<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>menimpa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menimpa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Aug 2025 15:21:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menimpa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polres Lumajang Siap Usut Tuntas Kasus Curanmor Menimpa Mahasiswa KKN</title>
		<link>https://memontum.com/polres-lumajang-siap-usut-tuntas-kasus-curanmor-menimpa-mahasiswa-kkn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[menimpa]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[tuntas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224917</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Polres Lumajang bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Lumajang sepakat mengusut tuntas kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Ranuyoso dan Tempeh. Kesepakatan tersebut tercapai, dalam audiensi yang berlangsung di Lobby Mapolres Lumajang, Senin (11/08/2025) tadi. Pertemuan ini, dipimpin langsung Kapolres Lumajang, AKBP Alex [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Polres Lumajang bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Lumajang sepakat mengusut tuntas kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Ranuyoso dan Tempeh. Kesepakatan tersebut tercapai, dalam audiensi yang berlangsung di Lobby Mapolres Lumajang, Senin (11/08/2025) tadi.</p>



<p>Pertemuan ini, dipimpin langsung Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, bersama perwakilan HMI Lumajang. AKBP Alex Sandy menegaskan, bahwa pihaknya telah mengerahkan langkah-langkah penindakan tegas terhadap pelaku Curanmor, khususnya kasus yang dialami mahasiswa KKN Kolaboratif Universitas Jember.</p>



<p>“Alhamdulillah, kami mendapatkan dukungan penuh dari HMI Lumajang. Fenomena Curanmor di Ranuyoso dan Tempeh yang menimpa adik-adik mahasiswa KKN menjadi perhatian serius kami. Mohon doanya, pelaku segera tertangkap dan kasus ini terungkap,” ujar AKBP Alex Sandy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolres juga menegaskan, pihaknya akan memperkuat patroli dan melakukan pengawasan di wilayah rawan, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif memberikan informasi terkait keberadaan pelaku.</p>



<p>Sementara itu, Ketua HMI Lumajang, Intan Nuryani, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Polres Lumajang untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kami dari HMI Lumajang mendukung penuh Kapolres untuk menindak tegas pelaku Curanmor yang telah mencuri motor mahasiswa KKN. Kami juga meminta agar proses penanganan dilakukan secara transparan, sehingga publik mengetahui langkah-langkah yang diambil,” tegas Intan.</p>



<p>Dirinya menambahkan, kasus Curanmor yang menimpa mahasiswa bukan sekadar persoalan kehilangan aset, melainkan juga menyangkut rasa aman dan kelancaran program pengabdian masyarakat. “Kami berharap ada pernyataan tegas dari Kapolres agar pelaku mengetahui bahwa kasus ini tidak main-main. Ini demi keamanan mahasiswa dan warga secara umum,” tambahnya. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224917</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihajar Cuaca Ekstrem, Jembatan Putus hingga Longsor yang Menimpa Rumah Terjadi di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/dihajar-cuaca-ekstrem-jembatan-putus-hingga-longsor-yang-menimpa-rumah-terjadi-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[menimpa]]></category>
		<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215651</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan deras selama semalaman yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan sebuah jembatan terputus akibat diterjang banjir. Putusnya jembatan yang berada di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, ini membuat akses menuju Gunung Kembar terkendala. Sementara itu, dampak cuaca ekstrem ini juga menyebabkan sejumlah bencana alam lain seperti tanah longsor di Trenggalek. Bahkan, berdasarkan data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hujan deras selama semalaman yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan sebuah jembatan terputus akibat diterjang banjir. Putusnya jembatan yang berada di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, ini membuat akses menuju Gunung Kembar terkendala.</p>



<p>Sementara itu, dampak cuaca ekstrem ini juga menyebabkan sejumlah bencana alam lain seperti tanah longsor di Trenggalek. Bahkan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, ada sedikitnya empat rumah tertimpa tanah longsor. Diantaranya, di Desa Jombok dan Desa Pule, Kecamatan Pule, Desa Dukuh di Kecamatan Watulimo dan Desa Bangun di Kecamatan Munjungan.</p>



<p>Kapolsek Munjungan, Iptu Cikini, mengatakan bahwa sejak semalam sekira pukul 21.00, wilayah Kecamatan Munjungan, di guyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Kondisi tersebut, menyebabkan aliran sungai yang melintas di tengah Desa Tawing, menjadi tinggi dengan aliran air cukup deras. Diperkirakan, sekira pukul 01.30, jembatan Desa Tawing tersebut dilaporkan rusak dan terputus.</p>



<p>“Tadi kami bersama anggota sudah ke lokasi untuk melihat dan meninjau langsung kondisi jembatan. Kondisinya benar-benar terputus. Tidak bisa dilalui kendaraan apapun,&#8221; kata Iptu Cikini, saat dikonfirmasi, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, untuk sementara waktu pihaknya bersama dengan stakeholder terkait telah menutup akses menuju jembatan. Selain itu, pihaknya juga memasang tanda peringatan di kedua sisi agar warga mengetahui dan tidak melintas.</p>



<p>“Untuk tindak lanjut, nanti akan kami koordinasikan dengan tiga pilar kecamatan maupun pemerintah desa, sekaligus menentukan jalur alternatif yang mungkin bisa dilalui warga,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Iptu Cikini memastikan, bahwa dalam kejadian itu tidak ada warga yang terisolasi akibat putusnya jembatan tersebut namun mereka harus berputar lebih jauh. &#8220;Masih ada jembatan lain yang lebih besar, yaitu Jembatan Domerto. Warga masih bisa melintasi jembatan tersebut baik untuk roda 2 maupun roda 4,&#8221; kata Iptu Cikini.</p>



<p>Pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat terutama yang berdomisili di dekat daerah aliran sungai untuk lebih hati-hati dan waspada, mengingat cuaca yang tidak menentu. &#8220;Kami juga mengimbau agar masyarakat yang dekat dengan aliran sungai untuk lebih berhati-hati dan waspada, terutama saat turun hujan. Dan kami berpesan, jika mengetahui bencana alam sekecil apapun, agar segera melaporkan kepada kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas desa setempat,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215651</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
