<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>meninggal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/meninggal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 13:49:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>meninggal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sempat Hilang Dua Hari, Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal</link>
					<comments>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Setelah sempat dilakukan pencarian, Jumail (57), nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di area Muara Sreseh, Kabupaten Sampang, Senin (18/05/2026) tadi. Diketahui, sebelumnya Jumali diduga jatuh dari kapalnya saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin, pada Sabtu (16/05/2026) lalu. Jenazah korban sendiri, ditemukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Setelah sempat dilakukan pencarian, Jumail (57), nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di area Muara Sreseh, Kabupaten Sampang, Senin (18/05/2026) tadi. Diketahui, sebelumnya Jumali diduga jatuh dari kapalnya saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin, pada Sabtu (16/05/2026) lalu.</p>



<p>Jenazah korban sendiri, ditemukan oleh pemancing kemudian melaporkan penemuan ini kepada tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian korban selama dua hari.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa setelah korban ditemukan, Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi dan membawa jenazah korban ke RSUD Kabupaten Sampang untuk penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya mengerahkan 1 Tim Rescue Pos SAR Sumenep, setelah mendapatkan laporan penemuan kapal tanpa awak di Utara Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Sabtu (16/05) sekitar pukul 19.00.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kapal milik korban ditemukan sekitar 300 meter dari bibir Pantai Pulau Mandangin,” kata Nanang.</p>



<p>Tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Pos SAR Sumenep, BPBD Kabipaten Sampang, Polairud Sampang, Kamladu Camplong, Syahbandar Mandangin, PMI Kabupaten Sampang, Polres Kabupaten Sampang, Polsek Pangarengan, Dinkes Sampang dan nelayan setempat melakukan upaya pencarian dengan membagi tim menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU) dengan melakukan penyisiran pada masing &#8211; masing area pencarian yang telah ditentukan.</p>



<p>Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dihentikan. Nanang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, yang terlibat dalam proses pencarian maupun evakuasi korban.</p>



<p>&#8220;Kami imbau agar seluruh warga dan nelayan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di perairan,&#8221; tambahnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Jamaah Haji Pasuruan Meninggal di Tanah Suci</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-jamaah-haji-pasuruan-meninggal-di-tanah-suci</link>
					<comments>https://memontum.com/tiga-jamaah-haji-pasuruan-meninggal-di-tanah-suci#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232449</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Kabar duka menyelimuti rombongan jamaah haji asal Kabupaten Pasuruan, yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat total empat jamaah meninggal dunia, baik saat berada di Madinah, Mekkah, maupun setelah sempat menjalani perawatan di Indonesia. Hal tersebut, seperti yang disampaikan Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Kabar duka menyelimuti rombongan jamaah haji asal Kabupaten Pasuruan, yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat total empat jamaah meninggal dunia, baik saat berada di Madinah, Mekkah, maupun setelah sempat menjalani perawatan di Indonesia. Hal tersebut, seperti yang disampaikan Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuki, Minggu (17/05/2026) tadi.</p>



<p>Adapun jamaah pertama yang wafat, adalah Komariah. Jamaah tersebut meninggal dunia saat berada di Madinah, pada 26 April 2026. Selanjutnya, Abdul Wahid dari Kloter 7 SUB, yang meninggal di Mekkah pada 7 Mei 2026. Kemudian, jamaah atas nama Jumaiyah binti Abdul Ghofur, juga dilaporkan meninggal di Mekkah pada 13 Mei 2026. Sementara satu jamaah lainnya, Abdul Kohar dari Kloter 6 SUB, meninggal dunia di Pasuruan setelah sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum keberangkatan.</p>



<p>&#8220;Sebanyak tiga jamaah meninggal dunia di Saudi Arabia dan satu jamaah meninggal di Pasuruan, atau sebelum keberangkatan haji,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Gus Anis-sapaan akrab Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, ini menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi para jamaah melalui petugas Kloter dan laporan dari tim pendamping di Arab Saudi. “Kami terus memantau kondisi jamaah dari ketua Kloter maupun pembimbing, dokter dan perawat yang mendampingi seluruh jamaah selama di Tanah Suci Makkah dan Madinah,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Khusus untuk jamaah yang meninggal di Pasuruan, Gus Anis menjelaskan bahwa almarhum sebelumnya telah masuk dalam rombongan keberangkatan. Namun karena kondisi kesehatannya menurun, hingga harus dirawat di Rumah Sakit Haji dan akhirnya dipulangkan ke rumah setelah dinyatakan boleh rawat jalan oleh dokter.</p>



<p>“Beliau sempat pulang ke rumah, namun kembali mengeluhkan kondisi kesehatannya dan dirawat di rumah sakit daerah hingga akhirnya wafat di Pasuruan,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, di tengah suhu ekstrem di Kota Mekkah yang mencapai 44 derajat celsius pada siang hari dan 30 derajat celsius pada malam hari, pihak Kemenhaj mengingatkan seluruh jamaah untuk lebih disiplin menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.</p>



<p>Ahmad Marzuki mengimbau para jamaah, khususnya asal Pasuruan Raya, untuk selalu menjaga kesehatan, menggunakan alat pelindung diri, serta membawa kartu nusuk sebagai identitas resmi jemaah haji. “Kami berharap seluruh jamaah tetap menjaga diri dan kesehatan, memakai APD, serta selalu membawa nusuk agar dapat memasuki wilayah Masjidil Haram maupun area layanan bus,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, untuk jamaah asal Kota Pasuruan yang tergabung bersama Kloter Kabupaten dan Kota Malang, dilaporkan seluruhnya dalam kondisi sehat. Sebanyak 379 jamaah disebut telah tiba dan menjalankan ibadah dengan baik di Tanah Suci.</p>



<p>“Kami berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan dan kemampuan untuk menyempurnakan ibadah hajinya. Dan bagi jamaah yang telah wafat, semoga husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” imbuhnya.</p>



<p>Di sisi lain, dokter yang menangani jamaah haji Kabupaten Pasuruan dari Kloter 6, dr Sugioni Adi, menjelaskan ada satu jamaah yang meninggal dunia atas nama Jumaiyah, warga Kademungan, Kecamatan Kejayan. Dilaporkan, wafatnya jamaah berusia 67 tahun tersebut sempat membuat kaget jamaah lainnya. Sebab, almarhumah tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Bahkan, pagi hari sebelum wafat sempat membuatkan teh hangat untuk suaminya.</p>



<p>&#8220;Pagi ya beraktivitas seperti biasa. Beliau malah cuci baju suaminya. Kemudian setelah sarapan, beliau berpamitan mau tidur sebentar ke suaminya. Mudah-mudahan husnul khotimah,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tiga-jamaah-haji-pasuruan-meninggal-di-tanah-suci/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232449</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu</title>
		<link>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu</link>
					<comments>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[perjaya]]></category>
		<category><![CDATA[suramadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Sri Samto (57), seorang ABK LCT Kinta Perjaya, dalam kondisi meninggal dunia perairan sisi timur Jembatan Suramadu, Senin (11/05/2026) sekitar pukul 14.13. Jenazahnya ditemukan oleh Tim Ditpolairud Polda Jatim dalam kondisi mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Sri Samto (57), seorang ABK LCT Kinta Perjaya, dalam kondisi meninggal dunia perairan sisi timur Jembatan Suramadu, Senin (11/05/2026) sekitar pukul 14.13. Jenazahnya ditemukan oleh Tim Ditpolairud Polda Jatim dalam kondisi mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang.</p>



<p>Informasinya, insiden bermula saat Kapal LCT Kinta Perjaya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Wanam, Merauke, pada Minggu (10/05/2026). Saat melintasi alur pelayaran timur Surabaya atau kawasan timur Jembatan Suramadu, korban yang bertugas sebagai Mualim I diketahui tidak berada di atas kapal.</p>



<p>Mengetahui hal tersebut, nahkoda kapal langsung memutar haluan untuk melakukan pencarian. Semula pencarian dilakukan secara mandiri hingga petang. Karena korban tak juga ditemukan, kejadian ini kemudian dilaporkan kepada otoritas terkait.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit, mengatakan bahwa dalam operasi SAR ini, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim rescue beserta armada KN SAR dan Rigid Inflatable Boat (RIB). &#8220;Pada hari pertama operasi SAR, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian menggunakan RIB untuk menyisir area perairan tempat korban diduga jatuh,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada hari kedua operasi SAR, area pencarian diperluas dengan mengerahkan KN SAR 406 Srikandi beserta tim rescue dan awak kapal guna meningkatkan efektivitas penyisiran. “Pada hari kedua operasi SAR, pencarian diperluas agar jangkauan penyisiran lebih optimal,” kata Nanang.</p>



<p>Operasi SAR juga melibatkan sejumlah unsur gabungan dari berbagai instansi. KPLP Tanjung Perak mengerahkan KN.P 329, sementara itu Ditpolairud Polda Jawa Timur menggunakan KP X-1008. Dukungan turut diberikan oleh VTS, SROP Surabaya, serta nelayan di sekitar lokasi pencarian.</p>



<p>&#8220;Pada hari kedua pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban dibawa menuju RSUD Bangkalan untuk proses penanganan oleh petugas yang berwenang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Gani Wiratama, yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), menambahkan bahwa kondisi cuaca selama operasi pencarian relatif mendukung. &#8220;Berdasarkan data BMKG, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain melakukan penyisiran laut, Tim SAR gabungan juga menyampaikan informasi kejadian kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian. Langkah tersebut dilakukan agar awak kapal dapat segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Meninggal Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Jadi 15 Orang</title>
		<link>https://memontum.com/korban-meninggal-kecelakaan-ka-argo-bromo-anggrek-dan-krl-commuter-line-jadi-15-orang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 12:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[commuter]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Stasiun Bekasi Timur, yang berlangsung, Senin (27/04/2026) sekitar pukul 20.52, menyisakan duka mendalam. Bahkan akibat dari peristiwa ini, sebanyak 15 penumpang KRL diinformasikan meninggal dunia dan puluhan luka-luka. Tim DVI Polri merilis daftar 10 jenazah korban meninggal kecelakaan kereta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Stasiun Bekasi Timur, yang berlangsung, Senin (27/04/2026) sekitar pukul 20.52, menyisakan duka mendalam. Bahkan akibat dari peristiwa ini, sebanyak 15 penumpang KRL diinformasikan meninggal dunia dan puluhan luka-luka.</p>



<p>Tim DVI Polri merilis daftar 10 jenazah korban meninggal kecelakaan kereta Bekasi, yang saat ini berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. &#8220;Identifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder, yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” kata Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, dalam konferensi pers di RS Polri Jakarta Timur, Selasa (28/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sejumlah korban itu, diantaranya Anita Sari (31), Cikarang Barat Bekasi, Harum Anjasari (27), Cipayung Jakarta Timur, Nur Alimantun Citra Lestari (19), Pasar Jambi, Faridha Utami (50), Cibitung Bekasi, Fika Aknia Pratiwi (23), Cikarang Barat, Ida Nuraida (48), Cibitung Bekasi, Gita Septia Wardani (20), Cibitung Bekasi, Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan Kota Bekasi, Rinjani Novitasari (25), Tambun Selatan Bekasi, dan Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), warga Tambun Selatan Kota Bekasi.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Martinus Ginting, mengatakan 10 jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati, untuk proses identifikasi. Sedangkan 5 jenazah lainnya, tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni 3 di RSUD Bekasi, 1 di RS Bella dan 1 di RS Mitra. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Meninggal Laka Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Jadi 14 Orang</title>
		<link>https://memontum.com/korban-meninggal-laka-kereta-api-di-stasiun-bekasi-timur-jadi-14-orang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232029</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Jumlah korban meninggal dunia kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, bertambah menjadi 14 orang dan 84 lainnya teridentifikasi luka-luka. Hal ini, disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, Selasa (28/04/2026 tadi. Diuraikannya, bahwa jumlah korban meninggal akibat kecelakaan tersebut bertambah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Jumlah korban meninggal dunia kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, bertambah menjadi 14 orang dan 84 lainnya teridentifikasi luka-luka. Hal ini, disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, Selasa (28/04/2026 tadi.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa jumlah korban meninggal akibat kecelakaan tersebut bertambah menjadi 14 orang dan sudah dibawa ke RS Polri. &#8220;Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, barang-barang milik penumpang yang menjadi korban dalam insiden itu, lanjutnya, juga telah diamankan oleh petugas. Selanjutnya, pendataan dan pengelolaan barang akan dilakukan secara terkoordinasi bersama kepolisian untuk mendukung proses identifikasi korban lebih lanjut.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, kejadian itu bermula dari insiden KRL yang menabrak Taksi Green SM, akibat terhenti di tengah perlintasan, Senin (28/04/2026). Dari kejadian itu, KRL di arah berlawanan berhenti dan menunggu proses evakuasi. Saat tengah berhenti itulah, melintas KA Argo Bromo di jalur sama dari arah belakang. Akibatnya, KA itupun menabrak bagian belakang gerbong KRL. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232029</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal dan 81 Luka-Luka</title>
		<link>https://memontum.com/kecelakaan-kereta-api-di-stasiun-bekasi-timur-7-orang-meninggal-dan-81-luka-luka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[luka-luka]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<category><![CDATA[timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232023</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Peristiwa kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL), berlangsung di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026) tadi. Dalam musibah itu, tujuh penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia dan 81 luka-luka. Informasi yang diperoleh, insiden itu berawal ketika angkutan kendaraan bewarna hijau berhenti dan tertemper KRL di perlintasan sebidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Peristiwa kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL), berlangsung di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026) tadi. Dalam musibah itu, tujuh penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia dan 81 luka-luka.</p>



<p>Informasi yang diperoleh, insiden itu berawal ketika angkutan kendaraan bewarna hijau berhenti dan tertemper KRL di perlintasan sebidang (JPL) dekat Bulak Kapal. Sementara dari arah berlawanan, juga berhenti KRL yang tengah menunggu proses evakuasi tabrakan tersebut. Saat tengah berhenti dan menunggu itulah, dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya, hingga menabrak bodi belakang KRL.</p>



<p>&#8220;Saat KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,&#8221; ujar Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.</p>



<p>Insiden itu, kontan membuat sejumlah penumpang menjadi korban dan beberapa diantaranya terhimpit. Sementara kondisi gerbong, pun menjadi ringsek dan proses evakuasi terus dilakukan hingga Selasa (28/04/2026) pagi.</p>



<p>Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan update jumlah korban dalam musibah itu ada 7 orang meninggal dan 81 korban luka-luka. Yang masih terperangkap, teridentifikasi ada tiga orang.</p>



<p>&#8220;Proses evakuasi hingga sampai delapan jam, karena kita lakukan hati-hati sekali,&#8221; ujarnya, Selasa (28/04/2026) pagi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resmi menyebut sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Bahkan, PT&nbsp; KAI memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut mendapatkan penanganan maksimal.</p>



<p>Ditambahkannya, korban luka tersebar di beberapa rumah sakit. Diantaranya mendapat perawatan di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.</p>



<p>&#8220;KAI menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia, ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan,&#8221; ujar Anne.</p>



<p>Selain itu, Anne juga menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup lama, karena adanya korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim medis, Basarnas, hingga Tim KAI terus melakukan upaya pertolongan di lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang,&#8221; urainya. Untuk sementara Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang, sementara perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232023</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tabrak Pembatas Jalan, Dua Pemuda Asal Waru Pamekasan Meninggal Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/tabrak-pembatas-jalan-dua-pemuda-asal-waru-pamekasan-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pembatas]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231271</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pengendara motor Honda Vario Nopol M 4637 CT, yang dikendarai Samsul Zainal (19) yang membonceng Halimatus Sa&#8217;diyah (18), keduanya warga Desa Bajur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Tagangser Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Kamis (26/03/2026) tadi. Akibat kejadian itu, keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian. Kapolres [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pengendara motor Honda Vario Nopol M 4637 CT, yang dikendarai Samsul Zainal (19) yang membonceng Halimatus Sa&#8217;diyah (18), keduanya warga Desa Bajur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Tagangser Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Kamis (26/03/2026) tadi. Akibat kejadian itu, keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>



<p>Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, motor Honda Vario yang dikendarai korban hilang kendali dan menabrak pembatas jalan. &#8220;Saat melintasi jalan tanjakan di lokasi kejadian, pengendara diduga kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan di sebelah kiri. Akibat benturan keras tersebut, baik pengendara maupun penumpang terjatuh dan mengalami luka hingga meninggal dunia ditempat. Keduanya berstatus satu keluarga atau sepupu,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi peristiwa memilukan ini, Ipda Evan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Dirinya juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh pengguna jalan, agar selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengendara roda dua, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama saat melintasi jalur yang memiliki kontur tanjakan, turunan atau tikungan tajam. Pastikan kondisi fisik fit dan kendaraan dalam keadaan prima guna menghindari kelalaian yang berakibat fatal,&#8221; imbaunya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231271</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nelayan di Perairan Gapurana Talango Sumenep Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-di-perairan-gapurana-talango-sumenep-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[gapurana]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[talango]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak. Kondisi peralatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak.</p>



<p>Kondisi peralatan pancing sendiri, diketahui masih lengkap berada di atas perahu. Sementara berdasarkan laporan tersebut, Tim SAR gabungan segera melaksanakan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini, Nanang Sigit, mengatakan bahwa dalam pencarian itu, Tim SAR Gabungan mendekati koordinat 7° 3&#8242; 59,892&#8243; LS dan 114° 1&#8242; 59,124&#8243; BT atas informasi penemuan jenazah oleh nelayan sekitar. Lokasi penemuan tersebut, berjarak kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi ditemukannya kapal milik korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Talango dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. &#8220;Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui ambulans untuk dibawa ke rumah duka guna penanganan lebih lanjut,&#8221; ujar Nanang Sigit.</p>



<p>Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 12.30, dilaksanakan debriefing oleh seluruh unsur SAR yang terlibat. Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi diusulkan untuk ditutup.</p>



<p>Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat.</p>



<p>Basarnas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk penggunaan alat keselamatan diri serta memastikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan. &#8220;Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, lebih baik bila nelayan mengecek dulu prakiraan cuaca, angin dan tinggi gelombang sebelum melaut,&#8221; imbuh Nanang. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wakil Presiden Ke 6 Meninggal, Pemkot Malang Kibarkan Bendera Setengah Tiang</title>
		<link>https://memontum.com/wakil-presiden-ke-6-meninggal-pemkot-malang-kibarkan-bendera-setengah-tiang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[Kibarkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[setengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230617</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kabar meninggalnya Wakil Presiden (Wapres) RI ke 6, Try Sutrisno, menjadi duka mendalam bagi Bangsa Indonesia, pada Senin (02/03/2026) tadi. Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengibarkan bendera setengah tiang di Balai Kota Malang. Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa pengibaran tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kabar meninggalnya Wakil Presiden (Wapres) RI ke 6, Try Sutrisno, menjadi duka mendalam bagi Bangsa Indonesia, pada Senin (02/03/2026) tadi. Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengibarkan bendera setengah tiang di Balai Kota Malang.</p>



<p>Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa pengibaran tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. &#8220;Pengibaran bendera setengah tiang ini adalah wujud nyata kita semua berduka dan kehilangan senior bangsa kita. Tentu hal ini juga sesuai edaran Gubernur Jatim,&#8221; kata Wawali Ali.</p>



<p>Tidak hanya itu, Wawali Ali juga mengimbau kepada masyarakat, seluruh instansi pemerintahan dan perkantoran untuk turut mengibarkan bendera setengah tiang. Itu sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wawali Ali juga menilai, bahwa almarhum merupakan bapak bangsa dan negarawan lintas zaman. Wapres Try Sutrisno, dinilai telah mengabdi pada era Orde Baru dan turut mengawal demokrasi di masa reformasi.</p>



<p>&#8220;Beliau menjadi kompas bangsa dan panutan bagi generasi muda,” katanya.</p>



<p>Menurutnya, konsistensi almarhum dalam memperjuangkan falsafah Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan pemerintahan menjadi salah satu jasa terbesar yang patut dikenang. Pemikiran-pemikirannya tentang demokrasi sebagai alat, bukan tujuan, demi terwujudnya persatuan bangsa, dinilai menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan berpolitik.</p>



<p>“Jasa beliau sangat besar. Bahkan di usia yang sudah sepuh, semangat beliau untuk terus memikirkan masa depan bangsa patut kita teladani dan lanjutkan,” imbuh Wawali Ali. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230617</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
