<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menular, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/menular/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 09:33:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>menular, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispangtan Pastikan Hewan Kurban di Kota Malang Bebas PMK dan Penyakit Menular</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-pastikan-hewan-kurban-di-kota-malang-bebas-pmk-dan-penyakit-menular</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232649</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa hewan kurban yang dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit menular. Sebab, upaya pencegahan terus dilakukan melalui vaksinasi hingga pemeriksaan ketat di lapak penjualan hewan kurban. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa hewan kurban yang dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit menular. Sebab, upaya pencegahan terus dilakukan melalui vaksinasi hingga pemeriksaan ketat di lapak penjualan hewan kurban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa ratusan hewan ternak yang ada telah divaksinasi sejak awal tahun 2026. Tentunya itu untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah, Kota Malang juga mendapatkan jatah vaksinasi. Pencegahan sudah kami lakukan sejak Januari. Kurang lebih sudah 800-an hewan tervaksinasi,” ujar Anton, Senin (25/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anton memastikan, hingga saat ini hewan ternak di Kota Malang terbebas dari penyakit antraks maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Sementara untuk PMK, menurutnya masih ditemukan di beberapa daerah, namun kondisi di Kota Malang masih terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau di Jawa Timur maupun Kota Malang ini bebas antraks dan LSD. Untuk PMK memang masih ada, tapi insyaallah semuanya bisa tertangani,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sapi, Dispangtan juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan kambing yang dijual sebagai hewan kurban. Beberapa penyakit yang biasanya ditemukan pada kambing antara lain pink eye, orf atau luka pada mulut, serta scabies.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah mulai pemeriksaan hari Kamis lalu, sudah tidak ditemukan lagi penyakit-penyakit itu. Kemungkinan dari daerah asal sudah dilakukan pengobatan,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa hanya hewan sehat yang diperbolehkan masuk dan dijual di Kota Malang. Jika ditemukan hewan sakit, petugas akan meminta pedagang mengembalikannya. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau apabila hewan yang dijual belum memenuhi syarat umur untuk kurban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita infokan ke penjual kalau belum cukup umur, kami imbau jangan dijual sebagai hewan kurban. Itu lebih tepat untuk sedekah,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Anton juga meminta masyarakat, untuk tidak khawatir terhadap ancaman penyakit hewan. Menurutnya, pengawasan terus dilakukan secara berkala melalui surveilans penyakit hewan menular maupun zoonosis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami terus melakukan surveilans penyakit, baik antarhewan maupun zoonosis. Jadi kalau ada penyakit bisa segera tertangani,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, Anton juga membagikan ciri-ciri sederhana hewan kurban sehat yang bisa dikenali masyarakat. Di antaranya bulu terlihat mengkilat, mata berbinar, serta kondisi berdiri dan berjalan normal tanpa cacat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau bulunya mengkilat, matanya berbinar, cara berjalan dan berdirinya normal, biasanya itu sehat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Pemkot Malang Waspadai Penyakit Hewan Kurban yang Berpotensi Menular ke Manusia</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pemkot-malang-waspadai-penyakit-hewan-kurban-yang-berpotensi-menular-ke-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit pada hewan kurban. Terutama, hewan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit pada hewan kurban. Terutama, hewan yang dapat membahayakan kesehatan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Sehingga, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau antemortem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, serta bebas dari indikasi penyakit. Sehingga penting agar hewan yang disembelih benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pemeriksaan antemortem, tambahnya, petugas kesehatan hewan menilai kondisi fisik hewan, perilaku, hingga tanda klinis penyakit. Hewan yang terlihat lemah, pincang, kurus, atau menunjukkan gejala sakit, dapat dinyatakan tidak layak untuk dikurbankan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pengawasan juga dilanjutkan melalui pemeriksaan postmortem, yakni pemeriksaan setelah proses penyembelihan dilakukan. Petugas akan memeriksa karkas maupun organ dalam seperti hati, paru-paru, jantung, limpa dan ginjal guna memastikan tidak terdapat kelainan, parasit, ataupun perubahan jaringan yang berbahaya bagi kesehatan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Apabila ditemukan kasus seperti cacing hati atau kerusakan organ, maka dilakukan pemisahan bagian yang terkontaminasi bahkan pemusnahan apabila kondisinya dinilai parah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut dilakukan, tambahnya, untuk menjamin standar keamanan pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) sekaligus mencegah risiko penularan penyakit melalui konsumsi daging kurban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, pada pelaksanaan Idul Adha tahun 2025 di Kota Malang tercatat ada sebanyak 1.756 ekor sapi, 5.597 ekor kambing dan 627 ekor domba disembelih. Dengan jumlah yang besar tersebut, pengawasan kesehatan hewan menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pelaksanaan kurban tetap aman bagi masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diabetes Dominasi Kasus Penyakit Tidak Menular di Kota Malang sepanjang Tahun 2024</title>
		<link>https://memontum.com/diabetes-dominasi-kasus-penyakit-tidak-menular-di-kota-malang-sepanjang-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa penyebab utama DM tipe II itu yakni karena gaya hidup tidak sehat dan terjadi penurunan fungsi metabolik seiring dengan bertambahnya usia. &#8220;Kasus diabetes ini memang cukup banyak. Trennya di tahun 2024, itu ada peningkatan tapi tidak terlalu signifikan,&#8221; kata Husnul, Kamis (09/01/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain diabetes, hipertensi juga menjadi salah satu PTM yang mendominasi kasus kesehatan di Kota Malang. Apalagi, tren kebiasaan nongkrong di kafe semakin marak dinilai menjadi salah satu faktor yang pemicu peningkatan kasus.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kalau pengaruhnya, iya ada. Yang jelas, diabetes dan hipertensi sudah masuk 10 besar penyakit terbanyak di Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, penyakit yang sering menyerang anak muda di Kota Malang lebih banyak terkait dengan sistem pernapasan, seperti batuk, pilek, flu dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. “Penyakit ini biasanya dipicu oleh cuaca, kebiasaan yang kurang baik, dan pola makan yang tidak sehat,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di akhir, Husnul juga mengimbau masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah PTM tersebut. Termasuk, pemberian edukasi serta program pencegahan akan terus digencarkan untuk menekan angka kasus di kemudian hari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Pemkot Malang Terbitkan Surat Edaran</title>
		<link>https://memontum.com/deteksi-dini-penyakit-tidak-menular-pemkot-malang-terbitkan-surat-edaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[edaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[terbitkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 23 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Dikeluarkannya surat tersebut, itu karena saat ini menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan kasus PTM di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang. Seperti, hipertensi, diabetes, asam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 23 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Dikeluarkannya surat tersebut, itu karena saat ini menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan kasus PTM di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang. Seperti, hipertensi, diabetes, asam urat, kolestrol hingga jantung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyebut bahwa personel dari Pemkot Malang saat ini beberapa ada yang sedang sakit dan bahkan dirawat di rumah sakit, karena mengalami PTM tersebut. “Sebelumnya memang sudah ada surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) untuk pengendalian PTM di daerah, sehingga Kota Malang melalui Sekretaris Daerah menginstrusikan kami untuk membuat draft SE untuk PTM di Pemkot Malang,” jelas Husnul, Selasa (09/01/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Husnul menambahkan, saat ini berdasarkan data yang dihimpun dari puskesmas dan faskes lainnya, kasus PTM menempati peringkat atas. Di mana kasus hipertensi dan diabetes melitus berada di peringkat kedua dan ketiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kasus PTM meningkat itu berdasarkan laporan di Kota Malang. Memang ada beberapa faktor penyebabnya, salah satunya adalah perubahan life style (gaya hidup), lalu juga terkait makanan yang dikonsumsi. Jadi harus dijaga terkait makanan misalnya harus sesuai kaidah gizi seimbang,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam SE tersebut, berisikan bahwa seluruh ASN dan Non ASN di Pemkot Malang diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di puskesmas atau faskes lainnya. Kemudian, pegawai perempuan berusia 30-50 tahun dan sudah menikah diwajibkan melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk deteksi penyakit kanker leher rahim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah preventif yang ditekankan juga melibatkan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di wilayah perkantoran, lalu penyajian menu makanan dan minuman sehat dengan menyertakan sayur dan buah, serta melibatkan peregangan dan olahraga sebagai bagian dari rutinitas harian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentu dari semua hasil pemeriksaan dan upaya preventif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif, khususnya di Kota Malang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204267</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
