<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>menghilang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menghilang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Aug 2025 12:08:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menghilang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>50 Tahun Lebih Menghilang, Topeng Menak di Kota Malang Kembali Dipentaskan</title>
		<link>https://memontum.com/50-tahun-lebih-menghilang-topeng-menak-di-kota-malang-kembali-dipentaskan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dipentaskan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menghilang]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224819</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Topeng Menak, yang pernah menjadi primadona pertunjukan wayang topeng di Malang pada era 1960-an, kembali dipentaskan setelah setengah abad menghilang. Upaya kebangkitan ini, digagas Lesbumi PCNU Kota Malang, bersama lintas sanggar Malang Raya, melalui pertunjukan Burak Buwana Menak, di Pesantren Budaya Karanggenting, Sabtu (09/08/2025) malam. Kementerian Kebudayaan RI di momen itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Topeng Menak, yang pernah menjadi primadona pertunjukan wayang topeng di Malang pada era 1960-an, kembali dipentaskan setelah setengah abad menghilang. Upaya kebangkitan ini, digagas Lesbumi PCNU Kota Malang, bersama lintas sanggar Malang Raya, melalui pertunjukan Burak Buwana Menak, di Pesantren Budaya Karanggenting, Sabtu (09/08/2025) malam.</p>



<p>Kementerian Kebudayaan RI di momen itu memberikan apresiasi terhadap upaya tersebut. Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, pun hadir secara langsung bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, untuk menyaksikan pertunjukan yang terakhir kali dipentaskan lebih dari 50 tahun lalu.</p>



<p>“Revitalisasi Topeng Menak ini sejalan dengan program pelestarian budaya nasional. Lesbumi selama ini menjadi mitra penting dalam membangun kebudayaan Indonesia, dengan gagasan-gagasan segar yang dekat dengan nilai-nilai bangsa,” kata Restu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa Unesco telah mengakui Indonesia sebagai superpower kebudayaan dunia. Sehingga, pelestarian seni tradisi perlu terus dilakukan dan diupayakan berdampak pada ekonomi masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, yang turut hadir juga menyebut bahwa Topeng Menak sebagai warisan leluhur pertopengan Malang dari maestro Ki Condro Suwono atau Mbah Reni. &#8220;Ini sangat perlu kita lestarikan bersama. Saya mengapresiasi riset teman-teman Lesbumi yang mencari sisa-sisa Topeng Menak agar tidak punah. Pemerintah daerah siap bersinergi mengembangkan kebudayaan di Kota Malang,” ujar Mia, sapaannya.</p>



<p>Lebih lanjut Ketua Lesbumi PBNU, KH M Jadul Maula, menyebut bahwa momen tersebut sebagai peristiwa penting dalam sejarah kebudayaan Malang. Menurutnya, Topeng Menak memiliki akar sejarah panjang, berasal dari Persia pada era Harun Arrasyid, diterjemahkan ke bahasa Melayu menjadi hikayat Amir Hamzah di Kesultanan Malaka. Lalu, diadaptasi para ulama Wali Songo sebagai media dakwah dan strategi peradaban.</p>



<p>&#8220;Sunan Giri adalah salah satu tokoh yang merancang dakwah Islam dengan wawasan peradaban luas, mempopulerkan kisah Panji menjadi Wayang Gedep,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Di akhir, Sejarawan dan budayawan Malang, Dwi Cahyono, yang menjadi penasihat tim revitalisasi, menyebut pementasan ini masih menjadi tahap embrio. “Pertunjukan terakhir Wayang Topeng Menak di Malang berlangsung sekitar akhir 1960-an atau awal 1970-an. Banyak yang belum pernah melihatnya secara langsung. Ini langkah awal yang penting,” imbuh Dwi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224819</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sehari Menghilang, Perempuan Tua di Kadur Pamekasan Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/sehari-menghilang-perempuan-tua-di-kadur-pamekasan-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[menghilang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[Sehari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204637</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Sadiyah (71) tahun warga Dusun Ruberru, Desa Kartagenah Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, ditemukan meninggal dunia usai sehari dilaporkan menghilang. Kapolsek Kadur, AKP Tamsil Efendi, menyampaikan bahwa korban sudah dinyatakan hilang oleh keluarga mulai Selasa (16/01/2024) sekira pukul 04.00. Bahkan, sebelumnya pihak keluarga juga sudah melakukan pencarian. &#8220;Korban sudah sempat dicari oleh pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Sadiyah (71) tahun warga Dusun Ruberru, Desa Kartagenah Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, ditemukan meninggal dunia usai sehari dilaporkan menghilang.</p>



<p>Kapolsek Kadur, AKP Tamsil Efendi, menyampaikan bahwa korban sudah dinyatakan hilang oleh keluarga mulai Selasa (16/01/2024) sekira pukul 04.00. Bahkan, sebelumnya pihak keluarga juga sudah melakukan pencarian.</p>



<p>&#8220;Korban sudah sempat dicari oleh pihak keluarga, namun korban tidak ditemukan. Sementara korban sendiri, memiliki riwayat pikun karena usia lanjut,&#8221; katanya, Rabu (17/1/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut AKP Tamsil mengatakan, tepat pada Rabu tadi atau sekira pukul 13.00, korban ditemukan di pinggir sungai Dusun Burajah, Desa Kertagenah Tengah, Kecamatan Kadur. &#8220;Saat ditemukan, korban dalam kondisi telungkup. Sementara saat saksi melakukan pengecekan, diketahui korban sudah meninggal,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Masih menurut AKP Tamsil, pihak keluarga sudah menerima atas kejadian tersebut. Sehingga, selanjutnya pihak keluarga memandikan jenazah dan di salatkan guna dimakamkan.</p>



<p>Sementara itu, keponakan korban, Saheruddin, membenarkan mengenai keterangan kapolsek. &#8220;Saya selaku keponakan korban, memang tidak akan melakukan otopsi dan tidak akan melakukan penuntutan. Saya menyadari bahwa kejadian tersebut murni musibah,&#8221; tegasnya dalam surat penyataan tertulis. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menghilang Sejak 2022, Pria ODGJ Asal Kota Probolinggo Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan PLTU Paiton</title>
		<link>https://memontum.com/menghilang-sejak-2022-pria-odgj-asal-kota-probolinggo-ditemukan-meninggal-di-pinggir-jalan-pltu-paiton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 11:38:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[menghilang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[paiton,]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202382</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria yang tergeletak di selokan tepi jalan dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton. Setelah diidentifikasi, mayat tersebut dilaporkan sebagai ODGJ yang telah meninggalkan rumah sejak 2022 lalu. Mayat yang ditemukan di selokan tepi jalan dekat PLTU tersebut, diketahui bernama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria yang tergeletak di selokan tepi jalan dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton.</p>



<p>Setelah diidentifikasi, mayat tersebut dilaporkan sebagai ODGJ yang telah meninggalkan rumah sejak 2022 lalu. Mayat yang ditemukan di selokan tepi jalan dekat PLTU tersebut, diketahui bernama Totok Susanto Wibisono (56), warga Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.</p>



<p>Kapolsek Paiton, AKP Maskur Ansori, mengatakan bahwa mayat Totok ditemukan pada Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 16.10. Saat itu, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat yang berada di selokan tepi jalan PLTU Paiton. Mendapat informasi tersebut, petugas piket unit Reskrim dan unit Intel Polsek Paiton segera bergegas menuju lokasi. Selanjutnya, mayat tersebut dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Korban ditemukan terlentang bersandar ke selokan setempat dan diperkirakan korban meninggal lebih dari 12 jam,&#8221; jelasnya, Senin (27/11/2023) tadi.</p>



<p>Saat ditemukan pertama kali, lanjutnya, pihaknya belum mengetahui identitas korban. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan Tim Inafis Polres Probolinggo, untuk dilakukan pemeriksaan. Alhasil, indentitas korban pun berhasil terungkap.</p>



<p>&#8220;Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,&#8221; katanya.</p>



<p>Setelah menghubungi pihak keluarga, ditemukan fakta bahwa korban memang mengalami depresi dan menjadi ODGJ akibat kecelakaan yang menimpanya pada tahun 2002 lalu. Tidak hanya itu, korban juga ditinggal oleh istrinya.</p>



<p>&#8220;Sejak tahun 2022 itu, yang bersangkutan keluar rumah dan tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga. Hingga kemudian, korban ditemukan meninggal kemarin,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202382</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pekerja Proyek Pembangunan Pasar Kolpajung Pamekasan Tak Digaji, Mandor Tetiba Menghilang</title>
		<link>https://memontum.com/pekerja-proyek-pembangunan-pasar-kolpajung-pamekasan-tak-digaji-mandor-tetiba-menghilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digaji,]]></category>
		<category><![CDATA[kolpajung]]></category>
		<category><![CDATA[mandor]]></category>
		<category><![CDATA[menghilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Nasib apes menimpa sejumlah pekerja proyek pembangunan pasar tradisional Kolpajung Pamekasan. Itu karena, mereka mengaku belum dibayar atas pekerjaan yang sudah dikerjakan, karena sang mandor secara tiba-tiba menghilang. Dari pengakuan pekerja, diketahui sudah 35 hari, pekerjaan yang sudah dilakukan itu belum juga dibayar. Padahal, biasa setelah awal bulan, mereka menerima bayaran bulanan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Nasib apes menimpa sejumlah pekerja proyek pembangunan pasar tradisional Kolpajung Pamekasan. Itu karena, mereka mengaku belum dibayar atas pekerjaan yang sudah dikerjakan, karena sang mandor secara tiba-tiba menghilang.</p>



<p>Dari pengakuan pekerja, diketahui sudah 35 hari, pekerjaan yang sudah dilakukan itu belum juga dibayar. Padahal, biasa setelah awal bulan, mereka menerima bayaran bulanan. Karenanya, untuk sementara mereka menghentikan pekerjaan.</p>



<p>Sementara itu, selama mereka bekerja, pun biasa diberi jatah makan dari PT, untuk Sabtu dan Minggu. Sementara di hari biasa atau Senin hingga Jumat, itu kasbon untuk keperluan makan.</p>



<p>&#8220;Karena mandornya tiba-tiba menghilang, selain tidak bayaran juga tidak bisa makan. Jadi seperti Senin hingga Jumat, saya akan makan kalau ada orang yang mengasih. Tetapi kalau tidak ada, ya saya puasa,&#8221; ungkap Suwarno (65), warga aasal Kelurahan Gentang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, mandor proyek sendiri tetiba hilang sejak 8 September. Karena di tanggal itu, sempat diminta menunggu. &#8220;Tanggal 8 itukan mau bayaran dan kita disuruh menunggu. Tapi ternyata, paginya itu dia (mandor, red) pergi. Nama mandornya Heri Dairin, katanya orang Purwokerto,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Suwarno juga menjelaskan, selama bekerja, dirinya dijanjikan gaji Rp 110 ribu perhari. Sementara, pekerja yang belum bayaran, ada 11 orang yang di bawah pimpinan mandor tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami hampir setiap pagi, para pekerja berkumpul untuk meminta kejelasan di depan pintu masuk Proyek Pasar Kolpajung. Kami juga meminta tolong sama Lak Polisi, tadi pagi. Karena saya juga orang perantau,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pemenang Proyek Pasar Kolpajung, PT Adhi Persada Gedung (APG), Arif Sulistiono, menyampaikan bahwa soal honor atau bayaran pekerja sudah di berikan. Hanya saja, dari pihak mandor sendiri yang sampai saat ini tidak kunjung memberikannya kepada pekerja.</p>



<p>&#8220;Kita akan coba bantu selesaikan. Karena dari pihak APG, itu sudah membayar (gaji, red) ke mandornya. Sampai sekarangpun, itu mandornya kita tidak bisa hubungi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kontrak dari PT dengan pihak mandor. Akan tetapi, sampai saat ini memang belum bisa dihubungi. Semoga saja, waktu dekat permasalahan tersebut akan teratasi.</p>



<p>&#8220;Kita masih mencari nomornya sebagai pertanggung jawaban dari kita. Kita konsentrasi pada bapak-bapak ini, supaya lekas pulang,&#8221; ungkapnya.<strong> (azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197980</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
