<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mengarah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mengarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jul 2025 11:58:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mengarah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Respons Sound Horeg, MUI Pamekasan Sebut Haram dan Mengarah ke Maksiat</title>
		<link>https://memontum.com/respons-sound-horeg-mui-pamekasan-sebut-haram-dan-mengarah-ke-maksiat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[horeg,]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[mengarah]]></category>
		<category><![CDATA[respons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224126</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan fatwa No 1 tahun 2025, terkait penggunaan sound horeg. Dalam fatwa itu, terdapat enam poin yang ditekankan MUI. Beberapa poin fatwa ini, menjelaskan bahwa sound horeg haram lantaran membahayakan kesehatan dan berpotensi merusak fasilitas umum. Poin lainnya, juga mengharamkan battle sound atau adu sound karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan fatwa No 1 tahun 2025, terkait penggunaan sound horeg. Dalam fatwa itu, terdapat enam poin yang ditekankan MUI.</p>



<p>Beberapa poin fatwa ini, menjelaskan bahwa sound horeg haram lantaran membahayakan kesehatan dan berpotensi merusak fasilitas umum. Poin lainnya, juga mengharamkan battle sound atau adu sound karena dinilai menimbulkan mudarat dalam hal ini kebisingan melebihi ambang batas dan berpotensi tabdzir dan idha’atul mal (menyia-nyiakan harta).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi hal itu, Ketua MUI Pamekasan, KH Ali Rachbini, menyampaikan bahwa pada sound horeg terdapat dua hal yang dilarang oleh agama. &#8220;Pertama ada izda&#8217; dan dharor, yaitu menyakiti dan membahayakan atau mengganggu dan meresahkan terhadap orang lain. Hal yang kedua, ada kegiatan ahli maksiat seperti joget-joget dengan buka aurat mabuk mabukan,&#8221; katanya, Sabtu (19/07/2025) tadi.</p>



<p>Atas dasar tersebut, kata Kiai Rachbini, sound horeg berhukum haram. &#8220;Maka dengan salah satu dari dua hal tersebut, sudah berhukum haram, apalagi jika keduanya sama sama ada,&#8221; tambahnya. Pengasuh PPMU Nurul Hidayah Palengaan ini juga mengimbau, agar semua kalangan menanggapi fatwa MUI tersebut dengan bijak dan selalu berkoordinasi. &#8220;Imbauan MUI Pamekasan, hendaknya semua pihak menyikapi fatwa ini dengan bijak dan selalu koordinasi dengan pihak pihak pemangku kebijakan,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224126</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
