<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>menempati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menempati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 11:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menempati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kabupaten Lamongan Menempati Peringkat Pertama Produksi GKG di Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-lamongan-menempati-peringkat-pertama-produksi-gkg-di-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[menempati]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227414</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kabupaten Lamongan tercatat menempati peringkat pertama pada produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) se Provinsi Jawa Timur. Data ini, merupakan akumulasi dari penanaman padi selama tahun 2025. Tercatat pada tahun 2025, produksi padi mencapai 904,928 ton GKG. Selain menjadi nomor satu di Jawa Timur, produksi padi di Lamongan di tahun 2025, juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kabupaten Lamongan tercatat menempati peringkat pertama pada produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) se Provinsi Jawa Timur. Data ini, merupakan akumulasi dari penanaman padi selama tahun 2025.</p>



<p>Tercatat pada tahun 2025, produksi padi mencapai 904,928 ton GKG. Selain menjadi nomor satu di Jawa Timur, produksi padi di Lamongan di tahun 2025, juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, produksi padi di Kabupaten Lamongan mencapai angka 776,29 ton GKG.</p>



<p>&#8220;Berdasarkan berita resmi statistik Provinsi Jawa Timur hasil pengamatan September 2025, Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama se-Jawa Timur pada produksi padi,&#8221; kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat berada di ruang kerjanya, Selasa (04/11/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Capaian ini, lanjutnya, didukung gencarnya Program Luas Tambah Tanam (LTT), jaminan ketersediaan pupuk yang lebih mudah diakses oleh petani, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) hingga jaminan sosial petani (asuransi). Termasuk, pendampingan dan pelatihan serta masih banyak lagi.</p>



<p>Fasilitasi tersebut, paparnya, tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan predikat lumbung pangan nasional. Melainkan juga, untuk mendukung kesejahteraan petani yang ada di Kabupaten Lamongan. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227414</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktifkan Kembali Sentra PKL di Kawasan Simpang Lima Gumul, Pedagang Kuliner Didorong Menempati</title>
		<link>https://memontum.com/aktifkan-kembali-sentra-pkl-di-kawasan-simpang-lima-gumul-pedagang-kuliner-didorong-menempati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktifkan]]></category>
		<category><![CDATA[didorong]]></category>
		<category><![CDATA[gumul]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[menempati]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan. Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan.</p>



<p>Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya aset Pemkab Kediri yang selesai dibangun segera difungsikan. Mengingat dalam perkembangannya, sentra PKL belum difungsikan. Hal ini, kembali ditekankan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, dalam acara pembukaan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.</p>



<p>&#8220;Di Simpang Lima Gumul, pembangunan lapak untuk PKL segera diaktivasi,&#8221; tegas Mas Dhito, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri, Santoso, mengungkapkan bahwa upaya untuk mengaktifkan sentra PKL itu telah dilakukan. Hanya saja, sejauh ini upaya memindahkan PKL khususnya pedagang kuliner yang ada di kawasan Simpang Lima Gumul ke lokasi tersebut menemui penolakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penolakan muncul, tambahnya, karena kekhawatiran pedagang mengenai sepinya pembeli. Lokasi yang baru, dianggap masih memerlukan waktu dan promosi supaya dikenal masyarakat luas. Di sisi lain, PKL butuh pemasukan harian sehingga cenderung memilih tempat yang langsung ramai pembeli.</p>



<p>Menyikapi hal ini, pihaknya mencoba menjadikan sentra PKL itu tetap berfungsi sekaligus lebih dikenal masyarakat luas dengan mengoperasionalkan pedagang hewan peliharaan. &#8220;Kita coba alihkan sementara untuk pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, burung dan sejenisnya,” urai Santoso, Minggu (22/06/2025) tadi.</p>



<p>Dari lapak-lapak yang tersedia, ungkapnya, dari pantauan lapangan setidaknya telah terdapat belasan pedagang hewan peliharaan yang bersiap beroperasi pada lokasi tersebut. Adapun pengisian lapak lain yang belum ditempati, akan dilakukan secara bertahap seiring dengan proses sosialisasi dan evaluasi.</p>



<p>Sementara itu, terkait aktivitas PKL di kawasan Simpang Lima Gumul, Santoso, mengaku bersama instansi terkait tetap berupaya melakukan penataan supaya kawasan tersebut lebih tertib. Penataan juga mencakup pembatasan jam operasional dan larangan berjualan di area-area terlarang.</p>



<p>“Untuk PKL tetap kita lokalisir supaya rapi,” tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223210</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
