<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>menangis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menangis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Sep 2024 08:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menangis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pembinaan RT dan RW, Seorang Bu RT Menangis Haru Ingat Kebijakan Mobil Siaga Bupati Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/pembinaan-rt-dan-rw-seorang-bu-rt-menangis-haru-ingat-kebijakan-mobil-siaga-bupati-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214054</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, sangat dielu-elukan dan dicintai masyarakat. Kondisi itu, terlihat saat Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, ketika bertemu dengan salah satu Ketua RT dari Dusun Padangan, Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Astutik. Dalam momen mengikuti Pembinaan RT/RW se-Kecamatan Pagu itu, Astutik nampak menangis ketika berbincang langsung dengan Mas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, sangat dielu-elukan dan dicintai masyarakat. Kondisi itu, terlihat saat Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, ketika bertemu dengan salah satu Ketua RT dari Dusun Padangan, Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Astutik.</p>



<p>Dalam momen mengikuti Pembinaan RT/RW se-Kecamatan Pagu itu, Astutik nampak menangis ketika berbincang langsung dengan Mas Dhito. Hal ini lantaran, dirinya teringat kebijakan yang diambil oleh bupati muda tersebut. Karenanya, dirinya tiba-tiba menangis usai dirinya menyampaikan apresiasi atas fasilitas Mobil Siaga untuk desanya, Senin (09/09/2024) tadi. Mobil Siaga sendiri, diketahui sebagai salah satu program yang sudah direalisasi oleh bupati muda itu, pada awal-awal masa jabatannya sebagai fasilitas yang biasa digunakan desa untuk bidang kesehatan.</p>



<p>Dikatakan Astutik, pihaknya terharu ketika Mobil Siaga ini digunakan untuk mengantarkan masyarakat yang kurang mampu ke rumah sakit. “Contohnya mertua saya, dari lingkungan juga mendukung adanya Mobil Siaga. Saya salut banget (dengan program Mobil Siaga, red),” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain Mobil Siaga, Astutik menilai keseriusan Mas Dhito dalam menangani stunting di Kabupaten Kediri, juga terealisasi dengan baik. Seperti di lingkungannya, pemberian bantuan untuk anak-anak stunting sudah merata.</p>



<p>Ditambah lagi, katanya, bantuan sosial yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, dinilainya sudah tepat sasaran. Pasalnya, masyarakat miskin di lingkungannya semua sudah tercover oleh Bansos. Baik dari pemerintah pusat maupun Kabupaten Kediri.</p>



<p>“Yang penting, masyarakat kurang mampu sudah mendapatkan Bansos. Dan kita lanjutkan terus yang perlu dibantu,” terang Astutik.</p>



<p>Pihaknya berharap, agar bupati berusia 32 tahun tersebut tetap merakyat dan membawa Bumi Panjalu lebih maju dan sejahtera di berbagai sektor. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214054</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dapat Beasiswa dan Bantuan Modal, Pedagang di Kediri Ini Menangis Sambil Peluk Bupati</title>
		<link>https://memontum.com/dapat-beasiswa-dan-bantuan-modal-pedagang-di-kediri-ini-menangis-sambil-peluk-bupati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sambil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga. Seperti yang terlihat dalam kegiatan dialog bersama para pedagang Pasar Kandangan, salah seorang pedagang, Amir Fatah Ulumudin, sampai dibuat menangis haru seraya memeluk Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri. Momen tidak biasa itu terjadi, ketika pedagang tersebut menyampaikan aspirasinya kepada orang nomor satu di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga. Seperti yang terlihat dalam kegiatan dialog bersama para pedagang Pasar Kandangan, salah seorang pedagang, Amir Fatah Ulumudin, sampai dibuat menangis haru seraya memeluk Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri.</p>



<p>Momen tidak biasa itu terjadi, ketika pedagang tersebut menyampaikan aspirasinya kepada orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kediri tersebut. Dalam kesempatan itu, dirinya mendapatkan kesempatan untuk mengutarakan keluh kesahnya selama menjadi pedagang. Termasuk, pendapatnya mengenai rencana relokasi Pasar Kandangan yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri.</p>



<p>Fatah pun kemudian berpendapat, bahwa selain relokasi, aspek penting lain seperti shifting dan penataan pedagang menjadi persoalan krusial. Karena, masih ditemukan banyak pedagang yang berjualan di luar area pasar. Sehingga, selain memperburuk wajah Pasar Kandangan, hal ini juga menyebabkan kurangnya minat para pembeli untuk masuk ke dalam area pasar dua lantai tersebut.</p>



<p>“Yang penting, njenengan saget noto wong dodol isuk karo awan (yang penting, Mas Dhito bisa menata penjual pagi dan siang),” kata Fatah, Rabu (10/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendengar masukan dari salah satu warga pedagang, Mas Dhito mengapresiasi dengan memberikan bantuan modal untuk pengembangan usaha, sekaligus beasiswa yang diperuntukkan bagi anak pedagang kelahiran 1979 itu. Tidak lama, ketika bupati muda tersebut menghampirinya, tangis haru Fatah pun pecah sembari memeluk bupati yang menjabat sejak 2021 tersebut. Dengan bantuan yang diterimanya, Fatah menyampaikan rasa terima kasih kepada Mas Dhito.</p>



<p>&#8220;Semoga Pak Dhito diberikan kesehatan, diberi rezeki, lancar,&#8221; kata Fatah.</p>



<p>Sementara dalam dialog tersebut, Mas Dhito mengajak pedagang Pasar Kandangan untuk berunding mengenai pengembangan pasar. Diketahui, pasar ini terakhir direvitalisasi pada 2004 silam.</p>



<p>Mas Dhito sendiri dalam berbagai proses pembangunan, dimana pemerintah daerah selalu mengajak dialog masyarakat. Terlebih dengan rencana relokasi Pasar Kandangan ini, pihaknya menginginkan rencana tersebut telah sesuai dengan kebutuhan para pedagang.</p>



<p>“Hari ini kita berdialog, karena kami ini yang ada di pemerintah daerah yang tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak,&#8221; kata Mas Dhito. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211908</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
