<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mentan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mentan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jun 2025 13:47:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mentan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dampingi Kunjungan Kerja Mentan, Bupati Lumajang Sampaikan Persoalan Sektor Pertanian hingga Irigasi</title>
		<link>https://memontum.com/dampingi-kunjungan-kerja-mentan-bupati-lumajang-sampaikan-persoalan-sektor-pertanian-hingga-irigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 13:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[persoalan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, memastikan akan segera menindaklanjuti sejumlah persoalan pertanian di Kabupaten Lumajang, mulai dari perbaikan infrastruktur irigasi hingga penataan distribusi pupuk bersubsidi. Kepastian ini disampaikannya, saat kunjungan kerja ke Lumajang, Selasa (10/06/2025) tadi. Dalam momen itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Plh Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, memastikan akan segera menindaklanjuti sejumlah persoalan pertanian di Kabupaten Lumajang, mulai dari perbaikan infrastruktur irigasi hingga penataan distribusi pupuk bersubsidi. Kepastian ini disampaikannya, saat kunjungan kerja ke Lumajang, Selasa (10/06/2025) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Plh Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut mendampingi Mentan. Sementara kunjungan kerja yang dilakukan ini, menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui kolaborasi lintas pemerintahan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa masih ada empat jaringan irigasi yang belum berfungsi optimal sejak terdampak erupsi Gunung Semeru pada 2021. Hal ini, berdampak pada pola tanam dan produktivitas petani di sejumlah wilayah.</p>



<p>“Kami berharap dukungan pemerintah pusat agar irigasi yang rusak bisa segera diperbaiki. Air menjadi faktor penting untuk keberhasilan pertanian kami,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, dirinya juga menyampaikan perlunya perhatian terhadap harga pupuk yang seringkali melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Situasi ini, dinilai menyulitkan petani dalam menjaga biaya produksi tetap efisien.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian menyatakan akan memperkuat pengawasan distribusi pupuk dan memastikan program subsidi berjalan tepat sasaran. “Kami akan evaluasi dan tindak lanjuti sesuai aturan agar petani tidak dirugikan,” ucapnya.</p>



<p>Mengenai perbaikan irigasi, Mentan menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar infrastruktur pertanian yang terdampak bencana bisa kembali berfungsi.</p>



<p>Sementara itu, Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat sinergi dalam mendukung sektor pertanian di Lumajang, khususnya dalam hal perbaikan sarana dan prasarana dasar. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lindungi Petani, Mentan Perintahkan Cabut Izin Kios Penjual Pupuk Nakal di Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/lindungi-petani-mentan-perintahkan-cabut-izin-kios-penjual-pupuk-nakal-di-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 12:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[lindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<category><![CDATA[perintahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222853</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menunjukkan ketegasannya dalam melindungi petani dari praktik penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal itu diperlihatkannya, saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kebun Tebu P240T di wilayah Jatiroto, Kabupaten Lumajang dan merespons laporan adanya pelanggaran harga pupuk di wilayah itu, Selasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menunjukkan ketegasannya dalam melindungi petani dari praktik penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal itu diperlihatkannya, saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kebun Tebu P240T di wilayah Jatiroto, Kabupaten Lumajang dan merespons laporan adanya pelanggaran harga pupuk di wilayah itu, Selasa (10/06/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kunjungannya itu, Menteri Pertanian turut mendengarkan aspirasi dari petani yang disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Salah satu permasalahan yang diangkat, adalah masih adanya pupuk yang dijual di atas HET di wilayah Lumajang.</p>



<p>“Ada yang jual pupuk di Lumajang di atas angka HET, Pak Menteri. Mohon arahannya,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat menyampaikan berbagai keluhan di hadapan Menteri Pertanian.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Menteri Amran menekankan bahwa praktik penjualan pupuk di atas HET tidak dapat ditoleransi. Karenanya, dirinya memerintahkan agar izin distributor yang melakukan pelanggaran tersebut segera dicabut.</p>



<p>“Penjual pupuk di atas HET, dicabut izinnya,” tegas Amran.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya juga meminta dukungan dari aparat penegak hukum, untuk menindak tegas oknum yang menjual pupuk melebihi harga ketentuan. “Saya minta Kapolres Lumajang untuk mendampingi dan agar distributor yang menjual pupuk di atas HET dicabut izinnya,” tambah Menteri Amran.</p>



<p>Respons cepat pun datang dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Perusahaan langsung menghentikan kerja sama penyaluran pupuk bersubsidi dengan kios yang berasal dari Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, antara Pupuk Indonesia dan Polres Lumajang, pemilik kios mengakui telah menjual pupuk NPK subsidi sebesar Rp 150 ribu persak atau di atas HET. Hal ini, disampaikan Senior Manager (SM) Regional 3A Pupuk Indonesia, Saroyo Utomo, menyusul arahan Menteri Pertanian saat menyapa petani di Lumajang, Selasa (10/06/2025) tadi.</p>



<p>“Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada di surat perjanjian jual beli antara distributor dan kios, atas pelanggaran ketentuan menjual di atas HET, maka Kios Berkah Abadi secara resmi ditutup atau diputus kontraknya pada hari ini pada tanggal 10 Juni 2025,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Oleh karena itu, lanjutnya, Pupuk Indonesia memastikan bahwa mulai hari ini operasional Kios Berkah Abadi dihentikan. Secara sistem, aplikasi penebusan pupuk subsidi atau i-Pubers, yang biasanya digunakan oleh kios, telah dinonaktifkan agar tidak ada lagi transaksi.</p>



<p>Pupuk Indonesia memastikan bahwa penutupan kios ini tidak akan mengganggu proses penyaluran pupuk ke petani. Stok pupuk subsidi NPK sebanyak 8 ton yang ada di kios Berkah Abadi, akan dialihkan secara fisik kepada Kios UD Madani yang ditunjuk sebagai pengganti oleh Pupuk Indonesia.</p>



<p>Sebagai informasi, HET pupuk bersubsidi untuk tahun 2025 telah diatur oleh Kementerian Pertanian, yaitu untuk Pupuk Urea sebesar Rp 2.250 perkg, Pupuk NPK Phonska Rp 2.300 perkg, Pupuk NPK untuk Kakao Rp 3.300 perkg, dan Pupuk Organik Rp 800 perkg.</p>



<p>Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh mitra kios, bahwa pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi memiliki sanksi tegas. Apabila terbukti, maka kios akan mendapatkan sanksi mulai dari peringatan hingga pemecatan.</p>



<p>Sebagai langkah preventif, Pupuk Indonesia terus menggencarkan edukasi kepada petani, kios dan pihak terkait mengenai pentingnya mematuhi HET. Seperti halnya, mencatat secara lengkap pada nota jika terjadi peningkatan harga tebus pupuk yang telah disepakati antara kios dengan petani atau kesepakatan harga ongkos kirim, pembayaran pupuk pasca panen (Yarnen) dan kesepakatan lainnya yang membuat penebusan pupuk lebih tinggi dari HET.</p>



<p>Selanjutnya, Pupuk Indonesia mewajibkan seluruh mitra kios untuk memasang spanduk yang berisi informasi mengenai nomor telepon yang dapat dihubungi apabila petani menemukan kios yang menjual pupuk bersubsidi di atas HET. Perusahaan juga mendorong masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran distribusi pupuk bersubsidi.</p>



<p>Pelaporan dapat dilakukan melalui Tim Lapangan Pupuk Indonesia atau menghubungi pusat layanan resmi perusahaan. Adapun layanan pelanggan yang bisa diakses oleh seluruh petani dengan kontak bebas pulsa di nomor 0800 100 8001 atau WhatsApp di nomor 0811 9918001.</p>



<p>“Masyarakat juga dapat berpartisipasi mengawasi peredaran pupuk bersubsidi. Jika terdapat hal mencurigakan, jangan segan untuk melapor kepada aparat penegak hukum,” tambahnya. <strong>(hms/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktifkan Sawah Tadah Hujan di Lamongan, Mentan Lakukan Gerakan Pompanisasi</title>
		<link>https://memontum.com/aktifkan-sawah-tadah-hujan-di-lamongan-mentan-lakukan-gerakan-pompanisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aktifkan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207020</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman melalui Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, melakukan gerakan pompanisasi di Desa Turi, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/03/2024) tadi. Gerakan dalam rangka menghadapi musim tanam April- September dilakukan, karena dinilai paling efektif untuk pengairan sawah tadah hujan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman melalui Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, melakukan gerakan pompanisasi di Desa Turi, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/03/2024) tadi. Gerakan dalam rangka menghadapi musim tanam April- September dilakukan, karena dinilai paling efektif untuk pengairan sawah tadah hujan di musim kemarau.</p>



<p>“Pompanisasi ini adalah untuk mengaktifkan sawah-sawah tadah hujan pada masa musim tanam kedua dan ke depan ini April hingga September, yang memaduki musim tanam. Selama ini, tadah hujan di musim tanam dua ini tidak bisa tanam,” kata Dirjen PSP Ali Jamil.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, secara nasional program pompanisasi ditargetkan 1 juta hektar lahan tadah hujan. Dengan uraian, 500 hektar di wilayah jawa dan 50 hektar di wilayah luar jawa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Lamongan menjadi luas baku sawah terbesar nomor satu di Jawa Timur, karena lebih dari 95 ribu hektare. Sementara luas baku sawah di Jatim, sekitar 1,21 juta hektar dan ada sekitar 30 ribu tadah hujan di Lamongan. Jadi, 30 ribu hektar tadi mohon diusulkan pompanya dan bisa disebutkan pompanya atau sekalian rumah pompanya, ukurannya dan berapa unit,” tambah Dirjen PSP.</p>



<p>Dukungan penuh itu, pun mendapat respon Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi. Dirinya mengapresiasi sekaligus menyambut baik, program pompanisasi yang diharapkan dapat menambah musim tanam masyarakat.</p>



<p>“Dari 95.460 lahan baku ada 30.000 lahan yang tidak bisa ditanam atau tadah hujan, sehingga kita menyambut baik apa yang disampaikan Pak Dirjen, kita akan segera mencari titik-titik itu dan saya yakin akan disambut baik oleh petani 30.000 lahan tadah hujan ini bisa meningkatkan IP-nya (indeks pertanaman) setidaknya menjadi dua,” kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Sebelumnya, Dirjen PSP Kementan Ali Jamil didampingi Bupati Lamongan dan jajaran Forkopimda, juga meninjau secara langsung pompa air di Desa Pringgoboyo Maduran. Pompa tersebut, mampu mengcover 224 hektar lahan di Desa Pringgoboyo dan Desa Turi, menggunakan sistem saluran yang dibuat untuk menaikan air dari sungai Bengawan Solo ke saluran irigasi yang dialirkan ke saluran tersier untuk mengairi lahan pertanian.</p>



<p>Sementara itu, menyambut musim tanam kedua April &#8211; September, Kementrian Pertanian memberikan bantuan benih padi inbrida untuk 16 ribu hektar senilai Rp 5,443 miliar. Kemudian, benih jagung hibrida untuk 12 ribu hektar senilai Rp 10,8 miliar, 2 pompa air 8 dim, serta asuransi pertanian senilai Rp 69,24 juta. <strong>(kom/son/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207020</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mentan Syahrul Yasin Limpo Panen Padi Aplikasi Biosaka di Kabupaten Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/mentan-syahrul-yasin-limpo-panen-padi-aplikasi-biosaka-di-kabupaten-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 12:18:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[biosaka]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan RI]]></category>
		<category><![CDATA[padi]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178164</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, melakukan panen padi aplikasi Biosaka di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Kamis (10/11/2022) tadi. Di lokasi itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo, dengan menggunakan udeng Cakra Palah, langsung menaiki mesin pemanen padi dan menjajal memanen padi secara langsung dengan didampingi Bupati Blitar, Rini Syarifah. Pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, melakukan panen padi aplikasi Biosaka di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Kamis (10/11/2022) tadi. Di lokasi itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo, dengan menggunakan udeng Cakra Palah, langsung menaiki mesin pemanen padi dan menjajal memanen padi secara langsung dengan didampingi Bupati Blitar, Rini Syarifah.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut, Mentan juga mempraktekkan pembuatan Biosaka bersama 500 petani Kabupaten Blitar. Biosaka dibuat, dari segenggam lima jenis rumput segar dan sehat, kemudian dicampur dengan 2 liter air di dalam wadah kemudian diremas dengan tangan. Hasilnya, kemudian disemprotkan ke tanaman.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Hari ini, saya diajarkan oleh petani Blitar membuat elisitor atau bahan campuran pupuk melalui Biosaka. Biosaka, sumbernya adalah tumbuhan yang berasal dari alam dan dikembalikan ke alam. Melalui rumput-rumput sekitar, ternyata mampu memberi efektivitas,&#8221; kata Syahrul Yasin Limpo.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Rini Syarifah mengatakan, Biosaka di Kabupaten Blitar diterapkan sejak tahun 2019. Saat ini, telah ada 12 ribu hektar lahan yang menggunakan Biosaka. Khusus di Desa Tegalrejo, Biosaka diaplikasikan di 57 hektar lahan.</p>



<p>&#8220;Biosaka ini bukan pupuk bukan pestisida. Namun, Biosaka adalah sebuah elisitor bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus. Sehingga lebih hemat pupuk hingga 60 sampai 70 persen,&#8221; kata Bupati Rini Syarifah. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178164</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lawan Impor Gandum dengan Sorgum, Mentan RI Dukung Lamongan sebagai Kawasan Pengembangan Sorgum</title>
		<link>https://memontum.com/lawan-impor-gandum-dengan-sorgum-mentan-ri-dukung-lamongan-sebagai-kawasan-pengembangan-sorgum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2022 12:08:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Sorgum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dikenal sebagai lumbung pangan nomor satu di Jawa Timur, serta dengan penyumbang produksi tanaman padi mencapai 1.196.310 ton pada tahun 2021, Kabupaten Lamongan mulai menunjukkan eksistensinya sebagai kawasan penghasil komoditas pangan sorgum. Bahkan, melihat peluang pasar dan mengantisipasi krisis pangan global, Pemkab Lamongan akan melakukan pengembangan komoditas sorgum sebagai substitusi komoditas pangan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dikenal sebagai lumbung pangan nomor satu di Jawa Timur, serta dengan penyumbang produksi tanaman padi mencapai 1.196.310 ton pada tahun 2021, Kabupaten Lamongan mulai menunjukkan eksistensinya sebagai kawasan penghasil komoditas pangan sorgum. Bahkan, melihat peluang pasar dan mengantisipasi krisis pangan global, Pemkab Lamongan akan melakukan pengembangan komoditas sorgum sebagai substitusi komoditas pangan.</p>



<p>Hal ini, terlihat dari dimulainya panen raya sorgum di kawasan persawahan Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, Selasa (23/08/2022) tadi. Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian RI, Prof Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, turun langsung memanen tanaman sorgum di lahan seluas 10 hektar dengan varietas bioguma yang mencapai produksi 45 ton.</p>



<p>Diungkapkan Bupati Yuhronur dihadapan Mentan Syahrul Yasin Limpo seusai melakukan panen raya sorgum, bahwa saat ini luas tanam sorgum mencapai 200 hektar yang tersebar di dua kecamatan. Yakni, 190 hektar di Kecamatan Babat dan 10 hektar di Sugio.</p>



<p>Sementara dalam rangka akselerasi peningkatan hasil produksi sorgum, pada tahun 2023 Pemkab Lamongan akan mengembangkan kawasan khusus sorgum seluas 3.000 hektar yang tersebar di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Sugio, Pucuk, Kedungpring, Sukodadi dan Kecamatan Babat, melalui pendekatan dan penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP).</p>



<p>“Kami menyadari bahwa pengembangan diversifikasi produk pertanian sebagai langkah inovatif bukanlah sesuatu yang mudah. Mulai dari benih, pupuk dan pengolahan hasil produk sorgum terutama penyosoh, penepung dan juga beberapa komponen pengolahan hasil lainnya harus benar-benar disiapkan. Termasuk ketersediaan pasar industri dan stabilitas harga harus kita jaga bersama. Di balik tantangan tersebut Lamongan sangat berpeluang untuk dikembangkan sebagai kawasan diversifikasi produk pangan sorgum,” terangnya.</p>



<p>Bahkan sebagai wujud dukungan kebijakan, paparnya, Pemkab Lamongan telah menyusun road map pengembangan sorgum, padi dan jagung sebagai komoditas unggulan Lamongan yang didalamnya memuat matrix kebutuhan jangka pendek, rencana aksi pendampingan dan pembiayaan, pengembangan produktivitas berbasis smart farming dan inovasi serta kolaborasi stakeholder. Tidak hanya membudidayakan sorgum, bahkan masyarakat telah berhasil mengolahnya menjadi berbagai olahan makanan seperti kecap, tepung, jenang, sorgum cips, kerupuk, roti tawar, rengginang, mie kering hingga mie instan goreng.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>Melihat berbagai manfaat komoditas sorgum, Menteri Pertanian RI, Prof Syahrul Yasin Limpo, pun mendukung Kabupaten Lamongan sebagai kawasan pengembangan komoditas pangan sorgum. Menurutnya, kualitas rasa sorgum sangat enak bahkan dapat dijadikan sebagai pengganti gandum.</p>



<p>“Jujur, saya baru merasakan tadi sorgum enak sekali. Oleh karena itu, Pak Bupati saya terima kasih sudah mencanangkan sorgum untuk di budidayakan dan saya lihat dalam road map, ada 1.000 hektar sampai 3.000 hektar kalau masih ada lahan lagi tambah sampai 10.000 pak, pasti bisa,” terangnya.</p>



<p>Sebagai bentuk dukungan, Mentan mengajak seluruh pihak untuk membantu mengembangkan sorgum di Kabupaten Lamongan. Termasuk perbankan untuk bersama-sama memfasilitasi sehingga pengembangan kawasan sorgum ini dapat terwujud.</p>



<p>“Pak Dirjen, saya mau sorgum di Lamongan, ini dijadikan bibit semua ya. Masa padi melulu, jagung melulu, ayo kita kembangkan variasi-variasi yang lebih enak. Bahkan popcorn dari sorgum lebih enak. Sorgum itu adalah tanaman nenek kita kalau masih sayang nenek tanam sorgum,” tuturnya.</p>



<p>Melihat banyaknya impor gandum selama ini, Mentan juga mengajak masyarakat mulai beralih untuk menggunakan bahan lokal seperti olahan sorgum ini. &#8220;Ayo kita lawan impor gandum dengan sorgum. Saya senang sekali, kita buatkan satu tugas gugus jadikan ini menjadi tandingan gandum. Pak Dirjen ayo kita perbaiki industrinya, semuanya harus ikut turun tangan, ayo kita bantu mulai dari hulu ke hilir, ayo kita lakukan membantu kesejahteraan para petani Indonesia,” paparnya.</p>



<p>Selain melakukan panen raya sorgum, Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Yuhronur juga melakukan panen raya padi di kawasan Desa Kebalanpelang Kecamatan Babat dengan luasan lahan 250 hektar. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menteri Pertanian Lepas Ekspor Satu Ton Bibit Jeruk dari Kota Batu ke Eropa</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-pertanian-lepas-ekspor-satu-ton-bibit-jeruk-dari-kota-batu-ke-eropa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 13:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156309</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mendorong pengembangan komoditas hortikultura berbasis kawasan untuk mendongkrak volumen ekspor hingga tiga kali lipat. Salah satunya, adalah jeruk yang merupakan komoditas Indonesia, yang memiliki keunggulan komparatif, dan permintaan ekspor cukup tinggi.  Karenanya, pengembangan jeruk perlu ditingkatkan hingga 1 juta bibit jeruk unggul. Jeruk purut sendiri, salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mendorong pengembangan komoditas hortikultura berbasis kawasan untuk mendongkrak volumen ekspor hingga tiga kali lipat. Salah satunya, adalah jeruk yang merupakan komoditas Indonesia, yang memiliki keunggulan komparatif, dan permintaan ekspor cukup tinggi. </p>



<p>Karenanya, pengembangan jeruk perlu ditingkatkan hingga 1 juta bibit jeruk unggul. Jeruk purut sendiri, salah satu jenis yang telah memiliki pasar dan permintaan ekspor rutin setiap bulannya.</p>



<p>&#8220;Hari ini gelar teknologi inovatif perbenihan jeruk, kita melepas jeruk purut yang mendapatkan pasar internasional yang kuat. Hari ini kita lepas ekspornya ke Prancis dan Belanda. Permintaan ekspor jeruk purut ini cukup besar. Perintah Bapak Presiden Jokowi adalah selain meningkatkan produksi untuk pemenuhan kebutuhan sendiri, tapi juga untuk melipatgandakan ekspor,&#8221; tegas Mentan saat acara Gelar Teknologi Inovatif Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit Mendukung Pengembangan Kawasan di Kota Batu, Selasa (19/10/2021).</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>Mentan menekankan, gelar teknologi inovatif perbenihan jeruk bebas penyakit mendukung pengembangan kawasan yang diselenggarakan saat ini memiliki arti yang sangat penting. Sebab, hari ini dan kedepannya pertanian adalah salah satu sektor yang bisa terus melakukan akselerasi perdagangan di masa pandemi.&nbsp;</p>



<p>Dengan kondisi saat ini, tambahnya, dunia dihadapkan dengan berbagai kontraksi perubahan iklim. Sehingga, sangat membutuhkan dukungan dari Indonesia yang iklimnya cenderung kondusif di bidang pertanian.</p>



<p>&#8220;Selain gelar teknologi dan ekspor ke beberapa negara, saya ingin memperkuat pengembangan budidaya berbasis ekspor dan integrator pun kita siapkan. Hari ini saya menuntut jeruk 1 juta bibit jeruk unggul yang diikembangkan, dan Kita inginkan restoran di negara lain menggunakan jeruk dari Indonesia,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Selanjutnya, Mentan menambahkan, ingin menjadikan Batu (Kota, red) sebagai pusat pembibitan. Sehingga, menjadi lokomotif komoditas yang kita akselerasikan ekspor. &#8220;Tidak hanya jeruk purut. Jeruk manis kita juga luar biasa dan bisa bersaing dengan negara lain, imbuh Mentan.</p>



<p>Sementara itu Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, mengatakan bahwa komoditi pertanian menjadi sektor yang kebal ditengah pandemi Covid-19. Pemerintah Kota Batu terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai sektor, salah satunya pertanian.</p>



<p>“Sektor pertanian Kota Batu tumbuh diangka 1,03 persen. Meski ditengah pandemi, upaya percepatan pemulihan ekonomi terus didorong dengan berbagai kerjasama pentahelix dengan dunia usaha, komunitas dan media,” kata Wali Kota.</p>



<p>Kepala Badan Litbang Pertanian Kementan, Fadjry Djufry, menambahkan pihaknya siap mengembangkan budidaya 1 jeruk unggulan dengan jenis tertentu yang memiliki potensi produksi dan ekspor tinggi. Dalam 5 tahun terakhir ini, Badan Litbang Pertanian Kementan telah menyebarkan 21,4 juta bibit jeruk bebas penyakit di seluruh wilayah Indonesia.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Tahun ini Bapak Menteri Pertanian memilih beberapa jenis jeruk unggul untuk dikembangkan sebanyak 1 juta bibit. Jeruk purut salah satu jenis jeruk yang dikembangkan karena menjadi andalan ekspor,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Selain jeruk, Fadjry menjelaskan, Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Batu juga mengembangkan komoditas lengkeng, apel, stroberi dan beberapa komoditas tropika lainnya. Oleh karena itu, ke depan Badan Litbang Pertanian Kementan akan mengkolaborasikan semua kekuatan, yakni bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, petani dan pelaku usaha untuk meningkatkan pengembangan kawasan hortikultura berbasis ekspor.</p>



<p>&#8220;Kita tidak hanya mengembangkan on farm namun juga hilirisasinya. Sehingga dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, dapat menghasilkan komoditas ekspor yang lompatannya bisa sampai 3 kali,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dalam kesempatan iti, Mentan tidak hanya melakukan ekspor jeruk. Namun, juga melepas bantuan 100 ribu benih jeruk bebas penyakit kepada petani untuk pengembangan Kawasan. Selain itu pula, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan beberapa stakeholder, dan peluncuran buku Teknologi Inovatif Jeruk Sehat Nusantara. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156309</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Danrem 083/BDJ Panen Jagung Bersama Mentan dan Kunjungi Ponpes Nurul Jadid</title>
		<link>https://memontum.com/danrem-083-bdj-panen-jagung-bersama-mentan-dan-kunjungi-ponpes-nurul-jadid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 12:41:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Korem 083]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Panen Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=73471</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Danrem 083/BDJ ( Baladhika Jaya )Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo bersama Mentan (Menteri Pertanian ) Andi Amran Sulaiman melakukan panen jagung di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/01/2019) siang. Dalam panen raya jagung kali ini mentan didampingi oleh Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo dan Dandim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Danrem 083/BDJ ( Baladhika Jaya )Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo bersama Mentan (Menteri Pertanian ) Andi Amran Sulaiman  melakukan panen jagung di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/01/2019) siang. </p>
<p>Dalam panen raya jagung kali ini mentan didampingi oleh Danrem 083/BDJ  Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo dan Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo serta Forpimda Kabupaten Probolinggo. </p>
<p>Kepada rekan media Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo menuturkan terkait kegiatan. &#8220;Saya merasa bangga bahwa di wilayah jajaran saya hari ini melaksanakan panen jagung yang langsung dipimpin oleh Mentan Andi  Amran Sulaiman,&#8221; tuturnya. </p>
<p><div id="attachment_73474" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0085-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-73474" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0085-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="KUNJUNGI : Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo berkesempatan mengunjungi Ponpes Nurul Jadid  usai mendampingi Mentan. (ist)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-73474" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0085-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0085-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0085-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-73474" class="wp-caption-text"><strong>KUNJUNGI : Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo berkesempatan mengunjungi Ponpes Nurul Jadid  usai mendampingi Mentan. (ist)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Semua tak lepas dari peran para Babinsa Kodim 0820/ Probolinggo  bersama masyarakat penanaman jagung karena telah berhasil membantu pemerintah dalam rangka mensukseskan program ketahanan pangan,&#8221; terang Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo.</p>
<p>Lanjut Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo, &#8220;Seperti yang disampaikan oleh bapak Menteri tadi bahwa,empat tahun lalu, Indonesia impor jagung dari Argentina dan Amerika sebanyak 3,5 juta ton nilainya Rp 10 triliun,&#8221;. </p>
<p>&#8220;Kemudian di tahun 2018 kita impor 100.000 ton, tapi kita ekspor 380.000 ton. Artinya di tahun 2018 produksi jagung surplus. Sekarang sudah kita balik, kita yang ekspor jagung ke luar negeri,&#8221; urai panjang Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo.</p>
<p>Setelah mendampingi Mentan, diwaktu yang ada Kol Inf Bagus didampingi Dandim probolinggo berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan pimpinan Ponpes Nurul Jadid  Desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Kedatangan Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo disambut langsung oleh  KH Zuhri Zaini Mun&#8217;im yang didampingi oleh KH Hamid Wahid kepala Yayasan Nurul Jadid. Ra Faiz Abd Haq Zaini keluarga Ponpes Nurul Jadid dan Ra Hefni Rozak kepala SMA Nurul Jadid.</p>
<p>&#8220;Di Ponpes Danrem 083/BDJ melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah bersama. Dalam kesempatan tersebut Danrem 083/ BDJ  menyampaikan bahwa sinergitas antara ulama dan umaro sangat diperlukan dalam membangun kemajuan bangsa,&#8221; ungkapnya.<strong> (fik/oso)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73471</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
