<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mengajar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mengajar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Aug 2025 14:07:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mengajar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Jember Perbaiki 1500 Ruang Sekolah Demi Kenyamanan Belajar Mengajar</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-perbaiki-1500-ruang-sekolah-demi-kenyamanan-belajar-mengajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perbaiki]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225205</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) berkomitmen untuk melakukan pembenahan perbaikan sekolah-sekolah yang rusak sedang dan berat. Komitmen ini, tentunya kabar gembira bagi ribuan siswa dan guru di Kabupaten Jember, yang tidak lama lagi akan menikmati perbaikan ruang kelas dan gedung sekolah yang selama ini rusak. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) berkomitmen untuk melakukan pembenahan perbaikan sekolah-sekolah yang rusak sedang dan berat. Komitmen ini, tentunya kabar gembira bagi ribuan siswa dan guru di Kabupaten Jember, yang tidak lama lagi akan menikmati perbaikan ruang kelas dan gedung sekolah yang selama ini rusak.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, mengatakan bahwa dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, terdapat 3.120 lembaga. Dari jumlah itu, tidak semua bangunannya dalam kondisi baik. Sehingga, bertahap akan dilakukan perbaikan.</p>



<p>“Tentu dari jumlah itu, tidak semuanya dalam kondisi ideal atau baik,” kata Hadi, Selasa (19/08/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya mengungkapkan, sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah sekolah yang mengalami kerusakan kurang lebih sejumlah 500. Namun, jika secara total ruangan gedung, lebih dari 1.500 gedung sekolah mengalami rusak sedang-berat.</p>



<p>“Kalau secara total ruangan gedung, lebih dari 1.500 gedung sekolah mengalami rusak berat dan sedang. Itu sesuai dengan apa yang disampaikan Gus Bupati. Jumlah ini sangat besar di Kabupaten Jember,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Prihatin dengan banyaknya jumlah gedung lembaga pendidikan yang rusak, Bupati Jember, Muhammad Fawait, kemudian melakukan langkah strategis agar segera ada perbaikan. Salah satunya, dengan mengalokasikan dana sejumlah Rp 46 miliar dari APBD untuk melakukan rehabilitasi beberapa sekolah.</p>



<p>“Bupati pernah mengalokasikan Rp 46 miliar dari APBD untuk melakukan rehab sekolah,” ungkapnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Bupati Jember juga melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat terutama Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, beberapa waktu lalu menemui Wakil Kementerian Didasmen untuk berkonsultasi mengenai kondisi sekolah rusak di Jember. Penyebabnya, kemampuan fiskal atau anggaran pemerintah daerah terbatas.</p>



<p>Karenanya, jika hanya mengandalkan APBD, anggarannya tidak cukup untuk melakukan perbaikan seluruh sekolah yang rusak. “Bupati datang ke Kementerian Didasmen menemui Wamen untuk berkonsultasi mengenai kondisi sekolah yang ada di Jember. Tentunya, jika mengandalkan APBD, anggaran kita tidak akan cukup. Butuh uluran dari anggaran APBN khususnya yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” imbuhnya.</p>



<p>Hasil pertemuan Bupati Jember dengan Wamen Didasmen, yaitu pihaknya akan menindaklanjutinya dengan mengajukan proposal. Tujuannya, itu untuk usulan revitalisasi sekolah yang rusak sedang hingga berat di Kabupaten Jember.</p>



<p>“Atas hasil pertemuan itu, kami tindak lanjuti dengan pengajuan proposal untuk usulan revitalisasi sekolah yang rusak sedang dan berat,” imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Status Lahan Pinjam Pakai, Ketua DPRD Kota Malang Tekankan Tak Ganggu Proses Belajar Mengajar</title>
		<link>https://memontum.com/respon-status-lahan-pinjam-pakai-ketua-dprd-kota-malang-tekankan-tak-ganggu-proses-belajar-mengajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[ganggu]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[pakai]]></category>
		<category><![CDATA[pinjam]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224798</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mendorong adanya keputusan yang jelas terkait status pinjam pakai lahan milik Universitas Negeri Malang (UM), yang digunakan untuk empat sekolah di Kota Malang. Menurutnya, keputusan tersebut penting agar aktivitas belajar mengajar siswa tidak terganggu. Apalagi, lahan tersebut diketahui ditempati SDN Sumbersari, SDN Percobaan 1, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mendorong adanya keputusan yang jelas terkait status pinjam pakai lahan milik Universitas Negeri Malang (UM), yang digunakan untuk empat sekolah di Kota Malang. Menurutnya, keputusan tersebut penting agar aktivitas belajar mengajar siswa tidak terganggu. Apalagi, lahan tersebut diketahui ditempati SDN Sumbersari, SDN Percobaan 1, SMPN 4 Kota Malang dan SMAN 8 Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kalau pun nanti ada relokasi, saya harap tidak mengganggu anak-anak yang sedang berkegiatan. Makanya, ini harus segera diputuskan,&#8221; kata Mia-sapaan Ketua DPRD Kota Malang, Sabtu (09/08/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa masa transisi perpindahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dirinya juga mengingatkan, agar risiko terganggunya proses belajar dapat diminimalkan.</p>



<p>&#8220;Proses belajar mengajar jangan sampai terganggu,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait opsi penggunaan gedung SD atau SMP yang kosong atau jumlah siswanya sedikit, Mia menilai perlu ada solusi tambahan. Pasalnya, SMPN 4 memiliki 27 Rombongan Belajar (Rombel) sehingga hampir tidak ada gedung yang mampu menampung seluruhnya. &#8220;Kalau memang tidak cukup, ya pasti harus ada solusi penunjang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kemudian, saat disinggung kemungkinan memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) atau hasil efisiensi anggaran senilai Rp 70 miliar untuk biaya relokasi, menurutnya itu tergantung kebutuhan. Namun, hal ini masih belum dibahas oleh Pemkot dan DPRD Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kemarin kami dan Pemkot membahas, belum ada konstruksi anggaran bergeser untuk pembiayaan relokasi. Tapi kalau nanti ternyata ada, ya itu harus jadi salah satu prioritas,” jelasnya.</p>



<p>Di akhir, Mia menegaskan bahwa perencanaan relokasi harus matang sebelum keputusan diambil. “Jangan sampai sudah diputuskan relokasi, tetapi ternyata tidak siap sarana prasarana dan tempat pindahnya. Kalau memang harus pindah, semua harus siap terlebih dahulu,&#8221; imbuh Mia. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224798</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Targetkan Proses Belajar Mengajar di Kampus Unej Lumajang Dimulai Tahun Depan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-targetkan-proses-belajar-mengajar-di-kampus-unej-lumajang-dimulai-tahun-depan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dimulai]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223158</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan bahwa proses belajar-mengajar di Kampus Universitas Jember (Unej) di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, akan dimulai paling lambat tahun depan. Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam kunjungan kerja di Universitas Jember, Kamis (19/06/2025) tadi. Kunjungan kerja yang dilakukan ini, sebagai bagian dari percepatan pembangunan kampus yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan bahwa proses belajar-mengajar di Kampus Universitas Jember (Unej) di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, akan dimulai paling lambat tahun depan. Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam kunjungan kerja di Universitas Jember, Kamis (19/06/2025) tadi.</p>



<p>Kunjungan kerja yang dilakukan ini, sebagai bagian dari percepatan pembangunan kampus yang ditunggu masyarakat. “Melalui perubahan APBD 2025, kami sudah menyiapkan review masterplan pembangunan. Targetnya jelas, Kampus UNEJ di Lumajang harus segera rampung agar bisa langsung digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar,” kata Bunda Indah, saat bertemu Rektor Unej, Dr Ir Iwan Taruna MEng IPM ASEAN Eng.</p>



<p>Bunda Indah menekankan, bahwa kehadiran Kampus Unej bukan hanya soal pendidikan, tetapi strategi besar untuk membangun pusat pertumbuhan baru di wilayah utara Lumajang. Kampus ini akan membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi baru.</p>



<p>“Ini bukan proyek biasa. Ini adalah upaya mewujudkan keadilan wilayah. Kita ingin wilayah utara Lumajang tumbuh setara, sejahtera dan punya masa depan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan percepatan ini, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan inklusif berbasis pendidikan, khususnya di wilayah yang selama ini belum tersentuh pengembangan infrastruktur skala besar. “Pendidikan adalah kunci masa depan. Dan masa depan Lumajang ada di wilayah utara juga. Kampus ini adalah awalnya,” imbuh Bunda Indah.</p>



<p>Dari pihak Universitas Jember, Rektor menyampaikan bahwa seluruh perencanaan pengembangan Kampus Unej Lumajang telah siap. Termasuk, desain kawasan, infrastruktur dasar, hingga pengembangan program studi unggulan.</p>



<p>“Kampus Lumajang akan melayani mahasiswa dari Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan sekitarnya. Prodi yang disiapkan antara lain Fakultas Pertambangan, Kebencanaan, Pertanian, dan Teknik Sipil. Ini akan menjadi pusat pendidikan unggulan di kawasan Tapal Kuda,” terang Iwan Taruna.</p>



<p>Dirinya juga menyebutkan rencana relokasi Kampus Akper ke kawasan utara sebagai bagian dari integrasi kawasan pendidikan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223158</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Puasa Ramadan, Disdikbud Kota Malang Keluarkan SE Kegiatan Belajar Mengajar</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-puasa-ramadan-disdikbud-kota-malang-keluarkan-se-kegiatan-belajar-mengajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219071</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan 1446 H atau tahun 2025. SE itu, tentunya mengacu pada SE Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Menteri Agama Indonesia dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan 1446 H atau tahun 2025. SE itu, tentunya mengacu pada SE Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Menteri Agama Indonesia dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 tahun 2025.</p>



<p>Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa libur Ramadan akan dimulai pada 27 Februari sampai 5 Maret 2025. Durasi libur ini, menurutnya lebih panjang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Kalau dahulu libur awal Ramadan itu tiga hari dan sekarang lima hari. Durasi masuk sekolah tetap sama, Senin sampai Jumat, tapi tidak sampai sore,&#8221; ujar Suwarjana, Jumat (07/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama Ramadan, tambahnya, pembelajaran akan lebih fleksibel dengan penekanan pada pendidikan akhlak mulia. Kegiatan seperti ceramah agama dan Pondok Ramadan akan dioptimalkan. Jam belajar juga disesuaikan dengan kondisi sekolah dan lingkungan sekitar.</p>



<p>&#8220;Biasanya kalau siswa pulang pukul 15.00 WIB nanti pasti dikurangi. Anjuran selama Ramadan kalau yang beragama islam melaksanakan kegiatan tadarus Al Quran, pesantren kilat dan kajian keislaman. Sedangkan yang non islam, melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selama Ramadan, lanjutnya, siswa juga dibebaskan dari tugas-tugas yang berat. Karenanya, dirinya mengimbau agar masing-masing sekolah dapat menyesuaikan pola pembelajaran dengan kondisi Ramadan, mengingat mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa.</p>



<p>&#8220;Tugas boleh ada, tapi tidak boleh memberatkan. Pembelajaran pun juga tidak perlu terlalu berat, cukup disesuaikan saja,&#8221; imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219071</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Peran Teknologi dalam Mendukung Proses Belajar Mengajar, Kemenkominfo Webinar di Ngawi</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-peran-teknologi-dalam-mendukung-proses-belajar-mengajar-kemenkominfo-webinar-di-ngawi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[mendukung]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212884</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Ngawi &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (13/08/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Teknologi untuk Mendukung Proses Belajar dan Mengajar&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Ngawi</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (13/08/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Teknologi untuk Mendukung Proses Belajar dan Mengajar&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik secara nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, M Fachrudin, musisi Mia Marcellina sebagai key opinion leader dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranngawi1308" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranngawi1308</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Senin (12/08/2024) tadi</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, di era digital peran teknologi dalam meningkatkan proses belajar-mengajar jadi semakin signifikan. Dari perangkat keras hingga perangkat lunak, teknologi telah membuka peluang baru dan mengubah cara kita mengakses, memahami, dan berpartisipasi dalam pembelajaran.</p>



<p>”Teknologi berperan dalam meningkatkan proses belajar mengajar untuk akses ke sumber daya belajar yang tak terbatas, pembelajaran daring, personalisasi pembelajaran, kolaborasi global, simulasi dan visualisasi, monitoring kemajuan siswa, dan rendahnya biaya pendidikan,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Meskipun teknologi memiliki dampak positif yang signifikan pada pendidikan, lanjut Kemenkominfo, perlu diingat bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan juga menghadirkan tantangan. ”Beberapa tantangan ini termasuk akses terbatas terhadap teknologi di beberapa wilayah, masalah keamanan data, dan penggunaan yang tidak efektif dari teknologi dalam pembelajaran,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo melanjutkan, harus diakui teknologi memainkan peran kunci dalam meningkatkan proses belajar-mengajar dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik. ”Dengan pemanfaatan teknologi yang bijaksana, pendidikan dapat menjadi lebih efisien dan efektif, membantu siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan,” paparnya.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Ngawi, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Webinar di Lumajang, Kemenkominfo Angkat Tema Teknologi untuk Dukung Sukses Belajar dan Mengajar</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-di-lumajang-kemenkominfo-angkat-tema-teknologi-untuk-dukung-sukses-belajar-dan-mengajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kehadiran internet diakui telah banyak membantu aktivitas manusia di segala bidang kehidupan. Di bidang pendidikan, kehadiran teknologi baru itu membantu dalam proses belajar dan mengajar. Proses belajar dan mengajar berlangsung lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi yang tepat untuk pembelajaran siswa. Untuk mendukung sukses pembelajaran di bidang pendidikan, Kementerian Komunikasi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kehadiran internet diakui telah banyak membantu aktivitas manusia di segala bidang kehidupan. Di bidang pendidikan, kehadiran teknologi baru itu membantu dalam proses belajar dan mengajar. Proses belajar dan mengajar berlangsung lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi yang tepat untuk pembelajaran siswa.</p>



<p>Untuk mendukung sukses pembelajaran di bidang pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Lumajang, Rabu (19/06/2024) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Teknologi untuk Mendukung Sukses Belajar dan Mengajar&#8217;, webinar yang akan diikuti siswa dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang, Sugeng Wiyanto, musisi Man Osman selaku key opinion leader, dengan moderator, Anissa Rilia.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranlumajang1906" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranlumajang1906</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (18/06/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, era digital yang semakin berkembang saat ini telah mengubah cara dan proses belajar-mengajar. Belajar secara online menjadi pilihan yang semakin populer karena fleksibilitas dan aksesibilitas yang ditawarkan.</p>



<p>”Namun, untuk dapat belajar secara efektif dan sukses di era digital, diperlukan perangkat maupun strategi yang tepat untuk mendukungnya. Kemajuan teknologi digital menyediakan banyak pilihan aplikasi dalam mendukung sukses pembelajaran,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sukses belajar dan mengajar dengan dukungan teknologi, menurut Kemenkominfo, juga membutuhkan perencanaan dan organisasi waktu belajar yang tepat. ”Juga, penggunaan alat (tools) dan aplikasi pendukung belajar yang tepat,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Selain itu, lanjut Kemenkominfo, adaptasi terhadap teknologi digital oleh para tenaga pendidik juga perlu ditingkatkan. ”Pengajar perlu memahami aplikasi seperti Google Classroom, Edmodo, moodle, serta aplikasi pembelajaran lainnya,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Lumajang, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210887</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
