<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mendapat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mendapat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Aug 2025 12:28:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mendapat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Lumajang Tekankan Korban TPPO Harus Juga Mendapat Perhatian</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-tekankan-korban-tppo-harus-juga-mendapat-perhatian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[mendapat]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) harus bergeser dari pendekatan penghukuman semata menjadi pendekatan yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan korban. Hal ini disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka kegiatan sosialisasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di Hall Vision Vista, Kelurahan Citrodiwangsan, Kamis (07/08/2025) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) harus bergeser dari pendekatan penghukuman semata menjadi pendekatan yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan korban. Hal ini disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka kegiatan sosialisasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di Hall Vision Vista, Kelurahan Citrodiwangsan, Kamis (07/08/2025) tadi.</p>



<p>Dalam forum yang dihadiri aparat kepolisian dari berbagai wilayah di Jawa Timur, Bunda Indah menyebut bahwa korban perdagangan orang sering kali luput dari perhatian sistem hukum. Banyak proses hukum yang selesai dengan vonis, tetapi meninggalkan korban dalam kondisi trauma, tanpa pendampingan dan tanpa akses keadilan yang sebenarnya.</p>



<p>Bunda Indah menekankan, bahwa korban harus menjadi pusat dari setiap kebijakan, bukan sekadar saksi atau data statistik. Dirinya mengungkap, bahwa kasus TPPO masih terjadi di Lumajang, dengan Kecamatan Pasirian mencatat jumlah tertinggi, yaitu mencapai sekitar 200 korban. Modus kejahatan terus berkembang, salah satunya melalui tawaran kerja palsu di media sosial dan jaringan daring.</p>



<p>&#8220;Lebih memprihatinkan, bahwa korban tidak lagi terbatas pada kelompok miskin atau berpendidikan rendah. Banyak dari mereka adalah anak muda yang cakap teknologi dan justru menjadi sasaran baru karena kurangnya literasi perlindungan kerja migran,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski Lumajang telah membentuk Gugus Tugas TPPO dan menghadirkan dua platform digital SIAPkerja dan Siskop2mi untuk memfasilitasi warga bekerja ke luar negeri secara legal, Bunda Indah mengakui bahwa tantangan masih besar.</p>



<p>Dirinya menyebut bahwa layanan pemulihan psikologis, bantuan hukum dan reintegrasi sosial bagi korban masih sangat terbatas. Menurutnya, perlindungan nyata tidak cukup diwujudkan dalam regulasi, tetapi harus hadir dalam bentuk layanan yang bisa diakses langsung oleh korban.</p>



<p>Bunda Indah menyoroti, pentingnya peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dan aparatur daerah untuk memahami dinamika kejahatan TPPO yang terus berkembang. Selain itu, dirinya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas daerah, mengingat pola kejahatan perdagangan orang bersifat lintas wilayah dan sering kali melibatkan jaringan antar provinsi bahkan antar negara.</p>



<p>Bunda Indah menegaskan, bahwa tanpa pendekatan berbasis korban, upaya pemberantasan TPPO akan selalu tertinggal. Menurutnya, pemulihan hak, martabat dan masa depan korban adalah indikator sejati bahwa negara hadir melindungi warganya.</p>



<p>“Kalau hukum hanya menghukum pelaku tapi tak memulihkan korban, itu belum keadilan. Korban harus menjadi pusat perhatian, karena dari merekalah luka bangsa ini bermula,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224780</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tidak hanya Sekolah Negeri, Siswa Swasta Bisa Mendapat Bantuan Seragam Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/tidak-hanya-sekolah-negeri-siswa-swasta-bisa-mendapat-bantuan-seragam-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 03:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[mendapat]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seragam]]></category>
		<category><![CDATA[swasta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223954</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Program seragam gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak hanya diperuntukkan bagi murid baru SD dan SMP Negeri semata. Sebaliknya, sekolah swasta juga bisa mendapatkan bantuan seragam gratis, asalkan terdapat siswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan. Keterangan ini, disampaikan secara langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai menyerahkan secara simbolis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Program seragam gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak hanya diperuntukkan bagi murid baru SD dan SMP Negeri semata. Sebaliknya, sekolah swasta juga bisa mendapatkan bantuan seragam gratis, asalkan terdapat siswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan.</p>



<p>Keterangan ini, disampaikan secara langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai menyerahkan secara simbolis seragam gratis, Selasa (15/07/2025) tadi. &#8220;Sekolah swasta, silahkan mengajukan. Apabila sekolah swasta yang memang menurut Dinas Pendidikan layak diberikan bantuan. Kita akan coba mencukupi,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kebijakan tersebut, tambahnya, merupakan bentuk kelanjutan dari program unggulan Dasa Bhakti Ngalam Pinter, yang bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga serta meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kota Malang, tanpa terkecuali.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan alokasi cadangan untuk membantu siswa swasta yang memenuhi kriteria. &#8220;Untuk sekolah swasta, kalau memang benar-benar ada anak yang tidak mampu, sampaikan ke kami. Nanti akan kami kondisikan. Bantuan juga dalam bentuk kain, seperti untuk sekolah negeri,&#8221; jelas Suwarjana.</p>



<p>Penambahan sasaran penerima, ujarnya, tentu berdampak pada besaran anggaran yang disiapkan. Jika sebelumnya hanya sekitar Rp 6 miliar hingga Rp 7 miliar untuk siswa negeri, maka dengan tambahan siswa swasta bisa mencapai Rp 9 miliar hingga Rp 10 miliar.</p>



<p>&#8220;Kalau sekarang ini kan anggarannya Rp 6 sampai Rp 7 miliar, kalau ditambah swasta bisa Rp 9 sampai Rp 10 miliar. Siswanya banyak Negeri daripada swasta, sepertiganya, sekitar 2.500 hingga 3.000 siswa,&#8221; imbuh Suwarjana.</p>



<p>Diharapkan dengan adanya program tersebut, nantinya tidak ada lagi siswa yang enggan bersekolah karena keterbatasan biaya seragam. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223954</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Blusukan ke Pasar Induk Gadang, Abah Anton Mendapat Sambutan Hangat dan Dukungan Pemenangan</title>
		<link>https://memontum.com/blusukan-ke-pasar-induk-gadang-abah-anton-mendapat-sambutan-hangat-dan-dukungan-pemenangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Blusukan]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[hangat]]></category>
		<category><![CDATA[mendapat]]></category>
		<category><![CDATA[pemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[sambutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216220</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Malang nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatulloh, kembali disambut hangat oleh masyarakat Kota Malang, dalam agenda blusukan atau menyapa masyarakat. Seperti halnya saat Abah Anton mendatangi Pasar Induk Gadang, Selasa (05/11/2024) tadi. Meskipun diwarnai hujan rintik, namun sambutan hangat diberikan kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Malang nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatulloh, kembali disambut hangat oleh masyarakat Kota Malang, dalam agenda blusukan atau menyapa masyarakat. Seperti halnya saat Abah Anton mendatangi Pasar Induk Gadang, Selasa (05/11/2024) tadi.</p>



<p>Meskipun diwarnai hujan rintik, namun sambutan hangat diberikan kepada Abah Anton. Bahkan, beberapa warga meneriakkan yel-yel Abadi (Abah Anton-Dimyati). &#8220;Menang, menang, menang. Salam menang total (Metal),&#8221; kata warga sambil mengangkat tiga jari saat menyambut kedatangan Abah Anton.</p>



<p>Dalam blusukan itu, Abah Anton tidak serta merta menyapa dan melanjutkan kampanye. Sebaliknya, kunjungan yang dilakukan di saat Magrib itu, membuat Abah Anton dan rombongan memilih untuk menjalankan ibadah salat terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Saya ikut Abah Anton Salat Maghrib. Beliau ngajak salat dahulu, sebelum keliling,&#8221; kata Ketua P2KM, Mus Mulyadi, yang saat itu setia menunggu dan mendampingi Abah Anton.</p>



<p>Ditambahkannya, sesuai jadwal harusnya Abah Anton datang sebelum waktu Magrib. Namun karena ada agenda dadakan, maka kunjungan calon Wali Kota Malang dari nomor urut 3, itu harus mundur. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan pedagang untuk memberikan sambutan hangat.</p>



<p>Keriuhan sendiri tidak terelakkan, begitu Abah Anton melanjutkan kunjungan keliling ke Pasar Gadang. &#8220;Pedagang di Pasar Gadang ini campuran dengan penduduk dari Kabupaten Malang. Kira-kira 65 persen warga Kota Malang. Insyaallah semuanya milih Abah Anton, saya dan pedagang Kota Malang di Pasar Induk Gadang ini siap mendukung untuk memilih Abah Anton,&#8221; ujar Jauhari, yang juga Wakil Ketua P2KM, diantara para pedagang sembari mengacungkan tiga jari.</p>



<p>Permintaan foto bersama menjadi pemandangan terus menerus saat Abah Anton menyapa pedagang dan warga. Terutama, saat emak-emak menjumpai Abah Anton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya mantab pilih Abah Anton. Mantab Abah Anton,&#8221; tambah lelaki yang mengaku bernama Ahmad Becak, dengan tawa bahagia saat idolanya datang.</p>



<p>Menanggapi antusiasme pedagang, Abah Anton mengaku bahagia. Dirinya menyebut, bahwa dahulu ketika menjabat dirinya sering datang dengan mengenakan seragam wali kota dan sering blusukan ngopi dengan pedagang.</p>



<p>&#8220;Itu adalah bukti kebersamaan kita pada waktu menjabat wali kota. Dengan mengenakan pakaian dinas, kita di sini bersama pedagang duduk. Saya melihat ada semangat, kerinduan untuk Abadi bisa memimpin kembali. Maka dengan semangat saudara kita, ini membuat semangat pada kita untuk memimpin kembali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Abah Anton juga menyebut, akan tetap dengan para pedagang memajukan Pasar Induk Gadang, ini sebagai sentra perdagangan yang melayani hingga ke Pulau Bali. &#8220;Saya rasa para pedagang sudah melihat dan merasakan bahwa saya tidak pernah melupakan pedagang yang ada di sini. Karena kami selalu komitmen tentang masalah yang menjadi persoalan. Saya dulu sering duduk di sini, ingin mengetahui secara langsung permasalahan bagaimana Pasar Gadang ini yang melayani kebutuhan Jawa Bali. Ini luar biasa, ini perlu terus dikembangkan bahwa pasar ini benar-benar siap melayani konsumsi nasional,&#8221; ujar Abah Anton.</p>



<p>Soal rencana ke depan bila jadi wali kota, Abah Anton mengaku akan tetap bersama para pedagang. &#8220;Saya akan tetap dengan pedagang, nanti kita bareng bareng duduk, nanti kita akan pikirkan bersama kebijakan untuk Pasar Gadang,&#8221; tegas Abah Anton.</p>



<p>Kunjungan berlangsung cukup lama, Abah Anton gayeng duduk bersama dan berdialog langsung serta ngobrol sebelum beranjak meninggalkan Pasar Induk Gadang. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216220</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode Belajar Menarik bersama Siswa Istimewa Mendapat Apresiasi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023</title>
		<link>https://memontum.com/metode-belajar-menarik-bersama-siswa-istimewa-mendapat-apresiasi-dalam-kompetisi-inovasi-pelayanan-publik-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>
		<category><![CDATA[mendapat]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk mencapai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma’Siti), kini melalui tahapan presentasi dan wawancara. Setelah sebelumnya, itu terpilih sebagai Top 99 dari total 2.135 inovasi di seluruh Indonesia tahun ini. Dalam tahap tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mempresentasikan di hadapan jajaran Tim Panel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk mencapai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma’Siti), kini melalui tahapan presentasi dan wawancara. Setelah sebelumnya, itu terpilih sebagai Top 99 dari total 2.135 inovasi di seluruh Indonesia tahun ini.</p>



<p>Dalam tahap tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mempresentasikan di hadapan jajaran Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023, didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait, guru inovator, guru pengajar dan siswa yang berhasil menggunakan metode tersebut.</p>



<p>Ungkapan apresiasi dan decak kagum tidak henti-hentinya, didapatkan namun tidak membuat Wali Kota Malang, Sutiaji, berpuas diri. Pihaknya justru merendah dan mengucap, bahwa segala jerih yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, termasuk para guru inovator adalah upaya untuk memberikan pendidikan yang setara, berkeadilan, dan tanpa diskriminan termasuk bagi siswa istimewa atau berkebutuhan khusus.</p>



<p>&#8220;Bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, sebaik-baiknya ciptaan. Termasuk, jika orang melihat ada anak yang mempunyai kekurangan, tetapi justru dibaliknya ini mempunyai keistimewaan yang perlu kita gali bersama. Maka perlakuan yang sama kita kedepankan, termasuk dalam pembelajaran. Syukur Alhamdulillah guru-guru kita bisa memahami maksud ini, dan diterjemahkan lewat Jarik Ma&#8217;Siti,” kata Wali Kota Sutiaji di Ngalam Command Center, Balai Kota Malang, Jumat (07/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, memberikan kesempatan yang sama bagi anak istimewa untuk bersekolah di sekolah reguler, merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangannya. Dengan demikian, mereka dapat memiliki interaksi sosial dengan siswa reguler dan diharapkan dapat memotivasi anak istimewa untuk semakin berprestasi dan beradaptasi di lingkungan yang sama.</p>



<p>&#8220;Waktu anak istimewa bersekolah di sekolah khusus, secara psikologis anak dan orang tua akan terpengaruh karena mereka merasa berada di sekolah yang berbeda dan proses pembelajaran kurang menyenangkan. Alhamdulillah, Jarik Ma&#8217;Siti menjadi solusi untuk mengoptimalkan kemampuan anak istimewa sehingga mereka mampu menampilkan eksistensi sebagai individu yang cakap dan mandiri,” jelasnya.</p>



<p>Inovasi tersebut juga sejalan dengan visi misi Kota Malang dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan serta mewujudkan kota yang harmonis, toleran, dan menghargai keberagaman serta memberikan perhatian kepada masyarakat yang rentan.</p>



<p>Sebagai informasi, Jarik Ma’Siti merupakan inovasi metode pembelajaran adaptif bagi siswa istimewa pada sekolah reguler/non inklusi seperti SMPN 10 Kota Malang. Pengembangan inovasi tersebut juga sukses menjawab tantangan adanya ketimpangan rasio guru pendamping khusus dengan siswa istimewa yang masuk pada sekolah reguler. Inovasi Jarik Ma’Siti kini telah membantu 570 siswa dalam kurun waktu lima tahun terakhir dan telah direplikasi di 29 SMP di Kota Malang. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192670</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
