<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mendominasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mendominasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Dec 2025 10:38:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mendominasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bencana di Kota Malang Terus Meningkat, BPBD Sebut Banjir Mendominasi sejak 2022</title>
		<link>https://memontum.com/bencana-di-kota-malang-terus-meningkat-bpbd-sebut-banjir-mendominasi-sejak-2022</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mendominasi]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228468</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat tren kenaikan kejadian bencana dalam tiga tahun terakhir. Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan cuaca ekstrem menjadi kejadian yang paling mendominasi. Dari data BPBD, pada tahun 2022 tercatat ada sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat tren kenaikan kejadian bencana dalam tiga tahun terakhir. Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan cuaca ekstrem menjadi kejadian yang paling mendominasi.</p>



<p>Dari data BPBD, pada tahun 2022 tercatat ada sekitar 479 kejadian bencana. Angka tersebut terus naik hingga mencapai 494 kejadian pada tahun 2024, dengan banjir menjadi bencana paling banyak dialami oleh warga Kota Malang.</p>



<p>“Curah hujan yang tinggi berpengaruh pada kondisi permukaan wilayah. Setiap musim penghujan, banjir menjadi permasalahan utama. Setelah itu, disusul longsor serta cuaca ekstrem seperti angin kencang,” jelas Prayitno, Sabtu (06/12/2025).</p>



<p>Tentunya, dari setiap kejadian bencana tersebut, menurutnya selalu diawali laporan dari Kelurahan Tangguh Bencana. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan, penyebab, hingga dampaknya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dari asesmen itu, kami menentukan bentuk bantuan yang diperlukan. Jika ada korban luka atau persoalan kesehatan, tim kesehatan akan diterjunkan. Bila terjadi kerusakan rumah atau jembatan, maka Tim Reaksi Cepat dari Dinas PU akan bergerak,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, menurutnya BPBD Kota Malang juga telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas OPD, yang bertugas membuat laporan komprehensif sebagai bahan pengambilan keputusan Sekretaris Daerah Kota Malang. Dari laporan tersebut, OPD terkait dapat langsung diperintahkan menangani kondisi di lapangan.</p>



<p>“Dukungan dari masyarakat, seperti relawan dan Kelurahan Tangguh Bencana, sudah ada. Namun beberapa kebutuhan alat masih harus dipenuhi oleh instansi terkait,” lanjutnya.</p>



<p>Melihat kondisi bencana yang meningkat, terutama banjir, Prayitno menilai perlu adanya langkah mitigasi yang lebih permanen. Salah satunya melalui pembenahan sistem drainase di Kota Malang, yang dinilai belum optimal dalam menampung curah hujan ekstrem.</p>



<p>“Dari data terakhir tahun 2024, bencana di Kota Malang cukup tinggi dan mayoritas berupa banjir. Ini menunjukkan bahwa perlunya treatment menyangkut sistem drainase dan infrastruktur lainnya,” imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228468</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pusat Studi Ilmu Politik UMM Sebut Tiga Partai Mendominasi Survei Opini Publik di Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/pusat-studi-ilmu-politik-umm-sebut-tiga-partai-mendominasi-survei-opini-publik-di-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[mendominasi]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pusat Studi Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merilis hasil survei opini publik suara pemilih masyarakat Jawa Timur pada Pemilu 2024, di Ruang Senat UMM Kota Malang, Rabu (18/10/2023) tadi. Dimana survei tersebut, telah dilakukan pada kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Hasilnya, menunjukkan bahwa elektabilitas partai politik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pusat Studi Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merilis hasil survei opini publik suara pemilih masyarakat Jawa Timur pada Pemilu 2024, di Ruang Senat UMM Kota Malang, Rabu (18/10/2023) tadi.</p>



<p>Dimana survei tersebut, telah dilakukan pada kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Hasilnya, menunjukkan bahwa elektabilitas partai politik di Jawa Timur pada posisi tiga tertinggi, masih diduduki oleh PDI-Perjuangan, PKB dan Gerindra, dengan memiliki nilai diatas 15 persen dan jauh berada di atas dari partai-partai lainnya yang hanya memiliki elektabilitas di bawah 5 persen.</p>



<p>“Catatan yang menarik pada bagian ini adalah peningkatan suara yang cukup signifikan dari PDI-Perjuangan yang meningkat hampir 5 persen dari survei edisi sebelumnya. Jadi kami melakukan survei di Juli dan September, di mana pada Juli survei menunjukkan di angka 29,4 persen dan di September di angka 34,5 persen,” jelas Ketua Tim Survei, Rully Inayah Ramadhoan.</p>



<p>Ditambahkannya, jika alasan yang paling dominan dari pemilihan tiga partai tersebut, yakni islami atau dekat dengan ulama. Kemudian dekat dengan rakyat dan aspiratif, serta telah menjadi pilihan dari dulu.</p>



<p>“Dari hasil survei, publik Jawa Timur menegaskan bahwa akan tetap memilih calon presiden pilihan mereka walaupun partai yang mereka pilih tidak mendukung calon presiden tersebut. Hal ini, menegaskan bahwa tidak ada hubungan diantara elektabilitas calon presiden pilihan masyarakat dengan pilihan partai politik,” imbuhnya.</p>



<p>Tentu dari ke tiga partai tersebut, juga mencuat tiga nama Calon Presiden di publik Jawa Timur. Di mana posisi tertinggi masih diduduki oleh Ganjar Pranowo, diikuti oleh Prabowo Subianto dan Anies Rasyid Baswedan. Dalam hasil survei yang telah dilakukan pada dua bulan, urutan tersebut tidak berubah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Urutan ini tidak berubah jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya pada Juli 2023. Namun, yang menjadi catatan penting adanya peningkatan yang cukup signifikan pada suara Anies Rasyid Baswedan yang meningkat 9 persen dibanding survei sebelumnya. Hal ini, kemungkinan besar dipengaruhi oleh pengumuman Wakil Presiden pendamping yang telah diumumkan lebih awal oleh kubu Anies Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin,” ujarnya.</p>



<p>Selain itu, dalam data perbandingan dari dua edisi survei ini juga menunjukan adanya stabilitas dukungan atau suara kepada Ganjar Pranowo, dan tergerusnya suara Prabowo Subianto. Terlebih, pada konteks Wakil Presiden, publik Jawa Timur memiliki preferensi tinggi pada Mohammad Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa.</p>



<p>“Pada simulasi tiga pasangan capres dan cawapres, Ganjar Pranowo dipasangkan oleh Mohammad Mahfud MD pada simulasi ini menghasilkan angka 42,7 persen. Sedangkan Prabowo Subianto dengan Khofifah Indar Parawasan 36,3 persen. Kemudian Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar 19,7 persen,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk hasil survei pada pemilih Pemilu 2024 mendatang, menurutnya juga akan lebih besar pada pemilih non-rasional dari pada pemilih rasional. Hal tersebut ditunjukan dari dominannya responden dalam kategori wilayah pedesaan, tingkat Pendidikan SLTA ke atas, profesi, dan tingkat pendapatan dan santri non santri.</p>



<p>“Hal ini selain mengukuhkan posisi strategis Jawa Timur dalam langskap politik nasional sekaligus menjadi bahan pertimbangan politis dan strategi pemenangan daripada masing-masing calon untuk menyasar wilayah-wilayah potensial seperti wilayah Jawa Timur,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Rektor UMM, Prof Dr Fauzan, menyampaikan jika dinamika Pemilu saat ini sangat menarik. Melalui hasil survei tersebut, menurutnya dapat menjadi landasan strategis bagi calon peserta Pemilu, termasuk calon legislatif dan Capres-Cawapres, sesuai dengan isu-isu yang berkembang di politik saat ini.</p>



<p>&#8220;Tentu ada dinamika yang bisa mengarah ke hal positif ataupun negatif, tentu semuanya sangat tergantung kepada isu yang berkembang sebagai ciri khas dari dinamika politik itu sendiri,&#8221; tutur Fauzan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200018</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
