<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mengambang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mengambang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Nov 2024 09:53:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mengambang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hilang Tiga Hari, Nelayan Situbondo Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Panarukan</title>
		<link>https://memontum.com/hilang-tiga-hari-nelayan-situbondo-ditemukan-tewas-mengambang-di-perairan-panarukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Panarukan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216253</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang selama tiga hari, jenazah nelayan Subakri (58), warga warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Kamis (07/11/2024) sekitar pukul 10.30. Jenazah korban, ditemukan dalam kondisi mengambang dengan jarak 7.7NM dari bibir pantai di perairan Panarukan. Informasi Memontum.com, bahwa sebelum hilang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang selama tiga hari, jenazah nelayan Subakri (58), warga warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Kamis (07/11/2024) sekitar pukul 10.30. Jenazah korban, ditemukan dalam kondisi mengambang dengan jarak 7.7NM dari bibir pantai di perairan Panarukan.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum hilang, korban pamit mencari ikan seorang diri dengan perahu jaring miliknya dari Pelabuhan Lama Panarukan, Senin (04/11/2024) lalu. Namun karena tak kunjung kembali, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah dilaporkan hilang, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Pos SAR Jember. “Informasi dari pihak keluarga, biasanya Pak Subakri ini mencari ikan di perairan laut Kalbut yang lokasinya sekitar 2 NM dari Pelabuhan Lama dan seharusnya sudah kembali keesokan harinya,” kata Koordinator Pos SAR Jember, Andi Irawan.</p>



<p>Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Situbondo, Polsek Panarukan, Koramil Panarukan, Pos AL Panarukan, Polair Situbondo, KSOP, Tagana, Siluman Rescue, BP Pramuka Bondowoso, Puskesmas Panarukan, serta nelayan setempat melakukan pencarian dengan mengerahkan 2 Search and Rescue Unit (SRU).</p>



<p>Setelah dua hari pencarian, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan. “Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, jenazah korban dibawa ke RSUD Abdul Rahem untuk proses selanjutnya. Dengan telah diketemukannya korban, operasi pencarian kami tutup. Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga,” imbuhnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Video Mayat Mengambang di Perairan Pantai Pajarakan Probolinggo Gegerkan Warga</title>
		<link>https://memontum.com/video-mayat-mengambang-di-perairan-pantai-pajarakan-probolinggo-gegerkan-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[gegerkan]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[Pajarakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Desa Gejukan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, heboh dengan beredarnya sebuah video mayat yang ditemukan mengambang di Perairan Pantai Pajarakan, Kamis (28/12/2023) tadi. Video berdurasi 21 detik tersebut, menayangkan sesosok mayat yang mengambang tanpa busana yang beredar di media sosial Whatshapp (WA). Dalam keterangan seorang pria yang merekam video tersebut, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Warga Desa Gejukan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, heboh dengan beredarnya sebuah video mayat yang ditemukan mengambang di Perairan Pantai Pajarakan, Kamis (28/12/2023) tadi. Video berdurasi 21 detik tersebut, menayangkan sesosok mayat yang mengambang tanpa busana yang beredar di media sosial Whatshapp (WA).</p>



<p>Dalam keterangan seorang pria yang merekam video tersebut, menjelaskan bahwa mayat tersebut mengambang di Perairan Pantai Desa Gejukan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. &#8220;Bagi yang merasa kehilangan keluarganya, ada mayat di tengah laut Desa Gejukan,&#8221; kata pria dalam video yang beredar.</p>



<p>Beredarnya video tersebut, kemudian ditindaklanjuti oleh Pol Airud Polres Probolinggo, dengan melakukan pengecekan ke Pantai Desa Gejukan. Namun, hasilnya tidak ditemukan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Video Mayat Mengambang di Perairan Pantai Pajarakan Probolinggo Gegerkan Warga" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Gi9Tz0w-B0Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Diduga, akibat angin dan ombak yang mengarah ke Barat, sehingga membuat mayat tersebut juga terseret ombak ke arah Barat. Sehingga, kami bergeser ke Pesisir untuk melakukan pencarian selanjutnya,&#8221; terang Kasubmit Binmas Airud Polres Probolinggo, Bripka Ahmad Nuryudi.</p>



<p>Pihaknya kemudian bergeser ke Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, untuk melanjutkan pencarian. Hanya saja, hasilnya tetap nihil. &#8220;Setelah kami bergeser ke Pantai Pesisir dengan menggunakan kapal nelayan beserta personil gabungan, juga tidak menemukannya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pihaknya mengaku, mengalami kesulitan karena seseorang yang merekam video yang telah beredar tersebut, tidak diketahui identitasnya. Selain itu, ombak dan angin yang kencang, membuat pergeseran terhadap posisi mayat yang dikabarkan mengambang itu. &#8220;Ya karena yang merekam itu juga tidak diketahui identitasnya. Sementara, di lokasi terjadi ombak dan angin yang kencang,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lansia Banyuanyar Probolinggo Ditemukan Mengambang di Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/lansia-banyuanyar-probolinggo-ditemukan-mengambang-di-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Nahas dialami Husna (74), warga Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, di tepi sungai dekat rumahnya, Selasa (17/10/2023) pagi. Informasi Memontum.com, penemuan ini bermula setelah warga setempat melihat mayat yang sedang mengambang di tepi sungai Dusun Majid, RT02/RW01. Warga kemudian mengabarkan hal tersebut kepada Sahri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Nahas dialami Husna (74), warga Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, di tepi sungai dekat rumahnya, Selasa (17/10/2023) pagi.</p>



<p>Informasi Memontum.com, penemuan ini bermula setelah warga setempat melihat mayat yang sedang mengambang di tepi sungai Dusun Majid, RT02/RW01. Warga kemudian mengabarkan hal tersebut kepada Sahri, yang merupakan warga setempat yang rumahnya dekat dengan sungai tersebut.</p>



<p>Dari informasi itu, Sahri kemudian mencurigai bahwa mayat yang mengambang tersebut adalah Husna, mertuanya. Kecurigaan tersebut, karena berdasarkan kebiasaan mertuanya, yang setiap pagi pergi ke sungai untuk mandi.</p>



<p>Setelah dicoba pastikan, ternyata dugaan itu benar. Yakni, bahwa korban yang mengambang tersebut adalah Husna.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Setelah tubuh mayat dibalikkan, ternyata benar bahwa mayat tersebut adalah mertua Sahri, yang kebiasaannya memang setiap pagi pergi ke sungai yang jaraknya sekitsr 5 meter dari rumah untuk mandi,&#8221; kata Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar, Aipda Andri Okta.</p>



<p>Menurut keterangan keluarga korban, lanjut Andri Okta, bahwa korban menderita penyakit stroke ringan. Selain itu, korban kesulitan saat berjalan akibat penyakit yang dideritanya.</p>



<p>&#8220;Jadi korban ini jika berjalan, itu kesulitan karena kaki sebelah kanannya harus sambil diseret. Korban sendiri saat ditemukan di lokasi, sudah dalam keadaan tidak mengenakan pakaian apapun,&#8221; katanya.</p>



<p>Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka oleh keluarganya, untuk dilakukan pemakaman. Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima bahwa kejadian tersebut adalah kecelakaan. &#8220;Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bocah Usia Lima Tahun di Probolinggo Ditemukan Mengambang di Saluran Irigasi</title>
		<link>https://memontum.com/bocah-usia-lima-tahun-di-probolinggo-ditemukan-mengambang-di-saluran-irigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[lima]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[saluran]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[usia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang bocah berinisial MA (5) warga Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tidak bernyawa, Senin (19/06/2023) sekitar pukul 07.30. Korban ditemukan terbujur kaku mengambang di sebuah saluran irigasi oleh seorang pekerja yang sedang memperbaikan saluran irigasi. Menurut keterangan warga sekitar, Silaturahman, bahwa saluran irigasi tersebut memiliki kedalaman sekitar 12 meter dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang bocah berinisial MA (5) warga Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tidak bernyawa, Senin (19/06/2023) sekitar pukul 07.30. Korban ditemukan terbujur kaku mengambang di sebuah saluran irigasi oleh seorang pekerja yang sedang memperbaikan saluran irigasi.</p>



<p>Menurut keterangan warga sekitar, Silaturahman, bahwa saluran irigasi tersebut memiliki kedalaman sekitar 12 meter dari permukaan tanah dan tinggi air mencapai 4 meter. &#8220;Saat pertama ditemukan, kondisi korban ini dalam keadaan mengambang dan posisinya telentang,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebelumnya, korban sempat dikabarkan hilang pada Minggu (18/06/2023) kemarin. Bahkan, pihak keluarga melaporkan hal tersebut kepada warga setempat dan pihak kepolisian. Atas laporan ini, petugas beserta warga setempat juga sempat mencari korban di lokasi kejadian. Namun saat itu, korban belum ditemukan.</p>



<p>Korban tiba-tiba ditemukan mengambang oleh warga, saat hendak mengambil air di sekitar lokasi. &#8220;Setelah ditemukan, korban kemudian dibawa ke RSU Wonolangan, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan terkait penyebab meninggalnya korban,&#8221; ujarnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Bocah di Trenggalek Ditemukan Mengambang Tak Bernyawa di Kolam Renang Tirta Jwalita</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-bocah-di-trenggalek-ditemukan-mengambang-tak-bernyawa-di-kolam-renang-tirta-jwalita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jwalita]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[tirta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190120</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketenangan warga di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek atau persisnya kolam renang Tirta Jwalita Trenggalek, berubah menjadi histeris, Minggu (04/06/2023). Reaksi itu muncul, setelah tiga bocah tanpa sebab yang jelas, ditemukan dalam posisi mengambang di dalam kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Tiga bocah itu, masing-masing adalah MF [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Ketenangan warga di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek atau persisnya kolam renang Tirta Jwalita Trenggalek, berubah menjadi histeris, Minggu (04/06/2023).</p>



<p>Reaksi itu muncul, setelah tiga bocah tanpa sebab yang jelas, ditemukan dalam posisi mengambang di dalam kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.</p>



<p>Tiga bocah itu, masing-masing adalah MF (9), MZ (10) dan B (9) warga Kelurahan Kelutan. Sementara dugaan sementara, diduga ketiga meninggal karena tidak bisa berenang.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, dalam keterangannya mengatakan bahwa dua dari tiga korban tersebut ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. &#8220;Dari tiga korban itu, dua diantaranya meninggal dunia di tempat. Sedangkan satu korban, meninggal usai dilarikan ke rumah sakit dr Soedomo Trenggalek,&#8221; kata Kapolres, Minggu (04/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Kapolres Alith, kejadian tersebut diduga terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Dimana, sejumlah korban saat datang ke kolam renang, itu tidak atau tanpa didampingi orang tua.</p>



<p>&#8220;Diduga saat melihat temannya tenggelam, dua korban lainnya berusaha membantu. Namun, kemungkinannya ketiga korban ini tidak bisa berenang. Sedangkan, tinggi badan korban juga belum ada 150 centimeter (kedalaman kolam dewasa, red)&#8221; terang Kapolres Trenggalek.</p>



<p>Kejadian itu, imbuhnya, baru disadari pihak pengelola kolam renang juga saat baru mengetahui bahwa ketiga korban sudah dalam keadaan mengapung di permukaan kolam. &#8220;Usai dievakuasi dari kolam, ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soedomo, untuk penanganan medis. Sebelum nantinya, diserahkan ke pihak keluarga masing-masing,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190120</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
