<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>meter &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/meter/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Feb 2025 12:56:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>meter &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tertimbun-sedalam-10-meter-korban-kedua-longsor-di-sungai-kaliputih-blitar-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kaliputih]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[meter]]></category>
		<category><![CDATA[sedalam]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219396</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Penambang pasir yang hilang tertimbun longsor runtuhnya tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, kembali ditemukan, Selasa (18/02/2025) sekitar pukul 13.00. Korban kedua ini, diketahui bernama Nur Kholis (45), warga Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Saat ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Nur Kholis dalam kondisi meninggal tertimbun longsor sedalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Penambang pasir yang hilang tertimbun longsor runtuhnya tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, kembali ditemukan, Selasa (18/02/2025) sekitar pukul 13.00. Korban kedua ini, diketahui bernama Nur Kholis (45), warga Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.</p>



<p>Saat ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Nur Kholis dalam kondisi meninggal tertimbun longsor sedalam 10 meter dan terjepit diantara batu serta batang pohon. &#8220;Bagian tangan korban terlihat saat kami menyemprotkan air ke lokasi pencarian dengan Alkon,&#8221; terang komandan Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza.</p>



<p>Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Setelah berhasil dievakuasi dan memastikan identitas korban, jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka. &#8220;Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya dua penambang pasir dilaporkan tertimbun longsor pasir di Sungai Kaliputih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Minggu (16/02/2025). Korban pertama atas nama Nur Rohman (31) ditemukan dalam kondisi meninggal, Senin (17/02/2025). Setelah itu proses pencarian sempat dihentikan karena curah hujan tinggi.</p>



<p>Pencarian kedua dilanjutkan Tim SAR gabungan hari ini dengan menggunakan alat berat. &#8220;Pencarian dengan alat berat cukup sulit awalnya karena akses menuju lokasi pencarian kecil dan medan pencarian rawan banjir dan longsor di area sungai,&#8221; lanjut Yoni.</p>



<p>Dengan telah ditemukannya dua korban, operasi SAR bencana alam longsor di Desa Karangrejo, kemudian ditutup. Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian ini kembali ke satuan masing-masing.</p>



<p>Adapun unsur yang terlibat antara lain satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Blitar, Polsek dan Koramil Gandusari, RAPI, Tagana Kabupaten Blitar, PMI Kabupaten Blitar, Bolone ODGJ Malang, Rescue 020 Kndjh, RSI Kabupaten Blitar, LMI Kabupaten Blitar, RESOB, TSA dan warga sekitar. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jeep Berpenumpang Empat Orang Terjun Bebas ke Tebing Sedalam 30 Meter, Satu Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/jeep-berpenumpang-empat-orang-terjun-bebas-ke-tebing-sedalam-30-meter-satu-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berpenumpang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[meter]]></category>
		<category><![CDATA[sedalam]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197484</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Mobil Jeep Nopol N 1936 QG, yang dikemudikan Sumir (23), warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (04/09/2023) sore. Mobil tersebut, terperosok ke tebing dengan kedalaman 30 meter. Akibat peristiwa tersebut, seorang penumpang di mobil itu meninggal dunia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Mobil Jeep Nopol N 1936 QG, yang dikemudikan Sumir (23), warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (04/09/2023) sore.</p>



<p>Mobil tersebut, terperosok ke tebing dengan kedalaman 30 meter. Akibat peristiwa tersebut, seorang penumpang di mobil itu meninggal dunia. Korban atas nama Raton (50), warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, mengatakan bahwa insiden naas tersebut bermula saat Jeep tersebut melaju dari arah Timur ke Barat, dengan kondisi jalan menurun. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga terjadi srempetan antara Jeep yang dikemudikan Sumir dengan kendaraan yang tidak dikenal dan melaju dari arah berlawanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat kejadian itu, tambahnya, Jeep yang dikendarai Sumir banting setir ke kiri. Sehingga, terperosok ke tebing berkedalaman sekitar 30 meter.</p>



<p>&#8220;Saat kejadian, Jeep tersebut berpenumpang empat orang,&#8221; katanya.</p>



<p>Akibat kejadian itu, satu penumpang bernama Raton, meninggal dunia. Sementara penumpang lainnya, mengalami luka-luka akibat Laka tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami sudah melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Sukapura,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Momen Idul Adha, Ratusan Santri Ponpes Bani Rancang Probolinggo Nyate Panjang hingga 100 Meter</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-momen-idul-adha-ratusan-santri-ponpes-bani-rancang-probolinggo-nyate-panjang-hingga-100-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 15:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[adha]]></category>
		<category><![CDATA[bani]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[idul]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[meter]]></category>
		<category><![CDATA[momen]]></category>
		<category><![CDATA[nyate]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rancang]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192153</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, melakukan &#8216;Nyate panjang&#8217; secara bersama-sama Kamis (29/06/2023) malam. Momen tersebut digelar pengasuh Ponpes, karena di tahun sebelumnya atau saat Idul Adha, sempat vakum karena pandemi Covid-19. Istilah Nyate panjang sendiri, diambil karena proses pemanggangan daging hewan kurban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, melakukan &#8216;Nyate panjang&#8217; secara bersama-sama Kamis (29/06/2023) malam. Momen tersebut digelar pengasuh Ponpes, karena di tahun sebelumnya atau saat Idul Adha, sempat vakum karena pandemi Covid-19.</p>



<p>Istilah Nyate panjang sendiri, diambil karena proses pemanggangan daging hewan kurban yang dilakukan secara bersama-sama. Sehingga, tempat pemanggangan daging hewan kurban untuk santri, hingga memanjang sampai sekitar 100 meter.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Idul Adha, Ratusan Santri Ponpes Bani Rancang Probolinggo Gelar Nyate Panjang hingga 100 Meter" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/XKHiH_bmtnM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Kegiatan ini sebenarnya bisa dikatakan rutin tiap tahun atau tiap Idul Adha. Hanya saja, tahun sebelumnya tidak bisa digelar karena pandemi. Karena, semoga tahun ini dan tahun depan, bisa terus berlangsung. Apalagi, kegiatan ini juga unik,&#8221; kata seorang santriwati, Siti Fatimah (18).</p>



<p>Prosesi Nyate panjang sendiri, dalam pelaksanaan itu diikuti sekitar 600 santri dan santriwati. Dimana, permasing-masing santri, mendapatkan empat tusuk sate untuk dipanggang atau dibakar. Yang kemudian, dari hasil pemanggangan bisa dimakan bersama-sama dengan menggunakan alas daun pisang yang memanjang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ada sekitar 600 santri yang terlibat. Persantri, itu masing-masing mendapat empat tusuk sate. Sehingga, jumlah sate yang dipanggang lumayan banyak,&#8221; tambah Siti.</p>



<p>Disinggung mengenai pelaksanaan, dirinya mengaku sangat senang. Meskipun, saat memanggang daging hewan kurban, tentunya sulit. Karena api untuk memanggang, jelas tidak sama.</p>



<p>&#8220;Kalau apinya kebesaran, jelasnya bisa gosong. Tapi kalau kekecilan, yang lama masaknya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bani Rancang, Mu&#8217;Tasimbillah, mengatakan jika kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di pondok. Kegiatan sendiri, bertujuan untuk memberikan momen yang paling ditunggu oleh para santri, karena tidak diperbolehkan merayakan Hari Raya Idul Adha, di rumah masing-masing.</p>



<p>&#8220;Karena saat Idul Adha itu tidak ada pulangan (santri pulang, red), jadi kami adakan kegiatan seperti ini untuk tetap mendapatkan momen bagaimana santri tetap bahagia dalam perayaan Hari Raya Idul Adha,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192153</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
