<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mengundurkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mengundurkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Oct 2025 13:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mengundurkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Direktur Utama Perumda Tunas Malang Mengundurkan Diri, Wali Kota Wahyu Minta Selesaikan Tanggung Jawab</title>
		<link>https://memontum.com/direktur-utama-perumda-tunas-malang-mengundurkan-diri-wali-kota-wahyu-minta-selesaikan-tanggung-jawab</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[direktur]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mengundurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda]]></category>
		<category><![CDATA[selesaikan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227229</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang, Dodot Tri Widodo, mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, hal itu masih ditindaklanjuti oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dalam hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya belum memberikan persetujuan penuh atas pengunduran diri tersebut. Sebab, masih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang, Dodot Tri Widodo, mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, hal itu masih ditindaklanjuti oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>Dalam hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya belum memberikan persetujuan penuh atas pengunduran diri tersebut. Sebab, masih ada beberapa pekerjaan rumah dan tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh Dodot.</p>



<p>&#8220;Pengunduran diri direktur Tunas masih kami tindaklanjuti. Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama target-target sesuai rencana yang belum terpenuhi. Silakan mundur, tapi penyelesaiannya harus tetap berjalan sesuai skenario yang sudah dibuat,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (29/10/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, meski Dodot telah diterima bekerja di Jakarta, dirinya tetap diminta menyelesaikan tanggung jawab di Perumda Tunas terlebih dahulu. “Sampai saat ini saya masih mempelajari pengunduran dirinya. Walaupun sudah diterima di tempat lain, tetap ada tanggung jawab yang harus diselesaikan,” lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait pengisian posisi yang ditinggalkan, Wali Kota Wahyu menyebut Pemkot akan segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel). Termasuk juga untuk BUMD lainnya, yang belum mempunyai Direktur Utama.</p>



<p>&#8220;Kita akan bentuk Pansel untuk Tugu Artha dan Tunas, termasuk pengawasnya. Karena ini BUMD, mekanismenya berbeda dengan OPD,” paparnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menegaskan, tidak ada masalah lain yang melatarbelakangi pengunduran diri tersebut. Terlebih, Dodot juga sudah diterima di tempat lain.</p>



<p>&#8220;Buktinya sudah diterima di tempat lain. Kalau ada masalah, tentu tidak akan bisa diterima. Beliau juga sudah berjanji akan menyelesaikan tanggung jawabnya,” tegasnya.</p>



<p>Di akhir, Wali Kota Wahyu juga mengatakan bahwa kinerja Perumda Tunas selama ini turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. “Ada sumbangan PAD meskipun kecil, sekitar seratus juta sekian. Itu sudah bagus. Karena itu, saya minta penyelesaian tanggung jawab ini dilakukan dengan baik sebelum benar-benar mundur,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227229</post-id>	</item>
		<item>
		<title>SRMP 16 Kota Malang Pastikan Tak Ada Guru yang Mengundurkan Diri</title>
		<link>https://memontum.com/srmp-16-kota-malang-pastikan-tak-ada-guru-yang-mengundurkan-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 07:46:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mengundurkan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224414</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang memastikan tidak ada guru Sekolah Rakyat (SR) yang mengundur diri, seiring munculnya isu tenaga pengajar yang mundur. Bahkan, dari sebanyak 12 guru yang mengajar, masih tetap inten mengajar. Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti, menyampaikan bahwa sebagian besar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang memastikan tidak ada guru Sekolah Rakyat (SR) yang mengundur diri, seiring munculnya isu tenaga pengajar yang mundur. Bahkan, dari sebanyak 12 guru yang mengajar, masih tetap inten mengajar.</p>



<p>Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti, menyampaikan bahwa sebagian besar guru-guru tersebut memang berdomisili di Malang Raya dan tidak ada yang mengundurkan diri. &#8220;Alhamdulillah di SRMP 16 Malang, tidak ada guru yang mengundurkan diri. Masih tetap 12 guru, termasuk 1 guru agama. Karena mereka sebagian besar berdomisili di Malang,&#8221; kata Rida, Selasa (29/07/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa para guru juga telah mulai menjalankan program matrikulasi literasi dan numerasi dasar untuk para siswa. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Termasuk juga untuk memudahkan proses adaptasi para siswa dalam kegiatan belajar mengajar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Humas SRMP 16 Kota Malang, Rosita Devi, menjelaskan bahwa hasil matrikulasi tidak hanya menjadi bahan evaluasi awal saja. Namun, juga berfungsi dalam menyesuaikan materi pembelajaran.</p>



<p>&#8220;Secara umum kemampuan siswa cukup baik dan terlihat perkembangan yang cukup signifikan melalui skor matrikulasi. Untuk saat ini, kegiatan matrikulasi digunakan untuk penyesuaian materi. Namun, pembelajaran tambahan juga akan tersedia bagi siswa yang memerlukan bimbingan lanjutan,&#8221; jelas Rosita.</p>



<p>Rosita menambahkan, bahwa pelaksanaan matrikulasi tersebut dijadwalkan akan berlangsung selama dua bulan, hingga pertengahan bulan September 2025, mendatang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224414</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Oknum Perangkat Desa yang Hamil di Luar Nikah Resmi Mengundurkan Diri</title>
		<link>https://memontum.com/oknum-perangkat-desa-yang-hamil-di-luar-nikah-resmi-mengundurkan-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[mengundurkan]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198896</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Aksi warga yang berulang kali mendatangi Kantor Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, untuk menuntut oknum perangkat desa yang hamil di luar nikah mengundurkan diri dari jabatannya, akhirnya berujung final. Oknum perangkat desa yang dimaksud, akhirnya mengundurkan diri, setelah tiga kali kelompok warga yang tergabung dalam Forum Peduli Bogoran, kembali mendatangi kantor desa untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Aksi warga yang berulang kali mendatangi Kantor Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, untuk menuntut oknum perangkat desa yang hamil di luar nikah mengundurkan diri dari jabatannya, akhirnya berujung final. Oknum perangkat desa yang dimaksud, akhirnya mengundurkan diri, setelah tiga kali kelompok warga yang tergabung dalam Forum Peduli Bogoran, kembali mendatangi kantor desa untuk menindaklanjuti permasalahan ini.</p>



<p>Sejak awal, Forum Peduli Bogoran meminta agar Kepala Desa, untuk memecat oknum perangkat desa yang dinilai telah mencoreng nama baik desa. Bahkan, jika Kepala Desa enggan memecat oknum perangkat desa tersebut, warga meminta agar Kepala Desa Bogoran mengundurkan diri dari jabatannya.</p>



<p>&#8220;Hari ini untuk yang ketiga kalinya, kami (Forum Peduli Bogoran) meminta kejelasan dari Kepala Desa terkait tindak lanjut permasalahan yang tengah beredar. Diketahui, bahwa perangkat tersebut sudah mengundurkan diri dan secara resmi bukan lagi perangkat Desa Bogoran,&#8221; kata Ketua Forum Peduli Bogoran, Nur Salim, Rabu (27/09/2023) tadi.</p>



<p>Meski dalam proses penanganannya dinilai lambat, namun warga Desa Bogoran, berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang sudah menanggapi dan menyelesaikan permasalahan ini. &#8220;Alhamdulillah, apa yang menjadi aspirasi kita sudah ditangani dengan baik. Meskipun kesannya agak lambat, tapi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari perangkat Desa Bogoran,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Diketahui, jika proses penanganan dari Pemerintah Desa Bogoran, ini baru dilaksanakan saat ada pemberitahuan pelaksanaan aksi damai ke dua di kantor desa. Artinya, Forum Peduli Bogoran menilai jika Pemerintah Desa lamban dalam menangani perkara ini.</p>



<p>&#8220;Tapi waktu kita melakukan aksi damai ke dua kemarin, oknum perangkat desa yang hamil di luar nikah itu resmi mengundurkan diri. Sehingga, hari ini kita juga meminta salinan atas bukti Surat Keputusan (SK) pengunduran diri dari yang bersangkutan,&#8221; terang Nur Salim.</p>



<p>Pihaknya berharap, kedepannya tidak akan ada lagi masalah serupa di Desa Bogoran. Kalaupun ada, dirinya meminta agar pemerintah desa bisa lebih cepat dan tegas menanganinya tanpa harus menunggu adanya aksi dari masyarakat terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Dengan selesainya permasalahan ini, kami berharap kedepannya tidak ada lagi kasus serupa di Desa Bogoran. Dan jika suatu saat ada permasalahan baru, kami juga akan tetap aktif koordinasi dengan pihak-pihak terkait demi kemaslahatan warga di Desa Bogoran,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Bogoran, Ihsanuddin, mengatakan bahwa setelah mendapat rekomendasi dari Camat Kampak, oknum perangkat desa kemudian langsung diberhentikan sesuai prosedur yang ada.</p>



<p>&#8220;Jadi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri secara formal di hadapan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga BKTM setempat. Sampai saat ini, SK itu juga sudah diterbitkan dan salinannya sudah disampaikan kepada warga,&#8221; kata Ihsanuddin.</p>



<p>Dirinya juga berharap, agar kedepannya Forum Peduli Bogoran bisa terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa terkait permasalahan apapun, demi terwujudnya ketentraman dan kenyamanan di Desa Bogoran. &#8220;Karena permasalahan ini sudah selesai dan semua sama-sama menerima apapun keputusannya. Kami selaku Pemerintah Desa, meminta agar masyarakat atau dalam hal ini Forum Peduli Bogoran terus berkoordinasi lebih baik. Sehingga, bisa memberikan masukan atau apapun demi kebaikan di Desa Bogoran,&#8221; paparnya.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198896</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
