan meningkatkan kemampuan diri.</p>



<p>&#8220;Sebab dari literasi itu akan melahirkan ketajaman berpikir dan intuisi untuk masa depan. Buku itu banyak bercerita, namun bisa menyimpan rahasia. Masa depan reterasi buka masih sangat terbuka lebar. Melalui literasi buku, kita dapat mengusahakan masa depan kita bersama dan sangat penting dalam dunia kerja. Terimakasih untuk semuanya,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215793</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
