<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>merdeka &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/merdeka/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 13:45:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>merdeka &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Baru Empat Bulan Diresmikan, Playground dan Dry Fountain Alun-Alun Merdeka Kota Malang Rusak</title>
		<link>https://memontum.com/baru-empat-bulan-diresmikan-playground-dan-dry-fountain-alun-alun-merdeka-kota-malang-rusak</link>
					<comments>https://memontum.com/baru-empat-bulan-diresmikan-playground-dan-dry-fountain-alun-alun-merdeka-kota-malang-rusak#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Diresmikan]]></category>
		<category><![CDATA[fountain]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[playground]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232167</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Baru empat bulan diresmikan, fasilitas playground dan dry fountain atau air mancur di Alun-Alun Merdeka Kota Malang mengalami kerusakan. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa kerusakan playground bukan terjadi pada fasilitas baru. Namun, pada modul lama yang sebelumnya hanya diperbaiki sesuai perencanaan awal. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Baru empat bulan diresmikan, fasilitas playground dan dry fountain atau air mancur di Alun-Alun Merdeka Kota Malang mengalami kerusakan.</p>



<p>Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa kerusakan playground bukan terjadi pada fasilitas baru. Namun, pada modul lama yang sebelumnya hanya diperbaiki sesuai perencanaan awal.</p>



<p>&#8220;Jadi, playground inikan ada beberapa tempat. Sebagian diganti baru, sementara sebagian lainnya hanya dilakukan perbaikan. Karena pada tahap perencanaan di tahun 2024 kondisi modul dinilai masih layak diperbaiki, namun pada tahun 2025 ternyata kerusakan modul lama itu semakin melebar,” ujar Raymond, Senin (04/05/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakan Raymond, bahwa dalam dokumen anggaran pekerjaan yang tercantum adalah perbaikan, bukan penggantian. Karena itu modul lama tetap diperbaiki, meskipun kondisinya tidak lagi optimal. Material playground berbahan resin juga membuat daya tahannya berkurang setelah mengalami kerusakan patah sebelumnya. Meski begitu, pihak kontraktor pelaksana akan melakukan perbaikan karena fasilitas masih berada dalam masa pemeliharaan.</p>



<p>“Vendor akan melakukan perbaikan. Tapi, jaminan ketahanan pasca perbaikan memang tidak bisa maksimal karena kondisi awalnya sudah rusak,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, kerusakan itu juga dipengaruhi karena minimnya pengawasan saat anak-anak bermain. Apalagi, sejumlah anak menggunakan fasilitas permainan tidak sesuai fungsi, seperti melompat-lompat di ujung perosotan yang seharusnya hanya digunakan untuk meluncur.</p>



<p>“Seharusnya ada pengawasan, karena ada anak-anak yang memanjat atau meloncat di bagian yang tidak semestinya,” katanya.</p>



<p>Ke depan, nantinya direncanakan menerapkan sistem pembatasan waktu bermain melalui mekanisme tiket gratis agar terjadi pergantian pengguna. “Kalau gratis pengunjung cenderung berlama-lama. Nanti kemungkinan kita buat sistem seperti di mal, ada batas waktu bermain supaya anak-anak bisa bergantian,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, fasilitas dry fountain juga belum dapat digunakan akibat gangguan teknis setelah hujan deras mengguyur kawasan alun-alun. Menurut Raymond, sistem air mancur kering seharusnya tidak terendam air. Namun, banjir menyebabkan pompa air kemasukan air, sehingga harus dikeringkan terlebih dahulu.</p>



<p>“Saat hujan lebat kemarin, area mesin kebanjiran sehingga pompanya terdampak. Sekarang sedang dikeringkan dan diperbaiki,” ucapnya.</p>



<p>Sehingga, beberapa fasilitas tersebut kini masih dalam tahap perbaikan. Untuk area playground akan ditutup selama beberapa hari ke depan, sementara dry fountain ditargetkan dapat kembali beroperasi pada pekan depan setelah proses perbaikan selesai.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan untuk dry fountain minggu depan sudah bisa,&#8221; imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/baru-empat-bulan-diresmikan-playground-dan-dry-fountain-alun-alun-merdeka-kota-malang-rusak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232167</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Wisata Lebaran, Disporapar Catat Kunjungan Wisatawan Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen Lebaran terlihat cukup signifikan berdasarkan pemantauan di lapangan. Meski begitu, data pasti jumlah kunjungan wisatawan masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan pada awal April 2026.</p>



<p>“Kita lihat nanti angka pastinya di bulan April. Yang jelas, ada peningkatan kunjungan dan terlihat keramaian di beberapa titik destinasi wisata,” kata Baihaqi, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Alun-Alun Merdeka menjadi salah satu lokasi yang paling dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Ruang terbuka publik di pusat Kota Malang tersebut kembali menjadi magnet wisata keluarga, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alun-Alun Merdeka kembali menjadi magnet wisata keluarga. Hampir setiap hari terlihat ramai pengunjung yang datang untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga,” jelasnya.</p>



<p>Selain Alun-Alun Merdeka, sejumlah destinasi wisata tematik dan kawasan heritage juga mengalami lonjakan kunjungan, di antaranya Hawai Waterpark serta kawasan Kayutangan Heritage yang tetap menjadi tujuan favorit wisatawan.</p>



<p>Lebih lanjut, lonjakan wisatawan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan. Berdasarkan laporan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel di Kota Malang selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Kondisi itu dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>



<p>“Okupansi penginapan meningkat. Ini tentu berdampak pada realisasi PAD Kota Malang, khususnya dari pajak hotel dan restoran,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Lebaran, Satpol PP Kota Malang Perketat Penjagaan di Alun-Alun Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/libur-lebaran-satpol-pp-kota-malang-perketat-penjagaan-di-alun-alun-merdeka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penjagaan]]></category>
		<category><![CDATA[perketat]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231213</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang memastikan penjagaan di kawasan Alun-Alun Merdeka tetap berjalan optimal selama libur Hari Raya Idul Fitri. Pengawasan bahkan akan diperkuat, dengan dukungan dari Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran. Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya, mengatakan bahwa personel akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang memastikan penjagaan di kawasan Alun-Alun Merdeka tetap berjalan optimal selama libur Hari Raya Idul Fitri. Pengawasan bahkan akan diperkuat, dengan dukungan dari Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran.</p>



<p>Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya, mengatakan bahwa personel akan tetap disiagakan setiap hari seperti biasa. “Penjagaan tetap kita lakukan. Kebetulan juga ada Pospam Lebaran di depan Mitra, sehingga bisa ikut membantu pengawasan,” ujar Taqim, Senin (23/03/2026) tadi.</p>



<p>Taqim menjelaskan, bahwa ada sebanyak sembilan personel Satpol PP yang diterjunkan setiap hari dengan sistem dua shift. Shift pertama bertugas mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB, sementara shift kedua dari pukul 15.00 hingga 23.00 WIB.</p>



<p>“Setiap hari ada sembilan personel dengan dua shift, sampai pukul 11 malam,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, saat puncak kunjungan Lebaran, jumlah personel berpotensi ditambah melalui bantuan dari Pospam guna mengantisipasi lonjakan pengunjung. “Nanti akan diperbantukan dari pospam, tapi untuk yang rutin tetap seperti itu,” tambahnya.</p>



<p>Selain pengamanan, Satpol PP juga menegaskan larangan bagi pedagang untuk berjualan di dalam area Alun-Alun Merdeka. Kebijakan ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat memberikan kelonggaran.</p>



<p>“Untuk saat ini belum ada kebijakan dari dinas terkait. Jadi pedagang tetap tidak boleh masuk ke dalam alun-alun,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dikatakan bahwa pedagang atau pelaku UMKM masih diperbolehkan berjualan di kawasan Jalan Merdeka Selatan. Namun, sesuai dengan konsep penataan yang berlaku, yakni pada hari tertentu.</p>



<p>“Kalau mau berjualan bisa di Merdeka Selatan, itu pun konsepnya biasanya hanya hari Sabtu. Untuk Lebaran nanti, teknisnya menunggu dari dinas terkait,” imbuh Taqim. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231213</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[permanen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230679</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus melakukan evaluasi penataan lalu lintas (Lalin) yang ada di Jalan Merdeka Selatan bersama dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Selasa (03/03/2026) tadi. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa hasil uji coba selama dua hari dalam dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus melakukan evaluasi penataan lalu lintas (Lalin) yang ada di Jalan Merdeka Selatan bersama dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Selasa (03/03/2026) tadi.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa hasil uji coba selama dua hari dalam dua pekan terakhir, khususnya pada hari Sabtu, menyimpulkan tidak ada penutupan permanen di ruas tersebut. “Penataan arus Lalin tetap menggunakan badan jalan yang ada. Artinya, tidak dilakukan penutupan Jalan Merdeka Selatan,” ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Dalam skema yang diterapkan saat ini, arus lalu lintas tetap dibuka. Pengalihan hanya bersifat situasional, terutama ketika dilakukan pemindahan titik parkir dari sisi selatan ke utara sesuai rencana penataan. Untuk penempatan PKL tetap berada di sisi utara atau merapat ke kawasan Alun-Alun. Sementara parkir kendaraan ditempatkan di depan Kantor Pos.</p>



<p>&#8220;Salah satu usulannya, supaya bisa lebih rapi dan lebih nyaman diupayakan PKL-nya itu menghadap ke selatan atau menghadap ke Kantor Pos dan trotoar. Dengan begitu pembeli dapat memanfaatkan trotoar. Namun, penataan ini sifatnya dinamis. Bisa saja suatu saat dilakukan penutupan sementara apabila kondisi sangat padat,” jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan hasil evaluasi, dampak dari uji coba pertama dan kedua yaitu volume lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan menurun 10 persen. Sebaliknya, di ruas Jalan S.W. Pranoto dan Sutan Syahrir mengalami kenaikan volume hingga 15 persen dengan tingkat pelayanan (level of service) C. Kemudian, indeks parkir di Jalan Merdeka Selatan mencapai 120 persen atau melebihi kapasitas satuan ruang parkir (SRP), meski kapasitas telah ditambah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sejumlah faktor turut memicu tundaan dan hambatan lalu lintas, di antaranya tingginya aktivitas penyeberang jalan menuju kawasan Alun-Alun, keluar-masuk kendaraan parkir serta drop penumpang di kawasan Kantor Pos dan Hotel Pelangi, lalu aktivitas truk Kantor Pos pada pukul 16.30–19.30 WIB dan akses kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sehingga, Dishub menilai skema tersebut masih memungkinkan diterapkan saat Ramadan dan pasca-Lebaran, mengingat lonjakan kunjungan ke kawasan Alun-Alun dan Kayutangan diprediksi meningkat signifikan.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka, mengakui penataan PKL di kawasan tersebut belum berjalan maksimal. “Penataan yang kami lakukan bukan menambah pedagang baru, tetapi menata yang sudah ada di Merdeka Selatan,” ucap Eka-sapaannya.</p>



<p>Tercatat, ada 38 pedagang yang ditata, dengan komoditas beragam, mulai dari makanan ringan hingga mainan. Seluruh PKL dipastikan berdomisili di Kota Malang dan wajib menunjukkan KTP asli. Ke depan, jika kebijakan itu dilanjutkan, penataan akan diperketat, termasuk larangan penggunaan trotoar sebagai area berdagang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Relokasi PKL Alun-Alun ke Jalan Merdeka Selatan, Pemkot Malang Siapkan Sistem Shift dan Pembatasan</title>
		<link>https://memontum.com/relokasi-pkl-alun-alun-ke-jalan-merdeka-selatan-pemkot-malang-siapkan-sistem-shift-dan-pembatasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pembatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230369</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang menggelar rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) terkait Manajamen Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Merdeka Selatan, Jumat (20/02/2026) tadi. Salah satu agenda utama rapat itu, adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir dari kawasan Alun-Alun saat Ramadan dan Idul Fitri. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang menggelar rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) terkait Manajamen Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Merdeka Selatan, Jumat (20/02/2026) tadi. Salah satu agenda utama rapat itu, adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir dari kawasan Alun-Alun saat Ramadan dan Idul Fitri.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa di lokasi tersebut akan dimanfaatkan sebagai solusi sementara, agar PKL tidak lagi berjualan di trotoar. “Selama ini mereka banyak di trotoar. Kita harapkan, nanti tidak lagi di sana, tetapi diatur di jalan ini dengan waktu tertentu,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, penataan dilakukan dengan sistem shift atau bergiliran antar pedagang, mengingat jumlah PKL cukup banyak. Skema ini, diharapkan tetap memberi kesempatan seluruh pedagang mencari rezeki, khususnya pada momentum Ramadan hingga Lebaran.</p>



<p>“PKLnya kita bagi berdasarkan shift. Hari ini siapa dan hari ini siapa. Daripada mereka tidak punya tempat dan terus ditertibkan, lebih baik kita atur,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain dinilai strategis karena sangat dekat dengan Alun-Alun, Pemkot Malang juga membuka kemungkinan perluasan area jika kapasitas tidak mencukupi. Salah satu opsi, adalah memanfaatkan ruas menuju Jalan Mgr Sugiyopranoto, terutama untuk kantong parkir.</p>



<p>&#8220;Kebijakan ini tidak diambil sepihak, melainkan melalui pembahasan bersama dengan melibatkan semua stakeholder, termasuk Forkopimda dan akademisi, agar solusi yang dihasilkan komprehensif dan tidak menimbulkan persoalan baru,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Penataan itu, lanjutnya, bersifat sementara dengan jam operasional terbatas. Setelah waktu berjualan selesai, kawasan harus kembali bersih dan dapat difungsikan normal sebagai jalan umum pada pagi hari. Terkait jadwal operasional, Pemkot Malang masih menunggu hasil kajian lalu lintas, termasuk volume kendaraan harian (LHR).</p>



<p>&#8220;Jika seluruh pihak menyetujui, penataan PKL di Jalan Merdeka Selatan bisa segera diberlakukan dalam waktu dekat. Bisa besok atau lusa, tergantung hasilnya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230369</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Uji Coba Penataan PKL Alun-Alun Merdeka ke Jalan Merdeka Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-uji-coba-penataan-pkl-alun-alun-merdeka-ke-jalan-merdeka-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230258</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menempatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Merdeka ke kawasan Jalan Merdeka Selatan. Perencanaan itu, masih akan melalui pembahasan dan uji coba bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa relokasi itu dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menempatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Merdeka ke kawasan Jalan Merdeka Selatan. Perencanaan itu, masih akan melalui pembahasan dan uji coba bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa relokasi itu dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, tanpa mengganggu fungsi ruang publik dan arus lalu lintas di pusat kota. “Ini nanti kami akan uji coba di hari libur, kemungkinan setiap malam Minggu atau akhir pekan. Jam operasional sekitar pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB atau 22.00 WIB,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (16/02/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, setelah waktu berjualan berakhir, area tersebut harus kembali bersih seperti semula. “PKL juga harus mendapatkan dampak positif dari keberadaan alun-alun, tetapi setelah itu harus beres semua,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, lokasi di depan Kantor Pos Malang hingga sekitar KPPN berpotensi disterilkan khusus untuk PKL, sementara kendaraan akan diarahkan melalui jalur alternatif. Arus kendaraan dari arah timur, tepatnya dari depan Pendopo Kabupaten Malang menuju Talun, rencananya tetap dapat melaju lurus.</p>



<p>&#8220;Sedangkan kendaraan dari arah utara yang hendak menuju kawasan yang sama bisa melalui depan Masjid Jami&#8217; Malang sebelum berbelok ke kanan. Namun, rencana penataan ini masih menunggu rekomendasi Forum LLAJ yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi angkutan darat, hingga perwakilan masyarakat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Apabila disetujui, nantinya akan dilakukan uji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara permanen. &#8220;Kalau memang nanti baik, nanti kami akan tambah harinya juga. Mungkin setiap Jumat, Sabtu, Minggu. Termasuk juga harus kami hitung multiplier effectnya seperti apa,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Penataan dan Lalu Lintas di Kawasan Alun-Alun Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-penataan-dan-lalu-lintas-di-kawasan-alun-alun-merdeka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230255</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Puasa Ramadan, Pemerintah Kota Malang menyiapkan skema penataan untuk pedagang kaki lima (PKL) dan lalu lintas di kawasan Alun-Alun Merdeka Malang. Langkah itu dilakukan, karena area tersebut diperkirakan akan kembali dipadati pengunjung, terutama saat waktu menjelang dan berbuka puasa. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa salah satu persoalan utama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Puasa Ramadan, Pemerintah Kota Malang menyiapkan skema penataan untuk pedagang kaki lima (PKL) dan lalu lintas di kawasan Alun-Alun Merdeka Malang. Langkah itu dilakukan, karena area tersebut diperkirakan akan kembali dipadati pengunjung, terutama saat waktu menjelang dan berbuka puasa.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa salah satu persoalan utama setiap Ramadan adalah penggunaan trotoar oleh PKL, yang berdampak pada terganggunya hak bagi pejalan kaki. “Selama ini kalau Ramadan, trotoar akhirnya ditempati PKL. Padahal trotoar itu untuk pedestrian. Orang yang jalan kaki, akhirnya turun ke badan jalan dan berisiko terserempet kendaraan,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (16/02/2026) tadi.</p>



<p>Karena itu, tambahnya, Pemkot Malang berupaya agar aktivitas perdagangan tidak masuk ke dalam area alun-alun maupun menutup jalur pejalan kaki. Penataan tersebut akan dibahas melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).</p>



<p>&#8220;Selama Ramadan nanti juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengurus Masjid Jami&#8217; yang berada di sisi alun-alun. Kami ingin semua tertata rapi dan tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menambahkan bahwa meningkatnya aktivitas pasar takjil juga memicu parkir liar dan kemacetan di sekitar lokasi. Dirinya menilai, menilai parkir liar bukan semata persoalan penertiban, melainkan dampak dari tingginya kegiatan ekonomi musiman yang terjadi setiap Ramadan.</p>



<p>“Ini momen setahun sekali. Masyarakat yang mencari nafkah melalui pasar takjil tetap harus difasilitasi, tetapi pengguna jalan juga berhak mendapat layanan lalu lintas yang nyaman,” ujarnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Dishub telah menyiapkan skema pembatasan tertentu, termasuk kemungkinan penutupan sementara jalan di depan Kantor Pos Malang pada jam dan hari tertentu. Area tersebut rencananya digunakan sebagai lokasi parkir resmi sekaligus ruang bagi UMKM.</p>



<p>&#8220;Sudah kami diskusikan dan akan kami bawa ke Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Tinggal menetapkan saja. Intinya akan kami atur satu titik pembatasan. Nanti diuji coba, lalu dievaluasi,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230255</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Minta Pengunjung Alun-alun Merdeka Optimalkan Parkir Sekitar Kawasan</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-minta-pengunjung-alun-alun-merdeka-optimalkan-parkir-sekitar-kawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, meminta kepada pengunjung Alun-alun Merdeka Kota Malang, untuk memanfaatkan areal parkir yang ada di sekitar kawasan. Himbauan itu disampaikan, agar kawasan tertib lalu lintas yang ada di sekitar lokasi, tidak terkendala dengan parkir. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, meminta kepada pengunjung Alun-alun Merdeka Kota Malang, untuk memanfaatkan areal parkir yang ada di sekitar kawasan. Himbauan itu disampaikan, agar kawasan tertib lalu lintas yang ada di sekitar lokasi, tidak terkendala dengan parkir.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa areal parkir kendaraan untuk pengunjung tidak hanya dikonsentrasikan di area Alun-Alun Merdeka. Namun, juga dialihkan ke sejumlah kantong parkir yang ada di di sekitaran luar kawasan.</p>



<p>“Untuk sementara ini parkir masih memanfaatkan kondisi yang existing. Antara lain, seperti di Kantor Pos, di depan Kantor Pos, di Ramayana, di depan Masjid Jami’, serta area parkir yang sudah dibangun di kawasan Kayutangan,” ujar Jaya-sapaanya, Sabtu (31/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jaya menambahkan, dengan wajah baru Alun-Alun Merdeka, jumlah pengunjung semakin meningkat. Karena itu, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri untuk memarkir kendaraan tepat di lokasi tujuan.</p>



<p>“Kami harapkan masyarakat yang berkunjung tidak memaksakan diri harus parkir di Alun-Alun. Silakan berjalan kaki dari area parkir yang sudah disediakan,” tegasnya.</p>



<p>Jaya juga menekankan, akan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan ruang kota, khususnya dalam hal parkir kendaraan. “Mudah-mudahan benar-benar ada perubahan perilaku. Parkirkan kendaraan di tempat yang sudah ditentukan, seperti di Kantor Pos atau di Kayutangan, lalu berjalan kaki ke Alun-Alun,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pojok Baca Alun-Alun Merdeka Kota Malang Kembali Aktif Usai Revitalisasi</title>
		<link>https://memontum.com/pojok-baca-alun-alun-merdeka-kota-malang-kembali-aktif-usai-revitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229861</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pojok Baca di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali diaktifkan menyusul selesainya revitalisasi ruang terbuka publik tersebut. Kehadiran Pojok Baca, diharapkan dapat memperkuat ruang literasi masyarakat, sehingga bukan hanya tempat rekreasi. Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa layanan Pojok Baca di Alun-Alun Merdeka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pojok Baca di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali diaktifkan menyusul selesainya revitalisasi ruang terbuka publik tersebut. Kehadiran Pojok Baca, diharapkan dapat memperkuat ruang literasi masyarakat, sehingga bukan hanya tempat rekreasi.</p>



<p>Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa layanan Pojok Baca di Alun-Alun Merdeka tetap berjalan seperti sebelum revitalisasi. “Pojok baca di Alun-Alun Merdeka tetap ada dan akan aktif setiap hari. Mulai pagi 08.30 WIB sampai 12.30 WIB. Selama revitalisasi kemarin hanya berhenti sementara,” ujar Yayuk, Sabtu (31/01/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Alun-Alun Merdeka selama ini menjadi salah satu titik baca dengan tingkat kunjungan yang cukup tinggi. Lokasinya yang berada di pusat kota, membuat Pojok Baca mudah diakses oleh masyarakat, termasuk anak-anak dan kunjungan kelompok.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Di Alun-Alun Merdeka ini antusiasmenya cukup bagus. Sering ada kunjungan kelompok, seperti TK dan kelompok bermain yang memanfaatkan titik baca di sini,” ujarnya.</p>



<p>Untuk buku yang disediakan di Pojok Baca Alun-Alun Merdeka, tambahnya, didominasi bacaan anak dan disirkulasikan setiap hari, agar pengunjung selalu mendapatkan variasi bacaan. “Setiap hari bukunya tidak sama. Itu yang membuat jam operasionalnya tidak sampai sore, karena buku harus kembali disirkulasi dan diinventaris,” katanya.</p>



<p>Yayuk berharap, wajah baru Alun-Alun Merdeka pasca revitalisasi, mampu menarik lebih banyak pengunjung untuk memanfaatkan Pojok Baca sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat. “Dengan alun-alun yang sudah lebih bagus, harapannya pengunjung semakin banyak dan minat baca juga ikut meningkat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229861</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
