<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>menhut &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menhut/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jul 2025 12:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menhut &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dinilai Sukses Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam, Menhut RI Apresiasi Pemkab Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/dinilai-sukses-kembangkan-pariwisata-berbasis-alam-menhut-ri-apresiasi-pemkab-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[dinilai]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[menhut]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223969</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengapresiasi pengembangan pariwisata berbasis alam atau ecotourism di Banyuwangi. Menhut menilai, bahwa Banyuwangi sukses mengkombinasikan upaya menumbuhkan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan. Hal ini, disampaikan Menhut Raja Juli, saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata, di hari kedua kunjungan kerja (Kunker) di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengapresiasi pengembangan pariwisata berbasis alam atau ecotourism di Banyuwangi. Menhut menilai, bahwa Banyuwangi sukses mengkombinasikan upaya menumbuhkan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan. Hal ini, disampaikan Menhut Raja Juli, saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata, di hari kedua kunjungan kerja (Kunker) di Banyuwangi, Selasa (15/07/2025) tadi.</p>



<p>“Sudah saatnya Kementerian Kehutanan belajar pada Banyuwangi, bagaimana memanfaatkan hutan secara seimbang. Banyuwangi bukan hanya teori, tapi sudah mempraktekkannya,” kata Menhut.</p>



<p>Dirinya juga menilai, sejumlah kawasan hutan yang ada di Banyuwangi telah dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Seperti Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo, oleh Banyuwangi digunakan sebagai lokasi pelaksanaan event olah raga yang memberi multiplier effect ekonomi tanpa mengusik kondisi alaminya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini adalah tourism berbasis niche market, bukan fokus pada banyaknya orang yang datang tapi pengalaman yang didapatkan dengan fasilitas daya dukung yang memadai dan harga yang baik. Saya belum belum menemukan tempat lain untuk belajar pengelolaan seperti ini selain di Banyuwangi. Kita punya 57 taman nasional dan 134 taman wisata alam yang mesti dikelola lebih profesional dengan belajar di sini,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasihnya karena sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Kehutanan selama ini terjalin dengan sangat baik dan intens. “Pelaksanaan berbagai event eco sport tourism berskala nasional maupun internasional di Banyuwangi, seperti World Surf League (WSL), Alas Purwo Geopark Green Run di Taman Nasional Alas Purwo dan Tour de Banyuwangi Ijen di Taman Wisata Alam Gunung Ijen. Semuanya tidak lepas dari dukungan dan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. Semoga ke depan sinergi ini bisa terus berjalan dengan baik,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Prioritas Presiden, Menhut Janjikan Program TORA di Banyuwangi Rampung Tahun Ini</title>
		<link>https://memontum.com/jadi-prioritas-presiden-menhut-janjikan-program-tora-di-banyuwangi-rampung-tahun-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[janjikan]]></category>
		<category><![CDATA[menhut]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223963</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), terus berlanjut. Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan bahwa penyelesaian Program TORA di Banyuwangi menjadi prioritas langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini, disampaikan Menhut saat berkunjung dan berdialog dengan warga Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Senin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), terus berlanjut. Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan bahwa penyelesaian Program TORA di Banyuwangi menjadi prioritas langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto.</p>



<p>Hal ini, disampaikan Menhut saat berkunjung dan berdialog dengan warga Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (14/07/2025) tadi. Di hadapan warga, dirinya menyampaikan bahwa kehadirannya membawa mandat langsung dari Presiden Prabowo untuk menuntaskan Program TORA yang sempat tertunda.</p>



<p>Program TORA sebelumnya dimulai pada masa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam tahap pertama, sertifikat telah diserahterimakan kepada ribuan masyarakat Banyuwangi, pada April 2024 lalu. “Penyerahan (sertifikat TORA) tahap pertama sudah selesai. Waktu itu, saya ikut bantu saat masih menjadi Wamen ATR/BPN. Saat itu, semua juru ukur se-Jawa Timur diturunkan ke Banyuwangi untuk menyukseskan target Presiden ke-7, Bapak Jokowi. Sekarang saya kembali ke sini (Banyuwangi), membawa amanah dari Bapak Presiden Prabowo untuk menyelesaikan sisanya,” tegas Menhut Raja Juli.</p>



<p>Dirinya menyebut, masih ada sekitar 27,69 hektare lahan yang belum tersertifikasi di Desa Temurejo. Karenanya, Menhut Raja Juli berjanji penyelesaian Program TORA tahap II ini akan rampung tahun ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya tidak tahu berapa lama, tapi Insyaallah sebelum akhir Desember sudah selesai. Jadi saya pastikan ini kami selesaikan. Negara hadir memberikan hak bapak-ibu sekalian,” tambahnya.</p>



<p>Kepala Desa Temurejo, Fuat Musyadat, yang mewakili warga mengatakan bahwa sebanyak 876 kepala keluarga (KK) di desa ini telah menerima sertifikat tanah dari Program TORA pada tahap I. Kini, tersisa 523 KK yang belum menerima, yang ditargetkan rampung pada tahap II tahun ini.</p>



<p>Kades Fuat menyebut, warga Desa Temurejo sebagian besar merupakan petani agroforestri yang mengelola berbagai komoditas seperti jeruk, buah naga, pisang, kedelai dan alpukat. “Alhamdulillah masyarakat kami mayoritas petani. Ada jeruk unggulan, buah naga oren, hingga alpukat. Bahkan tiap tahun warga kami ada yang berangkat umroh dari hasil pertanian ini,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasih atas keberlanjutan Program TORA ini. Disampaikan, penyelesaian program ini menjadi harapan masyarakat agar mendapat jaminan legalitas dan keamanan terhadap lahan yang dimanfaatkannya.</p>



<p>“Alhamdulillah Bapak Menhut datang langsung ke desa ini membantu permasalahan yang ada. Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Presiden dan Bapak Menteri. Warga kami kini punya harapan yang lebih pasti,” ujar Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223963</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
