<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>menanam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menanam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 14:13:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menanam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hari Menanam Sejuta Pohon, Pemkab Lumajang Bagikan Bibit Tanaman</title>
		<link>https://memontum.com/hari-menanam-sejuta-pohon-pemkab-lumajang-bagikan-bibit-tanaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[sejuta]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229375</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai momentum Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon sebagai penguat komitmen pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Peringatan ini, digelar di Lobi Kantor Bupati Lumajang, Jumat (09/01/2026) tadi. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyerahkan bibit tanaman kepada Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Desa atau Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai momentum Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon sebagai penguat komitmen pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Peringatan ini, digelar di Lobi Kantor Bupati Lumajang, Jumat (09/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyerahkan bibit tanaman kepada Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Desa atau Kelurahan Berseri, Desa atau Kelurahan Proklim, serta para pegiat pelestarian lingkungan.</p>



<p>Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon itu, juga menjadi penguat komitmen bersama untuk mewujudkan Lumajang yang lestari, sehat dan berdaya saing, sejalan dengan semangat Asta Cita Nararya. Lingkungan hidup sendiri, diposisikan sebagai fondasi penting pembangunan daerah yang berorientasi pada masa depan.</p>



<p>Langkah ini, menegaskan bahwa gerakan menjaga lingkungan harus dimulai sejak dini, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tumbuh menjadi budaya bersama demi keberlanjutan Lumajang. Dalam kegiatan ini, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Bank Jatim melalui Program CSR Bank Jatim Peduli yang mendukung rehabilitasi sarana dan prasarana Alun-Alun Lumajang.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan kunci penting dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi dengan Bank Jatim, dinilai sebagai contoh kemitraan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan ruang publik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Kontribusi CSR Bank Jatim melalui penyediaan sarana dan prasarana Alun-Alun Lumajang menjadi wujud tanggung jawab bersama dalam merawat ruang publik sebagai ruang sosial, ekologis dan kultural masyarakat,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, keberadaan fasilitas pendukung di kawasan Alun-Alun Lumajang, tidak semata meningkatkan kenyamanan dan estetika. Namun, juga memperkuat fungsi Alun-alun sebagai ruang interaksi sosial, rekreasi keluarga, serta simbol wajah kota yang ramah lingkungan. Upaya tersebut, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menata ruang publik yang inklusif, aman dan berkelanjutan.</p>



<p>Ke depan, Bunda Indah berharap sinergi dengan Bank Jatim terus diperluas ke berbagai sektor strategis lain. Seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan ketahanan lingkungan. Dengan kolaborasi yang konsisten dan terarah, pembangunan daerah diharapkan semakin berkualitas dan berkelanjutan.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Menengah Korporasi dan Jaringan Bank Jatim, Arif Suhirman, menegaskan komitmen Bank Jatim untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. “Bantuan CSR Bank Jatim Peduli yang diserahkan meliputi 40 unit lampu taman, 30 unit kursi taman, 6 unit pergola, 1 unit kendaraan triseda, 35 unit pot bunga teraso, serta 2 unit depo kran air siap minum. Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung kenyamanan, keindahan, sekaligus keberlanjutan fungsi lingkungan di kawasan Alun-Alun Lumajang,” jelasnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229375</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Lingkungan, Bupati Lumajang Canangkan Gerakan Menanam Pohon di Tiap Kegiatan</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-lingkungan-bupati-lumajang-canangkan-gerakan-menanam-pohon-di-tiap-kegiatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[canangkan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220282</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan dengan mencanangkan gerakan menanam pohon di setiap kegiatan resmi yang dihadirinya bersama wakil bupati. Langkah ini diambil, sebagai upaya nyata menjaga kelestarian alam dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. &#8220;Mulai sekarang, setiap kegiatan yang kami (bupati dan wakil, red) hadiri, itu akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan dengan mencanangkan gerakan menanam pohon di setiap kegiatan resmi yang dihadirinya bersama wakil bupati. Langkah ini diambil, sebagai upaya nyata menjaga kelestarian alam dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.</p>



<p>&#8220;Mulai sekarang, setiap kegiatan yang kami (bupati dan wakil, red) hadiri, itu akan diawali dengan menanam bibit pohon. Ini bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari komitmen kita dalam menjaga kelestarian alam,&#8221; kata Bunda Indah, dalam kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Faroh Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Sabtu (15/03/2025) tadi.</p>



<p>Melalui gerakan ini, ujar Bunda Indah, diharapkan dapat menginspirasi berbagai elemen masyarakat. Termasuk, instansi pemerintah, sekolah dan kelompok masyarakat, untuk ikut serta dalam aksi nyata penghijauan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan semakin banyak pohon yang ditanam dan dirawat, lanjut Bunda Indah, pihaknya optimis bahwa keseimbangan ekosistem di Lumajang dapat terus terjaga. Selain itu, program ini juga selaras dengan berbagai inisiatif lingkungan yang telah dijalankan di Lumajang, seperti penghijauan kawasan rawan longsor dan konservasi sumber mata air.</p>



<p>Pemerintah daerah, pun akan menggandeng komunitas pecinta lingkungan untuk memastikan keberlanjutan program ini. Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan semakin meningkat, tidak hanya dalam seremoni seremonial, tetapi juga dalam kebiasaan sehari-hari. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Menanam Pohon Indonesia, Pj Bupati Lumajang bersama Masyarakat Tanam Bibit di Kawasan Sumber Air</title>
		<link>https://memontum.com/hari-menanam-pohon-indonesia-pj-bupati-lumajang-bersama-masyarakat-tanam-bibit-di-kawasan-sumber-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217314</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, melaksanakan penanaman bibit pohon bersama masyarakat di Sumber Mata Air Klerek, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jumat (06/12/2024) tadi. Pelaksanaan itu digelar, sebagai bagian Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Dalam pelaksanaan itu, Pj Bupati Lumajang mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut dapat dijadikan sebagai momentum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, melaksanakan penanaman bibit pohon bersama masyarakat di Sumber Mata Air Klerek, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jumat (06/12/2024) tadi. Pelaksanaan itu digelar, sebagai bagian Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, Pj Bupati Lumajang mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, diharapkan pohon-pohon yang sudah ditanam itu dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Utamanya, bisa mengembalikan Sumber Mata Air Klerek yang ada di Desa Gucialit.</p>



<p>&#8220;Keindahan dan kesuburan tanah di Lumajang harus kita pelihara bersama. Dengan menanam pohon di sekitar sumber mata air, kita telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestariannya. Saya optimis dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan lestari untuk generasi mendatang,&#8221; kata Bunda Yuyun-sapaan akrab Pj Bupati Lumajang.</p>



<p>Berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 24 tahun 2008 tanggal 28 November, ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Tujuannya, untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan begitu, kegiatan penanaman pohon yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Lingkungan Hidup, merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap lingkungan. Mengingat, pohon juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelestarian sumber mata air.</p>



<p>&#8220;Kita tidak hanya menyelamatkan sumber mata air, tetapi juga berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Selain itu, pohon juga dapat meningkatkan kualitas udara dan memperbaiki kondisi tanah,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, mengatakan bahwa Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2024 di Kabupaten Lumajang, mengambil jargon &#8216;Tanam Pohon, Selamatkan Bumi&#8217;. &#8220;Tujuan penanaman pohon ini untuk mengembalikan fungsi dan keberadaan Sumber Mata Air Klerek Desa Gucialit, yang beberapa diantaranya hilang atau rusak. Serta, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga Sumber Mata Air Klerek,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pelaksanaan peringatan HMPI di Kabupaten Lumajang, yaitu dengan melaksanakan penanaman 850 bibit pohon. Adapun bibit pohon yang ditanam antara lain, 500 bibit pohon bambu, 50 bibit pohon trembesi, 50 bibit pohon sukun dan 50 bibit pohon matoa, serta 200 bibit pohon damar. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217314</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Ketersediaan Bahan Pangan dan Kendalikan Inflasi, Pemkot Malang Lakukan Gerakan Menanam Cabai</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-ketersediaan-bahan-pangan-dan-kendalikan-inflasi-pemkot-malang-lakukan-gerakan-menanam-cabai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kendalikan]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210761</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya menjaga ketersediaan bahan pangan dan pengendalian inflasi terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Seperti melalui program gerakan menanam cabai, di wilayah Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (15/06/2024) tadi. Secara simbolis, penanaman cabai tersebut dilakukan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Dispangtan Kota Malang dan jajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Upaya menjaga ketersediaan bahan pangan dan pengendalian inflasi terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Seperti melalui program gerakan menanam cabai, di wilayah Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (15/06/2024) tadi.</p>



<p>Secara simbolis, penanaman cabai tersebut dilakukan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Dispangtan Kota Malang dan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. “Pada hari ini kami menanam cabai di lahan kurang lebih seluas 3.500 meter persegi dan ini memang program untuk mengendalikan inflasi. Dengan kita menanam dan memanen, tentu nantinya dapat menambah jumlah stok, apalagi menjelang Idul Adha diprediksi akan ada kenaikan harga,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dengan digalakkannya program tersebut, ujarnya, diharapkan dapat menambah jumlah stok cabai di Kota Malang. Walaupun memang belum dapat mencukupi kebutuhan secara menyeluruh, tetapi upaya-upaya menjaga ketahanan pangan di Kota Malang terus dilakukan.</p>



<p>“Tentu dengan adanya stok ini bisa mengurangi harga cabai dan daya beli masyarakat juga bisa tercapai. Memang untuk cabai yang dihasilkan tidak sebanding dengan kebutuhan, tetapi kita tentu melakukan upaya-upaya yang lainnya, bisa Kerjasama Antar Daerah (KAD),” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, saat disinggung mengenai memasifkan gerakan menanam cabai di lima kecamatan yang ada di Kota Malang, Wahyu menuturkan bahwa ada kendala keterbatasan lahan. Untuk penanaman cabai sendiri, hanya bisa dilakukan di lahan tadah hujan. Di Kota Malang hanya ada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p>“Tadi saya tanya ke petani itu penanaman cabai lebih mudah daripada yang lain dan dengan waktu tiga bulan setengah saja sudah bisa panen. Setelah mereka menanam ada yang datang kesini untuk mengambil dan dijualkan di Pasar Gadang, untuk kesulitannya hanya di pupuk saja,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa salah satu komiditi yang berpengaruh terhadap inflasi yakni cabai. Sehingga, kegiatan tersebut dilakukan.</p>



<p>“Kegiatan hari ini merupakan salah satu dari sembilan langkah dalam rangka penanggulangan inflasi daerah. Insyaallah di luas lahan sekitar 3.500 meter persegi ini kita tanami bibit cabai sekitar 10 ribu bibit. Mudah mudahan 3 bulan atau 3 bulan setengah sudah bisa mulai panen,” imbuh Slamet. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Menanam, Mbak Cicha Ajak Kaum Perempuan Kediri Gelorakan Gerakan Menanam Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-menanam-mbak-cicha-ajak-kaum-perempuan-kediri-gelorakan-gerakan-menanam-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelorakan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Hujan yang mulai turun dalam beberapa pekan terakhir, dimanfaatkan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, untuk mengajak kaum perempuan melakukan aksi tanam pohon. Ajakan tersebut, disuarakan Mbak Cicha-sapaan akrab Ketua TP PKK, saat memimpin gerakan penghijauan di Sempadan Sungai Dermo, Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kamis (07/12/2023) tadi. Gerakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri</strong> &#8211; Hujan yang mulai turun dalam beberapa pekan terakhir, dimanfaatkan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, untuk mengajak kaum perempuan melakukan aksi tanam pohon. Ajakan tersebut, disuarakan Mbak Cicha-sapaan akrab Ketua TP PKK, saat memimpin gerakan penghijauan di Sempadan Sungai Dermo, Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kamis (07/12/2023) tadi.</p>



<p>Gerakan penghijauan ini, disambut antusiasme warga masyarakat. Terbukti, pelaksanaan diikuti mulai dari berbagai elemen baik dari pemerintah daerah, TP PKK Kabupaten, kecamatan dan desa, Pramuka serta warga di sekitar.</p>



<p>Mbak Cicha menjelaskan bahwa dampak dari pemanasan global, sangat terasa selama beberapa bulan terakhir. Terutama, ketika menurunnya curah hujan hingga menyebabkan kekeringan.</p>



<p>&#8220;Salah satu solusi untuk mengurangi pemanasan global, ini melalui penghijauan lingkungan sekitar,&#8221; kata Mbak Cicha.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan penghijauan, paparnya, menjadi kewajiban bersama. Melalui gerakan penghijauan, selain menjadikan lingkungan yang teduh juga dapat menjaga ketersediaan air tanah.</p>



<p>Mbak Cicha mengungkapkan, gerakan penghijauan yang dilakukan bersama berbagai elemen, itu untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Bulan Menanam Nasional, sekaligus menyambut Hari Ibu. Gerakan penghijauan yang dilakukan, dipilih pada daerah sempadan, dengan harapan dapat mengurangi erosi tanah di sekitar sungai saat musim penghujan.</p>



<p>&#8220;Melalui momentum ini, saya juga mengajak semua masyarakat utamanya perempuan untuk melakukan gerakan cinta menanam dan memelihara pohon,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Gerakan yang dilakukan itu, diharapkan dapat menjadi percontohan bagi masyarakat luas untuk bersama menjaga dan merawat lingkungan sekitar tetap lestari. &#8220;Saya berharap ini dapat tercipta kesadaran dan komitmen bersama untuk merawat dan melestarikan lingkungan hidup bagi (masa depan) generasi mendatang,&#8221; terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203012</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
