<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>menjahit, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menjahit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jul 2024 12:34:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menjahit, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Nganjuk Gelar Pelatihan Menjahit untuk Penyandang Disabilitas</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-nganjuk-gelar-pelatihan-menjahit-untuk-penyandang-disabilitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[menjahit,]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penyandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211350</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk terus melaksanakan berbagai program pelatihan dan pembinaan. Tidak hanya dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan fisik, namun juga bagi penyandang disabilitas. Salah satunya, seperti yang terlihat dalam pembukaan pelatihan, Selasa (02/07/2024) tadi. Yakni, program pelatihan menjahit berbasis masyarakat bagi penyelenggara unit layanan disabilitas di Aula Disnaker. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Nganjuk</strong> &#8211; Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk terus melaksanakan berbagai program pelatihan dan pembinaan. Tidak hanya dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan fisik, namun juga bagi penyandang disabilitas.</p>



<p>Salah satunya, seperti yang terlihat dalam pembukaan pelatihan, Selasa (02/07/2024) tadi. Yakni, program pelatihan menjahit berbasis masyarakat bagi penyelenggara unit layanan disabilitas di Aula Disnaker.</p>



<p>Plt Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, mengatakan bahwa program pelatihan menjahit bagi masyarakat penyandang disabilitas ini diikuti sebanyak 25 peserta dan berlangsung selama sepuluh hari. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan mengangkat harkat dan martabat kaum disabilitas,” katanya, Selasa (02/07/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa giat hari ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah selalu hadir untuk masyarakat dalam rangka mengadvokasi dan mengkomunikasikan kepada peserta untuk diberikan pelatihan. Khususnya, bagi unit penyandang disabilitas di Kabupaten Nganjuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena apapun itu, semua orang memiliki kesempatan yang sama. Terlebih dari sisi kekurangan dan kelebihan. Saya berharap, kepada semua peserta agar tetap semangat mengikuti pelatihan ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pelatihan ini, Samsul Huda menjelaskan bahwa pemerintah juga berupaya memberikan peluang bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan (disabilitas) agar mempunyai beragam kemampuan untuk perbaikan hidupnya. Sebab, mereka juga memiliki hak untuk berusaha dan bekerja sesuai kemampuan yang dimiliki.</p>



<p>&#8220;Pelatihan menjahit ini menjadi awal, untuk meraih cita cita dan masa depan. Oleh karena itu, saya harap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik. Karena sebuah kesuksesan yang besar, bisa diwujudkan dengan semangat dan belajar yang tekun. Ikuti tahapan pelatihannya dengan baik. Dapatkan ilmu dan nantinya bisa bermanfaat untuk kesejahteraan semua,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pembuka pelatihan tersebut, ditandai dengan penyerahan ATK kepada peserta pelatihan dari Plt Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Trisna Rosita dan Plt Sekdin Naker serta Kepala Bidang Penta Disnaker Kabupaten Nganjuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211350</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Acara Kelulusan Menjahit, Sekolah Kursus Korsa Malang Gelar Peragaan Busana</title>
		<link>https://memontum.com/acara-kelulusan-menjahit-sekolah-kursus-korsa-malang-gelar-peragaan-busana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Kelulusan]]></category>
		<category><![CDATA[kursus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menjahit,]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekolah kursus penjahit Korsa Malang, di bawah naungan KT&#38;G Training Center Kota Malang, pamerkan karya menjahit melalui gelaran peragaan busana di salah satu hotel di Kota Malang, Kamis (14/12/2023) malam. Pimpinan KT&#38;G Malang, Choon Hwan Hahm, menyampaikan bahwa peragaan busana yang dilakukan tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada para penjahit yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekolah kursus penjahit Korsa Malang, di bawah naungan KT&amp;G Training Center Kota Malang, pamerkan karya menjahit melalui gelaran peragaan busana di salah satu hotel di Kota Malang, Kamis (14/12/2023) malam.</p>



<p>Pimpinan KT&amp;G Malang, Choon Hwan Hahm, menyampaikan bahwa peragaan busana yang dilakukan tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada para penjahit yang tergabung dalam Korsa Malang, selama tiga bulan lamanya. “Hari ini adalah acara kelulusan angkatan ke 11 khusus untuk sekolah penjahit. Jadi, semua yang ditampilkan adalah busana hasil buatannya sendiri. Sebelum sekolah, mereka tidak pernah mengetahui bagaimana menjahit, jadi benar-benar dimulai dari nol. Kemudian selama tiga bulan dan ini hasilnya luar biasa,” ungkap Choon.</p>



<p>Disebutkannya, bahwa sejak tiga tahun yang lalu hingga saat ini, sudah ada sebanyak 350 alumni dari Kelas Korsa. Bahkan, untuk mengikuti kelas tersebut, menurutnya siapa saja boleh mendaftar dan tentunya akan mengikuti seleksi. Selama sekolah pun, tidak dipungut biaya apapun (gratis).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Mereka mendapat ilmu yang baru dan setelah lulus ini mereka bisa bekerja. Apalagi yang tergabung di sini juga kebanyakan ibu-ibu, sehingga ini sangat menolong mereka,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika pemilihan lokasi di Kota Malang itu karena Korsa pertama kali dibuka di Malang dan terlihat hasilnya sangat luar biasa. Sehingga benar-benar memberdayakan masyarakat.</p>



<p>“Jadi KT&amp;G and friends ini menginginkan untuk membantu masyarakat Malang. Kemudian kita juga membuat bakti sosial memproduksi seragam sekolah yang diberikan kepada beberapa SD-SD di Kota Malang. Kemudian saat Covid-19 lalu, kami juga telah membagikan sebanyak 3.500 sembako,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pimpinan Kepala Sekolah Korsa Malang, Fabe Susan, menyampaikan bahwa kursus menjahit tersebut intensif dilakukan mulai dari Senin hingga Jumat dengan materi yang diberikan mulai dari teori hingga praktek. Terlebih, durasi waktu selama 60 menit perharinya.</p>



<p>“Pelajaran kursus itu mereka dapatkan selama tiga bulan. Hingga saat ini kursus menjahit Korsa telah menyelesaikan sebanyak 11 angkatan dengan masing-masing kelas ada 40 ibu-ibu. Sementara saat ini kami juga sedang mempersiapkan untuk angkatan 12,” kata Susan.</p>



<p>Sebagai salah satu alumni Korsa Angkatan I, Evy Firstyawati, menceritakan awal mula bergabung dengan Korsa yaitu karena dirinya sering menjahitkan baju properti ke orang lain. Apalagi, pihaknya berprofesi sebagai Make Up Artist (MUA).</p>



<p>“Dahulu seringkali menjahitkan baju properti ke orang, nah uangnya habis di situ. Terus ada sahabat saya yang memberi tahu agar ikut saja kursus di Korsa, gratis, tidak bayar. Akhirnya saya ikut, mulai dari belajar di kelas awal sampai kelas mahir,” tutur Evy.</p>



<p>Sehingga, saat ini dirinya sudah mahir untuk membuat baju, mulai dari baju pengantin, hinga sebagainya. Itu dibuat sendiri tanpa bantuan orang lain. Hingga saat ini pihaknya mengaku juga sudah memiliki banyak pelanggan jahit baju.&nbsp;</p>



<p>“Ada teman-teman MUA yang menjahitkan di saya juga. Bahkan, sekarang omzet bersihnya itu bisa Rp 10 jutaan, per bulan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203360</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
