<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Menkes RI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menkes-ri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2023 14:20:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Menkes RI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang Terima Sertifikat Bebas Frambusia dari Menteri Kesehatan RI</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-terima-sertifikat-bebas-frambusia-dari-menteri-kesehatan-ri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2023 16:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183815</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil menorehkan prestasi di bidang kesehatan. Yakni, menerima sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Selasa (21/02/2023) tadi. Penerimaan itu, bertepatan dengan momen World Neglected Tropical Diseases Day yang digelar di Krakatau Ballroom TMII Jakarta. Dalam prosesi penyerahan itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyerahkan langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil menorehkan prestasi di bidang kesehatan. Yakni, menerima sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Selasa (21/02/2023) tadi. Penerimaan itu, bertepatan dengan momen World Neglected Tropical Diseases Day yang digelar di Krakatau Ballroom TMII Jakarta.</p>



<p>Dalam prosesi penyerahan itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyerahkan langsung kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, yang saat itu didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif. Dalam hal itu, Kota Malang menerima apresiasi membanggakan bersama 102 kabupaten atau kota lainnya.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya pada seluruh jajaran terkait, atas upaya yang telah dilakukan. Menurutnya, catatan prestasi di tingkat nasional itu sebagai bentuk peran serta dan partisipasi aktif para stakeholder terkait penanganan frambusia di Kota Malang.</p>



<p>Pria berkacamata itu menjelaskan, bahwa frambusia merupakan jenis infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum Pertenue. Secara umum, kasusnya banyak ditemui di negara-negara beriklim tropis, seperti negara di wilayah Afrika, Asia tenggara, Amerika Selatan dan Oceania.</p>



<p>Karena itu, Wali Kota Sutiaji menegaskan jika perlu adanya keterlibatan berbagai elemen, dalam menangani penyakit kesehatan yang jarang diketahui masyarakat ini. &#8220;Prinsipnya, kolaborasi yang selalu didengungkan benar-benar menjadi kekuatan nyata dan bukan menjadi slogan semata. Kolaborasi selalu bisa memberikan efek positif dan ini jadi salah satu faktor kunci. Saat frame cara pandangnya sudah sejalan, maka inshaallah setiap permasalahan di Kota Malang, khususnya kesehatan dapat teratasi dengan baik,” ujar Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Apalagi, menurutnya peran dari Dinkes Kota Malang, sebagai leading sector dalam mengoptimalkan jajarannya beserta stakeholder terkait, menjadi salah satu faktor kunci penanggulangan dan pencegahan frambusia. &#8220;Intinya, secara umum apa yang kami tekankan pada perangkat daerah tentang kolaborasi, ini bisa diimplementasikan dengan baik dan patut untuk diapresiasi. Kita punya modal 16 Puskesmas, 652 Posyandu, 33 Pustu dan 27 Rumah sakit. Kita juga ada 351 sekolah dasar dan 57 kelurahan. Semuanya terlibat, semuanya bahu membahu,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, kesehatan masyarakat dinilai menjadi salah satu prioritas yang ingin dicapai di era kepemimpinannya. Sehingga, dirinya meminta kepada perangkat daerah terkait, untuk tidak boleh lengah dan terus menerus memberikan literasi kepada masyarakat terkait dengan permasalahan kesehatan.</p>



<p>“Tentunya, ini (urusan kesehatan) adalah bagian dari visi misi kami. Maka, sudah sepatutnya saya terus minta ke Dinas Kesehatan. Jangan lengah, terus optimal mengawasi perkembangan permasalahan kesehatan di Kota Malang, terus berikan informasi dan literasi pada masyarakat,” lanjutnya.</p>



<p>Berdasarkan data perkembangan kasus di tahun 2022, pihaknya menjelaskan, jika pada periode Juni sampai Desember tahun lalu, ditemukan suspek dan telah dilakukan pemeriksaan RDT dan hasilnya dinyatakan negatif. &#8220;Saya sudah dilapori, terutama di rentang Juni sampai Desember, ditemukan suspek. Tetapi, semua sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif,” imbuhnya.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, pihaknya juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat, tentang perilaku hidup bersih sebagai perisai yang utama. Karena itu, dirinya juga mendorong peran kader di wilayah untuk secara kontinyu memberikan pemahaman kepada masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183815</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kematian Ibu dan Bayi Menurun, Menkes RI Apresiasi Sistem Layanan RSUD Sidoarjo</title>
		<link>https://memontum.com/kematian-ibu-dan-bayi-menurun-menkes-ri-apresiasi-sistem-layanan-rsud-sidoarjo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2019 07:17:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102154-kematian-ibu-dan-bayi-menurun-menkes-ri-apresiasi-sistem-layanan-rsud-sidoarjo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo menjadi rumah sakit pertama di Jawa Timur yang dikunjungi Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr Terawan Agus Putranto. Dalam kunjungan ke RSUD Sidoarjo ini, jenderal purnawirawan TNI ini melihat langsung sistem penanganan ibu melahirkan. Terawan menilai sistem pelayanan ibu melahirkan berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo menjadi rumah sakit pertama di Jawa Timur yang dikunjungi Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr Terawan Agus Putranto. Dalam kunjungan ke RSUD Sidoarjo ini, jenderal purnawirawan TNI ini melihat langsung sistem penanganan ibu melahirkan. Terawan menilai sistem pelayanan ibu melahirkan berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Sidoarjo.</p>
<p>Selain itu, Menkes juga melihat langsung lingkungan Rumah Sakit tipe B Pendidikan yang baru ditetapkan Kementerian Kesehatan RI sebagai RSUD Ramah Lingkungan (Green Hospital) saat peringatan Hari Kesehatan Nasional beberapa waktu lalu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102156" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0185-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0185-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0185-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0185-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0185-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sedangkan tempat pertama yang dituju Terawan adalah ruang Public Service Center (PSC 119). Dari ruangan PSC ini pasien yang membutuhkan penanganan bersifat emergency bisa diketahui dan direspon dengan cepat. Termasuk penanganan ibu melahirkan dalam kondisi darurat yang membutuhkan tindakan penanganan cepat.</p>
<p>Usai melihat langsung sistem penanganan ibu melahirkan, Terawan mengaku bangga dan mendukung langkah RSUD Sidoarjo dalam memberikan layanan. Apalagi, bisa mencegah kematian ibu saat melahirkan.</p>
<p>&#8220;Menurunkan kematian ibu dan bayi itu tujuan nasional. Istilahnya ngalap berkah. Artinya setiap yang dikerjakan ini pasti diridhoi dan diberkahi Yang Maha Kuasa. Karena yang dilakukan berjuang dan menjaga kehidupan. Saya bangga dan saya mendukung program RSUD Sidoarjo,&#8221; kata Menkes, dr Terawan Agus Putranto kepada Memo X, Jumat (13/12/2019).</p>
<p>Salah satu perhatian Menkes, dr Terawan adalah ruang Public Service Center 119 yang berada di lantai II gedung Instalasi Gawa Darurat (IGD). Di ruang PSC ini penanganan ibu melahirkan bisa dipantau, terintegrasi dengan 10 Puskesmas yang tersebar di wilayah Sidoarjo.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102155" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0113-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0113-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0113-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0113-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191213-WA0113-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Proses penanganan pada ibu yang melahirkan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah merasa senang atas kunjungan Menkes RI ke RSUD Sidoarjo itu. Apalagi RSUD Sidoarjo merupakan rumah sakit pertama di Jawa Timur yang mendapat kunjungan langsung dari Menkes RI ini.</p>
<p>&#8220;Peningkatan mutu dan kecepatan layanan menjadi perioritas RSUD Sidoarjo. Kami berharap angka kematian ibu dan bayi di Sidoarjo dari tahun ke tahun terus menurun,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Sementara Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan menegaskan untuk mencegah kasus kematian ibu dan bayi, RSUD Sidoarjo mengembangkan program aplikasi Simaneis (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway). Program ini terintegrasi dengan aplikasi Si Cantik. Aplikasi Si Cantik (Sidoarjo mencegah kematian ibu dan bayi). Aplikasi ini dikembangkan Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo yang berfungsi untuk merekam data ibu hamil.</p>
<p>&#8220;Integrasi kedua program ini berhasil membantu proses penanganan pasien ibu melahirkan dengan cepat dan tepat. Sehingga kasus kematian ibu dan bayi saat melahirkan di wilayah Sidoarjo menurun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Atok memaparkan tahun 2018 lalu, angka kematian ibu dan bayi ada 20 kasus. Tahun ini turun menjadi 17 kasus dari target 23 kasus. Dari 17 kasus kematian ini kondisi pasien sebelumnya sudah sakit komplikasi, seperti gagal ginjal, TBC dan HIV.</p>
<p>&#8220;Setiap ada laporan yang bersifat emergency dan membutuhkan rujukan, petugas PSC segera merespon dengan memberikan bantuan ambulance yang terdekat dengan lokasi. Jika ada kejadian emergency ada tanda bunyi sirine. Dalam hitungan menit bahkan detik sudah bisa ditangani karena sistemnya online,&#8221; urainya.</p>
<p>Sementara itu, Atok menegaskan sebagai rumah sakit pemerintah dengan fasilitas 725 kamar tidur, layanan BPJS Kesehatan menjadi perioritas utama RSUD Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Peruntukan bagi pasien BPJS Kesehatan mencapai 85 persen dari jumlah kamar yang tersedia,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102154</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Terima Penghargaan Dari Menkes RI, Berjasa di Bidang Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-terima-penghargaan-dari-menkes-ri-berjasa-di-bidang-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2019 11:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99626-bupati-malang-terima-penghargaan-dari-menkes-ri-berjasa-di-bidang-kesehatan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang Drs HM Sanusi terima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Selasa (12/11/2019) siang. Penghargaan dalam keberhasilan HM.Sanusi dalam bidang pembangunan kesehatan ini diserahkan langsung oleh Menkes RI Terawan Agus Putranto. Pada acara Anugerah Menteri Kesehatan Tahun 2019 dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55 yang berlangsung di Auditorium Prof Dr [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Bupati Malang Drs HM Sanusi terima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Selasa (12/11/2019) siang. Penghargaan dalam keberhasilan HM.Sanusi dalam bidang pembangunan kesehatan ini diserahkan langsung oleh Menkes RI Terawan Agus Putranto.</p>
<p>Pada acara Anugerah Menteri Kesehatan Tahun 2019 dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55 yang berlangsung di Auditorium Prof Dr GA Siwabessi, Kemenkes RI, Jalan HR. Rasuna Said Jakarta Selatan.</p>
<p>HM Sanusi dinilai sebagai sosok individu yang memiliki inovasi dan berkontribusi luar biasa atas peran serta dan dukungan dalam program pembangunan bidang kesehatan.</p>
<p>Pada HKN tahun ini, Kemenkes RI menyiapkan sejumlah penghargaan dengan melewati proses seleksi dan terakhir tim juri menentukan 10 sosok individu yang layak mendapatkan penghargaan dengan membanginya atas tiga kategori.</p>
<p>Pertama, inovasi dalam mewujudkan keluarga sehat, dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat.</p>
<p>Selain itu, Kemenkes pula memberikan penghargaan kepada individu yang berjasa di dalam pembangunan kesehatan kepada tiga orang.</p>
<p>Salah satunya adalah Bupati Malang HM Sanusi yang dinilai telah turut memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pencapaian program pembangunan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Penghargaan ini bentuk pengakuan dari pemerintah pusat bahwa apa yang dilakukan Pemerintah Daerah sudah memenuhi kriteria dan harapan Pemerintah Pusat. sehingga ke depan perlu kita kembangkan apa yang sudah dilakukan di Kabupaten Malang untuk membuat masyarakat Kabupaten Malang lebih sehat, lebih maju dan lebih sejahtera,” terang Sanusi kepada Humas dan Protokol Kabupaten Malang usai menerima penghargaan dari Kemenkes RI di Jakarta.</p>
<p>Selain itu, Kemenkes juga memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah terbaik dan percontohan nasional dalam pengiatan sistem pencatatan pemutakhiran angka kematian dan penyebab kematian, mitra bhakti husada bidang kesehatan, penghargaan fasilitas kesehatan tingkat pertama berprestasi, penghargaan green hospital, dan lomba klinik prtama sehat antara Kementerian/lembaga/BUMN.</p>
<p>Terpisah, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dalam sambutannya menjelaskan, dalam rangka HKN ke 55 tahun 2019 bertemakan Generasi sehat Indonesia Unggul. Pemilihan tema ini dimaknai sebagai upaya bersama seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan di periode ke depan agar lebih berfokus pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dengan diperolehnya generasi penerus yang sehat dan produktif.</p>
<p>Dikatakannya, pembangunan kesehatan sebagai pelaksanaan amanat UUD tahun 1945 telah mencapai hasil yang menggembirakan dengan telah berkontribusi dalam pembangunan manusia dengan meningkatkan nilai indeks pembangunan manusia dan usia harapan hidup.</p>
<p>Disebutkan Terawan, pembangunan kesehatan oleh Pemerintah Pusat dengan fokus memperjuangkan tiga pilar yaitu “paradigma sehat”, “penguatan akses pelayanan kesehatan”, dan “penyediaan biaya Jaminan Kesehatan Nasional”.</p>
<p>Caranya, dengan mengusung kegiatan promotif dan preventif, melalui beberapa program unggulan bidang kesehatan, seperti Germas atau “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”, PIS-PK atau “Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga” dan NS atau “Nusantara Sehat”.</p>
<p>‘’Hal tersebut menunjukkan, dengan kerja bersama kita berhasil mempersiapkan genersi sehat untuk Indonesia unggul pada tahun 2045. Berbahagia sekali pada kesempatan ini telah hadir dihadapan kita insan individu yang penuh inspirasi, inovasi dan dedikasi yang tinggi yang telah membaktikan dirinya untuk mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan, &#8220;urai Menkes.</p>
<p>&#8220;Sebagai apresiasi dan ucapan terima kasih atas terobosan, upaya maju, pengabdian, dedikasi dan sumbangsih dalam mendukung program pembangunan kesehatan, Kemenkes memberikan anugerah dan penghargaan kepada saudara sekalian,&#8221; terang Terawan.</p>
<p>&#8220;Harapkan mendorong tumbuhnya, sosok individu, pimpinan institusi dan daerah, maupun mitra kerja dan dunia usaha yang memiliki kepedulian, kegigihan, serta daya juang dalam menyehatkan masyarakat. untuk mncapai bangsa Indonesia yang kuat sehat dan sejahtera,” terang Menkes dalam catatan Humas Pemkab Malang. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99626</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
